Jump to ratings and reviews
Rate this book

Wheels and Heels

Rate this book
Pangeran memalsukan citra saat bertemu Cinderella di belantara
Cinderella memalsukan busana saat berdansa dengan Pangeran di istana
Dan toh, mereka bahagia selamanya

Abhilaasha tak bisa lepas dari gaun mewah, high heels, dan dunia gemerlapnya. Sedangkan, Aidan selalu lekat dengan kemeja aneh, serbakaku, dan dunia otomotifnya.

Dua dunia berbeda itu mempertemukan Abby dan Aidan.

Mereka berperan, berpura-pura, beradu dalam rahasia.

Ketika kejujuran ditunjukkan oleh masing-masing pemeran, apakah semua akan tetap sama?

------------------------------
"Karakter tokoh utama yang kuat ditambah kisah cinta yang rumit dan nggak biasa jadi kombinasi cerita yang sempurna"
- Evi Mauliza (minvi), admin Twitter @NovelAddict_


Editor's Note
Novel dengan tema unik, menyuguhkan sesuatu yang baru, dengan teknik bercerita yang membuat nyaman pembacanya. Ketika sampai ending, pembaca bisa jadi terbawa suasana dan menginginkan karakter tokoh pria di novel ini benar-benar hadir di dunia nyata.

320 pages, Paperback

First published November 4, 2015

1 person is currently reading
70 people want to read

About the author

Irene Dyah Respati

2 books7 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (13%)
4 stars
68 (44%)
3 stars
55 (36%)
2 stars
8 (5%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 53 reviews
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
November 23, 2015
"Memangnya kenapa? Tidak semua pria harus memperhatikanmu dan mematuhi keinginanmu kan, Abby?"

Wheels and Heels, novel terbaru Irene Dyah dan kali ke-3 aku membaca karyanya. Jika di 2 buku sebelumnya, Tiga Cara Mencinta dan 2 Cinta Negeri Sakura, aku dimanjakan dengan kisah persahabatan 3 sahabat yang punya kisah sendiri dan kental sekali nuansa religinya. Dalam Wheels and Heels, aku merasakan nuansa yang berbeda, lincah dan menyegarkan.

Jika di 2 novel sebelumnya, aku merasakan ada hal-hal yang kurang dieksplor karena memang sengaja dibuat serial dengan fokus 1 tokoh, di novel ini sungguh berbeda. Tulisan novel terbarunya ini lebih "ngepop" dan anak muda banget dey.

Wheels and Heels mengisahkan tentang si kaya dan si miskin. Klise, tunggu dulu tetapi ini benar-benar versi modern dongeng ala cinderella, ketika tuan putri bertemu dengan pangeran. Tokoh yang diambil pun mempunyai profesi yang sungguh berbeda, dan jarang dipakai oleh penulis lainnya.

Ini tentang kisah Abhilaasha, seorang usher atau talent sebuah produk perusahaan otomotif. Abby yang cantik, penampilan menarik dan sangat fashionable. Suatu hari, Abby bertemu dengan Aidan, sang trainer yang mengajarinya terkait produk yang dipasarkan. Walau Aidan tampan, tetapi selera fashionnya sungguh berbeda dengan Abby.

Apalagi Aidan terkesan dingin dan panik ketika berhadapan dengan Abby, membuat Abby menjadi iseng menggodanya. Ternyata ada alasan sendiri mengapa Aidan begitu "alergi" terhadap wanita seperti Abby.

"Kalian itulah...wanita-wanita super cantik yang glamor, high-maintenance, penggoda, sulit ditolak. Kalian semua terlihat seperti boneka yang seragam, berkilauan di dalam bola kaca yang tidak ingin kumasuki. Kalian terlihat...berbahaya. Dan aku tidak yakin ingin mengenal kalian lebih jauh."

Walau Abby terkesan wanita yang fashionable dan ditaburi barang-barang bermerek, jangan salah dulu. Don't judge a book by it's cover. Semua memang didapatkannya dari pekerjaannya sebagai talent atau usher. Kehidupan sesungguhnya Abby hanyalah seorang wanita yang sederhana dan harus berhemat sedemikian rupa. Abby adalah tulang punggung keluarganya setelah ayahnya meninggal.

Abby harus mengais rezeki guna menghidupi ibu dan adik-adiknya. Walau ibunya punya rumah makan, tetapi sama sekali tidak membantu. Ada saja yang dibuat ibunya membuat Abby harus pusing tujuh keliling. Abby sampai stres dan memilih untuk tidak berkomunikasi langsung dengan ibunya.

