Jump to ratings and reviews
Rate this book

7 Kisah Klasik Edgar Allan Poe

Rate this book
Edgar Allan Poe terkemuka karena memberikan warna baru dan lebih gelap dalam kesusastraan Amerika yang kala itu dikuasai genre romantik. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena dunia telah lama mengenalnya sebagai master dari kisah-kisah pendek bernuasa gelap, gotik, dan kental akan nuansa horor.

Baginya, teror dan horor berasal dari jiwa. Poe percaya teror adalah bagian dari kehidupan dan karena itu subjek yang sah untuk sastra.
Karakter manusia memang tidaklah sederhana, tidak melulu hitam-putih. Ada sisi kelam yang berusaha menyeruak dalam diri manusia. Poe lewat teknik penulisannya yang khas dan rumit, seolah hendak mengajak pembaca untuk mengupas lapis demi lapis karakter dalam diri manusia.

Selamat datang di dunia gotik ala Edgar Allan Poe. Mari membaca, Poe akan mengajak Anda berpikir ulang tentang diri kita sejatinya sebagai manusia.

204 pages, Mass Market Paperback

First published September 19, 2015

7 people are currently reading
111 people want to read

About the author

Edgar Allan Poe

9,896 books28.6k followers
The name Poe brings to mind images of murderers and madmen, premature burials, and mysterious women who return from the dead. His works have been in print since 1827 and include such literary classics as The Tell-Tale Heart, The Raven, and The Fall of the House of Usher. This versatile writer’s oeuvre includes short stories, poetry, a novel, a textbook, a book of scientific theory, and hundreds of essays and book reviews. He is widely acknowledged as the inventor of the modern detective story and an innovator in the science fiction genre, but he made his living as America’s first great literary critic and theoretician. Poe’s reputation today rests primarily on his tales of terror as well as on his haunting lyric poetry.

Just as the bizarre characters in Poe’s stories have captured the public imagination so too has Poe himself. He is seen as a morbid, mysterious figure lurking in the shadows of moonlit cemeteries or crumbling castles. This is the Poe of legend. But much of what we know about Poe is wrong, the product of a biography written by one of his enemies in an attempt to defame the author’s name.

The real Poe was born to traveling actors in Boston on January 19, 1809. Edgar was the second of three children. His other brother William Henry Leonard Poe would also become a poet before his early death, and Poe’s sister Rosalie Poe would grow up to teach penmanship at a Richmond girls’ school. Within three years of Poe’s birth both of his parents had died, and he was taken in by the wealthy tobacco merchant John Allan and his wife Frances Valentine Allan in Richmond, Virginia while Poe’s siblings went to live with other families. Mr. Allan would rear Poe to be a businessman and a Virginia gentleman, but Poe had dreams of being a writer in emulation of his childhood hero the British poet Lord Byron. Early poetic verses found written in a young Poe’s handwriting on the backs of Allan’s ledger sheets reveal how little interest Poe had in the tobacco business.

For more information, please see http://en.wikipedia.org/wiki/Edgar_al...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (9%)
4 stars
34 (53%)
3 stars
20 (31%)
2 stars
1 (1%)
1 star
3 (4%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for Alvina.
732 reviews118 followers
October 8, 2015
Penyuka sastra klasik pasti mengenal Edgar Allan Poe, seorang penulis di awal abad ke-19 yang tulisan-tulisannya bertema gothic. Poe merupakan salah satu penulis yang memperkenalkan bentuk sastra berupa cerita pendek dan cerita detektif.

Di buku ini ada 7 cerita pendek yang ia tulis dan kesemuanya tentu bernuansa suram. Ada Kucing Hitam, Jantung yang berkisah, William Wilson, Potret Oval seorang gadis, Runtuhnya kediaman keluarga Usher, Obrolan bersama Sesosok Mumi, serta Kumbang Emas.

Kalau Dion kemarin sudah membahas tentang proses penerjemahan buku ini, kali ini saya akan membahas sebuah cerita favorit saya yaitu Kumbang Emas. Bercerita tentang pengalaman si penulis cerita tentang pertemanannya dengan William Legrand, seorang lelaki keturunan keluarga yang kaya raya yang kemudian jatuh miskin. Legrand tinggal di sebuah pulau kecil bersama seorang pembantunya yang setia, Jupiter. Suatu malam, ketika si penulis cerita bertamu ke rumah Legrand, ternyata temannya itu baru saja menemukan seekor kumbang yang istimewa. Seekor kumbang scarab yang ia yakini berasal dari jenis yang benar-benar baru. Lalu berceritalah Legrand tentang kumbang tersebut sambil menggambarkan bentuknya di sebuah kertas. Tapi ternyata si penulis cerita tidak terlalu tertarik dengan kumbang tersebut, sehingga kemudian Legrand merasa agak kecewa dan tersinggung. Apalagi setelah kumbang di gambarannya itu disamakan dengan tengkorak.

