Jump to ratings and reviews
Rate this book

Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai

Rate this book
Buku ini dipersembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang mencintai, tapi dikhianati. Juga yang mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal yang baik untuk hati. Kepada orang-orang yang diam-diam jatuh cinta, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik, dan mulailah menata rindu yang baru.

Katakan kepada masa lalu:
kita adalah cerita yang telah usai.

248 pages, Paperback

First published June 1, 2015

734 people are currently reading
10503 people want to read

About the author

Boy Candra

32 books951 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1,176 (46%)
4 stars
531 (21%)
3 stars
411 (16%)
2 stars
210 (8%)
1 star
183 (7%)
Displaying 1 - 30 of 100 reviews
Profile Image for Andina.
62 reviews31 followers
August 23, 2016
"Aku hanya perlu menunggunya, meyakini segalanya akan pulih lagi. Kebahagiaan yang hancur berkeping itu, akan dikumpulkan lagi oleh orang baru. Seseorang yang kupercaya adalah kamu."

Setiap orang pernah merasa kehilangan. Dari kehilangan itu, kita belajar...belajar untuk menjaga, belajar untuk memahami kapan saat memperjuangkan dan kapan harus mencintai diri sendiri. Tidak ada yang abadi di dunia ini, tak terkecuali perasaan.

Berbicara perasaan memang rumit, karena tidak ada yang bisa mengira. Bisa saja hari ini kamu suka, dan esoknya benci.

This is a great book.. :')
Profile Image for Mata.
7 reviews1 follower
December 26, 2015
Aku hanya mampu baca hingga halaman 11. Utk korang yg suka dgn senja dan bermabuk mabuk dalam nanar hujan dn nostalgik chenta, buku ini mungkin elok utk korang.

membosankan utk aku. ia bukanlah apa2 kecuali rintih2 sendu penulisnya.
Profile Image for Gege.
63 reviews16 followers
November 22, 2015
isinya bikin nyesek..,apalagi klo dibaca di hari hujan...., semacam membaca sesuatu yg tiba2 knocked my head, ternyata setega itu..., ternyata seegois itu aku, well smoga dimaafkan, oh yaaaa btw knapa hujan selalu identik dgn kenangan atau pun kesedihan ya???
1 review4 followers
April 10, 2017
Ada yg pernah udah beli buku ini dan pengen uangnya balik? Saya juga.

Saya beli buku ini karena ada lomba puisi, dan syaratnya harus mem-post foto buku ini di akun pribadi Instagram.

Covernya bagus sih. Dan hanya itu sisinya yg bagus. Isinya? Pfft. Menye-menye banget. Untuk cowok, ini bener-bener terlalu mellow. Awalnya saya kira ini novel lho, eh ternyata ini buku non-fiksi dan isinya cuma curhatan-curhatan.

Saya tidak habis pikir kenapa bisa terbit. Dan pasti kalian bisa menebak siapa pembeli setianya: cewek-cewek yang haus kata-kata mendayu-dayu nelangsa. Bahkan, di balik lembar cover, isinya foto-foto cewek lagi megang buku ini.

Yang bahaya dari terbitnya buku semacam ini adalah akan semakin banyaknya buku-buku baru yang semacam ini juga. Karena para pembacanya pasti juga akan mikir, "Buku seperti ini aja terbit, tulisan saya pasti juga bisa terbit dong."

Si penerbit tidak salah juga sih menerbitkan genre seperti ini, karena mereka juga butuh profit agar perusahaan bisa tetap jalan. Tapi tolonglah, di bagian belakang buku ditulis genre bukunya. Jangan cuma "Lifestyle."