Abby pun menjadi jarang pulang ke rumah dan komunikasi dengan keluarganya pun sebatas uang kiriman saja. Puncaknya adalah ketika rumah satu-satunya peninggalan keluarga terancam disita . Ternyata ada hal yang tidak diketahui oleh Abby...

Hubungan Abby dan Aidan pun perlahan-lahan mencair. Apalagi mereka sering terlibat proyek kerjasama perusahaan. Aidan yang awalnya menolak berdekatan dengan wanita seperti Abby, tak kuasa menolak. Namun, tetap saja Aidan tak berani mengambil langkah lebih lanjut.

Abby sendiri yang pusing dengan masalah keluarganya, malah disarankan oleh Nicolette, sahabatnya untuk mencari pria kaya. Kencan demi kencan diatur oleh Nicolette guna mendapatkan calon suami bagi Abby, solusi terbaik untuk masalah Abby. Tetapi Abby bukanlah wanita penggila materi, semua calon yang dikasih ternyata bukan seleranya.

Abby kemakan omongannya sendiri, Abby pelan-pelan menaruh hati terhadap Aidan yang sungguh berbeda selera dengannya.

Bila kami muncul dalam permainan"temukan titik-titik perbedaan di kedua orang ini",siapa pun bisa menebaknya di luar kepala.

2 orang yang berbeda segala hal bertemu apa yang akan terjadi? Ketika perbedaan status sosial bukanlah lagi menjadi halangan, sanggupkah mereka menjembatani semuanya?

"Jadi, Abby, kuputuskan untuk tetap maju mendekatimu agar kamu bisa mengenalku lebih banyak dan membuatmu sadar bahwa materi itu hanya sebagian kecil apa yang bisa aku tawarkan untukmu. Dan bahwa sebetulnya itu tidak terlalu penting."

Membaca novel ini begitu menyenangkan, gaya nulisnya yang lincah dan "ngepop" membuat novel ini page-turner banget. Aku dibuat membaca terus dan membaca hingga tak terasa sudah di penghujung akhir.

Diceritakan dari sudut pandang Abby, aku dibuat mengenal sosoknya. Walau kadang-kadang aku dibuat gregetan dengan sikapnya yang kadang-kadang terlalu melebih-lebihkan sesuatu, apalagi kalau sudah menyangkut status sosialnya, membuat Abby jadi mudah meledak karena tidak ingin dikasihani.

Aku malah dibuat jatuh cinta dengan sosok Nicolette, sahabat Abby yang kaya dan cantik. Walau dia suka sekali menjodohkan Abby dengan pria kaya, tetapi niatnya baik sebenarnya. Nicolette ini tipikal sahabat yang setia sekali walau omongannya kadang-kadang nyakitin dan nyablak habis, tetapi itu memang karakternya. Ah, semoga penulis mau membuatkan cerita tersendiri untuk Nicolette, penasaran cewek segalak Nico bakal klepek-klepek sama yang kayak apa ya.

Walau menjelang ending aku sedikit tertipu dengan jalan ceritanya, secara keseluruhan aku cukup menikmatinya. Kalau kamu ingin membaca sebuah novel romance yang ringan, mengalir dan membuatmu betah membacanya, aku rekomendasikan novel ini untukmu. Semoga bisa ikutan jatuh cinta dengan kisah ini.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
March 14, 2016
Bisa dibaca juga di: http://www.kubikelromance.com/2015/12...

Bagi Abhilaasha yang seorang usher atau talent iklan, penampilan sangat penting, berwajah cantik dan punya tubuh molek merupakan modal utama dalam pekerjaanya. Sering memakai barang mewah dan buatan desainer terkenal, terlebih semua gratis, salah satu bonus yang disukai Abby. Namun, kadang dia risih juga dengan pendapat orang tentang pekerjaannya, sering dibilang bodoh bahkan simpanan orang, sangat-sangat tidak menghargai jerih payah. Salah satunya contoh ketika Abby mengikuti training usher motor show, sang pelatih tidak lepas memandangi kakinya. Yang lebih nyebelin lagi, sang pelatih yang bernama Aidan itu sangat kaku, dingin, memiliki selera humor yang garing, dia juga menanyakan hal yang sangat menyinggung Abby, apa mobil apa yang dimiliki Abby.