Sebulan kemudian, Jupiter mengunjungi si penulis cerita di rumahnya dan bercerita panjang lebar tentang tuannya yang sedang dalam kondisi buruk. Hal ini diperkirakan karena pengaruh racun dari kumbang emas misterius itu. Terlebih lagi Legrand menyampaikan sebuah pesan untuk si penulis cerita yang mendesaknya untuk berkunjung kembali ke rumah Legrand dan membahas perihal kumbang emas tersebut. Setelah sampai di rumah Legrand, ternyata sudah disiapkan peralatan ekspedisi ke perbukitan. Tentu si penulis cerita tak tega menolak, apalagi ia menyadari mungkin sahabatnya tersebut sedang menderita suatu penyakit yang berbahaya dan berkaitan dengan psikologis. Maka berangkatlah mereka bertiga melakukan ekspedisi yang tak terlalu jelas tujuannya tersebut.

Ternyata oh ternyata, ada lebih banyak misteri yang ditunjukkan Legrand sepanjang perjalanan. Kelakuan serta histerianya yang terkadang berlebihan membuat Si penulis cerita jadi makin khawatir. Apa yang sebenarnya disembunyikan Legrand? Penyakit apakah yang diderita lelaki malang itu?

Ini adalah cerita pendek yang paling panjang di dalam buku ini. Kisahnya amat menarik menurut saya karena ternyata selain agak mistis, juga mengandung teka teki yang membuat pembacanya penasaran ingin menuntaskannya sampai akhir. Saya jadi berpikir-pikir sebagai detektif saat membaca buku ini. Selain itu daya tarik lainnya terletak pada penerjemahannya yang apik. Seperti yang Dion ceritakan sebelumnya kalau ini adalah buku pertama yang berisi terjemahan dari The Gold Bug. Jadi alangkah salutnya saya membayangkan kesulitan yang ia hadapi saat menerjemahkan kalimat-kalimat Jupiter.
Sebagai contoh ini :

"Dey aint no tin in him, Massa Will, I keep a tellin on you," here interrupted Jupiter; "de bug is a goole bug, solid, ebery bit of him, inside and all, sep him wing….(cont)

“Gak ada warna arang pada kumbang itu, Tuwan Will, saya sudah bilang berulang-ulang,” Jupiter mendadak menyela. “Kumbang itu adalah kumbang ewmas, padatt, stiap bagiannya, di dalam maupun luarnya, ‘cuali sayapnya- …(dst)


Lihat, betapa apik kan terjemahannya?

Kumbang Emas sendiri adalah karya Poe yang diterbitkan pada tahun 1843 sebagai karya yang ia masukkan ke Lomba penulisan di Philadelphia Dollar Newspaper. Karya Poe ini juga telah menginspirasi beberapa penulis dalam menerbitkan karya mereka seperti Robert Louis Stevenson dalam Treasure Island, O Henry dalam Supply and Demand. Kumbang Emas juga menjadikan Poe semakin akrab dengan kriptografi, yaitu merupakan keahlian dan ilmu dari menggunakan cara-cara berkomunikasi aman, yang mungkin lebih akrab disebut enkripsi. Nah, penasaran kan kayak apa sih cerita Kumbang Emas dan apa hubungannya dengan kriptografi? Eaa… makanya baca ajaa bukunya yaaa…
Profile Image for Puti.
101 reviews2 followers
June 11, 2017
Baru kali ini aku baca cerita horor dan gotik ini sampai menangis 😂
Pada saat membaca kucing hitam yang pembunuhannya sangat menyeramkan, ada satu sisi yang membuatku menangis. yaitu, penyiksaan terhadap kucing.
Untuk kisah kucing hitam dan jantung yang berkisah bisa membuatku bergidik ngeri. Untuk kisah Kumbang Emas, aku sebelumnya sudah membacanya di buku Auguste Dupin. Teka -teki yang sangat menarik. Kalaupun aku yang memecahkan teka-teki itu pastilah sangat sulit. 😂
Entah mengapa aku merasa bosan ketika membaca Runtuhnya kediaman Usher. Aku benar-benar tak paham akan ceritanya.
Lalu Obrolan Bersama Sesosok Mumi, itu adalah kisah yang menurutku Lucu dibandingkan dengan kisah yang lain yang terlihat menyeramkan. 😅😅
Memang agak sulit untuk mengartikan sebuah kisah menyeramkan yang diceritakan oleh Poe. Tapi, aku menyadari bahwa ada makna tersirat di balik kisah itu sendiri.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
July 2, 2016
Selamat datang di dunia gotik ala Edgar Allan Poe.

