Jump to ratings and reviews
Rate this book

Lost: Pencarian di Bulan Agustus

Rate this book
30 Agustus diperingati sebagai hari internasional orang-orang yang dihilangkan paksa.

Adrian, sang fotografer, hanyalah pengagum rahasia. Aruna, sang ibu rumah tangga, tak pernah pergi jauh dari rumah.

Namun, saat orang yang mereka cintai hilang begitu saja dari kehidupan mereka, mereka menolak tinggal diam.

Keputusan membawa mereka meninggalkan dunia nyaman mereka, menantang bahaya, menjelajah ruang dan kenangan masa silam.

DEMI SEBUAH JAWABAN.

Paperback

First published October 1, 2015

1 person is currently reading
21 people want to read

About the author

Rizal Affif

2 books

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (8%)
4 stars
4 (17%)
3 stars
12 (52%)
2 stars
4 (17%)
1 star
1 (4%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Devi R. Ayu.
77 reviews11 followers
November 25, 2015
Buku ini ditulis oleh Rizal dan Nia Janiar, sahabat-sahabat saya dari Reading Light Writer Circle. Ada dua cerita di dalam novel ini, satu ditulis Rizal, dan sebuah lagi ditulis oleh Nia. Dua cerita tersebut saling berkorelasi.

Sebagai penulis, saya sendiri juga tahu bagaimana susahnya menyusun kata dan membuat pembaca tertarik untuk membaca karya kita. Namun Nia dengan sederhananya dapat menaarik pembaca untuk ikut terlarut dalam tensi cerita yang ditulisnya. Saya ucapkan salut atas prestasinya. Tampaknya kepiawaian Nia dalam menyusun kata-kata terlatih dengan kesehariannya sebagai seorang jurnalis di salah satu media di Indoneia.

Dalam cerita menghilang ala Rizal, suasana misteri juga terbangun, namun beberapa pengulangan kata dan kalimat agak mengganggu kekhusyukan saya dalam membaca cerita ini. Mudah-mudahan ke depannya teknik penulisan dan gaya penyampaian Rizal dalam menulis sebuah cerita semakin berkembang.

akhir kata, buku ini layak dibaca. Sila teman-teman membacanya.
32 reviews
November 16, 2015
Idenya menarik, konfliknya oke. Tapi ada rasa jenuh dan lelah ketika membaca cerita yang pertama 'Mencari Jawaban'. Diksinya dipaksa supaya terlihat sastra namun gagal karena terlalu banyak kata yang diulang.
Profile Image for Putri Review.
74 reviews13 followers
December 14, 2015
Actual Score : 2,4 from 5 stars

Baca lebih lengkap review novel ini di blog Putri Review : Perasaan Hampa dalam novel "Lost : Pencarian di Bulan Agustus" by Rizal Affif & Nia Janiar

Jujur, beberapa hal pertama yang menarik saya untuk membaca novel ini adalah cover dan tagline di awal sinopsis :

30 Agustus diperingati sebagai hari untuk mengenang orang-orang yang dihilangkan secara paksa

Saya berharap membaca novel yang sedikit menyinggung realitas, mungkin dari kasus sosial politik yang beberapa kali santer terjadi di tanah air kita ini. Mungkin saya akan membaca novel berbau thriller, action, mendebarkan sekaligus mengusik hati nurani.

Terus terang, saya begitu tidak sabar untuk membaca novel yang tidak melulu cinta.

Tapi ternyata kedua penulisnya, Rizal Affif dan Nia Janiar, menuliskan dua cerita terpisah dalam novel yang sudah terhitung tipis ini (131 halaman). Tidak ada ruang yang cukup untuk menggali plot secara mendalam, tapi cukup untuk mengungkapkan rasa kehilangan yang hampa sekaligus menyesakkan.

Rizal berkisah tentang seseorang yang kehilangan seorang gadis yang dia cintai dengan sudut pandang orang pertama dan kedua sekaligus. Awalnya si tokoh pemeran utama begitu dekat dengan sang gadis, lalu perlahan, tokoh tersebut melepaskan gadisnya atas izinnya sendiri. Cinta yang tak kuasa diungkapkan, rasa pedih yang ditutup-tutupi, pernikahan yang tidak dicegah, keinginan untuk menjaga jarak demi menjaga hati dan moral, sampai akhirnya sang gadis pun menghilang selamanya dalam sebuah perjalanan pendakian Semeru. Pada akhirnya, sang gadis menghilang secara fisik, tapi selamanya tak bisa hilang dari hati si pemeran utama.

Nia Janiar bercerita dari sudut pandang orang pertama tentang seorang istri yang kehilangan suami. Diiringi rasa gelisah, sang istri yang tengah hamil muda mencari keberadaan suaminya tanpa mengenal kata menyerah.

