Hope Emerson, fils du célèbre Peace Emerson, a hérité de son père l'étrange technique du Spot Burst, un tir multiple qui fait de lui le gunner le plus redoutable de l'Ouest des États-Unis. Un talent qui finalement le transforme en cible pour tous les mercenaires désireux de se faire un nom… ou mandatés par un riche millionnaire du nom de Philip Crimson qui semble étrangement déterminé à l’abattre.
Kalau bicara manga action di periode masa lampau, tema samurai dan duel pedang di zaman Edo jauh lebih banyak ketimbang koboi dan adu pistol di era Wild West (ya iya lah, namanya juga komik Jepang). Namun, sebagaimana kata pepatah ‘tidak ada hal di bumi ini yang belum pernah di-mangakan’, manga tentang jagoan berpistol juga ada. Selain Green Blood-nya Masasumi Kakizaki, komik Peacemaker ini salah satu yang sudah saya baca dan nikmati… walau sayang, tidak sampai tamat.
Jagoan berpistol di sini bernama Hope Emerson, pewaris pistol dan teknik menembak legendaris dari mendiang ayahnya. Masa lalunya kelam (sebagaimana 98% tokoh utama komik lainnya) akibat kesablengan kakaknya yang membunuh ayah mereka secara misterius. Dalam perjalanannya, Hope bertemu bocah perempuan yang dikejar-kejar organisasi rahasia, penjudi yang ahli strategi, dan sesama penembak jitu yang terobsesi ingin menguji kebolehannya….
Begitulah, Peace Maker masih mengikuti pakem standar plot manga action: rentetan duel dengan berbagai lawan (sebagian kemudian menjadi kawan), tokoh cewek yang harus terus-terusan dilindungi, tokoh rival berdarah panas, rahasia kelam di balik drama keluarga, organisasi misterius yang mengincar rahasia besar, dll. Seperti ARMS, karya Ryoji Minagawa lainnya, ini komik seinen-dengan-bumbu-shounen—cocok bagi yang ingin membaca cerita dengan tokoh-tokoh dewasa, tapi tidak banyak mengumbar adegan dewasa dan masih menjunjung idealisme ‘pahlawan pembela kebenaran’.
Alur ceritanya mungkin klise dan gambarnya tidak begitu jadi daya tarik (di awal saya malah sulit membedakan antara dua tokoh ceweknya), tapi Peace Maker jadi layak dibaca karena adegan duelnya. Selain adegan kejar-kejaran atau baku tembak ramai-ramai, format duel satu lawan satu khas penembak Wild West sering ditampilkan di sini—dan inilah bagian terbaik dari komiknya. Tidak sepenuhnya realistis, tapi intens, tegang, dan penuh adu taktik. Ini bagian yang benar-benar menggambarkan spirit ‘siap untuk mati’ para penembak profesional di Wild West, karena pihak yang kalah pasti kehilangan nyawanya. Jalannya cepat, tanpa dipanjang-panjangkan ala komik pertarungan picisan. Bahkan gambarnya yang biasa saja pada adegan-adegan lainnya, terlihat memukau dan menghadirkan atmosfer yang kuat pada adegan duel ini.
Selain itu, saya juga suka sosok Hope yang membumi dan kontradiktif. Mungkin terkesan mbalelo untuk ukuran tokoh utama di dunia yang seganas ini, tapi saya memang selalu menggandrungi tokoh jagoan yang tampak luarnya tidak meyakinkan. Rasanya puas sekali setiap lihat ia awalnya diremehkan, lalu mengagetkan semua orang dengan menunjukkan kemampuan sebenarnya (bahasa kerennya: crouching moron hidden badass). Bisa dibilang, Hope ini seperti Kenshin versi tembak-tembakan!
Sejauh yang saya baca, Peace Maker bersih dari unsur kekuatan supernatural atau hal-hal semacam karakter yang bangkit dari kematian. Tensinya makin menanjak di tiap volume, terutama saat momen penting di volume 7 ketika . Sayang, penerbitannya mandek di sini…. tapi saya menikmati apa yang sudah saya baca, dan masih berharap bisa melihat lagi sepak terjang Hope~
L'ho riletto perché ho trovato un'offerta piuttosto buona su Ebay per l'intera serie.
Siamo decisamente fuori dalla mia zona di conforto, ma ogni tanto mi piace osare… Qua c'è un'ambientazione western piuttosto fedele. O per lo meno, fedele all'immaginario western che io possiedo.
C'è il nostro eroe - che non mi sta particolarmente simpatico - che ha una tecnica di sparo molto particolare: se volesse, potrebbe vincere tutti i duelli. Ma non vuole, perché la sua pistola non uccide le persone, solo i demoni (ovvero, gli uomini cattivi). Incontra una ragazzina di nome Nicola, che sta scappando dalla sua famiglia, e viene accompagnato da un tipo un po' fuori che cerca di tirarlo fuori dai guai.
Come detto, il protagonista non mi sta molto simpatico. Sembra un po' menefreghista, perché cerca in tutti i modi di non farsi prendere dentro i problemi altrui. Ogni tanto ha un'espressione così tonta addosso.
I like the world a lot, where Wild West towns hold duels in a big organized bloodsport like Ancient Rome. I like the story too, with the big bad gang hunting the heroes down. The only thing lacking is the characters, who haven’t really grabbed my interest yet. But I’m looking forward to learning more about them in the next volume.
Kubeli karena kukira komik lepasan... itu nomor 1-nya kok nyempil nggak kelihatan begitu di covernya!!!
Rapopo deh. Ceritanya menarik, kok.
Tapi kok ya tokoh utamanya mirip-mirip dengan komik Ryouji Minagawa lainnya: expert tapi lugu... atau lugu tapi expert? Bedanya kalau di komik sebelah jago mengendarai kendaraan apapun, di sini jago quickdraw.