Itu salah satu kalimat yang tercantum pada kata pengantar di kumpulan cerpen ini. Edgar Allan Poe memang dikenal sebagai master dari kisah-kisah pendek bernuansa gotik, kelam dan horror. Seperti judulnya, ada 7 kisah pendek yang termuat di dalam buku ini. Saya sengaja tidak membacanya secara berurutan sesuai tata letaknya di buku. Untuk itu saya akan mereviewnya sesuai urutan saya membacanya.

Kucing Hitam adalah kisah pembuka. Kisah ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1845. Kebiasaan mabuk tokoh Aku membuatnya berubah dari seorang yang penyayang binatang menjadi penyiksa kucing hitam miliknya yang bernama Pluto. Pernah dengar urban legend yang bilang kucing punya 9 nyawa? Nah, kisah ini membuktikannya. Pluto selalu hadir menghantui malam-malam Aku.

Jantung yang Berkisah adalah kisah kedua. Aku melakukan pembunahan karena terganggu oleh sorot mata seorang wanita. Dengan sadis dia melakukan mutilasi, kemudian menyimpannya di bawah rumah. Tetapi ada suara yang selalu mengganggunya sejak kejadian itu. Ide ceritanya memang hampir mirip dengan kisah pertama.

Obrolan Bersama Sesosok Mumi adalah kisah ketujuh. Aku (yang sepertinya seorang ilmuwan) dipanggil menghadiri acara bedah mumi. Anehnya mumi yang mereka hadapi berbeda dengan mumi biasanya. Bagaimana reaksi Aku dan kawan-kawannya saat mumi-nya mulai berbicara kepada mereka?

Runtuhnya Kediaman Keluarga Usher adalah cerita keenam. Ada penampakan-penampakan di rumah keluarga Usher, dan Aku harus menghadapinya.

Potret Oval Seorang Gadis adalah kisah kelima, dan yangmenurut saya terhoror dari ketujuh kisah di dalam buku ini. Berkisah tentang seorang pelukis yang ingin mengabadikan kecantikan kekasih hatinya, hingga tanpa sadar dia “memindahkan” kekasihnya ke sebuah kanvas.

Willian Wilson adalah kisah keempat, menceritakan tentang seseorang dengan nama yang sama. Dari ketujuh kisah di buku ini, kisah ini yang membuat keningku berkerut karena tidak mengerti.

Kumbang Emas adalah kisah ketiga sekaligus terpanjang dan terunik. Alih-alih horror, kisah ini justru lebih kental misterinya, dengan nuansa detektif. Ada kode-kode unik bisa ditemukan di sana, dan juga berkenalan dengan Jupiter, seorang budak negro yang berbahasa lucu.

Semua kisah diambil dari POV orang pertama dengan menggunakan kata Aku. Ada persamaan pada ketujuh sosok Aku. Aku digambarkan sebagai seorang yang punya rasa ingin tahu yang besar, dan di beberapa kisah dia juga seorang ilmuwan. Rasa ingin tahunya itu yang membawanya menjalani hari-hari kelam.

Namun, entah mengapa saya tidak merasakan sensasi horor pada semua kisah. Misalnya pada kisah Obrolan Bersama Sesosok Mumi, saya malah ngakak baca akhir ceritanya. Mungkin juga karena paragraf-paragrafnya panjang, jadi saya harus ekstra fokus membacanya. Dan ehm… sedikit merasa bosan. Maafkan saya, tapi buku ini memang auranya muram.