Menurut saya, cerita yang diungkapkan Rizal terasa lebih seperti epistolary, salah satu metode penulisan novel yang dibuat seperti buku harian. Cara berceritanya cukup mendayu-dayu, tapi sayangnya dikombinasikan dengan beberapa kata-kata yang kurang indah untuk digabungkan dengan mood novel yang sudah terlanjur melodramatik. Jadi beberapa kali saat membaca saya merasa terhanyut, lalu tiba2 moodnya hilang karena ada kata2 yang terlalu 'membumi' dan mentah.

Sedangkan untuk Nia Janiar, saya cukup suka dengan diksi dan bahasanya, enak dibaca. Sayangnya, saya merasa endingnya kurang memuaskan. Bahkan untuk open ending, ini masih terlalu mengganggu. Terlalu banyak pertanyaan yang tidak terjawab, dan efeknya tidak sesuai dengan harapan--bukannya membuat pembaca terpukau dan terkesan malah membuat tulisan Nia yang sudah bagus terasa mentah.

Secara keseluruhan, saya merasa novel Lost : Pencarian di Bulan Agustus ini sedikit melenceng dari tema. Yang pertama, tokoh pada novel Nia Janiar mungkin dihilangkan dengan paksa (merujuk pada tagline) tapi tokoh pada Rizal (sejauh yang saya pahami) tidak dihilangkan dengan paksa, sang gadis menghilang pada sebuah perjalanan pendakian.

Yang kedua, tidak ada penjelasan yang cukup, kata pengantar atau apa, yang bisa menjelaskan lebih jauh mengenai 30 Agustus sebagai hari orang2 yang dihilangkan secara paksa. Mengingat ini adalah topik yang cukup berat, saya berharap ada sedikit latar : untuk apa kisah ini dituliskan, apakah ini kisah nyata, apakah bagian dari kompetisi menulis berlatar sama, mengapa? Saya rasa dasar yang cukup kuat akan bisa menopang kisah novel yang terhitung tipis ini menjadi lebih bermakna.

Meskipun begitu, saya cukup terpukau atas inisiatif Grasindo dan kedua penulisnya : Rizal Affif serta Nia Janiar untuk membahas tema orang hilang seperti ini. Saya menunggu novel2 selanjutnya dari Rizal dan Nia.
41 reviews1 follower
May 22, 2019
Berisi dua cerita mengenai kehilangan seseorang yang dicintai.

Pertama, cerita Adrian seorang fotografer, kehilangan sosok yang dicintainya Citra. Bukan hanya karena ia menikah dengan lelaki lain, namun juga hilang saat mendaki gunung. Sedangkan cerita kedua, tentang Aruna yang kehilangan suaminya Cakra, seorang wartawan. Cakra hilang kabar saat ia mendapatkan tugas meliput kasus narapidana yang dipukuli hingga tewas di Bandung.

Kedua cerita menampilkan tokoh Adrian dan Aruna untuk rela mencari seseorang yang disayanginya, kemanapun dan kapanpun, meski bahaya mengancamnya.

Namun ada perbedaan dari penyajian kedua cerita tersebut. Cerita pertama disampaikan dengan gaya seperti buku harian yang penuh diksi romansa. Sedangkan cerita kedua, lebih mengalir tanpa diksi berlebihan. Didukung dengan isi percakapan para tokoh yang ada. Akhir dari kedua cerita tersebut sebenarnya tidak bisa menemukan jawaban yang memuaskan.

Kutipan:
"Logika tak akan sanggup melunakkan tekad yang sepadat baja." (hal. 05)
"Kedekatan hanya membawa kita pada kesedihan dan kekecewaan." (hal. 45)
Profile Image for Novie.
46 reviews
April 26, 2018
Damn! Terakhirnya bikin penasaran! hahahahaa
Profile Image for Alexandra.
261 reviews12 followers
March 7, 2017
Cerita pertama:
Adrian mencintai Citra dalam diam, sedangkan Citra pada akhirnya menikah dengan lelaki lain, kemudian pada suatu hari menghilang saat mendaki Gunung Semeru. Adrian sebenarnya diajak Citra pada pendakian tersebut, tetapi dia menolaknya.

Cerita kedua:
Aruna kehilangan suaminya, Cakra, yang sedang meliput narapidana yang mati di penjara. Aruna pun berusaha mencari keberadaannya.

