Jump to ratings and reviews
Rate this book

Cinderella Teeth

Rate this book
Saki ditipu oleh ibunya sendiri hingga gadis itu harus bekerja di sebuah klinik dokter gigi. Padahal, ia benci dokter gigi!

Namun, musim panas itu akan menjadi musim panas yang berarti bagi Saki. Pasien-pasien yang berkunjung ke klinik tersebut ternyata memiliki rahasia-rahasia unik. Belum lagi, seorang pemuda di klinik tersebut mulai menarik perhatian Saki.

Dapatkah Saki menghadapi phobia-nya, pasien-pasien, dan cinta yang datang bersamaan dalam satu musim panas?

272 pages, Paperback

First published April 9, 2006

10 people are currently reading
61 people want to read

About the author

Sakaki Tsukasa

38 books14 followers
Associated Names:
* Sakaki Tsukasa (English)
* 坂木 司 (Japanese)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
31 (22%)
4 stars
61 (43%)
3 stars
44 (31%)
2 stars
4 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 58 reviews
Profile Image for Guguk.
1,343 reviews81 followers
October 15, 2018
Diambil untuk asupan romance-ringan, dibaca dengan penuh rasa tertarik dan gembira karena isinya lebih ke pengetahuan soal gigi, dan inti ceritanya adalah memecahkan kasus-kasus yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari (ノ◕ヮ◕)ノ*:・゚✧ hiphiphurraahh~

Tokoh utama, si Saki, terasa akrab dengan pembaca karena sifatnya yang polos apa adanya. Apalagi semua tokoh yang ada di klinik itu pun juga menyenangkan dengan karakternya yang berbeda-beda.
Favoritku adalah rutinitas makan-makan mereka-makan siang maupun menyantap cemilan sore-karena di situ mereka membahas segala sesuatu yang terpikirkan tapi tak sempat terucapkan saat sibuk bekerja.

Kasus-kasusnya sederhana, tipe yang bakal kita "Apaan sih? Aneh... ah, lupain aja dah!" tapi ternyata seharusnya tidak kita lupakan, teman-temaann (*꒦ິ꒳꒦ີ) Di balik kasus yang sederhana itu ada jiwa-jiwa yang menjerit, meminta tolong ヽ( ̄ω ̄(。。 )ゝ //kumatlebaynya

Asupan romance-ringan yang kubutuhkan pun disuguhkan dengan ringan dan menyehatkan (*aku hampir ngetik "menyesatkan" ... aneh, padahal huruf "s" dan "h" nggak tetanggaan.. apakah ini kasus...)

Pokoknya~ buku ini merupakan pengalaman baca yang sangat menyenangkan (≧◡≦)❤
Profile Image for Enia.
310 reviews106 followers
April 5, 2021
Setelah selama beberapa tahun terakhirnya hampir selalu membaca buku karangan orang kulit putih alias kaukasian akhirnya saya mencoba buku karangan orang Asia, tepatnya orang Jepang. Biasanya saya hanya membaca manga untuk mendapat asupan cerita dari pengarang Asia jadi hore!! Ini merupakan salah satu target baca saya yaitu membaca buku karangan BIPOC. Untungnya ada penerbit Haru yang rajin menerbitkan buku-buku karangan dari negara-negara Asia.

Anyway.
Novel ini sangat ringan dan bertema medis dan slice of life. Cukup menyenangkan membaca buku ini. Saya suka hubungan yang terjalin dengan sesama petugas medis di klinik serta kisah-kisah 'misteri' para pasien.

Pemeran utama buku ini menurut saya sangat biasa dan terkesan datar tapi memang sepertinya itulah karakter yang sengaja dituliskan pengarang. Pemeran yang saya suka dari buku ini tentunya Papa dan Mama Saki serta Perawat Utako. Untuk romansanya tidak terlalu menonjol tapi tetap cukup manis.

Sebenarnya saya ingin memberikan bintang empat tapi

3 bintang untuk buku ringan dan menyenangkan ini. Yuk rajin sikat gigi dan periksa ke dokter gigi!
Profile Image for Naomi Chen.
229 reviews14 followers
October 23, 2015
Saya rasa, selain memberi rating tinggi pada cerita yg punya plot manis/saya memang suka/happy end, saya juga suka memberi rating tinggi pada cerita yg berbobot. Dalam artian, cerita tersebut memiliki bobot pengetahuan yang ngga kosong melompong.

Misalnya, Cinderella Teeth ini.

Saya sudah menduga, mayoritas J-Lit yg saya baca dari terbitan Penerbit Haru, biasanya ceritanya pasti bagus. Makannya dari awal saya ngga ragu buat beli novel ini. Tapi memang ada kecenderungan yg sama di setiap novel terjemahan J-Lit.. yaitu bagian awal penceritaan yg cenderung membosankan. Entah memang standar literatur mereka seperti itu, atau memang efek terjemahan juga.
Tapi bisa jadi ini efek dari penulisnya yang sudah cukup berumur juga ya... *brb cek bagian biografi penulis*

Oke, langsung masuk ke tema pembahasan, ya...