Saya jadi teringat dengan buku Kisah-Kisah Tengah Malam yang juga ditulis oleh Edgar Allan Poe dan diterjemahkan oleh Gramedia. Dulu saya membeli bukunya tapi kemudian saya lepaskan karena tidak kuat dengan paragraf-paragaraf panjang dan kisahnya yang muram. Tapi saya penasaran dengan karya Edgar Allan Poe dan ingin mencicipinya. Tujuh kisah rasanya cukup membuat saya mengatakan bahwa saya sepertinya tidak cocok dengan gaya menulis Edgar Allan Poe yang muram. Tapi bukan berarti tidak bagus. Buktinya ada banyak yang menyukai penulis klasik satu ini.
Profile Image for Muhajjah Saratini.
289 reviews9 followers
September 29, 2015
Saya tidak akrab dengan nama Poe. Atau mungkin dulu saya pernah baca dalam sebuah kumpulan cerpen tapi tidak termasuk yang bisa diterima otak saya.

Pantas saja jika penerbitnya me-launching buku ini menjelang Heloween, isinya memang cenderung suram.

Seperti judulnya, buku ini berisi tujuh cerpen karya Edgar Allan Poe.
“Kucing Hitam” dan “Jantung yang Berkisah” memiliki garis besar yang sama, tentang rasa bersalah. Beberapa bagian mengingatkan saya pada teori yang diselipkan Agatha Christie—apa mungkin Agatha terinspirasi oleh Poe, ya?—bahwa pembunuh memiliki kecenderungan untuk bersikap sombong. Kesombongan yang tercipta dari keberhasilan mencabut nyawa orang dan tidak ada satu pun orang lain yang tahu.

Setelah membaca dua cerpen yang menarik itu, muncul “Kumbang Emas”, cerpen panjang yang, tidak seperti dua cerpen sebelumnya, bercerita mengenai pencarian harta karun bajak laut. Memang masih misteri, tapi bukan pembunuhan lagi. Yah…, saya sempat kecewa. *eh* Bagian suramnya diletakkan pada kehidupan bajak laut yang hartanya dicari. Namun, secara keseluruhan, menurut saya cerpen ini suram-suram bahagia. *istilah apa pula ini*

Cerpen “William Wilson” tidak spesial bagi saya. Bisa ditebak dan dengan akhir yang ee… klasik. Anu, kalau dibahas saya khawatir spoiler. Skip aja.

Cerpen kelima, “Potret Oval Seorang Gadis” adalah cerpen singkat yang mengandung cerpen yang lebih singkat lagi.

“Runtuhnya Kediaman Keluarga Usher” saya baca terburu-buru dan akibatnya tidak mengerti dengan masalah di keluarga Usher ini. Ternyata, penyampaiannya terlalu halus bagi saya, atau saya yang kelewat kasar?—sehingga inti ceritanya justru terlewat. Setelah bertanya ke penerjemahnya langsung, saya baru paham. Ini cerpen tentang keluarga inses. Zaman dulu memang bisa ya begitu? Maksud saya, nggak ada aturan yang melarang? Oke, skip aja.

Mulai lelah, saya ambil jeda dua hari sebelum melanjutkan membaca. Dan, cerpen ketujuh kembali membuat tertarik. Menarik bagaimana mengikuti diskusi Allamistakeo dengan para peneliti tubuhnya di “Obrolan Bersama Sesosok Mumi”. Sekumpulan dokter dan peneliti mendapat izin untuk membedah mumi. Setelah berhasil membuka peti, mereka menemukan mumi yang masih utuh. Iseng, mereka menyetrum mumi itu. Dan ternyata muminya hidup. Yang saya heran, awal percakapan mereka kok muminya tau nama peneliti-peneliti itu? Jadi, tidak seperti mumi lain, mumi dari keluarga Scarabeus tidak dibuat dengan mengeluarkan otak mereka dari lubang hidung atau membedah tubuh bagian samping untuk mengeluarkan organ dalam. Mereka diawetkan dengan utuh. Sebagian bahkan sengaja minta diawetkan dengan meninggalkan wasiat agar dibangkitkan dalam jangka beberapa waktu berikutnya. Saya jadi inget film Underworld. Akhir perdebatan itu memberi pengaruh pada tokoh “aku” sehingga dia mengambil keputusan besar dalam hidupnya.

Cerpen terakhir ini mau saya bahas sendiri nanti di blog. :3

Profile Image for Op.
374 reviews125 followers
December 19, 2015
(Bah salah apdet status!)

My first Poe.

My faves are 2 stories with the black cat and the gold beetle (I am not even sure what are the titles in English). The others are just fine, not really a page turner if I might say.