Sekian dan terima kasih. Maaf Mas Boy Candra, tulisan Anda bukan selera saya.
Profile Image for Tantri Setyorini.
323 reviews21 followers
November 6, 2016
Bukan fiksi. Lebih seperti diary si penulis yang dipublikasikan jadi buku. Suka quotes-nya doang. Saya kurang bisa menikmati curcol-an seseorang yang tidak saya ketahui latar belakang ceritanya. Cocok buat yang lagi galau abis dan butuh bacaan yang berdarah2.
Profile Image for Qhist Ma.
96 reviews64 followers
January 1, 2018
Aku pergi setelah menunda berkali-kali.
Profile Image for Ben Rumimbo.
34 reviews10 followers
July 6, 2016
Sudah lama mau beli buku puisi, tapi entah knp selalu lupa tiap ke toko buku. Lalu beli buku ini karena mengira novel dan judulnya menarik karna menyukai hujan juga. setelah tiba di rumah bukunya dibuka ternyata isinya kumpulan puisi. kata penulisnya untuk mereka yg pernah dilukai, mengapa hujan harus dikaitkan dengan luka? saya tak terima(sedikit tdk terima). Hujan itu tdk selalu melukai, dia melukai (umumnya)kalau manusia salah mengolah alam. Mengenai isi buku cukup bagus, saya suka pilihan katanya yg mengeksplorasi perasaan penulisnya ditengah guyuran hujan. Bumbu utamanya adalah cinta dan kenangan. Kata2 mengalir lancar dan rapi, cocok bagi yg berlatih menulis puisi... tetapi ada yg hilang (eh bukan hilang, tapi kurang berasa) yakni refleksi makna dalam setiap puisi harus diperdalam lagi. Pada bbrapa puisinya saya hanya lihat sbg narasi perasaan saja, yg sy ingin tau adalah sebab dibalik hujan kata2itu. Tapi saya berjanji akan menyimpan bukunya dgn baik dan membacanya lagi kala hujan datang. 3,5 bintanglah sa kasikan.
Profile Image for Filza.
25 reviews1 follower
December 3, 2018
Membosankan. Puitis sih, tapi nggak dalem-dalem amat. Semacam, "at least you tried!" Terlalu banyak senja, hujan, dan rindu. Seperti ada jalan ceritanya, tapi nggak juga, sih, ya? Bingung dan bosan bacanya. Empat bulan mencoba menyelesaikan buku ini karena saya anti banget DNF atau membuat penilaian sebelum menyelesaikan, tapi di halaman ke-45, saya memutuskan untuk berhenti memaksa diri saya sendiri. Agak berharap uang saya dapat kembali.
Author 3 books9 followers
December 11, 2017
Pertama sekali, saya suka cover buku ini. Saya suka font serta bagaimana gambar-gambar ilustrasi yang digunakan dan designs untuk quotes tertentu. Rintik-rintik hujan, sebuah kerusi dan payung itu sudah cukup membuatkan pembaca merasa sesuatu diawal pemilihan untuk membaca buku ini.

Damai.

Pembacaan saya itu awalnya saya merasa bahawa isinya sungguh sendu. Ini kalau dibaca oleh seseorang yang baru jadi jomblo semula atau baru putus cinta, mahu menangis tidak berlagu dibuatnya. Tapi, bila pembacaan saya teruskan lagi dan lagi. Fahamlah saya bahawa ini mungkin pengalaman sendiri atau sebaliknya, yang menumpahkan curahan hati melalui penulisan bukan sekadar untuk bersendu-sendu, tetapi membina kekuatan diri walaupun kesakitan ditinggalkan oleh cinta hati itu sebenarnya.

Kesimpulannya, ditinggalkan itu bukan pengakhiran hidup. Tidak usah bersedih-sedihan sehingga merasakan hidup ini tiada apa gunanya lagi. Teruskan kehidupan seperti biasa. Diri kita semua ini ada istimewanya.
Profile Image for aliyahrambely.
195 reviews9 followers
May 28, 2020
Most of the writing was cheesy haha! I can relate it but so much of love words are not my things.

Kita sebagai muslim harus tahu dan sedar bahawa cinta itu sentiasa harus berpada. Saya pernah terluka. Luka yang begitu dalam dan sakit yang tidak terkata. Malah ngilu sakitnya masih ada hingga kini. Cuma saya tetap terus percaya bahawa ini adalah sebaiknya buat saya dari Allah. Oleh kerana keyakinan itu yang membuatkan saya betah dan dapat meneruskan hidup hingga kini. Alhamdulillah.

Bercinta dan terluka itu bagaikan adat. Kerana melalui cinta kita dapat mengenal dan belajar dari manusia tersebut. Malah ketika dia berkeputusan untuk pergi, ya kita tetap saja belajar bahawa dia bukanlah yang terbaik untuk kita. Hantu rupanya si dia tu!