Mungkin terdengar sepele, melihat penampilan Abby memang mewah, tapi terlepas dari make-up dan barang branded yang dia pakai, Abby adalah tulang punggung, ATM bagi keluarganya. Ayah Abby sudah meninggal, menyisakan warung makan yang akan digusur, ibunya tidak pandai mengelola keuangan serta keras kepala dan beberapa adiknya yang masih sekolah. Membuat Abby harus pintar mencari uang, membanting tulang nyaris tanpa libur dan tidak jarang mengirit pengeluaran, seperti berpikir seratus kali untuk naik taksi dan memilih ojek sebagai alat transportasi. Abby memiliki sahabat kaya raya yang tidak akan segan menolongnya, Nicolette, tapi Abby sangat berprinsip, dia tidak suka dikasihani orang lain. Nicolette sering menjodohkan Abby dengan lelaki kaya, berharap kemiskinan yang menimpa Abby akan sirna ketika menemukan pasangan yang berada, sayangnya tidak ada yang cocok bagi Abby. Abby malah tertarik dengan Aidan, lelaki yang tanpa sengaja menghina status sosialnya.

Pertemuannya dengan Aidan ternyata tidak hanya sekali itu, beberapa kali setelahnya Abby sering bersingungan dengan Aidan, bahkan lelaki tampan tapi canggung tersebut sampai repot-repot membelikan bolu ketan favorit Abby dan satu-satunya orang yang membawakan berbagai macam bahan makanan ketika rumah Abby terkena banjir. Semakin lama hubungan mereka semakin dekat, bahkan Aidan mengajak Abby berkenalan dengan keluarganya. Awalnya Abby tidak tahu kalau Aidan menyandang nama Artalasmana, nama keluarga pemilik gedung perkantoran dan pertemuan serta pemilik grey importer (importir pemasok mobil-mobil premium), Abby tidak menyangka kalau Aidan sangat mapan, tidak heran juga kalau dia menyukai dunia otomotif. Abby tidak matre tapi dia juga sudah lelah hidup miskin, Aidan pun percaya kalau Abby bukan seorang perempuan yang hanya mengerogoti harta kekasihnya. Aidan mengenali orang semacam itu dengan baik, Abby berbeda, Aidan benar-benar mencintai Abby apa adanya. Namun, perbedaan status sosial mereka mau tidak mau tetap menjadi penghalang, sanggup menciptakan jarak.

Kali pertama membaca tulisan mbak Irene, gaya tulisannya ringan, tanpa berbelit-belit dan bisa saya kategorikan metropop banget. Alurnya sangat cepat, disuguhkan dari sudut pandang orang pertama, Abby, kita akan lebih memahami kehidupan dan perasaannya. Walau tema utamanya bersinggungan dengan kehidupan mewah, penulis tidak sering mengumbar barang branded, untuk dunia otomotifnya, walau tidak detail banget, setidaknya saya mengetahui beberapa hal tentang mobil dan terutama kehidupan seorang usher (tidak ada penjelasan langsung pengertian tentang usher ini, tapi menurut saya sama dengan model iklan sebuah produk).

Ceritanya sendiri mengambil tema si kaya dan si miskin, disuguhkan secara berbeda, terlebih lewat karakter para tokohnya. Walau miskin, Abby tidak malu dengan keadaanya, dia bekerja keras dan menabung untuk keluarga, dia juga tidak terlena dengan kemewahan teman-temannya, dalam artian tidak ikut-ikutan membeli barang mahal, dia cukup sadar diri. Dia digambarkan sebagai perempuan yang riang dan suka usil kalau menyangkut Aidan, baginya Aidan terlalu kaku untuk seorang cowok. Aidan sendiri orangnya kikuk dan pemalu, masa lalunya yang kelam akan cinta membuatnya berhati-hati dengan perempuan cantik, dan memilih berusaha mandiri tanpa bantuan nama keluarganya yang kaya raya. Aidan menyukai Abby karena dia tampil apa adanya, tidak berpura-pura atau hanya menebar kecantikan tapi hatinya busuk. Abby juga sering dijodohkan dengan lelaki kaya oleh Nicollete, namun se-hopeless-nya dia, kalau tidak cocok dengan lelaki tersebut, Abby akan mundur teratur.

Nicolette sendiri tipe sahabat setia, dia tidak akan segan-segan atau perhitungan ketika membantu temannya yang kesusahan. Namun, sifat keras kepalanya Abby yang gengsian kadang membuat Nicolette senewen. Padahal niat membantu bukan karena kasihan terhadap Abby tapi peduli, masalah status ini jugalah nantinya yang menjadi konflik diantara Abby dan Aidan. Untuk tokoh favorit jelas jatuh pada Aidan, karakternya tidak umum, dia terlihat lemah, namun di sisi lain juga tampak romantis dan perhatian banget pada Abby. Bagian favorit adalah ketika Aidan memberikan tanaman bunga matahari kepada Abby, agak lucu sebenarnya tapi romantis. Terus ketika Aidan mengalami kecelakaan dan ditengok oleh Abby dia jadi manja banget, hahahaha.