Saya suka dengan novel ini pertama-tama karena, saya dipaksa untuk berpikir ketika membaca halaman demi halamannya. Ini memang bukan cerita detektif, tapi baca ceritanya membuat kita sbg pembaca harus memutar otak, terutama dalam mengungkap misteri-misteri yang berkaitan dengan klien. Memang bukan cerita detektif, tapi yg menarik adalah hubungan yang erat dengan istilah Kedokteran Gigi. Jadi selain harus berpikir, anda juga sekalian belajar tentang istilah kedokteran Gigi. Wow, sambil menyelam minum air, ya. Saya bahkan baru tahu efek dari 'mengunyah' itu segitu dahsyat nya setelah baca novel ini, padahal sebelumnya selalu masuk kuping kiri, keluar kuping kanan.
Jadi intinya, misteri demi misteri dibahas setiap bab (dengan tema yang ringan dan menyangkut ttg Kedokteran Gigi, tentunya) ~ pelan-pelan, tapi pasti.

Selain itu, adanya unsur phobia yang dibahas. Bidang spesialisasi saya, nih (hehe). Memang Jepang itu negara yang sangat peduli terhadap hal-hal seperti itu, yg biasa disepelekan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Kalau mau tahu detilnya, bisa coba baca novel ini.

Dann.. tema romance-nya ga terlalu ketara. Yah, agak takjub juga mengingat Haru adalah penerbit yang cukup dominan dalam tema romance... tapi justru itu yg membuat saya suka. Terlalu banyak bagian roman membuat novelnya jadi terlalu cheesy. Jadi memang, proporsinya udh cukup pas.. meskipun untuk org-org yg kurang suka mikir, membaca istilah kedokteran-kedokteran gigi pasti membuat pusing pala berbi #loh

Yah pokonya sekian cuap-cuap saya tentang novel ini. Novel ini rekomen banget buat anak FKG, karena pasti otaknya nyambung pas baca istilah - istilahnya. Dan lagi, sangat dekat dengan tema kehidupan.

And.. I'm looking forward for someone who will make this story into drama. LOL.
Profile Image for Gus.
605 reviews63 followers
June 12, 2020
--- Cinderella Teeth ---
Plot: Kisah mengenai masalah gigi dan misteri yang melingkupi pasiennya XD.
Penokohan: Hmmmm.... yah... emm... tokoh utamanya biasa sekali ya.

Saya suka kovernya dan harga bukunya saat saya beli dan rumor mengenai konon ada roman subplotnya. Tapi saya tidak menyangka isinya akan... dicampur dengan bumbu-bumbu misteri! XD

Mengapa ada kenalan pasien yang marah-marah di Shinagawa Dentist?!

Mengapa bos besar itu selalu ditemani asisten saat di dokter gigi?

Lantas mengapa juga ada pasien yang selalu terlambat dan kecapaian saat mau memeriksakan giginya?

Misteri-misteri dan beberapa kasus lainnya akan diungkap bersama (tokoh utama Saki dan) Yotsuya! ✧*。٩(๑˙╰╯˙๑)و✧*。
*DUM DUM DUUUMM!! *



Jadi begitulah.
Kisahnya mengenai dokter gigi, masalah gigi, dan bisa dibilang slice of life ala novel Jepang. Keluhan terbesar saya paling cuma di... ... ... eng, semoga ini tidak mencela pengarangnya-- yang sepertinya senang membuat tokoh utamanya memiliki nama yang sama dengannya-- ada di Saki.

Tokoh Saki yang luar biasa biasa. Oh tunggu. Itu terdengar agak rancu, jadi mari kita ulang.

Tokoh Saki yang 'luar biasa' biasa.
Nah! Itu lebih baik! /woi.


Hmmmmmmmm.....................

Mungkin karena dia tidak begitu dapat menikmati gaya humor orang lain saya merasa seperti itu. Atau karena rasanya hambar sekali karena semuanya terasa datar. Tapi yah; kadang-kadang kan setiap orang punya selera humor yang berbeda. Juga selain humor, ada beberapa hal lain yang membuat saya merasa agak bosan. Intinya; saya bosan pada Saki X"D. Tapi untunglah di kasus terakhir, dia bisa lebih aktif dan berpiawai dalam memecahkan misteri(?)pelanggan klinik (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و.

Slice of Life mungkin memang topik yang rentan menjurus ke arah biasa - atau - membosankan, tapi kurasa tergantung dari cara penulis juga. Yah; menurut pendapat saya sih. Tapi mungkin saya-nya saja yang punya gelombang otak yang rada berbeda untuk novel ini. Ah, tapi saya tetap lumayan menikmatinya kok^^.

Anyw romannya juga subplot yang manis. Bagus; kecuali fase terakhir yang menurut saya plotnya daur ulang yang super klise. Tapi yah, kurasa semua pembaca akan merasa pasti akan baik-baik saja.
Romannya KALAH MANIS dengan Ayah Saki btw.
AYAH SAKI (dan ibunya) FTW!! (゚▽^*)☆

Begitulah!
Jangan lupa gosok gigi kalian!
Sebelum suara ngiiiiing ngiiiiiiing akan terdengar dari mulut kalian!


MWAHAHAHAHA!
---> padahal sendirinya sering ke drg.
[7.8/10]
Profile Image for Niratisaya.
Author 3 books45 followers
December 3, 2015
Salah satu penulis yg menurut saya karyanya wajib diterbitkan Haru!
So fresh, so entertaining and makes you think (in a good way) all at once.

Kesan pertama dari sebuah buku (bagi saya) selalu melibatkan sampul, kemudian blurbs atau keterangan atau teaser di bagian belakang. Jadi, bagaimana ilustrasi dan blurbs/keterangan/teaser berharmoni, warna-warna menyusun komposisi cover, bahkan pilihan font sangat berpengaruh. Dan, kesan pertama saya saat melihat cover Cinderella Teeth adalah… とても かわいい~ >…<

Racauan saya yang lebih panjang tentang Cinderella Teeth ada di sini
Profile Image for Boo Boo.
361 reviews12 followers
March 1, 2022
Buku ini lebih condong menceritakan tentang keseharian Saki sebagai resepsionis di Shinagawa Dental Clinic. Sedari kecil ia sudah benci dengan dokter gigi. Tapi karena jebakan sang Ibu -yang mengetahui tentang traumanya- akhirnya mau tidak mau Saki harus bekerja paruh waktu di klinik itu selama musim panas.

Kita diajak agak sedikit main detectif-detectifan disini. Terkait pasien-pasien 'nyeleneh' Shinagawa Dental Clinic. Diajak untuk lebih memahami pasien dan lebih banyak mengetahui tentang gigi juga.

Alurnya cukup sederhana. Mungkin sedari awal agak salah paham sama judulnya. Malah berekspektasi terlalu jauh😂 Mengharapkan kisah percintaan manis Saki mungkin? Sayangnya memang agak kurang di bumbu roman. Romannya berasa biasa aja. Dan hanya terkesan sebagai pelengkap saja.

Mungkin yang cinta banget sama gigi, bisa baca ini😂

Profile Image for Nulaniah.
373 reviews7 followers
December 20, 2019
Berasa baca kisah detektif berlatar klinik gigi ya xD

Tapi seru sih, jadi banyak pengetahuan tentang gigi. Khas J-Lit emang begini ya, alurnya agak lambat, tapi duh, sukses bikin senyum-senyum... Padahal belinya karena iseng, mumpung murah, siapa sangka kalau bakal suka sama isinya begini?

Tapi agak kurang digali hubungan Saki dan Yotsuya, padahal mereka bikin gemes xDD

Tadinya mau ngasih full star, tapi endingnya agak kurang berkesan, jadi ya begitulah.
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
March 24, 2016


Menjalani begitu saja tanpa tahu apa-apa dengan alasan hanya bekerja paruh waktu itu tidak baik.



Sebelum bercerita tentang Saki, ijinkan saya curhat dulu sedikit tentang saya Vs Dokter gigi. Sama seperti Saki di buku ini, saya punya pengalaman buruk ke dokter gigi, waktu kecil dulu saya ingat akan mencabut gigi, nah gusi saya kemudian disuntik dan proses selanjutnya saya udah ngga inget lagi diapain, yang teringat cuma rasa sakit yang kebangetan sepulang kunjungan itu. Semenjak itu, saya selalu menolak pergi ke dokter gigi.


Malangnya saya, 5 tahun yang lalu, gigi saya berlubang dan luar biasa nyeri. Waktu itu baru punya satu anak, dan di bulan puasa pula. Mau ngga mau, saya pergi ke dokter gigi, kalau ngga salah sampai empat kali kunjungan, lalu akhirnya ditambal permanen.


Sepertinya saya memang ngga pernah bisa jauh jauh dari masalah gigi, karena akhir tahun kemarin, gigi saya yang ditambal itu bermasalah lagi sampai bengkak. Kali ini saya disarankan oleh seorang teman (yang juga dokter gigi) untuk pergi ke dokter gigi spesialis. Okelah lalu saya pergi dan berobat ke spesialis konservasi gigi, selama hampir lima belas kali pertemuan saya lakukan demi memperbaiki gigi gigi saya yang benar benar bermasalah. (Kalau penasaran dengan cerita lengkapnya, kamu bisa tengok di blog saya satunya).


Itulah awal mula mengapa saya bersemangat banget buat punya novel Cinderella teeth ini, sebab berhubungan dengan gigi! XD


Cinderella Teeth menceritakan Saki, seorang mahasiswi yang sedang mencari pekerjaan selama libur musim panasnya. Atas tawaran ibunya, Saki kemudian bekerja di Shinagawa Dental Clinic, sebuah klinik gigi. Saki sebenarnya benci dokter gigi atas trauma masa kecilnya, tapi karena pamannya juga bekerja di klinik tersebut serta sepertinya orang orang di sana cukup menyenangkan, maka ia menerima pekerjaan tersebut.


Di buku ini tak hanya kisah Saki yang diceritakan, tetapi kisah para pengunjungnya juga menjadi tema tiap bab di buku ini. Ada lima bab, Cinderella teeth, Phantom Vs Phantom, Cara Belanja Orang Belanda, Tuan Putri dari Taman Bermain serta Pesan dari Tuan Fletcher. Cerita favorit saya? Hmm.. Saya rasa semua ceritanya asyik diikuti, tetapi saya paling suka Pesan dari Tuan Fletcher.