Dimana cerita Adrian sepenuhnya tentang cinta yang tak berbalas, cerita Aruna menuju ke bagian kehidupan yang gelap.
Dimana cerita Adrian sepenuhnya narasi dari sang tokoh utama, cerita Aruna masih memiliki petikan-petikan percakapan.
Demina cerita Adrian benar-benar berakhir dengan hilangnya Citra, sedangkan cerita Aruna berakhir dengan sangat tragis, sang suami harus masuk ke kejamnya dunia demi menyelamatkan sang istri -dan calon bayinya-, sedang sang istri mendapati sang suami ternyata sudah mati.
10 reviews
April 13, 2018
Kalo dilihat dari covernya sih yang terbayang oleh author seperti pakaian seorang perempuan yang berada didaerah pegunungan ala hawa dingin-dingin gimana gitu, kalo menurut kalian seperti apa? Bisa comment dibawah ya :)
Dalam pengemasan cerita Lost ini kalian akan menemukan 2 cerita yang berbeda dengan kejadian yang sama yaitu kehilangan. Alur dalam cerita ini sangatlah mudah ditebak dan sederhana, namun pembawaan dari cerita ini yang membuat alur sederhana menjadi tidak nampak namun justru semakin membuat penasaran. Entah ide dari mana novel ini bisa dibuat dengan memuat isi novelnya terbagi menjadi 2, itulah kenapa didalam novel ini terdapat 2 penulis sekaligus dalam satu novel yaitu Rizal Affif dan Nia Janiar dan inilah yang membuat novel Lost berbeda dengan yang lain.
Untuk cerita pertama yaitu karangan Rizal Affif dimana ide yang terlintas adalah mengenai kecintaan terhadap alam, terutama gunung. Dalam penceritaannya sangatlah menyenangkan kita bisa mengetahui berbagai ketinggian gunung dan betapa indahnya kita jika berada diatas gunung, seolah pembawaannya itu mengajak kita untuk ikut dan merasakan sensasinya. Semua ini berawal dari Adrian yang menyukai gunung tapi tak memiliki niatan sama sekali untuk mendaki gunung, ini membuat saya seperti membayangkan film 5 cm di pendakian gunung semeru. Adrian adalah pribadi yang tidak banyak bicara dan sangat menyukai kesendirian. Ia bukan lah pribadi yang banyak disukai oleh orang lain, namun kedatangan seorang gadis yang menghampirinya tiba-tiba membuat jalan hidupnya seolah berubah dengan drastis. Mereka seperti seolah-olah ditakdirkan untuk bertemu dan memiliki hobby yang sama yaitu menyukai gunung.
Perbedaanya gadis itu menyukai gunung dengan cara mendakinya namun Adrian menyukai gunung dengan hanya memandanginya dan memotret lewat lensa kameranya. Namun pandangan gadis itu adalah kita tidak bisa merasakan keindahannya jika kita tidak mecobanya, Adrian yang awalnya sangat enggan akhirnya mau untuk diajak hiking bersama gadis itu.
Semenjak dari pendakian Adrian memendam sebuah rasa terhadap gadis itu, namun saat perasaan itu timbul seperti ruang yang seolah tertutup begitu saja, gadis itu yang selama ini membuat hidupnya berubah kini telah bersama laki-laki lain. Adrian mulai menghindarinya dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Sungguh bukan rasa yang mudah dilaluinya. Hingga pernikahan gadis itu menjelang bersama seorang laki-laki yang ia kenal, membuat ia harus menghindari namun gadis itu tetap bersikeras untuk membuat hati Adrian luluh dan mau menemuinya d ihari pernikahannya.
Sudut pandang yang diceritakan dalam cerita ini hanya berbentuk sebuah narasi dengan tidak memuat sebuah dialog. Tapi tetap saja kisah pendakian dan fotografer ini punya karakter yang oke pastinya.
Sementara untuk cerita kedua yaitu karangan Nia Janiar mengisahkan seorang ibu rumah tangga bernama Aruna menikah dengan seorang reporter yang bernama Cakra. Hubungan mereka tidak disetujui oleh ayah dari Aruna karena menurut pendapat ayahnya Cakra tidak pantas untuk anaknya. Namun Aruna tetap ingin menikah dengan Cakra. Karena pekerjaan suaminya yang bisa dikatakan menimbulkan resiko yang tinggi dengan meliput dan membuat sebuah berita yang kapan saja bisa dicari sebagai orang yang telah membuat orang jahat bisa masuk penjara karena beritanya. Bukan tidak mungkin hidupnya terancam hingga tiba sebuah kabar yang membuat Aruna frustasi. Cakra hilang saat sedang menjalankan pekerjaannya. Ia mulai mencari info dan mencari keberadaan Cakra.
Dalam pembawaan cerita ini tokoh Cakra sangatlah memiliki karakter dan pemikiran yang bagus menurut Author yaitu dia tidak ingin bekerja disebuah ruang yang membuat ia diam dan tidak memiliki tindakan sedangkan diluar sana terdapat sebuah masalah yang bisa kapan saja mengancam.
Dalam cerita ini juga kita diajarkan untuk menjalankan sebuah pekerjaan berdasarkan kesenangan dan passion kita, bukan didasarkan pada anggapan orang lain akan pekerjaan apa yang kita lakukan, asalkan baik dan bermanfaat bagi banyak orang.
Pribadi author sendiri sangat menyukai kedua cerita dalam 1 novel tersebut karena kita harus mencoba mengikhlaskan sesuatu yang memang ditakdirkan untuk dihilangkan walaupun memang terasa sulit, tapi percayalah setiap yang hilang akan tergantikan oleh sesuatu yang baik dan tak terduga.
Jadi, cerita ini rekomended banget buat kalian para remaja maupun dewasa. It’s ok
check in http://penaebook.blogspot.com
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.