Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kapten Polisi Kosasih dan Gozali #10

Misteri Pembunuhan di Kakek Bodo

Rate this book
Masyarakat Surabaya dan sekitarnya pasti mengenal Kakek Bodo sebuah tempat rekreasi yang disemarakkan oleh kehadiran sebuah air terjun di daerah pegunungan yang sejuk dan menawan. Lalu apakah yang akan Anda lakukan jika pada suatu saat Anda menyaksikan suatu pembunuhan di sana?

Dessy Kosasih yang tiba-tiba sadar bahwa ia telah melihat wajah seorang pembunuh, menjadi panik. Lebih-lebih lagi setelah si pembunuh ini berhasil mencari tahu siapa identitasnya dan di mana ia tinggal! Sekarang bukan lagi si pembunuh ini yang melarikan diri darinya, tapi ia yang harus melarikan diri dari si pembunuh!

Dapatkah polisi menyelamatkannya? Dapatkah Gozali yang tanpa disangka-sangka telah memenuhi hatinya membebaskannya dari cengkeraman si pembunuh!

Siapakah identitas si pembunuh ini? Apakah hubungannya dengan Lukmansyah Arsyad, pemegang saham mayoritas PT Melki? Satu pembunuhan belum terjawab, tiba-tiba pabrik susu yang akan diresmikan keesokan harinya terbakar!

363 pages, Paperback

First published January 1, 1986

9 people are currently reading
172 people want to read

About the author

S. Mara Gd

73 books141 followers
Berawal dari menerjemahkan novel-novel Agatha Christie, S. Mara Gd mulai menulis novel pertamanya, Misteri Dian yang Padam pada tahun 1984 (diterbitkan tahun 1985). Tokoh yang diciptakannya adalah seorang kapten polisi bernama Kosasih dan sahabatnya yang punya latar belakang hitam, Gozali. Sejak itu novel-novel tentang petualangan dua serangkai, Kosasih dan Gozali, dalam melacak para kriminal mengalir terus. S. Mara Gd memadukan logika dan humor dalam bahasa sehari-hari yang menarik, di sana-sini diwarnai oleh dialog Suroboyo-an. Lokasi ceritanya umumnya mengambil tempat di Surabaya dan sekitarnya.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
37 (17%)
4 stars
55 (26%)
3 stars
92 (43%)
2 stars
21 (10%)
1 star
5 (2%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for B-zee.
580 reviews70 followers
June 17, 2017
Kesampaian juga baca kisah detektif Indonesia yang legendaris ini. Khas Indonesia sekali yang harus menanamkan pesan-pesan moral dengan cukup eksplisit. Selera humor penulis boleh juga, terutama bagian yang perempuan tiba-tiba jatuh cinta dan melakukan hal-hal konyol. Bagian polisi yang 'kurang pintar' dan teledor juga jamak ada di novel detektif mana pun, yang tampaknya memang demikian adanya. Perkenalan yang lumayan dengan Kapten Kosasih dan keluarganya, serta Gozali.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
February 8, 2024
Ceritanya lumayan seru, tapi banyak informasi tidak perlu. Masalah pemeriksaan terhadap para tersangka juga kurang memuaskan karena rasanya para tersangka kurang memberikan perlawanan.

Impresi setelah baca kali kedua: bagian identitas si menarik juga. Memang terasa agak lucu, tapi masih bisa diterima kalau mengingat kondisi kejadiannya.

2024: Dengar versi audiobook-nya via Storytel. Informasi tidak perlu dari penulisnya (seperti cara hidup sehat yang mungkin lebih cocok sebagai artikel di majalah) lebih terasa dalam versi audio daripada novelnya.
Profile Image for Andi Micro.
5 reviews
July 25, 2020
Kisah tentang Dessy anaknya Kapten Kosasih yang melihat kemungkinan pelaku pembunuhan di lokasi wisata kakek bodo, kemudian berkembang menjadi cerita penyelidikan sampai tertangkap pelaku yang sebenarnya. Dari sisi alur kisah sebenarnya bagus, cuma ada beberapa hal yang terlalu disebut kebetulan, untung-untungan, dan berbeda dari realita.