Indah dan bahagia adalah dalam kesederhanaan. Kerana kita akan sentiasa berhati-hati dan tidak terjatuh terlalu dalam. Saya doakan agar kita semua akan mendapatkan cinta utama Sang Agung Cinta dan cinta pada manusia yang mencintai Dia.

Amin!
Profile Image for Jefri S.
85 reviews2 followers
February 16, 2018
Akhirnya:") membaca "curhatan" sang penulis setebal -+240 halaman:")

Disetiap curhatannya memang memiliki kata-kata yang sangat bagus, bijak, pintar. Tapi saya tidak sanggup membaca "curhatan" sebanyak ini:")
Profile Image for selera sesuai.
5 reviews
August 3, 2017
Menurut dari sudut pandang saya, buku ini bagus. apalagi peminat buku ini banyak dari wanita. isinya sungguh menyentu rasa, jiwa, berbagai cerita yang diangkat penulis dari kisah temannya orang di sekitarnya maupun pengalaman pribadi penulis membuktikan bahwa. tidak cuma kita saja yang merasakan hal-hal tentang cinta itu manis, pahit, dikhianati, dilukai dengan berbagai kisah didalam buku ini kita di nasihati agar tidak jatuh cinta yang salah dan agar dapan mencintai serta mengolah dan memberi cinta dengan sebaiknya-baiknya apa yang kita rasa.
Profile Image for Nabilah Nurfazrina.
32 reviews2 followers
February 15, 2018
Baper baca ini. Buku ini hanya untuk orang yang pernah dilukai, susah melupakan, dikhianati dan mengkhianati.

Quotes fav:
"Setelah sekian lama sejak kamu memilih menjadi tidak ada, sekarang semuanya terasa beda. Aku kadang merasa aneh dengan semua yang pernah terjadi. Kadang, aku ingin tertawa sendiri. Aku tidak lagi menginginkanmu. Bahkan, tak ada lagi air mata itu." - hlm. 28

"Tidak menahanmu pergi bukan berarti tidak lagi cinta. Hanya saja, terkadang lebih baik melepaskan daripada memaksakan terus bersama." - hlm. 37
Profile Image for Putri Windasari.
1 review
April 9, 2016
Berisi curhatan sang penulis, di setiap katanya terasa nyata mungkin dari sebagian pembaca yg pernah merasakan yg namanya luka karena di tinggalkan kekasih dan berusaha mempertahankan tanpa peduli apapun yg terjadi selama orang yg kita cintai masih tetap berada di sisi kita akan mengerti maksud dari sang penulis dalam buku ini.
Bagi saya buku ini seperti membuka semua alasan-alasan mengapa kita merasakan rindu, jatuh cinta, mempertahankan, memperjuangkan, terluka dan melepaskan.
Profile Image for Debbie Sally.
131 reviews33 followers
May 11, 2016
Buku ini. Entah apa yang harus saya katakan tentang buku ini. Kata-kata yang begitu mendalam membuat saya tersentuh. Isi dari buku ini benar-benar hidup karena ditulis dari lubuk hati sang penulis. Buat kamu yang tak ingin bernostalgia dengan luka lama, jangan dibaca. Saya yakin kamu akan menangis. Mas Boy luar biasa.
Profile Image for Ira Booklover.
691 reviews46 followers
November 8, 2018
"Tentu banyak sekali hal yang ditawarkan waktu, tapi setia adalah pilihan. Kamu bisa memilih membiarkan dirimu terlepas kendali, atau tetap berdiri pada hati yang sama. Cinta yang sama." ---hlm. 231


Haduh, saya suka sekali dengan kutipan ini. Untuk ukuran buku yang isinya penuh dengan ratapan hati yang terluka, membaca kutipan di atas rasanya seperti hujan yang tiba-tiba turun di musim kemarau. Sejuk dan adem. Secara saya adalah penggemar adalah kisah cinta tipe "you're the one and the only".

Ya, seperti yang sudah diberitahukan oleh blurb di sampul belakang buku, buku ini berisi kenangan dari seseorang yang pernah merasakan bagian pahit dari jatuh cinta. Rasa itu tertuang dalam bentuk curahan-curahan hati pendek yang bergabung ke dalam chapter-chapter dengan tema galaunya masing-masing. Jujur, saya tertipu waktu pertama kali mengenal buku ini. Dilihat dari judul dan sampulnya yang cantik, saya kira buku ini adalah sebuah novel.

