Di masa pandemic seperti sekarang, salah satu hal yang paling saya rindukan yaitu berkunjung ke toko buku. Melihat koleksi buku-buku terbaru, membaca halaman sampul belakang, kemudian membawanya ke kasir untuk dibawa pulang.
Sekarang, koleksi buku yang belum saya baca kian sedikit. Namun beruntung saya menemukan buku ini, #Sharing2 (2015) yang ditulis oleh Handry Satriago. Saat saya menemukan buku ini di rak buku, ia masih terbungkus plastik. Beruntung ia selamat dari banjir tempo lalu. Banyak teman-temannya yang basah, rusak, dan berakhir di tong sampah. Sedih sekali melihat buku-buku yang saya koleksi sejak SMA banyak yang rusak karena banjir. Rencana saya mau membuat perpustakaan pribadi pupus sudah.
Akibat kejadian tersebut, saya memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat koleksi buku. Buku-buku yang sudah saya baca dan tidak begitu saya sukai, saya donasikan ke book corner yang ada di ruang publik seperti stasiun MRT atau stasiun Commuterline. Sisanya tetap menjadi koleksi pribadi saya.
Balik lagi tentang buku #Sharing2, ini merupakan hadiah dari mantan atasan saya pada 2015, tepatnya saya saya bekerja sebagai Marketing Communications. "Yar, buku ini bagus buatmu. Baca ya!" pesan atasan saya.
Buku ini memang buku lama. Namun setiap topik yang dibahas Pak Handry masih sangat dekat dengan kehidupan sekitar saya. Buku ini bercerita bagaimana Pak Handry berdamai dengan keadaan bahwa ia tidak akan dapat berjalan lagi, dilanjutkan dengan cerita pengamalannya memimpin di General Electric Indonesia serta kisah-kisah sederhana lainnya.
Belakangan, kita butuh teman bercerita. Namun tidak semua orang mampu memahami apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan. Buku, adalah sebaik-baiknya teman. Terima kasih sudah menjadi teman saya di masa-masa sulit seperti sekarang.
#Goodreads
#BookoftheMonth