Catatan Harian Brigadir Jenderal Purnawirawan Slamet Singgih yang memang diangkat dari sudut pandang seorang serdadu, seorang pekerja lapangan, pelaku militer dan bukan birokrat yang berkutat dengan kebijakan dan keputusan.
Agak lebay dan mendayu-dayu sih, juga banyak narasi kronologis yang gak penting. Tapi bisa dimengerti, mengingat ini adalah sebuah memoir. Pada akhirnya memberikan banyak fakta menarik dan sudut pandang berbeda dari seorang yang biasa bertugas di lapangan mengenai berbagai pergerakan politik dari orde ke orde.