Meta, seorang bidan, akan menjawab: kucing jantan-yang mencakar setiap pria-dan seorang playboy.
Takdir seakan tak mengerti Meta. Dia pun dipertemukan dengan seorang playboy pemilik masa lalu kelam dengan bantuan seekor kucing yang memiliki kelakuan ajaib.
Playboy itu bernama Ega, seorang dokter hewan tampan yang sangat mudah mendapatkan setiap perhatian dari wanita. Playboy yang terluka harga dirinya akibat penolakan dari "seorang" Meta.
Mungkinkah Meta-yang pernah mengalami sakit hati karena pengkhianatan seorang pria-melunturkan ego seorang Ega?
Editor's Note Acariba hadir kembali dengan tokoh fiksi yang memiliki perpaduan antara romantis dan lucu. Pemilihan kata yang akan membuat pembaca tertawa dan tidak berhenti sampai akhir cerita.
Saya suka buku ini, dengan gaya bercerita yg lucu dan lugas tapi kurang suka dengan endingnya. Saya suka dengan gaya bertutur yang memakai 2 PoV, tapi di novel ini, saya tidak terlalu senang dengan PoV Ega, yang menurutku over pede :p Saya menemukan beberapa typo dan penggunaan kata yg kurang kena (menurut saya lho ya) Contoh: Hal 27
Wanita itu sudah menarik perhatianku semenjak kami berada di lobi.
Coba diganti dengan: Wanita itu telah mencuri perhatianku sejak kami berpapasan di lobi. Saya rasa 3 bintang cukup buat novel dengan genre komedi romens ini. Dannnn pesan buat penulis novel ini, banyaklah membaca novel dengan berbagai genre (ini pesan yg sama buat Olly) hihihihihihi
Ini adalah buku pertama yang kucoba dari Acariba, setelah seorang teman merekomendasikan kelucuan novel-novel tulisannya. Ide cerita novel ini cukup menjanjikan, tapi sayang sekali belum dieksekusi dengan matang. Beberapa poin yang kurasakan setelah membaca buku ini adalah :
- Karakter dewasa muda yang tidak dewasa. Walau background profesi yang diberikan pada h/h menarik pada awalnya tapi narasi-narasi dual POVnya tidak mencerminkan kematangan pola pikir karakter-karakternya. Sebagai seorang bidan dan perajut, Meta seharusnya cermat dan penuh perhitungan matang. Dr Ega dan kebiasaan kelonan tapi masih perjaka itu juga agak aneh bin ajaib. Instalust Ega agak aneh untuk pria seumurnya, dan apakah Meta punya tatapan Superman sampai bisa menerawang menembus celana Ega sehingga selalu bisa mendeteksi sekecil apapun pergerakan di dalam sana? Satu dua kali fokus ke hal ini masih kocak tapi kalu terus menerus disepanjang novel, itu jadi meh. Ega seperti berusaha tampil keren ala playboy tapi setengah-setengah. Mau narsis tapi koq tidak terasa optimal.
- Storyline standar dan tanpa kejutan. Novel ini beralur super cepat dan scenenya melompat-lompat liar. jangan lupa dengan banyaknya plot hole didalamnya. Rasanya seperti menonton drama korea secara maraton tapi kehilangan beberapa episode. Scene-scenenya mudah ditebak dan tidak memiliki twist rollercoaster yang bisa merontokkan jantung pembaca.
- Banter percakapan. Mungkin untuk beberapa pembaca, narasi dan banter Meta vs Ega lucu dan menggemaskan. Tapi saat membacanya aku seperti melihat interaksi mereka dari frekuensi yang berbeda. Bagiku penderitaan salah satu kharakter karena ditendang, jatuh, dicakar dll bukan sesuatu yang bisa membuatku ngakak gelundungan. Chemistry mereka berdua terasa dipaksakan dari awal dan sampai akhir aku tidak bisa bonding dengan karakter mereka berdua. Aku akan lebih menyukai tipe percakapan cerdas penuh sarkastik dan perang flirting super panas yang membangun tensi.
Apabila novel mayor ini dirapikan dari sisi typo, penggalian karakter, konsistensi pemilihan kata (gadis vs wanita, bercinta atau bercumbu), storyline yang realistis dan tidak komikal, maka aku bisa memberikan penilaian yang lebih murah hati.
