“Tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa cinta itu tak berharga.” -Wanita yang percaya adanya cinta, Jung Eun Su, anak bungsu Presiden Direktur Jung.
“Aku tidak punya orang yang kucintai. Sampai kapan pun, sepertinya aku tidak akan pernah bisa mencintai seseorang.” -Pria yang tak pernah memulai cinta, Kim Hyuk Jun, penerus Grup Sinsung.
Keduanya dijodohkan dan perjodohan tersebut diharapkan bisa memperkuat posisi kedua perusahaan yang sedang dilanda krisis. Keduanya jatuh ke dalam perasaan yang paling tak sempurna, paling tak dapat dipercaya. Cinta kedua orang tersebut pun dimulai. Apakah hal itu merupakan sebuah keberuntungan atau kesialan? Benarkah yang mereka rasakan itu cinta?
Sumpah ya, saya nyaris nggak paham ama setiap dialog dalam novel ini. Pas awal-awal langsung nggak sreg ketika si Ji-Hyun yang udah sekarat, masih sempat-sempatnya memberikan 'wejangan-wejangan' super panjang yang menghabiskan beberapa halaman di tengah nyawanya yang sekarat dan darah yang menyembur dari mulutnya. Nggak masuk akal. Sedikit pun.
Lalu, narasinya yang lompat sana lompat sini, nggak jelas juntrungannya. Di satu detik lagi bahas ini, trus di kalimat selanjutnya lompat ke penjelasan yang lain, yang nggak ada hubungannya sama kalimat sebelumnya. Ini kayak si penulis nggak bisa meredam idenya sendiri, jadi ditulis semua tanpa disortir terlebih dahulu penting atau tidaknya itu dijelaskan.
Masalah dialog yang begitu kaku dan sulit dimengerti. Entah sayanya aja kali yang bego. Atau terjemahannya yang nggak mulus. Banyak keanehan-keanehan yang akhirnya membuat saya memutuskan berhenti membaca dengan runut dari halaman 100-an. Akhirnya saya cuma bolak-balik doang tanpa benar-benar membaca.
Feel ceritanya NOL BESAR. Dialog-dialognya sebagian besar norak dan sok puitis, dan si penulis maksa banget nyempilin kalimat-kalimat mutiara yang penuh petuah nyaris di semua bagian.
Dibanding novel penulis sebelumnya, tulisannya bukannya berkembang tapi malah makin hancur berantakan.
DNF... ternyata bukan karena saya yang gak productive dlm membaca buku. But this book isnt worth it.. Translatenya berantakan ampun...Parah banget dan ternyata gak cuma saya yang ngerasa begini... 3 hari dan masih setengah buku? Sepertinya mulai sekarang saya harus belajar untuk mengecek di goodreads dulu sebelum membelinya..m
saat pertama baca buku ini. hampir 3 mggu saya masih di bab2 awal. terus terang sulit memahami dan menghayati ceritanya. selain tokohnya yg namanya hampir mirip. nyaris smua dialognya susah dipahami dan harus diulang dua kali. ntah karena saya yg kurang pintar memahaminya. ntah penulisnya. ato memg terjmahannya yg aneh. saya harap smua ini karena saya yg tidak pandai memahami. sampai pada akhirnya saya memaksa dri sndiri utk menyelesaikannya (karena terlanjur beliiii). dan akhirnya slsei... fiiiiuuuhh... bener2 bkin lega.
there's something wrong with the translation. terlalu banyak kesalahan dlm pengetikan. enggaj biasanya buku2 dr penerbit ini, translateannya, maaf, seberantakan ini. buat ceritanya jadi lebih sulot dipahami, dan pada beberapa bagian harus baca berulang baru nangkep maksudnya.
jujur agak sedikit kecewa, karna ekspektasi aku selalu tinggi untuk buku2 terjemahan korea dr penerbit ini :(
baca buku ini tuh lumayan membosankan. tau ga yang bikin saya tertarik membeli novel ini yang notabene udah novel terbitan lama sampe dicari ke ujung shopee dan beli dengan harga baru, karena tag novel dewasanya hahahahaha. penasaran banget sama tag novel dewasa tapi terjemahan, sedewasa apa? ternyata dewasanya yaaaa ternyata dewasa yang biasa, yang termasuk adegan minum-minum di bar, bagian "bobo bareng" 1 doang, juga obrolan di bagian epilog yang sexually explicit sedikit aja.
mengenai buku ini, isinya selain bagian dewasa yang sedikit itu adalah isi percakapan antara tokoh2nya yang penuh dengan pembahasan politik kantor dan pembalasan dendam. bosen bangettt karena sepanjang buku dari awal sampe akhir itu yaa bahas masalah kantor, kematian seseorang juga sampe pengen balas dendam yang ga jadi. yang lucu itu cuma interaksi antara kakak beradik Jung Eun Hyuk dan Jung Eun Su. ga ngerti sih kenapa Eun Hyuk manggil Eun Su alien, dan cara bicaranya yang pake bahasa alien, ga ngerti!
oh iya, ada insta-love-yang-ga-instan-instan-amat juga sih antara Eun Su dan Hyuk Jun. Suka sih sama karakter Eun Su yang cablak, ga pake filter. kalo kesel dia tunjukin di awal-awal. makin ke belakang, dia mulai belajar kalo ngomong tu harus hati-hati agar tidak menyakiti pasangan kita. she got that character development, from little girl to a mature woman. kalo Hyuk Jun mah awalnya edgy-edgy, ketemu Eun Su jadi bucin dia wkwkwk.
overall, bosen! tapi ya diselesaikan juga karena penasaran sama endingnya, yang ternyata so so. maybe this book is not for me.