I have never read in English version but in this book, the prose somewhat boring and kind of forgettable.

Cheers!
Opat, yg ga brani baca ini malem2.
Profile Image for nur'aini  tri wahyuni.
895 reviews30 followers
April 30, 2016
Edgar Alan Poe pertamaku, yang seremserem nagih tapi juga khas kisah klasik ((membuatku bosan, kenapa diriku dan kisah klasik selalu sulit berjalan beriringan?))

penasaran dengan cerita yg lain diluar buku yang ini. ada yg lebih seram dari kucing hitam?
Profile Image for Arif Syahertian.
76 reviews5 followers
July 14, 2017
Cerita-cerita yang mengerikan. Saya sangat suka dengan cerpen Kumbang Emas.
Profile Image for Jessica Nanyan.
9 reviews3 followers
February 19, 2020
Kayanya pencinta sastra klasik pasti tau atau seenggaknya pernah dengar tentang Edgar Allan Poe, dan yup buku ini berisi cerita-cerita pilihan karya Edgar Allan Poe.
Aku paling suka bagian Kucing Hitam sama Jantung yang Berkisah, bukan takut malah sedih 😭🤣😭🤣😭.
Jujur yang nambah bikin enak baca buku ini kok malah bau bukunya loh!!! 🤣🤣 benaran enak bgt kertasnya, gak tau deh ini tim produksi dan penerbit pakai kertas jenis apa.
Profile Image for Afifah.
62 reviews
August 10, 2017
Such a good book. But I in some story the plot is so slow.
Profile Image for bella bello.
3 reviews
August 20, 2021
Buku yang memperkenalkan dan langsung membuat saya jatuh cinta dengan cerita-cerita dari Edgar Allan Poe!!!
Profile Image for Wardah.
926 reviews171 followers
December 11, 2015
Cerita kedua, Jantung yang Berkisah, banyak mengingatkan pada Kucing Hitam. Dalam kisah ini, tokoh utama kita juga membicarakan soal kewarasan di awal cerita. Dengan sangat percaya diri, dia bercerita pada pembaca bahwa tidak mungkin ada orang gila yang waras sepertinya. Padahal jelas-jelas tingkah-lakunya yang mengamati orang tua yang tinggal bersamanya seperti seorang stalker tiap malam jelas tidak normal!

Satu jam penuh kuhabiskan untuk melongok ke dalam kamarnya, kulongok ke dalam hingga aku bsia melihat dia terbaring di ranjangnya. Nah! Adakah orang gila yang begitu waras seperti dirku? (h. 28)


Tokoh utama kita setiap malam selalu mengamati lelaki tua yang tinggal bersamanya itu (meski hubungan mereka berdua tidak tertulis jelas dalam cerita ini). Tindakan itu dilakukannya karena sebuah gagasan yang mendadak ada dalam pikirannya. Gagasan yang menggiringnya untuk mengakhiri hidup sang orang tua karena mata orang tua itu laksana iblis (h. 29). Mata yang berhasil menimbulkan ketakutan amat-sangat pada tokoh aku dalam cerita.

Banyak bagian yang mengingatkan saya pada Kucing Hitam dalam cerita ini. Tapi, lain dengan cerita pertama, pada cerita ini saya bisa lebih memahami motif kejahatan tokoh utama. Dia hanya ingin terbebas dari pandangan mata sang lelaki tua. Hal ini menunjukkan fitrah manusia yang dasar: kebebasan. Lelaki tua bisa saja merupakan simbol yang menghalangi manusia mendapatkan kebebasanannya, itu bisa berarti pengawasan orang tua, lingkungan, atau bahkan norma. It can be anything.

Dalam kisah terakhir Obrolan Bersama Sesosok Mumi, narator kita diundang temannya untuk ikut membedah mumi. Lalu ternyata mumi yang mereka bedah hidup kembali. Well, hidup kembali sebenarnya kurang tepat karena menurut pengakuan sang mumi dia dijadikan mumi dalam keadaan hidup.

Setelah itu, terjadilah percakapan di antara mereka. Percakapan itu melibatkan perdebatan, ilmu pengetahuan siapa yang lebih maju antara masyarakat modern dengan masyarakat zaman mumi tersebut hidup.

Pada banyak sekali kesempatan di cerita ini, kita akan mengetahui bahwa bukan hanya satu atau dua ilmu pengetahuan modern yang dikembangkan dari apa yang diperoleh di masa lalu. Bahkan saya mendengar banyak nama baru yang menyumbangkan dasar dalam pengetahuan umum di masa kini.