Buku tergaje yang aku baca tahun ini. Nggak heran, sih. Melihat sejarahku sama buku editan beliau emang selera kita tuh nggak cocok. Jadi ya pas baca ini dan aku merasa cringe berat, ya aku nggak heran.
Kalau ditanya apa yang kusuka? Enggak ada sama sekali. Baca ini dan beresin ini pun karena ada ceritanya di Story of Us : Side A jadi ya begitulah.
Hal yang aku nggak suka:
1. Ini luwes banget ya ngomongin selangkangan. Nggak cowoknya nggak cweknya dua2nya sama otaknya mesum. FL nya bangga banget suka motret2 cowol cakep tanpa seiizin yg bersangkutan. ML nya seneng banget melecehkan wanita dengan tingkah lakunya yang sok kegantengan. Ya lagi ciuman sama cewek tapi nge wink ke cewe lain? Trus2an apa tuh ya namanya klo cowok jdi kerangsang tuh? Ya itulah pokoknya tiap ketemu si FL. Jijik banget sumpah. Kaget aku bisa tamatin ini.
2. Ini romcom, tapi ya menurutku nggak ada lucunya sama sekali. Oke deh ini disebabkan karena nggak sfrekuensi aja lawakannya sama aku. Apanya yg lucu sih dari jokes2 omes kayak gini?
3. No chemistry. Nggak heran sih, karakternya aja flat dan nggak berkembang sama sekali. Jadi ya pantes aja dong nggak ada chemistry-nya.
Sebenarnya awal ceritanya dimulai dengan cukup menjanjikan, gua suka. Tapi... sewaktu gua masuk ke POV si Ega, that was a major turn off for me. Entah kenapa sewaktu baca POV Ega itu gua gak ngerasa dia itu charming blah blah blah, justru yang ada malah kerasanya dia itu childish banget. Bahkan awalnya gua kira si Ega ini abege di masa puber umur 15-16 tahun. Ya, gua tahu kalau bikin POV pria itu sulit banget bagi penulis perempuan dan merupakan tantangan besar juga bagi penulis itu sendiri. Tapi kalau penulis bisa berhasil melewati tantangan ini, why not? Malah bagus kan.
Terus, gua tahu ini komedi romantis, dan diharapkan buat memasukkan banyak unsur komedi di dalamnya. Tapi, ada kalanya kalau bagian itu serius, ya sebaiknya serius aja, jangan terlalu dicampuradukkan. Kayak di bagian terakhir buku ini, saat klimaks konfliknya terjadi gua gak ngerasa sama sekalinya ketegangan di scene itu (padahal kayaknya kita diharapkan ikut tegang juga di scene tersebut) dan jujur aja gua ngerasa terganggu di bagian itu. Mau ketawa gak bisa, mau tegang juga gak kerasa. Intinya scene tersebut gagal menurut gua.
Pendapat gua di atas murni subyektif, so kalau ada yang mau mencoba baca ini, just give it a shot. Dan untuk penulisnya, semoga karya selanjutnya lebih bagus lagi ya! Biar bisa meredam kekecewaan gua sama buku ini ;) (songong! xD) Novel debutnya yang Precious Lady gua suka loh eheheheh
Penasaran sama novel ini karena salah satu cerpen di Story of Us Side A, tokohnya ada di cerpen pertama buku tersebut. Lumayan suka sama gaya bahasa Acariba, biarpun beberapa adegan dan dialog ada yang terasa mengganggu, tapi aku cukup menikmati ceritanya.
Acariba kembali hadir dengan novel keduanya yang tetap mengusung tema komedi romantis. Jika di Precious Lady kita akan berkenalan dengan Diva Maharani yang suka menghajar lelaki, nah disini kita akan berkenalan dengan Meta Prameswari yang suka nendang selangkangan lelaki... haha. Sebenarnya jalan ceritanya menarik menurut saya, dan saya memang terhibur membacanya. Apalagi membaca buku ini di tengah macetnya jalanan saat mudik, benar-benar bisa membantu mengurangi kebosanan. Hanya saja saya merasa ada bagian-bagian yang terlalu berlebihan. Terutama dari sisi Ega. Rasanya Ega ini gak ada keren-kerennya deh. Udah gitu mesumnya gak ketulungan. Kalo saya jadi Meta, saya juga akan melakukan hal demikian... haha. Dan satu lagi yang masih saya pertanyakan, Ega ini kan playboy, kok mbok ya masih perjaka ya. Mang kalo check in di hotel bareng cewek, terus sampai di kamar ngapain??? Main monopoli??? :P. Mungkin saya yang memang kurang mengerti arti dari kata perjaka disini... :D
Secara keseluruhan, saya terhibur dengan kisah mereka. Ditambah saya sebagai pecinta kucing mendapat info baru seputar dunia kucing dan juga dokter hewan. Jujur aja awalnya saya gak tahu arti dari Vet di judulnya, ternyata itu istilah dokter hewannya ya (cmiiw)... :D.
