Sebenarnya mau ngasih 2.5 bintang, 0.5 nya karena novel ini berhasil bikin saya sebel sama Josefine. 2 bintangnya karena seperti novel S. Mara Gd yang berjudul Misteri Asmara di Pondok Songka dengan tipe kasus yang serupa, konflik keluarga dan harta, prolog yang mengisahkan hal-hal sebelum pembunuhan pertama terjadi terasa terlalu panjang, hingga membuat saya tidak sabar untuk mengintip-ngintip jauh ke halaman berikutnya.
Kasus yang dipaparkan pun sebenarnya mirip, sejak awal dibawa ke pemikiran bahwa si A pembunuhnya lalu tiba-tiba si A terbunuh dan membuat semua pemikiran awal tampak salah, walaupun sebenarnya tidak benar-benar salah dan pada akhirnya terungkap bahwa yang membunuh adalah si X yang sejak awal tampak mencurigakan tapi tidak menjadi bahan perhatian. Cukup mengejutkan sebenarnya.
Dan seperti novel S.Mara Gd lainnya, novel ini pun memasukkan beberapa hal yang bisa menjadi bahan pemikiran, mungkin penulis menuangkan pendapatnya tentang suatu hal ke dalam novel ini, sekedar menjadi bahan obrolan tokoh atau pikiran tokohnya.
Novel ini jelas tidak membuat saya berhenti untuk membaca novel S.Mara Gd lainnya.