What do you think?
Rate this book


384 pages, Paperback
First published October 14, 2015
"Separuh hatinya membisikkan kata-kata sakti, mengingatkan dirinya tentang kesalahan yang telah dilakukan Bulan. Tidak sepantasnya Reza berharap Bulan ada di sini.Ini adalah kali kedua aku membaca karya Asri Tahir setelah sebelumnya membaca Not a Perfect Wedding yang juga mengusung tema pernikahan. Bedanya, cerita di novel Over the Rain ini dimulai dengan sebuah perceraian. Ditulis dari sudut pandang ketiga, ceritanya menyelami perasaan Bulan dan Reza yang berada di dua kubu berbeda setelah perceraian mereka. Di satu sisi Bulan terus meratapi kesalahannya dan kehancuran rumah tangganya, sedangkan Reza masih sulit menerima apa yang telah Bulan lakukan dan berusaha untuk terus bertahan dengan rasa sakit hatinya.
Karena dalam mimpi pun, perempuan itu tidak pernah mencintainya."
"Dengan mengulang kesalahan yang sama tentunya tidak akan pernah bisa memperbaiki seluruh kehancuran yang sudah mereka ciptakan."Sebenarnya aku suka dengan semua karakter yang ada dalam buku ini, tetapi jika harus memilih karakter favorit, tentunya pilihan itu akan jatuh pada karakter Reza. Rasa cintanya terhadap Bulan benar-benar membuatku terpukau dan ia adalah sosok suami idaman. Aku rasa sebeagai lelaki Reza menghadapi situasi yang ada dengan sangat baik. Semua dilema yang dirasakan oleh Reza sangat manusiawi, sehingga aku sama sekali tidak menyalahkan keraguan serta keputusan yang ia ambil. Selain karakter Reza, karakter Bintang juga cukup berkesan untukku—terutama setelah aku membaca Langit Malam yang menjelaskan lebih dalam tentang masa lalunya dengan Bulan. Kisah yang dilalui oleh Bintang juga tidak kalah rumit dan penuh dengan gejolak emosi. Meskipun keberadaan Bintang adalah penyebab perceraian kedua karakter utama kisah ini, aku tetap bersimpati terhadap takdir yang harus ia jalani.
"Betapa memaafkan bukan hal yang mudah.Secara keseluruhan aku sangat menikmati buku ini terutama karena penulis berhasil membuatku tenggelam dalam kisahnya yang rumit dan sarat emosi. Chemistry antara setiap karakter dibangun dengan sangat baik sehingga aku sebagai pembaca bisa turut merasakan apa yang dirasakan oleh karakternya. Hal yang cukup aku sayangkan adalah adanya peletakan tanda baca yang rasanya kurang tepat serta beberapa typo yang aku temukan selama membaca. Meski demikian, untungnya hal tersebut tidak mengurangi kenikmatan membaca karena masih bisa dimengerti dengan baik. Pada akhirnya, aku ingin berterima kasih pada penulisnya yang sudah memberiku kesempatan untuk berpartisipasi dalam blog tour ini. Dan tentunya aku akan terus menantikan karya Asri Tahir yang selanjutnya :)
Betapa menerima dengan lapang dada terlampau sulit dilakukan.
Ketika semua pilihan ada di tangannya, kenapa dia justru memilih menghindar?
Pengecut ... sebuah kata itu terngiang di telinganya."