Oke deh, segitu dulu kesannya ya mbak. Nanti saya tambahin kalo saya sudah sampai di rumah... :D (apain sih ndah). Sukses terus untuk karya nya mbak... :)
Novel ini kayaknya komedi romantis. Tapi menurutku agak2 norak sih. Terutama karakter Ega yang player tapi ngakunya masih perjaka. Trus ada si Meta yang bentar-bentar main lempar sendal, tendang tulang kering, sampai tendang selangkangan Ega hanya karena ngelihat Ega horny. Ya ngapain juga diliatin terus... jangan2 si Meta-nya ngarep #lhaa Bagian penolakan Meta yang terasa dipanjang2in juga hampir membosankan. Tapi ya inti ceritanya cukup OK-lah
bacaan yang ringan dan lumayan menarik. ceritanya standar aja sih, dan pengolahannya juga engg... standar. pertengkaran-pertengkaran antara Ega - Meta dimaksudkan sebagai daya tarik buku ini. tapi kalau tidak diimbangi dengan perkembangan karakter keduanya, jatuhnya malah jadi agak membosankan.
tapi, jauh lebih baiklah dari Finally Mr. Right yang saya baca sebelum buku ini.
Cat Meets Vet ini bergenre romance-comedy yang lumayan menarik. cerita ini gampang ditebak, karena konfliknya simple banget dan kurang memberikan kejutan pada masing-masing tokohnya.
Ceritanya ini kurang suka, aku kira alurnya berfokus interaksi antara kucing dan para dokter atau perawat yang memelihara kucing di vet. Ternyata suasananya merujuk ke tema percintaan antara kehidupan playboy sama gadis yang membenci dokter tersebut.
Kelebihan cerita ini salah satunya diceritakan sudut pandang Ega dan Meta secara bersamaan setiap ganti bab. Kalau begini kan kita bisa mengetahui apa isi hati mereka. Selanjutnya cerita ini beberapa sih terselip kata-kata vulgar.
Namun yang menarik disampaikan secara komedi dan jatuhnya bikin ngakak guling-guling. Ternyata buku ini beradaptasi dengan apk Wattpad.
Berawal dari seorang Meta yang mendapat amanah untuk merawat Martin karena Diva (Precious Lady) harus ikut suaminya ke Kalimantan. Berarti novel ini spin off dari cerita Precious Lady.
Konflik-konfilk mulai bermunculan. Saat Meta dijodohkan dengan Ega oleh seorang Lita Hanopia, terkuaknya fakta sisi lain dari Ega Hanopia, lalu Ari mantannya datang kembali setelah mencampakkan Meta.
“Bagiku pria playboy adalah pria yang plin-plan, tidak punya pendirian dan juga tidak tegas. Bagaimana mungkin aku menggantungkan hidup di tangan seorang pria yang bahkan tidak bisa tegas pada dirinya sendiri! Itu petaka.” —Pages 2.
“Kamu single, hidup sendiri dan Martin pasti bisa menemani kesepian kamu, Met!” jawab Diva cepat. —Pages 05.
“Bagiku, jauh lebih nikmat menikmati wajah pria single daripada wajah pria beristri. Terlarang untuk menikmati ketampanan milik wanita lain.” —Pages 8 and 9.
“Kamu aneh. Di saat orang sepertiku mengharapkan sebuah hubungan, kamu malah menyia-nyiakan orang yang bersedia menjalin hubungan sama kamu!” —Pages 82.
Kekurangannya cuma satu tapi ini menurut pendapat subjektif saya, covernya saya kurang sreg sih. Bagian depan tulisan judul sama penulisnya kecil banget keliatan maksa karena full gambar.