Untuk kekurangannya, tidak banyak, mungkin lebih ke plotnya yang kurang rapi saja dan kedetailan cerita. Cara penulis membangun perasaanya kedua tokoh utamanya cukup membekas dan terasa hanya saja beberapa konflik yang disuguhkan sedikit membingungkan. Konflik utama yang saya tangkap adalah Abby merasa tersinggung ketika Aidan ingin membantu masalah keuangan keluarganya, intinya status sosial mereka. Namun, ada juga bagian Nicollete yang ternyata akan dijodohkan dengan Aidan dan masalah Abby dengan ibunya, saya menganggap keduanya sebagai sub konflik, tidak terlalu masalah juga sebanarnya, hanya saja penyelesaiannya terlalu cepat dan sempat bingung mana konflik yang utama. Selain itu saya berharap mendapatkan lebih banyak lagi informasi tentang dunia otomotif, soalnya awam banget saya ini, hehehe.

Overall, saya cukup menikmati tulisan mbak Irene yang beralur sangat cepat ini, tanpa basa basi, saya juga suka cara penulis menyelesaikan masalah Abby dengan ibunya, cukup jelas penyampaiannya. Dari segi pengkarakeran tokohnya juga sukses, semoga buku berikutnya lebih bagus lagi :D Bagi yang ingin mengintip kehidupan para usher cantik, kalian bisa membaca kisah hidup Abby. Recommended bagi pecinta metropop.

3 sayap untuk mobil SUV, baru tahu kepanjangannya dari buku ini XD.
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
November 15, 2015
Dibanding kedua novel Irene Dyah Respati sebelum ini yang saya baca, menurut saya Weels and Heels ini yang terbaik: memiliki konsep paling matang dan terarah. Alurnya jelas, dengan konflik terpusat pada satu tokoh sehingga tidak lompat ke sana-sini (dua novel sebelumnya bercerita tentang tiga wanita, dengan halaman lebih tipis, sayangnya). Konflik WaH juga menarik diikuti, judulnya pun terdengar catchy---meski sempat terpikir kenapa nggak "Wheels vs Heels", ya, tapi kalau dipikir lagi, pemakaian "vs" sudah terlalu sering jadi bosan juga. Menggunakan POV 1 yang berpusat pada Abilaasha, ada sisi plus minusnya, sih. Plusnya jelas, pembaca dapat mengikuti baik alur konflik Abby tentang keluarganya dan Aidan. Minusnya, di beberapa bagian Abby tampak kelepasan terlalu banyak monolog. Beberapa hal menunjukkan kurang konsisten di sifat Abby, seperti penggambaran Abby yang mengandalkan penampilan saja, lalu diceritakan dia suka baca juga dan punya deretan buku, eh di lain waktu digambarkan dia nggak ngerti bahasa Inggris sesimpel 'giving up', hehe. Mungkin, itu cara penulis menggambarkan dinamika kehidupan Abby, ya. Overall, this novel is fun and fine to read, alurnya mengalir enak dan membumi. Rating keseluruhan: 3.5 :)
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
December 9, 2015
Wheels and Heels berkisah tentang Cinderella yang pekerja keras dan Pangeran yang kaku. Abhilaasha (Abby) adalah seorang usher yang bekerja untuk sebuah perusahaan otomotif. Sebagai bagian dari pekerjaannya, Abby diharuskan untuk mengikuti sebuah briefing tentang kendaraan yang akan dipasarkan. Di briefing inilah Abby bertemu dengan Aidan, si maniak otomotif yang terkesan kaku. Awal pertemuan mereka bisa dibilang kurang berjalan mulus. Abby kesal dengan sikap Aidan yang cuek & dingin. Namun seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta mulai muncul di hati mereka.

Sebenarnya cerita ini cukup klasik & stereotipikal. Two souls meet & suddenly sparks fly all around them. Abby yang merupakan anak yatim, harus bekerja keras mencari uang until menghidupi Ibu dan adik-adiknya. Ia harus menjaga penampilan agar selalu kelihatan menarik demi mendapat tawaran pekerjaan. Siapa sangka Abby yang selalu tampil cantik & terkesan high-maintenance ternyata berasal dari keluarga yang tergolong miskin. Sementara itu di lain sisi, Aidan yang penampilannya biasa saja, ternyata berasal dari keluarga Artalasmana yang sangat kaya. I have to say that Aidan deserves an applause for the efforts & sacrifices that he made for Abby. Aidan yang tak pandai untuk menyampaikan perasaannya namun rela menerjang banjir demi mengantarkan kebutuhan pokok untuk Abby. Aidan yang pelit bicara namun rela mengepel & memasak untuk Abby.