Total ada 6 chapter yang berisi kumpulan curahan hati, dan chapter favorit saya adalah chapter terakhir yang berjudul: SEBAB, KINI KAMU TELAH DENGANKU. KENANGAN LALU BIARLAH SEBAGAI MASA LALU. Saya suka karena menurut saya pribadi, solusi dari rasa sakit yang tercurah di chapter-chapter awal ada di chapter terakhir ini.

Coba saja kalau seseorang yang rintihan hatinya tertulis di buku ini menyadari solusi tersebut lebih awal, mungkin dia tidak akan merasakan bagian pahit dari jatuh cinta terlalu banyak. Yah, mungkin saja sih, ahaha.

Ngomong-ngomong, meskipun isinya kebanyakan tentang patah hati, tetapi saya suka sekali dengan gaya bahasanya. Indah banget. Saya sampai ribet sendiri melepas post it yang saya tempel untuk menandai kata-kata favorit saya. Saya tidak menyadari kalau ternyata sudah menempel banyak. Padahal ini buku perpustakaan, huehehe, *dikeplak kakak pustakawan*.

Selain indah, kata-katanya juga ngejleb di hati. IMO, ini bisa menjadi kitab tentang patah hati yang bisa membuat kita lebih sadar diri. Bahwa, seperti yang tertulis di blurb di atas, menyakiti bukanlah hal yang baik untuk hati, *eaaaaaa*.

Hanya saja, mungkin karena saya tidak suka dengan bagian pahit dari kisah cinta ini (memang siapa juga yang suka, yak?, ahaha), saya jadi merasa curahan hati yang ga enak ini terlalu panjang, sehingga, somehow, saya yang cuma membaca pun merasa lelah tersakiti, *apacoba*.

Saya juga sedih, untuk orang ini, siapapun dia, karena tidak bisa lagi merasakan keindahan hujan dan senja. Keindahannya sekarang tercampuri kenangan yang rada-rada bittersweet gimana gitu. Semoga hujan dan senja kembali indah untuknya.

At last, menurut saya kelebihan buku ini ada di judulnya yang manis, covernya yang cakep, dan kata-katanya yang indah dan ngejleb di hati.

Kekurangannya, (menurut saya pribadi loh ya, jangan terlalu diambil hati, peace) adalah untuk buku yang isinya kumpulan curahan hati pendek, saya rasa curhatannya terlalu banyak, terutama yang bikin hati nyesek.

Banyak terima kasih juga buat perpustakaan Kabupaten Hulu Sungai Utara karena punya banyak koleksi buku Boy Candra. Siapakah gerangan di antara kakak-kaka pustakawan ini yang merupakan penggemar Boy Candra? Saya jadi penasaran, hahhah.

So, saya beri rating 3 dari 5 bintang untuk buku ini. I liked it.
12 reviews
December 5, 2019
Dalam buku ini diceritakan segala persoalan cinta yang dialaminya yang dimulai dari jatuh cinta diam-diam, mencintai sahabat sendiri, mencintai lalu dikhianati, rindu, mendua lalu diduakan dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. 

Novel ini di persembahkan untuk seseorang yang menyakitinya, selain itu novel ini juga menunjukan bahwa masa lalu memang hanya untuk di kenang dan dijadikan sebagai pelajaran, tidak perlu di sesali, sakit hati sewajarnya saja karena perjalanan hidup masih begitu panjang dan tidak hanya soal cinta, sebelum dia hadir dihidupmu dulu, kamupun baik-baik saja. Hidup akan terus berjalan meskipun tidak bersamanya. 

Keunggulan


  Cover novel ini sangat sederhana, hanya terdapat warna hitam dan putih seolah menunjukan perasaan sang penulis, selain itu kata-kata yang digunakan sangat puitis tetapi masih bisa dipahami oleh pembaca.

Boy candra berhasil membuat emosi pembaca dengan bahasa yang lebih indah sekaligus mempesona. Ungkapan - ungkapan perasaan sedih, kecewa dan cinta diutarakan dengan begitu menyentuh.

