Guys, aku bakal ngerants buku ini. Kalau kalian terbiasa dengannya, silakan lanjutkan membaca, tapi kalau tidak, tutup saja lagi ulasan ini, yaaa...
WTF! Aku berkali-kali memutar bola mata gara-gara baca buku ini. Ceritanya absurd banget dengan tokoh yang WTF banget -_-
Aku tidak percaya dengan yang namanya hubungan instan. Dan meskipun mencoba memercayainya, aku tidak akan bisa percaya bahwa keputusan-keputusan besar bisa diambil atas landasan itu.
Singkat cerita, buku ini adalah tentang pertemuan tidak sengaja gara-gara tokoh utamanya tidak sengaja menumpahkan botol acar ke tokoh lainnya. Si cewek yang ketumpahan acar cuma pakai kaus doang tanpa jeroan, begitulah, ya begitu. Lalu karena yang menumpahkan itu adalah pria dewasa tampan bertubuh bagus blablabalablabalabalabla, jadi si cewek diam-diam suka. Tapi masih jaim. Lalu apartemennya panas, pendingin rusak. Diteleponnyalah sebuah nomor mekanik yang ternyata, kepunyaan cowok itu. Habis basah karena keringat, cerita ini berlanjut dengan you-know-what *rolling eyes* Oh ya, ada adegan kucing yang menggigit bokong pria itu. Dan WTF! Nggak ada robekan atau apa yang membekas gitu di celananya. Hah? Setajam apa gigi kucing itu, atau setebal apa celana yang dipakainya? Mbuh lah, nggak jelas 💆💆💆💆🤷🤷🤷🤷
Si cewek yang cuma 14 hari doang di New York, benci banget kota itu karena pemandangannya diisi beton dan beton. Beda banget dengan di desanya yang penuh dengan pepohonan blablabla.
Lalu si cowok mau membuktikan kalau dia bakal punya lima hal yang tak terlupakan. Begitulah. Makanya tercipta malam tak terlupakan itu sebagai bagian dari lima daftar yang mau dibuktikan sama cowok itu.
Ketika itu hanyalah menjadi hubungan sesaat atau ONS atau apalah you name it, mungkin masih bisa masuk di akal ya ketika besoknya atau besoknya lagi sudah lupa. Tapi ini masih berlanjut. Lanjut terus. Sampai mereka tersadar kalau si cewek bakal balik ke tempatnya dan si cowok bakal terikat dengan perusahaan keluarga yang harus diselamatkannya. Tapi chemistry mereka kuat banget nih, entah dasar nafsu atau cinta (tapi kok kalau cinta semudah itu ya, huweee, diriku aja butuh hampir setahun untuk bisa suka sama orang ya itu kan kamu, nggak bisa disamakan gitu dong, Mbak! Dan nggak usah curcol). Dan si cowok ini yang nggak pernah kenal sama wanita dan cinta (agak mustahil untuk seorang pria yang ditampilkan sangat menawan dan sangat berdedikasi, masa nggak ada wanita yang mengejar-ngejar atau mendekati gitu? Apalagi kerja mekanik gitu kan nggak 24 jam, apalagi digambarkan kalau pekerjaan lagi kurang bagus alias sepi 💆).
Hubungan ini melaju ke jenjang serius. Belum 14 hari, si cewek sudah dibawa ke rumah dong, dikenalkan sama ibunya. Kamu yang dipacarin berbulan-bulan, atau bertahun-tahun, sudah dibawa ke rumah belom? Nggak hanya itu, demi cinta yang menggebu-gebu ini, si cowok berniat memindahkan usahanya ke tempat si cewek tinggal! Nggak apa-apa, orang kaya mah bebas (tapi si cowok nggak kaya karena usaha keluarganya itu sedang di ambang kebangkrutan 💆).
Dude, aku bukannya skeptis tentang cinta, tapi membaca ini tuh kayak... apa ya, mbuh lah 😂 Cocok untuk dibaca doang, bukan untuk ditelaah plotnya (karena nggggg gimana ya, gitulah). Aku yang awalnya bermaksud "mau baca doang" aja jadi misuh-misuh sendiri 😂 padahal empat buku CR sebelum ini aja aku nggak keberatan parah kayak di buku ini 😂😂😂
Terakhir, mohon maaf apabila ada kata-kataku yang kurang berkenan.