Dua bersaudara jatuh cinta pada gadis yang sama. Dua bersaudara yang berbeda baik dalam penampilan maupun dalam pribadi. Yang seorang tampan dan keren, trendy, karismatik, meluluhkah hati setiap gadis yang memandangnya. Yang lain serius dan konvensional, dengan kemauan yang kokoh untuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya.
Lalu salah seorang dari ketua saudara ini meninggal. Mayatnya terendam di pinggir kali. Sebuah tusukan yang tepat mengenai jantungnya, menghabisi riwayatya. Dan saudaranya menjadi tersangka nomor satu.
Tetapi pembunuhan itu tidak berhenti berhenti sampai di sini. Seorang gadis lain meninggal. Apakah dia memang bunuh diri atau ada orang yang membunuhnya?
Berawal dari menerjemahkan novel-novel Agatha Christie, S. Mara Gd mulai menulis novel pertamanya, Misteri Dian yang Padam pada tahun 1984 (diterbitkan tahun 1985). Tokoh yang diciptakannya adalah seorang kapten polisi bernama Kosasih dan sahabatnya yang punya latar belakang hitam, Gozali. Sejak itu novel-novel tentang petualangan dua serangkai, Kosasih dan Gozali, dalam melacak para kriminal mengalir terus. S. Mara Gd memadukan logika dan humor dalam bahasa sehari-hari yang menarik, di sana-sini diwarnai oleh dialog Suroboyo-an. Lokasi ceritanya umumnya mengambil tempat di Surabaya dan sekitarnya.
Menurut saya ini paling kurang diantara novel yang lain, betul jika ada yang bila cerita terlalu terpecah-pecah dan hanya ingin membuat pembaca bingung namun tidak ada esensinya pada pembunuhan. Sang pembunuh justru tidak punya posisi yang kuat motif yang disampaikan kosasih juga lemah tidak menjelaskan mengapa ia harus membunuh pada momentum itu, karena kesannya sangat kebetulan tanpa ada alasan logis. Novel ini tidak jelek, namun paling kurang terlebih dalam resolusi yang diberikan. Ada satu hal yang mengganggu bagi saya karena saya tidak menemui penjelasan manapun di novel ini, siapa perempuan yang menjadi pacar terakhir vindhu? Saya kira ini berhubungan dengan kasus, namun saya tidak menemui apa-apa, dan apa alasan kenapa itu dimunculkan.
Untuk cerita yang ini sejauh ini aku enjoy misterinya, tentang dua bersaudara memperebutkan cinta dengan wanita yang sama. Hal yang ngga kusuka dari karya ini hanya karena tentang Gozali dan Dessy, aku taunya keduanya sama-sama keras kepala untuk memperjuangkan cinta mereka tapi kalo saja bu Mara tidak membuat drama si Dessy kena kecelakaan dan hilang ingatan segala, mereka masih bisa disatukan, come one, Gozali deserved better. Padahal cukup suka ship mereka dari ship Gozali dengan karakter wanita lainnya. 😭
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sebenarnya agak kecewa sama kasus ini, mungkin karena ceritanya seolah-olah terpecah-pecah. Dan entah hanya persepsi saya atau memang benar, novel ini berbeda dengan novel S Mara GD yang sudah saya baca. Seperti ada ganjalan mengenai pelakunya yang seolah tak memiliki motif, tak ada tanda-tanda mengenai keberadaannya di awal dan di akhir tiba-tiba mendapat sorotan lampu, entahlah sedikit sulit jika harus menjelaskannya secara gamblang mengenai perbedaan novel ini dengan yang sebelum-sebelumnya.
Maka dari itu, saya hanya memberikan 2 bintang untuk novel ini. Dan saya masih penasaran sebenarnya dengan akhir hubungan Ghozali dan Dessy, walaupun saya lebih setuju jika Ghozali dengan Citra.
Berasa dikerjain nih pas bacanya. Susah ya membaca cerita misteri tanpa menebak siapa pelakunya, meski mungkin sulit untuk menebak apa motif dan caranya. Tetapi ini aku merasa dikerjain, karena sampai mendekati akhir, sulit ditebak siapa pelakunya. Saat menebak A, ternyata bukan dia, saat menebak B, ternyata dia tewas dibunuh, menebak C, dia punya alibi. Aaaah, menggemaskan!
Yeah, walau bisa dibilang eksekusi endingnya tidak semenggemaskan yang ditunjukkan di buku penulis sama yang lainnya sih. :-?
Sebenernya sih bagus ceritanya, tapi kok rada gak nyambung yah? Maksudnya yang jadi soroton karakter utama itu pindah-pindah mulu. Kayak contohnya pertama cerita tentang Boni, terus tiba tiba lebih ke Vindhu sma Lydia terus tiba tiba ke Kosasih, tiba tiba lagi ke Gozali dan Dessy dan saya merasa ada beberapa karakter utama yang kurang mendapat banyak sorotan. Tapi, bisa dibulang bagus lah bukunya. Akhirnya juga gak ketebak. Saya kira yang bunuh pacarnya Vindhu yang setelah Lydia eh taunya....
This entire review has been hidden because of spoilers.
Gimana yaa pertama-tama misteri ini sama sekali bukan tentang si kekasih dua bersaudara Vindhu dan Ghanis. Trus, Gozali ini nyebelin bgt maju-mundurnya soal Dessy >_< Lalu, pelakunya baru "diajukan" di akhir2 cerita, begitu dia dimunculkan kita lsg tahu dia pelakunya. Kan nyebelin pdhl kitanya udah spekulasi gini-gitu dari sejak pembunuhan pertama :p
Ceritanya bagus...tapi buku yg saya baca ada sekitar 62 halaman yg hilang antara halaman 192-257 ( untungx saya bukunya pinjam hehe), tapi saya ga kehilangan terlalu banyak dr detailnya, kalo menurut saya ya. Pokoknya susah bgt menebak siapa tersangkanya...salut buat si penulis :)
Pelakunya adalah orang yang tidak diperhitungkan... Kali ini motifnya agak gimana gitu, hehe... Yang bikin keren buku ini adalah cerita khas indonesianya. Pembaca jadi merasa dekat dengan para tokoh, seolah-olah beneran terjadi (tapi jangan sampai deh kejadian pembunuhannya nyata). Obrolan di salon, pas bersama teman-teman kost, trus obrolan di toko-toko, keren lah pokoknya. Cerita lainnya tentu saja Gozali dan Dessy.... Duuuuuu... Gregetan sama mereka berdua ini. Sama-sama keras kepala. Jadi pengen nabok Gozali, wkwkw. Jadiii ini adalah awal cerita Dessy-Sam yaaa dan awal Dessy lupa ingatan, ehehhe...
Kali ini kasusnya agak gimana gitu, trus Gozali dan Kosasih kayak terlalu cepat ngambil kesimpulan dan "agak terlalu banyak bicara". Walaupun baca novel seri ini nggak urut tapi aku tetap menikmatinya, he.