What do you think?
Rate this book


424 pages, Paperback
First published September 27, 2010
"Coba kau berada di posisi kami. Mau jalan-jalan susah. Meskipun kau benar-benar marah, kau bahkan tidak bisa mengerutkan kening di hadapan orang banyak. Bahkan aku sampai memperhatikan apa aku memegang sumpit dengan benar kalau aku sedang makan di tempat umum." -Hu Joon (hal. 106)
"Jangan salah paham. Anti-fan bukan orang yang selalu melawan atau memaki-maki selebriti tanpa tahu apakah itu fakta atau bukan. Keberadaan anti-fan menandakan bahwa ada kekurangan pada diri selebriti tersebut. Bukankah anti-fan sejati adalah anti-fan yang bisa memberinya tepuk tangan, menepuk pundaknya, dan menyalaminya ketika selebriti itu mengakui kekurangannya, bersedia mendengar kritik pedas, dan berusaha memperbaikinya? Sebenarnya, saya lebih senang jika anti-fan itu sebaiknya dianggap sebagai orang yang menunjukkan motif dan alasannya tidak menyukai selebriti itu dengan berani, bukan sebagai orang yang bisanya hanya memaki dan mengkritik selebriti itu." -Geun Yong (hal. 391)

“Jadi, intinya, merayu anti-fan itu supaya menjadi fan kita. Dan kalau itu berhasil, kita lakukan hal yang sama ke anti-fan nomor 2, begitu seterusnya? Lalu sekitar 100 tahun lalgi, berarti semua orang di Korea ini berubah menjadi fanku, begitu?” –So, I Married The Anti-fan, hlm. 82
“Tujuannya untuk mengurangi antipati fan terhadap idolanya dengan berperan sebagai manajer dan tinggal bersama artis tersebut. Supaya anti-fan itu melihat kehidupan langsung idolanya, bukan sebagai selebriti, tetapi sebagai seorang manusia biasa.” –So, I Married The Anti-fan, hlm. 82