Ini buku boring, tapi yang suka 'tidak hanya cerita cinta' bisa baca buku ini, penjelasan tentang manajemen bisnis dll (yang saya tangkap) sumpah bikin ngantuk, detail sih tapi ya itu, boring. Untuk hal 'dewasa' yang ditawarkan buku ini, jangan berharap banyak ya, wkwkwkwk malah aneh sih ya menurutku baca novel koreya ada adegan Plus2 yang eksplisit 🤧 . . Seleraaa 🙏
Nope. Aku sama sekali tidak menikmati buku ini. Dari awal sampai akhir, aku cuma berharap nyampe ke akhir halaman. Gosh! Aku sama sekali tidak merasakan "hubungan" antara diriku dg karakter-karakter di dalamnya :( Again, nope.
Dan Tuhan... Pembicaraannya sama sekali tidak aku mengerti -atau aku yang sama sekali tidak mau mencoba untuk mengerti. Tapi mereka ngomongin seputar saham mulu, dan perusahaan, dan apalah itu namanya :( Kan bosen... Mana ga ngerti pula :(( Sedih deh...
Ada banyak yang aku skip-skip pas ngebacanya, karena... Yah, emang ga menarik. Dan ga ngerti juga aku nya :(( Sayangnya lagi, aku juga ngerasa "ngga ngerti" sama dua karakter utamanya; Eun Su dan Hyuk Jun. Perasaan di antara mereka? Nope. Aku juga ngga ngerti.
Oh well... Kayaknya pas baca buku ini aku ngerasa kalo kisahnya tipikal drama-drama korea yang latar belakangnya di perusahaan gitu. Aku pikir pasti nanti bakalan ada pemilihan presidir baru, dan ternyata bener aja ada. Hahahaha.
Tapi... Ada satu atau dua hal, lah, yang bisa aku ambil pelajarannya dalam buku ini... Tentang memberi perhatian dan setia dan jatuh cinta. Jadi buku ini menurutku ngga buruk-buruk amat...
Tapi yah, slow-paced bangeeeeeeeeet. Rentan jenuh gimana gitu. Berjuanglah buat yang lagi bacanya :")
Satu-satunya yang membuatku terhibur saat baca buku ini adalah karakter Eun Hyuk dan Eun Suk (dua-dua nya kakak laki-laki Eun Su) aku suka sama karakter mereka berdua. Mereka bikin kisah dalam buku ini ga datar-datar amat.
Pertama kali baca Korean Lit yang ditulis oleh orang Korea. Dulu pernah baca novel Korea yang ditulis oleh orang Indonesia. Kalo boleh membandingkan, saya lebih suka novel Korea yang ditulis oleh penulis lokal. Karena baru pertama kali, saya kesulitan menghapal nama-nama tokohnya. Saya merasa nama orang Korea sulit dibedakan mana nama untuk perempuan dan mana nama laki-laki. Hahaha! Saya sampai harus mencatatnya di jurnal pribadi biar inget terus. Ceritanya enggak jauh beda sama drama Korea yang saya pernah tonton dulu di tivi swasta --berkisar antara percintaan dan perusahaan dengan cerita yang berakhir manis di akhir episode. Saya sih suka, terutama pada Hyuk Jun yang rupanya gampang move on setelah ditinggal mati tunangannya. Eun Su, sang tokoh utama perempuan juga digambarkan sebagai perempuan tangguh. Novel ini adalah novel dewasa. Siap-siap pegang kipas karena adegan dewasanya cukup banyak.
...buku ini memberikan kita pandangan bagaimana agar bisa menjadi pasangan yang baik. Kita akan disuguhi bagaimana Eunsu berusaha melakukan apapun untuk menjadi tunangan Hyukjun yang sempurna. Ia tidak peduli seperti apa masa lalu Hyukjun dan selalu ada di samping pria itu untuk menyembuhkan hatinya. Ia juga menjadi penyemangat saat Hyukjun sedang mengalami masalah perusahaan. Menunjukkan pada kita bahwa memang yang paling dibutuhkan dalam sebuah hubungan adalah saling mendukung, memahami, dan selalu ada di samping pasangan di saat mereka membutuhkan :) (https://justsavemywords.wordpress.com...)
Difficult to understand the story, difficult to remember the name because their names almost similar. I really wonder why the author really make the name almost similar? Did she really enjoy write their names?