Setelah dibaca keseluruhan, jadi kurang menarik karena hanya membahas tentang playboy yang terluka harga dirinya karena ditolak. Kesannya cerita novel Cat Meets Vet ini biasa banget.
Cat Meets Vet ini bergenre romance-comedy yang lumayan menarik. Emang sih cerita ini gampang ditebak, karena konfliknya simple banget dan kurang memberikan kejutan gitu pada masing-masing tokohnya. Tapi, novel ini cukup menghibur dengan dibantu oleh humor-humor didalamnya.
Dari covernya aja udah ada kucing sama dokternya, sudah pasti ini dong sesuai dengan judulnya “Cat Meets Vet”. Kenapa ada penampakan jari tangan perempuan disitu? Entahlah ...
ini buku kedua yg aku baca setelah positive.sepertinya ada banyak kesamaan cerita.sama2 yg wanita dikecewakan oleh pasangannya,sama2 diteror sama mantan pasangannya,sama2 one night stand gegara mabok,sama2 menolak lamaran dari pihak cowok gegara ngerasa kalo itu sekedar tanggung jawab bukannya cinta tapi aku lebih suka yg positive.karena walopun lucu,jayus,dkk karakter utamanya terlihat dewasa dalam menghadapi permasalahan dan pesan ceritanya "dalem". sementara di buku ini,walaupun yg cewek kerjanya sebagai seorang bidan dan yg cowok seorang dokter hewan tapi sikap,cara berpikir dan tingkah lakunya masih kayak anak abg yg grasak- grusuk.apalagi yg cewek dikit2 nendang lah,nonjok lah,apa nggak bisa diselesaikan secara dewasa.plus di buku ini selalu diulang2 bahwa Ega ini selalu "tegang" setiap deket2 sama Meta.author terlalu berusaha menekankan kalau Ega ini cowok mesum dimata Meta.padahal menurut ku nggak perlulah sampai ditulis berulang2 bahkan hampir disetiap bab. kalau dari jalan ceritanya menarik untuk dibaca.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Ini dulu aku sempet baca pas masih di wattpad. Termasuk komedi romantis dan bacaan yang ringan. Dulu aku nunggu² ini apdet.
Aku lumayan suka dengan ide yang ditawarkan. Seorang dokter hewan yang mesum tapi masih bisa menjaga diri, dengan seorang cewek yang nggak suka kucing dan pecinta cowok ganteng.
Dari segi karakter, aku nggak bisa melihat mereka berdua sebagai seorang yang dewasa. Pas baca, aku merasa kalo mereka itu kek masih anak sekolah atau paling nggak ya kuliah; nggak bisa melihat mereka sebagai bidan dan dokter hewan.
Meta yang sering betul marah² dan pake nendang juga mukul--yang terlalu sering--itu nggak dewasa betul. Selain itu, kekna kurang cocok dengan imej mandiri Meta yang bayanganku bakalan agak dewasa.
Alur ceritana rasana kurang mulus, agak njeglekk gitu. Konflik di sini sederhana, jadi ini cocok betul untuk bacaan ringan. Rasana eksekusina kurang mateng aja, kek dibikin dengan buru².
Banyak muncul kata 'bangsat', dkk yang entah kenapa nggak enak dibaca. Terasa terlalu kasar.
Jangan tertipu dengan coverna yang imut yakk, kalo bisa baca ini pas udah cukup umur; banyak yang agak mesumna. Salah satuna pas Meta yang sering betul ngeliat ke 'sana', dan Ega yang mikirna nggak jauh dari 'sana' juga.
Tapi overall, novel ini cukup menghibur dengan kisah orangtua Ega. Bahkan tokoh favoritku di sini malah mama Ega. 😆 //calon mertua idaman
📚 Cat Meets Vet ✒️ Acariba 🎡 iJakarta 🥨 Elex Media Komputindo 🎖️3,4/5
My Review: buku ini awalnya terlihat oke dari segi plot. Tapi mulai di tengah-tengah sampai akhir jujur aja agak meh. Plot nya masih lumayan berada di jalurnya tapi tetep aja sepanjang itu kayak melebar kemana-mana. Ditambah gaya penulisannya yang menurut aku kurang enak dibaca. Selain itu buku ini juga agak vulgar ya. Bukan yang 21+ sih but still termasuk dibilang dewasa.