Dalam novel ini juga terdapat solusi untuk mengatasi kegalauan yang sedang dialami seseorang yang sedang patah hati.


Kekurangan
   
     Adapun kekurangan dari novel ini yaitu, alur ceritanya campuran.
Ada bagian yang membuat kita tersenyum, kemudian bagian selanjutnya menceritakan patah hati dan membuat pembaca sedih.
Hal ini dapat merusak mood pembaca.

Simpulan
 
     Marilah sesekali kita mengenang masa lalu tapi jangan lupa jalan pulang, karena setalah mengenang kita harus menjadi seseorang yang lebih baik lagi, buku ini mampu membuat pembaca menyadari bahwa masa lalu merupakan bagian dari proses pendewasaan diri. Jangan lupa katakan pada masa lalu terimakasih telah memberi pengalaman yang berharga tak terbayarkan materi
belajar meikhlaskankan, berani menata rindu yang baru, membuka hati serta mengatakan pada masa lalu bahwa kita adalah cerita yang telah usai.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Maulidi Zikri Nur.
29 reviews
October 20, 2018
Judul: Senja, Hujan, & Cerita Yang Telah Usai
Penulis: Boy Candra @boycandra
Penerbit: Mediakita @mediakita
Jumlah Halaman: viii + 240 halaman
ISBN (10): 979-794-499-9
ISBN (13): 978-979-794-499-5

Blurb:
Buku ini saya persembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang pernah mencintai, tapi dikhianati. Juga yang pernah mengkhianati, tapi dikhianati. Semua bukanlah hal baik untuk hati. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Saya pernah ada di posisi kamu saat ini. Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harua menjadi lebih baik. Dan, mulailah menata rindu yang baru.

Katakan kepada masa lalu: kita adalah cerita yang telah usai
.
.
.
Senja, Hujan, & Cerita yang telah usai merupakan sebuah buku yang berisi tulisan-tulisan dari perasaan penulis mengenai kenangan.

Buku ini dikemas layaknya sebuah catatan harian seseorang. Isi buku ini menceritakan bagaimana perasaan seseorang yang sedang mengalami kepahitan dalam cinta. Seperti yang telah dijelaskan pada blurb buku ini yang bisa kamu baca diatas.

Kelebihan pada buku ini adalah didalamnya bukan hanya berisi tulisan. Namun, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi dan juga kutipan yang tentunya membuat pengalaman membaca kamu lebih seru dan selalu teringat pada masa lalu.

Apabila kamu membaca buku ini, pasti deh akan terbawa suasana dan membuat kamu Baper hehehhehe. Buku ini juga mengingatkan kita bahwa masa lalu itu hanya untuk dikenang dan dijadikan pelajaran. Pokoknya buku ini cocok banget deh bagi kamu yang sedang mengalami kepahitan dalam kehidupan khususnya dalam hal percintaan.

Cek Selengkapnya: http://www.tongkolpedia.com/2018/10/r...
Profile Image for Achandra.
212 reviews5 followers
November 10, 2021
“Buku ini dipersembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang mencintai, tapi dikhianati. Juga yang mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal yang baik untuk hati.”

“Kepada orang-orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu.”

“Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik, dan mulailah menata rindu yang baru.
Katakan kepada masa lalu:
kita adalah cerita yang telah usai.”

Review :
Jujur aku bingung mengkategorikan buku ini genre apa, karena buku ini tidak termasuk ke dalam novel maupun self-improvement. Rasanya disebut esai juga kurang sesuai. Lebih seperti diary si penulis yang dipublikasikan jadi buku.

Buku ini cocok buat yang sedang jatuh cinta, patah hati, galau, atau perasaan sejenisnya. Kalau kamu sudah pernah kenalan sama yang namanya cinta, pasti ada satu atau dua bab di buku ini yang cocok dengan pengalamanmu dan tentunya untaian kalimatnya bisa membuatmu antara terharu atau malah tersenyum sendiri.

Apalagi banyak untaian kalimat maupun quotesnya yang relatable dengan yang saya alami, uhhh uhhh uhhh. Pas banget reviewnya hujan dan lagi senja.