Meski demikian, pada akhirnya perdebatan itu dimenangkan oleh masyarakat modern. Namun, entah kenapa hal ini menjadi sebuah ironi bagi saya. Bukankah sudah suatu keharusan bahwa ilmu pengetahuan berkembang seiring perkembangan waktu, lantas kenapa diperdebatkan? Bahkan tokoh utama kita terlihat sekali sangat tidak mengetahui sejarah—seperti layaknya banyak manusia di zaman serba modern ini (termasuk saya). Ironis sekali, kan?

Tidak ada kemenangan lain yang lebih berarti, tidak ada kekalahan lain yang begitu merendahkan martabat. (h. 203)


Secara keseluruhan, novel ini sangat-sangat layak dibaca. Beberapa jelas membuat kita bergidik karena unsur gotik yang menjadi ciri khas Edgar Allan Poe dalam baris-baris kalimatnya, tapi kesemuannya memberikan berbagai pandangan menarik soal kehidupan. Memang layak sekali novel ini dikategorikan karya klasik—sebuah karya yang layak dibaca kapan pun, di mana pun, dan oleh siapa pun.

Selamat membaca!

Review ketujuh cerita pendek Poe dalam buku ini yang lengkap ada di sini.
Profile Image for Elsa Puspita.
Author 10 books44 followers
February 26, 2016
Edgar Allan Poe mungkin satu-satunya sastrawan cerita klasik beraura gelap dan horor yg sanggup dan mau kubaca. Aku gak anti sastra klasik, tapi gak pernah selesai cepat karena susunan kalimatnya bikin capek dan *ehem* bosen. Terlalu banyak narasi dan minim banget dialog. Makanya cerita-cerita klasik yang berhasil kuselesain cuma yang tipis-tipis. Lukisan Dorian Gray, The strange case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde, dan baru-baru ini, Le Petit Prince. *aku punya Wuthering Height yg belum kebaca sama sekali*

Kalau dipikir, tulisan Poe ini mengandung 2 hal dari dunia perbukuan yg paling aku hindari. "Klasik" dan "horor". Tapi aku masih mau baca karena ceritanya gelap dan menarik. Mungkin juga karena aku masokis. Selain itu, Mr. Poe lebih dikenal sebagai cerpenis daripada novelis. Jadi ada 'jeda' istirahat setiap habis baca 1 ceritanya. Aku biasanya lebih menikmati novel daripada cerpen, tapi ini kasus spesial.

Buku ini, sesuai judulnya, berisi 7 tulisan Poe. Cerita pertama dibuka dengan 'Kucing Hitam' yg sukses bikin aku jerit sendiri dan batal nerusin baca di malam tahun baru karena takut. *yeah, I'm cemen*

Cerita kedua, 'Jantung Yang Berkisah' juga lumayan menarik, meskipun gak bikin aku jerit kayak cerita pertama. Cerita ketiga, 'Kumbang Emas' adalah cerita terpanjang, yg lumayan bikin aku ngos-ngosan dan inget kalau yg lagi kubaca ini karya klasik. Aku berhenti entah berapa kali di cerita ini.

Lanjut yg keempat, 'William Wilson' yg menggambarkan tentang dua sisi manusia yg sebenernya satu, tapi seolah terpisah,

Cerita kelima, "Potret Oval Seorang Gadis" juga lumayan menarik, dan singkat *penting*, dilanjutkan cerita "Runtuhnya Kediaman Keluarga Usher" yg bercerita tentang keluarga bangsawan dengan kebiasaan kawin inses mereka.

Penutup, satu cerita berjudul "Obrolan Bersama Sesosok Mumi" tentang para dokter/ilmuwan yg berencana meneliti sesosok mumi yg malah akhirnya jadi bangkitin si mumi dari kematian.

Cerita favoritku tetap yg pertama, "Kucing Hitam". Cerita yg lain juga bernuansa gelap, banyak permainan 'psikologi', tapi gak bikin aku semerinding cerita pertama itu.

