What do you think?


Half
Sebenarnya, setiap manusia itu 'satu' atau 'setengah'?
Ketika kita menemukan belahan jiwa, kita membentuk satu kesatuan atau tetap menjadi dua? Mengapa ketika-kupikir-belahan jiwaku datang, aku malah merasa kosong?
Ian baik. Tapi, kurasa, ada sesuatu yang membuatku ragu. Jodoh memang pasti bertemu, namun benarkah dia yang tepat untuk menemani hari-hariku?
"Penuh makna dan memberi inspirasi serta mampu membuat setiap orang yang membacanya terpaku. Setiap kalimat dalam buku ini mempunyai arti yang begitu menarik!"
-Vicky Marlone Karamoy, Seniman
Editor's Note
Monica Petra dikenal sebagai penulis romance teenlit.
Ketika kita menemukan belahan jiwa, kita membentuk satu kesatuan atau tetap menjadi dua? Mengapa ketika-kupikir-belahan jiwaku datang, aku malah merasa kosong?
Ian baik. Tapi, kurasa, ada sesuatu yang membuatku ragu. Jodoh memang pasti bertemu, namun benarkah dia yang tepat untuk menemani hari-hariku?
"Penuh makna dan memberi inspirasi serta mampu membuat setiap orang yang membacanya terpaku. Setiap kalimat dalam buku ini mempunyai arti yang begitu menarik!"
-Vicky Marlone Karamoy, Seniman
Editor's Note
Monica Petra dikenal sebagai penulis romance teenlit.
204 pages, Paperback
First published September 23, 2015
About the author
Monica Petra
21 books17 followersMonica Petra is an Inspirational Writer for Media Pressindo Group, PT.Gramedia Pustaka Utama, OBOR Publisher, SPIRIT Bookfield, ANDI Offset, Elex Media Komputindo and Akoer Andal Krida
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
February 2, 2017
Halaman pertama betul-betul menggoda, tentang bagian yang mempertanyakan pernikahan, pasangan suami istri, kedua belah pihak keluarga, dan prioritas dalam kehidupan pasangan itu.
Tentang pertanyaan-pertanyaan yang mempertanyakan kesatuan dalam pernikahan.
Apakah 1+1?
Atau 1/2+1/2?
Tapi lembar demi lembar berikutnya malah menunjukkan kalau menjalin hubungan itu...
Mendokusai.
Too many accidental coincidences. Story that one sided. Weak story telling and characters.
But one thing that I enjoy, no more foolish decision in the end of the story. And the other thing that I like is the answer given by the sources (priests?) about marriage and priority.
Tentang pertanyaan-pertanyaan yang mempertanyakan kesatuan dalam pernikahan.
Apakah 1+1?
Atau 1/2+1/2?
Tapi lembar demi lembar berikutnya malah menunjukkan kalau menjalin hubungan itu...
Mendokusai.
Too many accidental coincidences. Story that one sided. Weak story telling and characters.
But one thing that I enjoy, no more foolish decision in the end of the story. And the other thing that I like is the answer given by the sources (priests?) about marriage and priority.
May 23, 2020
Konsep cerita nya bagus~
Tonton review aku tentang buku ini ada di
https://youtu.be/5g4Qr9u4DW8
Tonton review aku tentang buku ini ada di
https://youtu.be/5g4Qr9u4DW8
December 17, 2015
Terlalu banyak kebetulan dalam cerita. ^^
April 23, 2017
Kalimatnya bagus.
Karakter utamanya cewek.
Ceritanya mayoritas tentang pandangan karakter utama tentang hubungan yang menurutnya ideal.
Karakter utamanya cewek.
Ceritanya mayoritas tentang pandangan karakter utama tentang hubungan yang menurutnya ideal.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews




