Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seribu Tahun Cahaya

Rate this book
Perjalanan Zinedien atau Zee bersama lima rekan yang terpilih melaksanakan misi ilmiah ke luar angkasa tidak berjalan semulus dugaan. Mereka kehilangan kontak dengan stasiun Bumi untuk sekian lama, bahkan dianggap hilang.

Di tengah ketidakpastian, penemuan satu kapsul cadangan untuk kembali ke bumi membuat tim ini bersemangat, tapi juga bergejolak. Bagaimana tidak; hanya satu orang yang bisa menaiki kapsul itu. Dan berdasarkan suara terbanyak, Zee-lah yang terpilih. Pemuda itu bimbang: haruskah ia melanjutkan perjalanan dengan kapsul, atau tetap bertahan di pesawat dengan risiko kehilangan kesempatan kembali ke bumi. Anda sebagai pembaca bisa ikut menentukan pilihan Zee!

Dari sinilah petualangan berkembang. Jauh menembus waktu, ke masa yang tak terbayangkan sebelumnya. Zee terdampar di kota tempat pasukan cyborg berkuasa, sementara manusia menjadi budak yang mengenaskan. Di tengah kekacauan dan ketidakpastian ini, kesempatan untuk kembali ke 'dunia'-nya malah terbuka lebar. Akankah Zee memilih mencari keberadaan mesin waktu yang berhubungan dengan manuskrip kuno untuk kembali ke masanya, atau menerima hidup pada "masa kini" bersma Wulansari, yang diam-diam mencuri hatinya?

191 pages, Paperback

First published August 1, 2015

3 people are currently reading
29 people want to read

About the author

Lia Heliana

7 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (21%)
4 stars
3 (13%)
3 stars
7 (30%)
2 stars
5 (21%)
1 star
3 (13%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Tien.
2,275 reviews80 followers
January 25, 2020
I read this in Bahasa Indonesia but I do not feel capable of ranting in the same language so I will post a 'review' in English ... but basically, I think this needs a rather heavy hand in editing.

There was misspelling. Unbelievably, even in a chapter title with of 20+ font had a misspelling. I'm not sure how that was missed.

I find the premise to be quite interesting and then, pleasantly surprised to find a Choose-Your-Own-Adventure sort of question after a few chapters. However, that was the only choosing! Um, that's not how 'Choose-Your-Own-Adventure' book works... This just makes me think that the author couldn't decide which way her story should go so wrote 2 and left it up to the reader to read which, of course, a truly avid reader (such as myself) would read both and find shortcomings with both. The first one being too fast, too short, and I think, because it needs to be wrapped up quite quickly, too simplistic/straight-forward. The second one which I think the author lean in her preference, had too much in it with not enough space to develop the story. My own personal opinion in that she should have chosen and in doing so, got the scope to write something with grit.

I didn't mind that the protagonist is very religious but other readers might. Otherwise, I really do like her ideas - they all seem to promise a lot of fun adventures but I feel these stories to barely scratch the surface.
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
September 6, 2016
2.5 bintang.
Penulis cukup berani bermain di genre sci-fi yang belum banyak digandrungi penulis-penulis lokal saat ini. Mungkin saja aku akan menyukai buku ini jika membacanya saat SMP atau tahun awal SMA. Aku sangat menghargai pesan yang ingin disampaikan penulis dalam novel. Namun masih banyak hal yang perlu dikembangkan (atau mungkin, diperbaiki?) menyangkut plot, konflik, teori dll sehingga membuatku belum bisa menyematkan banyak bintang.
Tapi cukup bagus untuk jadi bahan bacaan remaja.

41 reviews1 follower
November 14, 2018
Buku ini cukup bagus untuk kalangan remaja, dengan mengambil genre science fiction dan adanya nilai religius. Terlebih adanya beberapa teori antariksa dan peristiwa antariksa yang pernah terjadi, sehingga dapat sedikit menambah wawasan bagi pembaca. Selain itu, buku ini merupakan salah satu yang baru saya temui dalam memberikan suatu pilihan pembaca dalam petualangan tokoh yang terlibat (interaktif secara tidak langsung).

Namun, meskipun demikian menurut saya masih kurang dalam hal konsep cerita. Seperti kurang banyaknya konflik yang sebenarnya masih bisa digali lebih dalam, sehingga ceritanya tidak terkesan singkat. Dan kembangkan kembali peristiwa sebab akibat yang bisa terjadi atas semua pilihan tokoh cerita, seperti pada akhir cerita yang menurut saya masih menggantung dan bisa digali lagi.


"Hidup berjalan dari takdir yang satu menuju takdir yang lainnya." (hal. 78)
"Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang sebelum orang itu mau mengubah nasibnya sendiri." (hal. 87)
Profile Image for Dian Achdiani.
207 reviews26 followers
October 28, 2015
Sebenarnya ada uniknya buku ini karena ada opsi Pilihlah Sendiri Petualanganmu, walau hanya dua. Kemudian premisnya sebenarnya juga bagus. Tetapi eksekusinya kurang oke.

Banyak 'tell me' bukan 'show me'. Deskripsi yang tidak perlu.

Kalaulah saja digarap lebih teliti...
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.