Mari berburu karya Poe yg lain!! \o/
Profile Image for Athaya Irfan.
187 reviews72 followers
November 20, 2015
Edgar Allan Poe, sungguh bisa dibilang dia penulis aliran gotik yang unik. Ciri khas tulisannya yang panjang dan terkesan sedikit melebih-lebihkan kenyataan yang ada memberikan kesan yang cukup berarti saat membaca 7 Kisah Klasik ciptaannya. Di buku ini terdapat 7 judul cerita pendek yang tidak saling berkaitan. Diantaranya adalah Kucing Hitam, William Wilson, Jantung yang berkisah, Potret Oval seorang gadis, Runtuhnya kediaman keluarga Usher, Obrolan bersama Sesosok Mumi, dan yang paling panjang berjudul Kumbang Emas.

Saya menyukai semua judul yang disajikan, tapi dari tujuh cerita yang paling menyeramkan dan magis pastilah Runtuhnya kediaman keluarga Usher. Dan yang paling menagih dan sangat menonjolkan sisi sebuah petualangan saya menambatkan hati pada Kumbang Emas. Dan yang paling menghibur dan mengejutkan adalah kisah Sesosok Mumi.

Runtuhnya keluarga Usher terasa misterius di awal cerita saat si tokoh utama tiba-tiba diundang oleh kawan lamanya yang bernama Usher yang juga tergolong keluarga kaya dan ternama untuk singgah dirumahnya. Rumah keluarga Usher layaknya istana kastil hantu yang gelap, dikelilingi rawa atau semacam parit dan halaman yang luas. Diceritakan dari sosok sudut pandang orang pertama, si tokoh utama mulai merasakan gangguan yang aneh saat setibanya di rumah Usher. Kisah ini semakin seru saat Keadaan lingkungan sekitar kediaman keluarga Usher berubah mencekam saat roh sang adik dari Usher bangkit kembali.


Lain hal dengan kisah Kumbang Emas yang memadukan kisah perompak bajak laut dengan harta karus tersembunyi. Kumbang Emas menawarkan pembaca serunya ambisi seorang manusia untuk memecahkan misteri masa lalu dari terpendamnya harta karun Kapten Kidd. Sebenarnya harta karun macam apa yang disimpan oleh sang kapten dibawah perut bumi? Temukan jawabannya di 7 Kisah Klasik Edgar Allan Poe.
Sangat recomended bagi pecinta sastra genre thriller yang dipadu drama dan misteri.
Profile Image for Nadia.
43 reviews12 followers
December 4, 2021
Meskipun buku ini memberikan kesan kisah horor atau seram semacamnya, namun cerita yang dikandung di dalamnya, bukan hanya sekedar kisah horor. Ceritanya logis, walaupun ada 1 kisah yang sedikit di luar garis logika. Namun, semua cerita menggambarkan sisi kejiwaan manusia, yang tidak hanya bernuansa cinta, bahagia. Ada kebahagian yang bisa timbul dari sisi ketakutan. Jadi, cerpen yang terkandung di dalam buku ini lebih kearah "sisi kejiwaan" dari sudut pandang yang bernuansa gelap.

Cerpen ke-1 dan ke-2 yang berjudul Kucing Hitam dan Jantung yang Berkisah memiliki daya tarik, yang dalam dunia sastra (setelah dicari tahu) disebut unsur Paranoia.

Cerpen ke-3 yang berjudul Kumbang Emas, ini yang paling menarik. Semacam kasus pemecahan kode, yang balut unsur mistis.

Cerpen ke-4, 5, 6 William Wilson ini rumit, untuk ukuranku, yang sedikit membosankan. Karena menceritakan tentang sifat terpendam manusia, yang tergambar di orang yang sangat mirip dengannya Cerpen Potret Oval Seorang Gadis, karena sudah banyak cerita yang beralur sama, maka di awal membaca, sudah bisa ditebak kisah akhirnya. Runtuhnya Kediaman Keluarga Usher Menarik. Ini berbeda dengan cerpen sebelumnya yang bisa diterima secara logis. Ada beberapa hal di sini yang sedikit tidak bisa diterima jika dipikirkan secara logika.

Cerpen ke-7, Obrolan Bersama Sesosok Mumi Kembali menawarkan cerpen dengan gaya yang berbeda dengan cerpen-cerpen sebelumnya. Menarik. Mudah dicerna untuk dibaca. Tetapi tetap punya makna yang dalam.

Mungkin bukan review hanya kesan saat membaca.
Profile Image for Arintya Widodo.
60 reviews31 followers
October 23, 2015
Ini adalah karya Poe yang saya baca untuk pertama kali.