Meski diceritakan per bab, tapi pembaca harus memulainya dari awal, soalnya sebenarnya ini bukan bab yang berdiri sendiri tapi merupakan pasien pasien unik yang ditemui Saki sejak hari pertama bekerja.


Keunikan cerita di buku ini adalah pembaca dibuat penasaran dengan rahasia apa yang dibawa oleh tiap tiap pasien tersebut. Ada yang pacarnya ngamuk ngamuk datang ke klinik, ada yang selalu terlambat, ada yang selalu ditemani asistennya, nah saya malah berasa jadi detektif waktu baca kisah kisah mereka. Seru. XD


Tokoh favorit saya, hmm.. Saki dan Yotsuya. Saki ini lugu, polos, sedikit pemalu, sensitif, tapi pekerja keras. Sedangkan Yotsuya ini lelaki yang dingin tapi amat perhatian, dan karena kerjanya sebagai teknisi gigi, dia teliti dan perhatian terhadap hal kecil apapun. Terus kalau si Yotsutya ini lagi salah tingkah, dia suka menimbun sesuatu secara tiba tiba. Kiyut banget pokoknya mah. XD


Meski terjemahannya kaku, saya ngga tau juga apa memang cara penulisannya yang kau atau memang penerjemahnya yang kurang luwes, tapi it's ok sih. Saya masih bisa menikmati ceritanya. Terus dari buku ini saya juga belajar banyak hal, terutama dari pengalaman pasien-pasien di klinik tersebut. Eng, kalau penasaran, mending baca aja deh ceritanya XD



Kalau tidak tahu, jadi terasa menyeramkan, kan? - 194

Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,442 reviews73 followers
October 7, 2018
Alhamdulillah! Akhirnya kesampaian juga menuhin wishlist yang satu ini. Nggak nyesel udah mupeng-mupeng sejak beberapa bulan yang lalu. Puas!

***

Iya. Aku punya trauma. Dan, semakin kecil usia kita saat mengalaminya, semakin luar biasa efeknya. (Saki, halaman 4)

Sooo... ada yang takut sama dokter gigi di sini? Aku jadi inget pas mau cabut gigi dulu, sampai tiga kali keluar masuk ruangan nggak jadi-jadi saking takutnya ama suntik. Kalau mau cabut gigi yang disuntik kan gusi... AUCH. Dokternya sampai gemes sendiri. Padahal, waktu itu aku sudah kuliah! Ketakutan Saki lebih parah dari itu. Nggak sekadar takut tapi udah sampai taraf fobia. Kalau dari deskripsinya sih dia kayak mau pingsan aja gitu kalau disuruh ke dokter gigi. Berdekatan dengan apa pun yang berhubungan dengan klinik gigi juga membuatnya berkeringat dingin dan gelisah luar biasa. Penyebabnya adalah trauma di masa kecil. Adegan penyebab munculnya trauma itu dijelaskan cukup detail dan cukup menggiriskan. Novel ini memang banyak mengkritisi fenomena para dokter (khususnya dokter gigi) yang tak ramah dan tak empatik dalam menghadapi pasiennya.

Nah. Saat sedang mencari lowongan kerja paruh waktu untuk mengisi liburan musim panas, Saki direkomendasikan ibunya untuk melamar menjadi resepsionis di suatu institusi. Gokilnya, ibunya ini sengaja nggak bilang kalau lowongannya ada di sebuah klinik gigi! *died

Aku kalau jadi Saki bakal ngamuk-ngamuk dan kabur, dah. Astaga... Tapi Saki ini orangnya agak canggung. Dia merasa dibesarkan di tengah keluarga bahagia dan karena itulah dia agak terkesan lambat dalam merespons hal-hal negatif yang terjadi di sekitarnya. Untuk urusan marah saja dia sering telat nyadar. Haha... Saki lebih tidak bisa menghindar lagi karena klinik itu ternyata tempat pamannya bekerja. Dan para staf klinik langsung SKSD gitu sama Saki. Nggak bisa kabur, deh. Huahuaa. Terjebak oleh situasi.

Para staf di klinik ini digambarkan lumayan ajaib dan unik tingkah lakunya. Tapi yang paling menonjol di sini adalah tokoh Yotsuya Ken, sang tekniker gigi (tenaga ahli pembuatan gigi palsu) dan Minowa Utako, perawat klinik yang digambarkan sangat cantik dan seksi tapi juga suka iseng.


BERSAMBUNG

***


Kovernya yang superunyu ini 'agak menipu' sebenarnya. Kover gaya kiddy, mungkin bakal bikin yang liat ngira ini semacam komik sosialisasi untuk kesehatan gigi hahahaaah... Tapi yah kover unyu ini juga yang membuatku tertarik, sih. Ada kesan 'safe' di situ. Tapi novel ini jelas untuk dewasa. Karena ada beberapa hal 'nakal' yang terselip di beberapa adegan (pertengahan novel, menjelang adegan-adegan terakhir). Meski kebanyakan hal tersebut hanya ada di dalam kepala tokohnya (huahuahaua). Tapi untuk ukuran novel kontemporer Jepang, ini relatif lebih aman dan terjaga, kok. Cuma nggak nyangka aja cewek yang digambarkan sepolos Saki ternyata isi kepalanya tidak polos sama sekali #Ups

***

BERSAMBUNG. DHUHUR DULU AYYY
Profile Image for Ruru.
47 reviews4 followers
October 13, 2015
Curang, nyuri start nge-review duluan. Hahahaha....

