Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seri Konflik Bersejarah #25

Kursk: Kisah Pertempuran Tank Terbesar dalam Sejarah

Rate this book
"Para jenderal kita melakukan kesalahan Iamanya Iagi. Mereka selalu melebih-Iebihkan kekuatan orang Rusia. Lihatlah betapa buruknya pelatihan para perwira Rusia. Para perwira semacam itu tidak akan dapat menyusun serangan."
Adolf Hitler

Kursk adalah pertempuran tank terbesar dalam Perang Dunia ll dan serangan umum menentukan terakhir yang dilancarkan oleh Hitler di FrontTimur. Setelah Kursk, inisiatif peperangan benar-benar berada di genggaman Uni Soviet, suatu awal dari serangkaian serangan Tentara Merah yang akan diakhiri di reruntuhan Berlin pada tahun 1945.

Kursk menggambarkan seluk beluk pertempuran, dari pengumpulan kekuatan kedua belah pihak sebelum pertempuran hingga pertahanan dalam Soviet yang tangguh, yang mengubah kawasan pertempuran menjadi sebuah ladang pembantaian raksasa. Berbagai mitos yang mengelilingi Kursk selama puluhan tahun pun dikupas tuntas.

20 pages, Paperback

First published October 14, 2015

3 people are currently reading
33 people want to read

About the author

Nino Oktorino

63 books15 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (50%)
4 stars
3 (25%)
3 stars
3 (25%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Boyke Rahardian.
358 reviews23 followers
November 4, 2018
Setelah kekalahan 6th Army di Stalingrad di tahun 1943, garis depan palagan Timur berubah-ubah dengan cepat: tentara Soviet dan Nazi saling mengalahkan di Kharkov dan Kursk. Akibatnya terbentuk sebuah salient di Kursk yang dikuasai Sovyet. Tidak sulit bagi Soviet untuk memperkirakan bahwa salient ini akan mengundang Jerman untuk melakukan gerakan menjepit klasik dari arah Utara dan Selatan di wilayah pinggang yang akan mengepung konsentrasi tentara Soviet di Kursk.

Memang itulah yg direncanakan Hitler dgn operasi Zitadelle-nya sehingga yang tinggal diperkirakan oleh Soviet adalah tanggal serangan. Informasi vital ini berhasil didapat Soviet dari jaringan mata-mata Lucy sehingga Jermanpun kehilangan unsur pendadakan.

Yang terjadi kemudian adalah pertempuran tank terbesar dalam sejarah. Dalam seluruh operasi, lebih dari 1,000 tank dihancurkan di pihak Jerman dan hampir 5,000 tank di pihak Soviet. Walau unggul pengalaman dan teknologi, Jerman tidak mungkin menang dalam perang atrisi karena kemampuan industrial dan sumberdaya Soviet yang luar biasa.

Sekali lagi seri Konflik Bersejarah karangan Nino Oktorino ini ditulis dengan sangat baik. Peta pergerakan militer disediakan dengan lengkap sehingga membantu memahami narasi jalannya pertempuran yang cukup rumit. Satu kesalahan yang tercatat adalah pada sampul buku, karena foto yang digunakan adalah foto pergerakan pasukan Jerman pada awal operasi Barbarossa 1941 dan bukan pada saat operasi Zitadelle ini.
Displaying 1 of 1 review