Aku kesel banget sama ML dan FL yang over reaction. Apalagi Meta selaku FL. Aku kesel banget. Kayak ya ampun gak usah heboh gitu donk. Dia bisa melawan bukan dengan cara yang norak. Terus Ibu nya si ML, Bu Lita. Kenapa dia maksa banget sampai nyebarin rumor cuma demi si Meta nikah sama Ega😭😭😭 chaos sih buku ini. Tapi yaa okelah klo buat bacaan ringan
This entire review has been hidden because of spoilers.
I love how imperfectly perfect the hero and heroine are. I mean... the hero is a certified narcissistic ultimate playboy who over valued himself. BUT!! That's what makes a charm of this book. I don't know, male characters in similar genre tends to be portrayed as a charming guy in female's perspective, but in this .... he acknowledge that himself hahahaha.
This is a light reading, nothing more than that but still a fun journey!
I think im not gonna continue reading this book.. Its just not my cup of tea.. Kurang suka dengan cerita2 dimana karakternya selalu punya pikiran mesum.. i dont know if one day im gonna read it again.. but for now im gonna stop..
first of all, covernya cakeppp, enak dilihatnya. humornya juga seru sih, walau nggak bikin sampe yang ngakak banget, tapi cukup menghibur. ada beberapa kata frontal yang agak bikin kaget ya😭🙏
Meta Prameswari adalah seorang bidan yang hobi merajut dan mengoleksi foto pria-pria tampan di ponselnya. Meskipun senang mengoleksi dan memandangi foto pria tampan diponselnya, Meta paling benci dengan cowok yang playboy, meskipun laki-laki itu tampan. Alasan dibalik kebencian Meta pada pria-pria playboy karena Meta sendiri pernah dikecewakan oleh dokter Ari, rekan kerjanya, yang pernah memainkan perasaan Meta. Suatu hari Diva, sahabat baiknya, meminta Meta untuk menjaga kucing kesayangannya yang bernama Martin. Semua biaya perawatan Martin untuk beberapa bulan ke depan sudah di transfer ke rekening Meta dan Diva juga sudah mempersiapkan dokter hewan yang akan menangani perawatan Martin. Semuanya sudah diatur dan Meta tinggal merawat Martin sampai Diva kembali. Ega Hanopia, pria yang berprofesi sebagai dokter hewan ini sering bergonta-ganti pacar dan takut pada komitmen. Laki-laki itu dipertemukan dengan Meta di lift melalui kejadian yang memalukan, setelah pertemuan pertama itu, Ega tak henti memikirkan perempuan yang membuat ia jatuh hati pada pandangan pertama. Pertemuan itu kembali berlanjut di klinik hewannya saat Meta sedang membawa Martin untuk vaksin. Tak disangka ternyata Ega adalah dokter yang dipercayakan Diva untuk mengurus Martin. Pertemuan yang memalukan antara Meta dan Ega membuat keduanya canggung. Sejak awal Meta tak suka dengan lelaki playboy narsis seperti Ega, ia berusaha untuk menjauh namun laki-laki itu selalu berusaha untuk mendekat. Pendekatan yang dilakukan Ega dibantu oleh ibunya yang merupakan dokter kandungan di tempat Meta bekerja. Alhasil hubungan keduanya pun menjadi lebih akrab. Baru kali pertama membaca tulisan mbak Acariba, ternyata nama Meta sudah pernah muncul di novel sebelumnya yaitu Precious Lady. Ketika sekali melihat covernya, aku suka sekali dan penasaran dengan isinya. Perpaduan antara tulisan, warna, dan gambar sangat terlihat cantik. Selain covernya yang cantik ternyata ceritanya cukup unik. Meta si wanita yang memiliki hobi antmainstream dipertemukan dengan Ega si pria playboy mesum dan narsis. Cerita di dalamnya cukup menyegarkan mengingat kelakuan Ega yang konyol dan kekanakan. Sayangnya, di beberapa bagian dalam novel ini sempat membuat saya bosan.