Ekspektasi awal saya adalah saya akan membaca kisah-kisah seru yang akan membuat saya berpikir karena pada bagian tentang penulis terdapat informasi bahwa Poe mulai banyak menulis kisah-kisah detektif.

Ternyata TIDAK.

Cerita – cerita karya Poe memang syarat akan teror dan kisah horror. Rasa deg-degan selalu menyertai saya saat membaca setiap ceritanya. Apalagi didukung dengan cover yang nggak kalah ‘horor’ dan layout halaman yang nggak banyak tingkah. Layoutnya sesuai dengan taste klasik yang sederhana dan membuat pembaca seperti saya berkonsentrasi penuh pada cerita.

Full review please kindly check on : https://arintyawidodo.wordpress.com/2...

Thanks!
ARINTYA
Profile Image for Aliftya Amarilisyariningtyas.
113 reviews7 followers
October 18, 2015
Untuk segi teknis sendiri, buat saya tidak ada yang bermasalah. Terjemahannya? Saya akan bilang bagus. Karena pada kenyataannya tidak ada padanan kata atau kalimat yang aneh maupun tidak bisa dimengerti. Lalu, kovernya sendiri terbilang sederhana, namun memiliki tone yang representatif dengan tema cerita di dalamnya. Saya pribadi pun menyukai desain gambarnya. Dan, merujuk bahwa buku ini merupakan antologi cerpen Poe yang mana terbilang klasik, secara typografi tipe huruf yang digunakan untuk judul dan nama pengarang pun juga sangat representatif.

review lebih lengkap bisa dibaca di:
http://aredjournal.blogspot.com/2015/...
Profile Image for Frida.
201 reviews16 followers
November 2, 2015
Butuh kontemplasi mendalam untuk memahami apa yang sebenarnya hendak disampaikan oleh Poe dalam cerpen-cerpennya yang muram. Membacanya saja butuh usaha keras, apalagi untuk menerjemahkannya menjadi terjemahan yang cukup terasa seperti bukan terjemahan ini. Jika penasaran, boleh lho, menengok curahan hati sang penerjemah di blog-nya.

Cerpen-cerpen Poe memang kebanyakan bernuansa horor, tapi tak ada alasan untuk tak membacanya karena "takut", lantaran makna yang dikandung oleh cerpen-cerpen itu lebih dalam dari pada sekadar kesan luarnya yang kelam dan menyeramkan.


http://kimfricung.blogspot.co.id/2015...

Profile Image for Ken.
45 reviews2 followers
October 29, 2015
Dari ketujuh cerita di atas—saya sependapat dengan kak Dion—saya paling suka dengan Kucing Hitam. Selain kisah pembunuhan yang bisa dibilang keji, Poe juga menyelipkan mitos tentang si kucing hitam yang memang dulu dikenal sebagai penjelmaan penyihir. Setiap adegan yang dituliskan rasanya selalu berhasil membuat saya menelan ludah karena ngeri bercampur……(more : https://justsavemywords.wordpress.com...)
Profile Image for Leni .
16 reviews
October 26, 2015
Tujuh cerpen dalam buku ini menyajikan kisah yang berbeda tetapi dalam satu garis besar yaitu memahami jiwa manusia. Poe sangat ahli menjelaskan secara detail mengenai apa yang dilakukan manusia dalam berbagai kondisi. Berikut resensi lengkapnya... https://lenimarlins.wordpress.com/201...
Profile Image for Noir.
17 reviews
December 8, 2015
Dapet dari blogtour giveaway~
selama ini gw hanya mendengar nama poe, dan akhirnya membaca ini XD

Cerita pertama kucing hitam adalah cerita terbaik di buku ini menurut gw horrornya kerasa banget

Profile Image for Rina April.
72 reviews3 followers
December 22, 2015
Juara paling seram: Kucing Hitam
Favorit: Kumbang Emas & Obrolan Bersama Sesosok Mumi

Yang menarik adalah Edgar meninggal di usia 40 tahun, hanya 2 tahun setelah kematian istrinya. Despite his horror stories, he's still a romantic man.
Profile Image for Marchel.
538 reviews13 followers
May 16, 2016
Terus terang, otak saya korslet baca buku ini.
Kemungkinan besar karena kaget dengan gaya cerita penulisnya.
Bagus, tapi tidak seperti yg kuharapkan.

Dan otakku korslet, sehingga butuh menyegarkan diri dahulu
Displaying 1 - 24 of 24 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.