Tapi intinya ceritaku dan kamu tidak akan usia secepat itu.
Profile Image for Muhammad Mu'az.
22 reviews
July 1, 2020
Sebuah buku yang membantu saya untuk bisa lepas dari jeratan sang mantan yang jelas-jelas lebih memilih lelaki lain, namun entah mengapa aku masih terus memikirkannya seperti masih milikku.

Sebuah buku yang berisikan kata-kata tajam jika ingin membunuh ingatan tentang aku dan kamu yang belum usai, buku yang berisikan kata-kata tentang kamu yang meninggalkan dan aku yang harus melupakan, dan buku yang berisikan perjuangan yang harus dijalani jika sudah berani mencintai.

Selalu suka dengan setiap baitnya yang saling terhubung, kata-katanya yang mampu membuat hati luluh, dan beberapa kalimat yang mengandung kenangan waktu dia dan aku masih bersama. Walau pada akhirnya aku dibunuhnya, lalu ia pergi bersama kekasih barunya.

Untuk seorang sadboy dan patah hatian seperti saya, buku ini sangat cocok. Cocok untuk membantu menghabiskan perasaan yang sudah-sudah namun tetap membeku. Ditemani senja yang indah, membaca buku ini akan lebih bermakna lagi.

Terima kasih boy candra.
Profile Image for Nike Andaru.
1,648 reviews112 followers
November 12, 2018
130 - 2018

Uhg, saya gak tau harus masukin buku ini ke shelf apa yang saya punya. Ini bukan cerita novel, bukan juga esai, lebih ke kumpulan cerita cinta tapi ala ala curhatan diary.

Kenapa baca buku ini?
Karena waktu ke toko buku ada anak-anak remaja gitu lagi sibuk ngomongin si penulis ini, dan sepertinya kalo dilihat dari karyanya yang lumayan banyak, saya coba lah baca-baca. Ini buku kedua yang saya baca, sebelumnya kumpulan cerita betulan, bukan curhatan yang masih bisa saya nikmati.

Bukan, bukan saya gak menikmati buku ini, buku ini bagus kok bagi yang sedang patah hati, jatuh cinta, rindu, lalu terluka, lalu mencoba move on dengan baca-baca, buku ini bisa saya rekomendasikan. Walau tulisannya terasa lebih seperti penyair sih ya, kekuatan kata-kata yang quote-able ada dalam buku ini. Buku ini semua tentang cinta.

satu-satunya yang bisa memperlambat waktu adalah rindu
Profile Image for Him.
18 reviews
November 6, 2021
"Katakan kepada masa lalu: kita adalah cerita yang telah usai."

Buku Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai ini ternyata bukan novel. Hanya berisi bab-bab patah hati, kenangan, dan rindu dari Pak Boy. Tidak tahu dari mana harus memulai, karena aku sendiri tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan kisah cinta si penulis.

Aku bukan pembaca yang baik. Jadi, aku merasa kurang nyaman dengan konsep dari isi buku yang seperti diary dan ditujukan untuk dibaca orang-orang dengan pengalaman dan 'rasa' yang sama.

Memang, penulis punya kekuatan dalam kata puitisnya, tak bisa dipungkiri. Tapi, keseluruhan berisi narasi.

Buku ini akan sangat cocok untuk mereka yang patah hati. Penulis mungkin hanya sedang mengajak, agar ia tidak sendirian dalam mengenang. Selain itu, ada beberapa quotes yang kuambil.

Happy reading.
14 reviews
October 13, 2020
Novel “Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai” memuat cerita yang penuh motivasi hidup dan quote2nya suka bertebaran ketika update status (bucin2an istilah kekiniannya). Membuat semangat untuk terus melanjutkan hidup. Novel ini menyampaikan kisah-kisah cinta sederhana yang tulus. Mulai dari seseorang yang bertahan atau seseorang yang terus berjuang. Namun, pengkhianatan cinta juga tersaji dengan baik pada novel ini. Novel ini cocok untuk yang ingin mengenang masa lalunya, atau sedang bertahan dan memperjuangkan seseorang, serta bagi pembaca yang sedang berusaha melupakan. Kamu akan larut dan terhenyak dalam setiap untaian kalimat dalam novel ini

https://www.instagram.com/p/B8l4x82HV...
Profile Image for Muri Ummu Ainun.
145 reviews1 follower
December 31, 2021
Katakan pada masa lalu, kita adalah cerita yang telah usai".