Pertama ketika Gozali menyamar duduk di warung kopi untuk membantu menjaga Rumah Kosasih dari jauh. Tiba-tiba Dessy mendatanginya dan mengajak pulang hanya karena takut Gozali kedinginan diluar. Aneh, seharusnya sebagai korban yang nyawanya sedang diancam pembunuh dan sebagai anak polisi, Dessy yang sudah dewasa bisa berfikir bahwa Gozali jelas sedang menyamar untuk menjaga dirinya. Masalah kedinginan kurang masuk akal karena diwarung itu banyak orang-orang khususnya tukang becak yang begadang semalam suntuk atau tidur di becaknya.

Kedua, Peter bule yang tiba-tiba 'ditangkap' di bandara hanya karena kartu namanya ada di kopor korban. Ini juga aneh dan irasional. Sebagai pengusaha, di kopor saya saja ada ratusan kartu nama yang saya letakkan di card holder. Hal itu biasa, bahkan banyak yang disimpan di dompet. Kartu nama tidak bisa dijadikan indikasi penyelidikan kecuali ada bukti kuat bahwa saksi bertemu dengan korban atau tersangka sebelum peristiwa pembunuhan. Bahkan sampai Peter dibawa ke Kamar Mayat segala hanya untuk menyaksikan apakah dia kenal dengan korban. Dalam realita, saksi tidak perlu sampai ke kamar mayat, cukup ditunjukkan foto korban saja. Peterpun seharusnya bisa menolak saat ditangkap karena tidak ada surat perintah penangkapan atau surat panggilan penyidikan.

Ketiga, si Dessy ini super bego atau gimana, mau aja ikut teman yang tiba-tiba ada acara dadakan mengunjungi dosen yang sakitdi RS. Hanya dijemput satu orang teman yang amat sangat memaksa kok mau ikut? Bahkan tidak meninggalkan pesan apapun ke saudara dan tetangga, ikut seperti kebo dicocok hidungnya. Padahal saat itu nyawanya terancam oleh pembunuh. Umumnya untuk mengunjungi orang sakit itu direncanakan dulu dan bersama-sama teman-teman yang lain, apalagi si dessy ini perawan. Atau mungkin kena gendam.

Keempat, saat melacak penculik Dessy, Gozali mencoba mendatangi lokasi perusahaan yang ada di jadwal Peter. Apa hubungannya antara lokasi perusahaan client Peter dengan kemungkinan lokasi penyekapan Dessy? Tidak ada alasan pasti mengapa hal itu berhubungan, jadi macam tebak-tebakan saja yang kemungkinannya sangat kecil dan tidak masuk akal.

Kelima, pengungkapan pelaku pembunuhan ternyata hanya dari keterangan kaki tangannya yang menculik Dessy, bukan penyidikan total yang menarget tersangka. Dari yang tadinya tidak pernah diselidiki tiba-tiba langsung terbukti pelakunya karena kesaksian orang suruhan. Tidak ada pengumpulan barang bukti, keterangan saksi-saksi, penyidikan motif dan alibi, pengawasan terduga pelaku-pelakunya seperti layaknya penyidikan Kepolisian. Jika saja tangan kanan ini tidak dikenal oleh Dessy, maka novel ini tidak akan bisa tamat.

Terlepas dari beberapa kekurangan diatas, saya menilai novel ini layak baca, khususnya untuk pembaca yang suka cerita yang ringan-ringan saja. Untuk pembaca yang lebih serius, jangan berharap terlalu banyak, nanti komplainnya lebih banyak dari 5 poin yang saya tulis diatas. Dinikmati saja dan kisah novel-novel S Mara Gd masih lebih baik daripada penulis-penulis lain dijamannya.
Profile Image for Ayacchi.
741 reviews13 followers
June 2, 2021
"Hati-hati kalau bicara! Ingat, bahwa apa yang kauucapkan hari ini mungkin besok akan mencelakakan dirimu! Jadi sebelum kau berkata apa-apa, pikirkan dulu matang-matang akibatnya. Kalau kau ragu, lebih baik jangan berkata apa-apa. Diam itu selamat! Paling-paling kau disangka orang tolol, tapi kau tidak akan terjerat kata-katamu sendiri."