Peek A Book mendapat kesempatan untuk mereview novel Cat Meet Vet ini. Entah mengapa, begitu membaca novel ini, Peek A Book jadi merasa happy, tertawa sendiri, dan nggak berhenti- berhenti senyum-senyum sendiri. Kenapa kok begitu? Karena selain bisa membaca isi novel ini yang berisi mengenai romansa percintaan, juga bisa sambil belajar mengenai arti sebuah keluarga, sahabat dan cinta kasih. Ide cerita yang sederhana namun dikemas dengan amat sangat menarik, risetnya pun juga cukup baik dan yang pasti susah move on dari cerita ini. Dan sepertinya penulis menyukai kucing seperti Peek A Book. Ahay!
Tokoh favorit Peek A Book di sini tentu saja Meta. Pinginnya sih ngefavoritin Ega, tapi entah kenapa, di pikiran Peek A Book, kalau Ega itu seperti kawan yang mempunyai sifat yang sedikit mirip dengan Ega. Karakter Meta yang pandai, mandiri, dan mampu menutupi kesedihannya serta menjadi seorang wanita yang berprinsip namun agak rapuh, berhasil membuat Peek A Book jadi membayangkan jika tokoh Meta itu adalah salah Peek A Book sendiri. *Uhuk*.
Kedua kalinya membaca novel karya Acariba ini benar-benar bikin ketagihan. Nggak bisa berhenti buat nggak ketawa secara ceritanya dipenuhi dengan banyak humor yang mampu membuat perut sedikit sakit karena kebanyakan tertawa.
Overall, novel ini amat sangat very recomended banget buat kalian yang suka dengan cerita humor berbalut romansa percintaan. Walaupun minim konflik dalam artian konflik yang dibuat tidak terlalu berat dan tidak berbelit-belit, namun benar-benar membuat kita tak bisa meletakkan sebentar saja novel ini. Karena memang harus dibaca hingga tuntas.. tas.. tas.
“Bagiku pria playboy adalah pria yang plin-plan, tidak punya pendirian dan juga tidak tegas. Bagaimana mungkin aku menggantungkan hidup di tangan seorang pria yang bahkan tidak bisa tegas pada dirinya sendiri! Itu petaka.” (hlm 2) . Judul : Cat Meets Vet Penulis : Acariba Terbit : 2015 Penerbit : Elex Media Komputindo Tebal : 258 halaman . Ini novel yang pertama aku baca dari penulis. Novel dari segi cover dan blurb cukup menarik, tentang seorang wanita yang berprofesi sebagai yang nggak suka kucing dan pecinta cowok ganteng dan seorang dokter hewan yang playboy dan narsis namun masih bisa menjaga diri. . Dari segi alur terlalu cepat, review kak alexa ayana benar, baca rasanya seperti menonton drama korea secara maraton tapi kehilangan beberapa episode. Banyak kata-kata yang sdikitt hmmm* entahlah intinya nggak enak dibaca, terlalu kasar keknya. . But over all, dari inti ceritanya OK-lah. Aku terhibur dengan kisah mereka. Konflik yang cukup sederhana jadi cocok buat bacaan ringan dan bisa selesai hanya sekali duduk. Ditambah dari sini aku dapet info baru seputar dunia kucing dan juga dokter hewan. Seperti istilah Vet di judul jujur awalnya aku gak tahu artinya, ternyata itu istilah dokter hewannya. .
Nb : aku ketipu covernya yang imut gitu , ternyata agak mesum, nggak cocok dibaca klo belum cukup umur✌. And fyi aku udah cukup umur kok. Hehe
Lihat judulnya, lihat kovernya, lihat penerbitnya... wah, ini cerita kayaknya bagus. Comot dari rak buku, ah! Apalagi berbau kucing dan dokter. Prediksi awal, ini pasti kisah cinlok dokter hewan sama pemilik kucing.
Sampai rumah, langsung deh lepas segel buku saking enggak sabarnya baca. Di bab pertama, terkesan banget karena hal-hal klise dituturkan dengan baik. Mulai ketawa-ketiwi karena keapesan Meta yang dititipin kucing sahabatnya mirip sama saya yang suka geli-geli gimana gitu sama makhluk Tuhan kiyut satu itu. Begitu masuk bab kedua, ketiga, keempat... lho, opo iki? Baru ketemu pertama kali, si tokoh utama laki-laki langsung napsu sama si perempuan? Astaga, profesinya dokter pula! Mau maklumin, tapi si Ega bukan remaja tanggung yang kelebihan hormon. Ditambah interaksinya sama Meta yang rada menggelikan mirip drama Korea, saya pass!