Buku ini di oleh penulisnya "Boy Candra" di persembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai. Hingga susah untuk melupakan. Untuk orang-orang yang pernah di khianati oleh cinta. Dan untuk orang-orang yang berhianat atas nama cinta. Pokoknya untuk hal-hal yang terasa pahit lainya.

Mari kita mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Setelah berpetualang mulai menata masa depan yang baru. Mencari rindu yang baru.

Seperti catatan harian, atau curhatan pendek, berisi rintihan pilu hati yang tersakiti. Diawal cerita menghibur banget. Tutur katanya menarik. Tapi mendekati akhir-akhir cerita kenapa jadi agak membosankan ya menurut saya. Padahal buku ini sangat menghibur.
Profile Image for Fajar Sidik.
47 reviews
February 16, 2023
Dengan pendekatan tulisan yang ringan dan bahasa yang cukup untuk membuat suasana hati menjadi sendu, tulisan Boy Chandra adalah salah satu rekomendasi bagi mereka yang baru saja memiliki hubungan yang kandas. Boy Chandra mengemas tulisan-tulisannya dengan ke berbagai keadaan yang mungkin salah satunya akan relate dengan kondisi kita. Membaca bukunya tersebut terkadang menyenangkan, tapi terkadang juga menyedihkan. Menyentuh. Terlebih jika kehidupan kita relate dengan tulisan tersebut. Salah satu intisari dalam buku ini yakni, tentang melepaskan, jangan terlalu diratapi, kita harus terus bergerak
Profile Image for Amalia .
47 reviews6 followers
November 21, 2021
menurutku, buku ini hanya cocok untuk orang yang lagi putus cinta, lagi berjuang buat cinta ataupun orang yang memang suka membaca tentang kalimat-kalimat senja-hujan, aku sendiri merasa bosan di tengah dan hanya suka di bagian awal saja, di mana itu berhasil munculin kupu-kupu di perut. setelahnya? iya aku bosan, menurutku diksinya juga kurang dimainkan, jadinya kalimatnya hanya begitu terus sampai selesai, menurutku juga buku ini memang cocok dibaca pelan saja karena kalau langsung dibabat habis makin terasa capeknya
1 review
May 30, 2020
Buku yang cocok untuk anak muda yang sedang dalam masa pencarian cinta sejati tapi sulit melupakan masa lalu. Tapi mohon maaf, tidak cocok untuk yang sudah berkeluarga seperti saya, hhehe.. Secara pribadi, saya kagum dengan kepiawaian penulis merangkai kata meskipun saya lebih menyukai kata2 yang simple. Oia, judul bukunya menurut saya menarik lho karena waktu senja dan hujan itu identik dengan kenangan
Profile Image for M Adi.
174 reviews17 followers
October 5, 2019
Barangkali buku ini akan memberikan kesan mendalamnya bagi yang sedang dilanda kesedihan/kegalauan akibat cinta baik sehabis putus, diduakan, bertepuk sebelah tangan, saling ragu, dsb. Sehingga tulisan-tulisannya akan mengafirmasi setiap perasaan yang sedang dirasa.

Sayangnya hal tersebut menunjukkan bahwa isi buku minim konteks sehingga ketika mencoba menyelami setiap kasus, terasa kurang bermakna dan repetitif.
Profile Image for Muthi.
3 reviews
January 20, 2020
Mulai membaca karena tertarik dengan judulnya. Awalnya mengira "ini mesti tulisan menye menye romance". Dan benar saja.. sempet mau mengakhiri membaca di tulisan ke 4 atau 5.

Namun ditulisan selanjut2nya seperti menerima "tamparan halus". Menyajikan sesuatu dari berbagai sudut pandang, yang akhirnya membuat sadar: Jangan2 yang bermasalah adalah saya?
Profile Image for lilgirl 💕.
137 reviews9 followers
February 10, 2018
Padahal biasanya baca buku setipis ini paling semingguan eh ini sampai 2 bulan lebih gara-gara galau dan baper.. Buku ini sepertinya memang diperuntukan untuk orang-orang yang baru patah hati, lumayan consoled..
Displaying 1 - 30 of 100 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.