Cerita kali ini asyik untuk diikuti karena banyak kejadian seru, apalagi tentang si Gozali yang masih terus menghindari hubungan percintaan. Ada kesenangan tersendiri melihatnya dibuat pusing oleh kelakuan seorang gadis, haha! Ditambah lagi, buku ini sangat kritis dan sarat pesan moral. Banyak pemikiran-pemikiran logis yang masuk akal, yang seharusnya bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari. Sayangnya, karena yang mengutarakannya hanyalah tokoh fiktif, ya sampai kapan pun tidak akan pernah didengar.
Profile Image for Melinda.
174 reviews5 followers
August 2, 2021
well… lanjut baca buku-bukunya S. Mara Gd. Ini buku ke-4.
Sepertinya agak kurang “greget” sama buku ini. Mungkin karena Kapten Kosasih lagi keluar kota, jadi duet Kosasih - Gozali kurang “mesra” disini 🤣🤣
Agak terlalu banyak penjelasan mengenai karakter dan pola pikir si Dessy juga, yang menurutku agak kepanjangan…

oh one more thing, kita harus sangat bersyukur dengan kemudahan teknologi saat ini!! kita sangat kurang mengapresiasinya!! Setelah membaca novel dengan latar tahun 80an ini, jadi gregetan sendiri 🤣🤣

Anyway, I did make the right guess about si Pelaku di pertengahan cerita dan semakin jelas seiring bertambahnya jumlah halaman.

Terus jadi penasaran, adakah novel S.M.G. ini yang pakai sudut pandang pelaku ya?
Let’s continue to read more from Mrs. S. Mara Gd. books!
2 reviews
June 15, 2020
Buku yang istimewa dalam serial ini karena di sinilah subplot hubungan Dessy-Goz dimulai.Kasusnya juga menarik.
S Mara Gd memang suka menguliahi pembaca melalui percakapan antar tokoh maupun isi pemikiran mereka namun kali ini kuliah tentang gizi yang disampaikan melalui mulut Dessy benar-benar mengundang tawa.
Profile Image for Desiyanti.
15 reviews2 followers
January 20, 2020
Ini salah satu buku S Mara Gd yang plotnya paling menarik buat saya. Sayang terlalu banyak iklan layanan masyarakat ala Orba. Andai pesan moralnya dikurang-kurangin dikit, pasti lebih mengasyikkan untuk dibaca.
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
July 3, 2020
Baca ulang.
Dalam kisah ini mulailah muncul benih-benih cinta Dessy ke Gozali. Laki2 mantan napi yang biasa dipanggil "Lik" ternyata memiliki peaona tersendiri bagi anak sahabatnya.
21 reviews
December 30, 2021
Setting kota Surabaya di tahun 90an digambarkan dengan baik. Cerita detektif dengan plot yang sederhana namun menarik
Profile Image for Merz87.
145 reviews
June 17, 2022
Di sinilah awal mula Dessy menyadari perasaannya terhadap Gozali..
Untuk penyelesaiannya kasusnya seperti biasa..Cuma memang pelaku utamanya tidak disangka2..
Profile Image for sunflowertea.
35 reviews
April 3, 2023
lumayan entertaining, ringan, cara berpikirnya cukup realistis dan enak untuk diikuti alur ceritanya. buku S.Mara pertama yang kubaca, and i gotta say it's not disappointing at all.
Profile Image for Adhit.
251 reviews7 followers
May 14, 2025
Menurut gw ini salah satu Masterpiece cerita Gozali dan Kapten Kosasih, karena di sini Desi anaknya Kapten Kosasih jadi incaran penjahat.
Profile Image for Julia Hardy.
67 reviews1 follower
September 12, 2018
Dari awal cerita udah bisa kebaca misterinya tapi lumayan sih deskripsinya bolehlah baca buku selanjutnya
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
August 11, 2016
novel yg sedikit keberatan 'pesan sponsor', dr pejabat pemerintahan yg terima komisi, pelajaran jd anak baik2, pelajaran ttg gizi dan pola makan, dan macam2 lagi, sampai2 rasanya lebih dr baca textbook jaman sekolah dasar duluuu. ^^