Novel ini bercerita tentang Saki, cewek yang takut dokter gigi tapi akhirnya 'terjebak' kerja di klinik gigi.

Genre novel ini 'light mystery - romance' yang artinya pas banget buat saya <3 Misteri-misteri kecil di tiap chapternya unik, sementara romance-nya juga manis. Poporsinya pas.

Sambil mengupas misteri-misteri tentang tingkah aneh para pasien, kita juga diajak mengenal istilah-istilah di kedokteran gigi. Saya suka cara Sakaki-sensei menjelaskan istilah-istilah itu dengan cara bercerita, nggak terkesan membosankan dan sangat mudah dimengerti.

Poin lebih dari novel ini juga ada di karakternya. Karakter-karakter di sini menarik. Ada Yotsuya yang cool, Paman Tadashi yang super baik, Pak Kepala Klinik yang suka seenaknya dan nyentrik, Dokter Naruse yang terkesan playboy tapi baik hati, Utako-san sang 'kakak' yang juga punya sisi kekanakan, Kasuga-san yang imut-imut dan bersuara kayak cewek-cewek anime, Kasai-san yang dingin tipikal orang rumah sakit (lol), juga Nakano-san yang manis kayak malaikat.

Ditambah Saki, sang tokoh utama yang sering disebut tipe 'nona'. Tipe yang kesannya nggak perlu usaha keras untuk dapat sesuatu, jadi terbiasa menjadi 'penerima' gitu....

Novel ini mirip cerita berbingkai sih, yang 'kasus'nya berbeda tiap chapternya. Tapi ada alur cerita utamanya juga. Saya pribadi niatnya mau kasih 5 bintang, sayangnya penutupnya malah saya kurang suka. Hahahaha...

4.5 bintang deh!
Profile Image for Nidos.
300 reviews78 followers
January 9, 2016
Unlike Saki, I had wonderful time with my dentist when I was younger to the level that being dentist was all I ever wanted when I grew up. That way, this book was an instant TBR. I gave up dentistry but my love for teeth and stuffs is forever. I'll always wanna know more about them.

And this book is badass. Consisting of five chapters, each chapter told us some dental problem and how to solve it, like... for real. Yes, at first I found it a bit textbook-ish (it even has bibliography!), but later on I happened to enjoy the explanation. I liked that it offered detective-alike formula to show us readers about how them dentists solved their problems. The romance was also cute and very shoujo. Its stylistic features were also so Japanese (~, fufu, […], its wordplay in kanji). Actually it's my first time reading Jap-lit which was not so sastra-esque--but full of value nevertheless. And the translator did good job!

Maybe it's the pace and flow which ain't my favorite. It took a chapter or two for me to tune into the author's wave. It also had no climax for each chapter had pretty much the same formula. And what's with its irregular margin? :"(

But hey, it's a new experience in reading fiction for me, with well-researched, irreplaceable setting and subject that I am so much into. So despite some downs I found within, I still liked it.

Three stars--no more, no less.

Ps: would love to read another fictions about dentist, per favore!
Profile Image for Op.
375 reviews125 followers
March 4, 2016
Dari awal baca judulnya, saya sudah tau saya bakal suka. Iya cuma judulnya. Saya nggak baca blurb, apalagi review. Eh tapi kayaknya pernah baca tapi lupa. Yang saya pikir adalah ini cerita anak-anak dengan peri gigi*self toyor*. Makanya waktu baca premis di belakang buku saya baru yang "ooooh".

Surprisingly, saya suka sama bukunya. Agak mengejutkan karena buku ini sedikit narasinya padahal saya biasanya saya agak males dengan dialog tak berkesudahan. Deskripsi panjang soal gigi dan lain-lain ada di percakapan antar tokohnya. Termasuk jenis makanan Jepang yang jadi bikin penasaran (plus catatan kaki!)

Terjemahannya boleh dibilang kasar, nggak luwes. Beberapa hal sepertinya diterjemahkan terlalu harfiah. Jadi agak sedikit janggal. Tapi lebih janggal lagu2nya jeketi sih lol.

Jadi 3 bintang untuk cerita yg bermanfaat dan manis. 1 bintang untuk penerjemahannya yg kaku tapi justru menarik. 1 bintang untuk tangan Yotsuya kun yang bertelapak tangan pucat, jemari yang panjang serta ramping, ujung jari lentik dan bisa merasakan selisih 0,1 mili saat memasang sesuatu *blushing*

Kalau saya Saki, si tokoh utama, rasa-rasanya saya akan bilang: Ah, ini suatu pengalaman membaca yang menyenangkan!

Review selengkapnya di blog (tentu saja kalau tidak malas). Heheh.
Profile Image for LiLa.
317 reviews12 followers
July 22, 2022
Gila... Bukan. Dementia yah?