Perfect! Eh almost dink, kan kesempurnaan milik Allah, manusia itu tempatnya salah heheu #SalahKamar
Dibanding Precious Lady, saya suka novel Cat Meets Vet ini. Lebih tertata konfliknya, plotnya pelan tapi pasti, gak berasa gedebukan kanak di PL itu. Saya belum menemukan kekurangan novel ini.
Tetapi memang dibanding PL, saya tidak terlalu ngakak baca CMV ini. Senyum2 nyengir iya, tapi gak ngakak2 membayangkan isi novel. Meta kurang gahar untuk urusan "menggebuk" Ega dibanding kompatriotnya Diva "menghajar" Bima.
Tapi saya lebih suka gaya bahasa di novel ini yang lebih soft, manis, meski tetap konyol yang diwakili oleh Ega. Membayangkan dokter cakep, straight, sedikit playboy tapi suka iseng? Yeahhh seandainya Ega jomblo, saya mau deh #Eh
Pertamakali baca novel ini pas masih di wattpad, tapi sudah banyak yang di cut karena alasan diterbitkan.
Tertarik baca karena lihat judulnya. Saya kira cerita nya banyak soal kucing tapi lebih cenderung fokus ke kisah cinta si pengasuh kucing. Lucu ceritanya maski agak2 vulgar, terutama dari sudut pandang si Ega dokter hewan yang narsis dan sadar bener kalo doi cakep. Tapi vulgarnya udah nggak seberapa karena banyak sensor sana sini begitu masuk ke penerbit. Salah satu nya saat Ega pertamakali jumpa Meta di lift. Dimana dalam adegan itu, si ega digambarkan tengah asyik bercumbu mesra dengan seorang wanita meski saat itu mereka tidak berduaan sajadi dalam lift, ada Meta disana yang menyaksikan adegan vulgar tersebut secara live.
"Setampan-tampannya seorang pria, bila dia adalah seorang playboy, maka dengan lantang akan ku katakan 'PERGI KAU KE NERAKA, SETAN!'"
"Botol itu bertuliskan Pinnacle bukan Pinapple! Dan jelas ada tulisan vodka di bawahnya." (Ngakak! Meta super dodoool)
Novel romens komedi! Wah seru banget sepanjang baca ini cekikikan sendiri (bakal beli novel Acariba judul lainnya!). Banyak sih part yang bikin ngakak, kalo mau dikutip semua bisa panjang banget, jadi bagian pineapple cukup mewakilkan. Ega bisa dibilang sosok pria TOP, seandainya otak dan kelakuannya "bersih", walaupun gombalannya bikin gemes juga. Hahaha.
Jadi novel ini pakai dua pov, Meta si Bidan yang benci banget sama playboy dan Ega si Dokter hewan yang mesum.
Oke, awalnya emang dirty jokes-nya Ega ini bisa dibilang lucu. Tapi, lama-lama jadi malesin, bikin skip-skip kalo pas pov Ega. Ega ini 29 taun loh, tapi narsisnya itu loh.. Semacam Drew Evans di Tangled tapi dengan tingkat kenarsisan akut, bikin yang baca menghela napas panjang.
Karakter yang paling saya suka dari novel ini malah Bu Lita Hanopia, Mamanya Ega yang asik n gahol pisan :)) Lucu pula..asik punya Mama kayak gini hihihi.. Salam terong balado buat Bu Lita :)
Cinta bukanlah sesuatu yang statis. Cinta itu seperti benih. Awalnya dia hanya sebuah biji kecil, nggak terlihat dan nyaris nggak dianggap. Tapi saat dia dapetin media yang tepat, dia berkembang menjadi pohon, bahkan berbuah. (Lita Hanopia, hal. 237)
Cerita ini mengalir lancar, meski ada beberapa kosa kata yang agak 'berani'. 2 jempol untuk mbak Rike..
Ini serius ngakak bacanya, ada sih bagian dimana pengen stop baca saking kesalnya sama ega yang aduhai ganteng. Eh mksd nya sama ega yang mau aja si sosor sampe Meta kaya gitu. Dan yang bikin ngakak juga nama si Martin jadi marmar terus di sebut sbg makusong wkwkw