cerita detektifnya sbnrnya lmyn seru, dgn twist yg bagus di akhirnya, kali ini dengan tema uang dan kekuasaan. tapi tetap ada hal klise yg terulang lagi, seperti kisah remaja ababil mabuk cinta, si deasy kosasih malah (ktnya anak kapten polisi, lha jelas2 si 'mas' gozali lg nyamar kok malah didatangin diajak pulang #geleng2kepala ).

gozali juga sebenernya banyak tebak-tebak buah manggis dalam penyelidikannya. anehnya, itu si bule peter sapaitu, kok mau saja diciduk polisi saat turun dari pesawat, lha wong polisinya ndak punya bukti apa-apa kecuali kartu namanya ditemukan pada korban. marah kek, gak usah jawab pertanyaan, ato telpon kedutaan to, ato minta pendampingan pengacara, ato apa aja, ini kok pasrah wae?? sekali lagi polisinya cuma main tebak-tebakan kok, TIDAK ADA BUKTI APAPUN!

nb: edisi yang kubaca ini edisi yg cover baru... tapi belum ada entri-nya di gutrid ini. jadi kapan2 aja kl inget baru diapdet.
Profile Image for R. Wahyu.
Author 8 books14 followers
May 24, 2016
Dari semua Kosasih-Gozali series saya sangat suka novel ini. Desy begitu berani mengungkapkan perasaannya pada Gozali dan membuat Gozali terpojok. Kalau saya amati Tante Mara memang suka sekali menuis kisah cinta lintas usia semacam ini. Namun khusus yang satu ini saya suka sekali. Jujur saja saya jadi kurang fokus dengan kasus pembunuhannya (haha). Namun twist dalam novel yang ini juga sangat menarik, karena ada suatu titik yang membuat saya cukup bingung. Good job Tante Mara!
Profile Image for Asnia Shabir.
18 reviews
January 10, 2017
Ternyata bukunya udah lama juga ya. Berhubung buku lama, yah ceritanya udah termasuk bagus sih. Gak tau kenapa pas baca buku ini jadi teringat bukunya Agatha Christie, yang juga penuh pesan moralnya, meskipun berbeda. Sepertinya memang "lebih penuh" pada realita kehidupan, jadi aku suka banget.

Oh ya, aku juga baca buku ini yang edisi baru tahun 2013. Soal cover aku rasa lebih cocok edisi pertama ini, ketimbang yang edisi aku baca. Karena memang ilustrasinya sesuai dengan kejadian dalam buku.
Profile Image for Primadonna.
Author 50 books374 followers
July 18, 2012
Baca ulang. Harusnya waktu masih remaja pernah baca, tapi tidak terlalu ingat.

Penuturannya bagus, meski kadang ada beberapa bagian yang menurutku terasa menggurui. Sayang menjelang akhir ada beberapa detail yang sepertinya sengaja dikaburkan, dan menurutku karakter2nya terlalu pintar menebak. Tapi secara keseluruhan, ini buku klasik yang tetap menyenangkan untuk dibaca.
72 reviews
May 23, 2010
Kasusnya bagus dan ini jg buku pertama yg menceritakan ttg Dessy & Gozali. I like this book!
15 reviews2 followers
November 29, 2013
ini novel smara gd yang p[ertama kali aku baca, sejak saat itu aku jadi nyari semua novel novel karangan Smara GD. Jalan ceritanya aku suka, kadang ikut ikutan nebak siapa pembunuhnya
Profile Image for Coffeecream.
102 reviews15 followers
April 19, 2014
Yah seperti kasus2 lainnya, pelakunya mudah ditebak. Tapi karena ini tentang Dessy dan Gozali, jadi... XD
Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.