Kano Sakiko, mahasiswa tingkat kedua yang berusia 18 tahun, "dikerjai" Ibunya hingga harus bekerja di sebuah klinik dokter gigi selama liburan musim panasnya. Sakiko memang sedang mencari pekerjaan paruh waktu untuk mengisi liburan musim panasnya. Masalahnya, dia paling benci dokter gigi karena pengalaman buruk yang dialaminya saat masih kecil.
Sakiko menggambarkan dirinya memiliki kecerdasan di bawah rata-rata dan dia membuktikannya di hampir separuh cerita. Ketidaktahuannya itu justru memberikan banyak informasi ke pembaca. Sepertinya penulis memang sengaja membuat Sakiko menjadi tokoh yang lugu, polos dan banyak tidak tahunya supaya mampu memberi sedikit edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut ke pembaca. Tapi di bagian penutup, Sakiko membuktikan kalau orang dengan kecerdasan di bawah rata-rata pun kalau berusaha pasti bisa. Iya, dia berusaha belajar mengenai gigi dan mulut melalui sebuah buku "mahal" dan mampu bercakap-cakap dengan salah satu pasien.
Saki yang seperti itu terasa "dekat" sekali dengan pembaca awam seperti saya. Dan penulis benar-benar membuat saya iri, kenapa saya belum menemukan Shinagawa Dental Clinic, tempat Saki bekerja paruh waktu, sampai sekarang. Klinik perawatan gigi tempat Saki bekerja paruh waktu benar-benar menyenangkan, mereka kasih edukasi ke pasien, sabar, berusaha memahami dan "menyembuhkan" bukan cuma gigi dan mulut pasien. Benar-benar tempat yang hangat dan menyenangkan, baik sebagai tempat berobat ataupun sebagai tempat bekerja.
Tenang, buku ini cuma berkisah tentang lubang-lubang di gigi pasien, percakapan membosankan tentang gigi berlubang, atau hal-hal yang tidak menyenangkan seperti itu. Penulis membalut kisah keseharian di Shinagawa Dental Clinic dengan amat sangat menyenangkan. Bahkan saat sampai di bagian Akishima Eichi yang bikin kesel sampe ke ubun-ubun, saya bisa merasakan kehangatan dari para pekerja di Shinagawa Dental Clinic. Bahkan dari Yotsuya Kengo yang digambarkan tanpa ekspresi dan terkesan kurang ramah.
Romance-nya juga terasa manis yah. Walau kisah romance Papa-Mamanya Saki yang paling the best, hahaha. Saya suka. Saya suka. Saya suka.

BTW... mau nge-rant dikit.
Profile Image for Nisa Misha.
212 reviews1 follower
October 12, 2021
3,5
Saki yang ditipu ibunya bekerja paruh waktu selama musim panas di klinik gigi milik pamannya, walaupun ia mempunyai phobia yang luar biasa terhadap dokter gigi. Saki menjadi peran penting sebagai resepsionis klinik dalam mengetahui kegiatan-kegiatan pasien, mulai dari yang umum sampai yang personal sekalipun, hal ini sangat membantu dalam penangan masalah gigi yang dimiliki para pasien yang dating ke klinik. Belum lagi cinta saki bersemi diklinik ini Bersama dengan seorang lelaki yang bekerja di klinik ini juga.
Di awal chapter alurnya agak lambat dan terjemahan bahasanya yang agak kurang bisa mengalir untuk dibaca cepat lumayan memakan waktu dan sempat agak bosan tapi menuju tengah dan akhir chapter mulai agak seru… banyak istilah istilah medis yang diperkenalkan di dalamnya…
Ceritanya sebetulnya agak hambar dan membosankan untukku tapi akhirnya bisa dibaca sampai selesai karena dari dulu waktu awal beli beberapa tahun lalu belum sempat untuk dibaca…
Profile Image for Siska.
92 reviews
December 13, 2018
Kali pertama baca novel terjemahan Jepang.

Jujur saat di awal membaca novel ini, ada rasa takut kalau nggak cocok bacanya. Dan terbukti, di bagian awal rasanya kurang nyaman gitu bacanya. Entahlah.

Tapiiiiii..
Ada tapinya, ibarat pepatah "tak kenal maka tak sayang", seiring waktu, aku malah menikmati membaca buku satu ini.

Secara keseluruhan ini luar biasa. Dari segi ide dan konflik saja , fresh sekali. Karena terkait dengan dunia kesehatan yang spesifik dipusatkan pada dunia kesehatan gigi. Konflik yang ditawarkan itu menarik sekali menurutku. Rasanya seperti setengah membaca kisah detektif tapi bukan. Nah loh. Penasaran? Menurutku buku ini cukup memuaskan .

Aku jadi lebih banyak tahu dunia "gigi" sedikit, ada catatan kaki yang menjelaskan beberapa istilah yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan istilah dalam bahasa Jepang.
Profile Image for Rosita Dewi Nuraeni.
19 reviews
January 14, 2020
Aku suka dengan penjelasan seputar gigi. Hal yang bikin aku tambah suka adalah daftar pustaka di belakang buku. Jujur ini novel pertama yang ku baca ada daftar pustakanya, dan aku benar-benar suka karena ilmu yang aku dapet seputar gigi bisa di pertanggungjawabkan, bukan hanya nerka-nerka tapi memang fakta.

Aku kasih Bintang 4 karena sedikit kecewa dengan akhir ceritanya. Taruhlah aku sedikit berharap ada sesuatu yang lebih tentang hubungan Saki dengan Yotsuya. Ternyata Penulis memang membuat mereka asa hubungan hanya untuk pemanis saja.
Profile Image for Alicia Martha.
118 reviews8 followers
March 5, 2021
Ceritanya ringan, hangat, dan seru. Aku pikir ceritanya akan biasa saja seperti cerita romantis anak remaja pada umumnya, tetapi cerita ini sangat berbeda karena tidak hanya romantis tapi banyak informasi tentang kesehatan dan kondisi gigi yang menarik.

Rasanya membaca novel ini seperti membaca novel drama-misteri (walaupun bukan misteri besar sih..). Aku suka sekali dengan novel ini karena bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami, tidak membuat pusing dan jenuh saat dibaca.
Profile Image for Wardah.
952 reviews172 followers
February 1, 2022
Timbunan dari 2015 akhirnya aku bacaaaa T_T

Ceritanya heartwarminng banget khas novel Jepang. Karakternya lovable. Terus ya ini ada misteri tipis-tipis aduh suka banget pokoknya!! Awalnya emang agak datar dan ada banyak karakter (yang aku akhirnya putuskan buat nggak usah ingat semuanya), tapi makin lama bakal terasa kok. Yah setipe sama novel Jepang lain. :D

Cuma ada fakta di akhir yang bikin aku nggg banget gitulah, tapi nggak ganggu cerita sih. Overall pokoknya aku menikmati buku ini :D
Profile Image for Juanita Arlina.
6 reviews
January 12, 2025
Ceritanya ringan, menyenangkan, dan menyegarkan karena latarnya di pedesaan yang terdengar cerah. Rasanya kayak nonton film slice of life sama romance tipis tipis. Kayaknya kalo dijadiin drama seru deh. Cerita setiap pasiennya dinamis, gara gara buku ini aku jadi tau kalo gigi bisa gemertak pas tidur kalo lagi stress dan bikin sakit kepala hehe. Lumayan informatif, jadi tau hubungan antara kesehatan mulut dengan gaya hidup sehari2.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for miné.
147 reviews
April 13, 2025
Cinderella Teeth macam kumpulan cerita yang terjadi di klinik gigi. Pasien-pasien dengan masalah gigi yang juga berpengaruh dengan kehidupan sosial mereka, dan orang-orang yang bekerja di klinik. Ada pengetahuan baru soal gigi dan kisah romansa yang menurut gue rada boring. Ini kenapa pada kaku gini sih cowok-cowok Jepang, astagaaah~
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Elvira.
128 reviews1 follower
November 22, 2022
Kisah tentang Saki yang awalnya fobia pengobatan gigi, lalu bekerja di klinik gigi hingga akhirnya tidak fobia lagi.
Ada banyak kasus yang datang ke klinik, seperti gadis yang menderita kerot sehingga diberi mouthpiece, ada yang menderita ilusi bau sehingga diberi obat yang tidak berpengaruh, dsb.
Profile Image for A tree.
12 reviews1 follower
March 12, 2024
Romance dan ceritanya ringan sekali, banyak istilah-istilah tentang kedokteran gigi tapi ga bikin pusing. Fun fact ternyata karakter utamanya adalah penulisnya sendiri!
Profile Image for Raven.
468 reviews39 followers
January 27, 2022
Review untuk Tantangan Baca GRI - Timbunan lebih dari 2 tahun

***

Cinderella Teeth terdiri dari beberapa cerita slice-of-life berbumbu misteri ringan tentang Saki yang sedang mencari pekerjaan selama musim panas 'ditipu' oleh ibunya. Tanpa tahu lokasi kerjanya, Saki menerima tawaran sebagai resepsionis untuk sebuah klinik gigi, padahal Saki punya trauma dengan dokter gigi!

Di klinik gigi yang terkesan modern itu Saki bertemu berbagai macam orang. Selain orang-orang baik yang bekerja di sana, ada pula para pelanggan yang bertingkah aneh. Misalnya saja, seorang karyawan yang terdengar sangat ramah di telepon namun bersikap kasar ketika bertemu langsung. Untuk memahami 'misteri' mereka, Saki diberi petunjuk oleh Yotsuya-san, seorang teknisi gigi yang sangat menyukai pekerjaannya.

Musim panas itu menjadi musim panas yang penuh warna bagi Saki. Sebagai pembacanya, aku merasa buku ini sangat ringan dan menghangatkan hati. Kita bisa ikut mengikuti pertumbuhan tekad Saki untuk bekerja dengan baik, terharu dengan solidaritas dan persahabatan (yang meski klise tapi tetap manis), sambil mengamati bibit-bibit romansa yang mulai bersemi. Tentu saja diiringi pesan rawatlah gigimu baik-baik :D

Sejujurnya ada juga bagian "HAH" yang entah kenapa dimasukan oleh penulis tapi yah gapapalah sekali ini.
Profile Image for Atria Dewi Sartika.
115 reviews10 followers
March 12, 2017
"Saat putus, orang yang berpacaran selalu mengucapkan hal yang sama : "Karena ternyata beda dengan kesan pertama... Maaf." (Hal. 38)—
*

Cinderella Teeth
Penulis: Sakaki Tsukasa
Penerjemah: Nurul Maulidia
Penyunting: Nyi Blo
Penerbit: (@penerbitharu)
Baca kutipan di atas tuh bikin ngangguk-ngangguk banget ya. Sering kali, kesan pertama membuat kita salah mempersepsikan seseorang atau sesuatu.

Nah, ini yang terjadi pada Saki. Kesan pertamanya terhadap dokter gigi sangat menyeramkan. Membuatnya mengalami trauma dan selalu takut pada dokter gigi.—
*

Suatu hari ia "terjebak" dan harus menjadi resepsionis di sebuah klinik dokter gigi. Ini membawa pengalaman menarik bagi Saki. Tapi, bisakah hal itu menyembuhkan rasa takutnya pada dokter gigi?—
*

Membaca novel ini memberi banyak pengetahuan terkait kesehatan gigi. Banyak istilah asing yang diperkenalkan. Namun terasa menyenangkan untuk diketahui—
*

Meskipun porsi romance sangat sedikit namun bisa memberi warna yang manis. Sebab tidak hanya menyangkut hubungan asmara Saki saja, namun juga hubungan asmara pelanggan (ya, alih2 menyebut mereka pasien, klinik tempat Saki bekerja menyebut mereka pelanggan. Unik kan ya?) mereka—
*

Novel ini sebenarnya berisi kisah-kisah menarik para pelanggannya. Tapi tidak hanya itu, karakter staf di klinik yg berbeda-beda ikut mewarnai cerita. Membuatnya semakin menyenangkan untuk dibaca
Profile Image for Diyah Hasanah.
69 reviews5 followers
December 13, 2015

Ketika mendengar kata Cinderella, yang terlintas adalah kisah romantis Cinderella dan Pangeran Tampan. Begitu pun yang terlintas di otakku saat membaca judul buku ini dulu. Sayangnya ekspektasiku dipatahkan karena isinya lebih seperti buku detektif. Memecahkan dan menangani masalah yang dialami pelanggan seputar mulut dan gigi. Agak kecewa sih karena romansanya kurang, tapi isinya mengejutkan. Aku jadi tahu banyak seputar gigi dan mulut, contohnya Kerot dan Ilusi bau, kalau ngga baca buku ini, sampai kapan pun pasti ngga akan tahu kedua istilah itu apa, mungkin aku malah akan berpikir ilusi bau itu semacam jurus ninja.

Terjemahannya bagus, nggak kayak buku terjemahan selain dari percakapannya. Sudut pandang orang pertamanya juga ngga kaku kayak buku terjemahan lain. Beberapa kata bahasa jepang yang tidak dapat di terjemahkan secara pasti juga tetap di tulis dalam bahasa jepang -romanized version of course- jadi sekalian belajar bahasa Jepang juga, hhe.

Di dalam dunia yang terpisah antara cahaya dan kegelapan, membuatku berpikir hanya bingkailah yang merupakan kenyataan.

Kano Sakiko, karakter utama Cinderella Teeth itu orangnya ceria, masih agak canggung dalam menangani pelanggan -kok aku malah nanggepin cara kerjanya ya-, agak pendiam dan pasif -dia sendiri kok yang bilang. Lalu ada Yatsuya-san, yang menurutku merupakan Sherlock Holmesnya Shinagawa DC, pasalnya semua masalah-masalah yang di hadapi pasien, pasti dia yang paling pertama tahu kenapa, sehingga para dokter dan perawat gigi dapat memberikan solusi yang tepat untuk menanganinya.

Awal baca Cinderella Teeth itu aku keder sendiri sama tokoh-tokohnya. Kebanyakan -yang itu tadi sebagai apa ya, eh, bukannya itu yang itu ya?- kira kira begitulah. Lama kelamaan terbiasa kok, soalnya terus dijelasin sih tentang karakternya sama Saki-san.

"Tapi sadar sendiri mengenai hal itu bisa menjadi evaluasi loh." I can relate to that, really. Habis gimana ya, aku yang juga ngga terlalu suka dokter gigi emang ngga mau terlalu tahu banyak tentang penyakit atau apapun yang berhubungan dengan gigi. Ignorance is a bliss, dude. Eh setelah baca buku ini malah jadi kepikiran, apa perlu ke dokter gigi ya? Itu kira-kira yang bakal kalian dapetin sehabis membaca buku ini, semacam reaksi setelah membaca buku non fiksi. Lagi pula, Cinderella Teeth itu menurutku bisa dibilang non fiki yang di kasih bumbu-bumbu fiksi. Btw, ada daftar pustakanya juga loh, jadi berasa baca makalah, hha.

Anyway, bukunya menarik, aku ngga tahu kalau klinik gigi kayak gitu bisa ada di dunia, plus aku suka tokoh-tokohnya, mereka begitu memperhatikan pelanggan, jadi penasaran apa ada klinik gigi kayak gitu di Jakarta. Terus baca Cinderella Teeth jadi bisa dapet banyak informasi unik seputar gigi.
Profile Image for Annisa Rahman.
62 reviews
March 30, 2020
Bacaan yang ringan tetapi cukup menarik.. Saya mendapatkan cukup banyak pengetahuan mengenai kesehatan gigi. Porsi romancenya juga pas, jadi masih berada dalam batas romance yang manis, tidak cheesy, saya suka :)
Displaying 1 - 30 of 58 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.