Jujur, gw agak bingung sebenernya dimana letak climax cerita ini. Gw ngerasa alur & jalan ceritanya flat-flat aja. Mereka ga pernah pacaran tapi sering keluar bareng, trus tiba2 Aidan ajak Abby buat ketemu keluarganya. Konflik yang disuguhi juga lumayan remeh sih klo menurut gw. Masalah terbesar Abby adalah ketidakbisaannya untuk menerima fakta klo Aidan itu kaya sedangkan dia miskin. Padahal Aidan ga pernah memamerkan kekayaan atau mempermasalahkan keluarga Abby yang miskin. Kebanyakan ributnya mereka itu pun gara2 Abby yang meledak setiap kali menerima sms dari adiknya yang meminta tambahan uang.

Yah layaknya cerita Cinderella, Abby dan Aidan akhirnya berhasil mendapat happy ending mereka. Walaupun konfliknya kurang jelas, tapi gaya bertuturnya lumayan enak buat diikutin, jadi gw tetep enjoy baca ceritanya. So I still think that this book deserves 3.5*.
Profile Image for Irene Dyah.
5 reviews5 followers
November 7, 2015
Sungguh, ini adalah novel yang menggemaskan sekaligus menyentuh..
Bahkan saya yang sudah membacanya sekian juta kali, tetap gemas-gemas galau tiap kali membacanya (lagi). Hehe.
Dan kisahnya terasa lebih nyata daripada sekedar fiksi, karena ditulis berdasarkan pengalaman sendiri. Plus, yang bikin sedap adalah : ada potongan2 status FB Abby, foto yang dia unggah, juga konflik yang sangat 'masa kini' .. misalnya saat ibu harus berurusan dengan akik.

Jadi ... (Tarik nafas panjang)
Justru karena begitu sayangnya saya pada Wheels and Heels,
saya betul-betul mengharapkan masukan, saran, pendapat teman-teman akan novel ini..
Biar nanti-nanti lebih jago nulis kisah yang makin seru untuk dibaca :D

Salam tumbarmirijahe,
Irene
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
May 5, 2017
Sebagai seorang usher, Abby selalu berpenampilan cantik jelita. Well, saya juga baru tahu apa itu usher melalui cerita ini. Usher itu ladies yang sering ada di show show motor. Wanita wanita cantik, seksi, dengan busana yang membuat mereka jadi jauh lebih seksi. Nah, lanjut ke cerita ya. Suatu hari ketika ia dan rekan rekannya menghadiri pelatihan produk untuk motor show, Abby berkenalan dengan Aidan yang saat itu memberikan pengarahan singkat tentang kendaraan yang akan mereka pamerkan.
Singkat cerita, mereka berdua saling suka, saling jatuh cinta, namun gengsi buat mengatakannya. Apalagi, menurut Abby, jurang ekonomi mereka berdua benar benar dalam dan lebar. Aidan yang ternyata berasal dari keluarga berada mana mungkin mau menikahi Abby yang sebenarnya berasal dari keluarga yang miskin.
Terus gimana cerita cinta mereka?
Aaak, cepet banget nyelesein baca buku ini. Entah kenapa baca buku ini tuh kayak naik roller coaster, kadang nangis nangis sedih, terharu, baca betapa tulusnya cara mencintai si Aidan. Kadang juga ketawa ngakak kejer karena banyak banyolan banyolan kocak yang ada di dalam cerita. Saya rasa Abby beruntung karena dikelilingi orang orang yang tulus mencintainya, Nic yang meski kaya tapi selalu ada menjadi sahabat kepercayaan Abby, Aidan yang rela datang pas hujan hujan, banjir pula cuma buat nganterin belanjaan makanan buat stok kalau kalau banjir makin meninggi.
Uh, moga moga kelak ada lanjutan ceritanya ya Mbak. Seenggaknya tentang Nic deh XD
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
July 1, 2019
Jarang-jarang ada buku jenis metropop begini bisa saya kasih bintang 4.
Apalagi ini buku pertama Irene Dyah Respati yang saya baca, saya pilih dari banyaknya komentar mendukung dari para pembaca di iPusnas.

Sebenarnya ini cerita klise, tentang pria tampan kaya jatuh cinta pada gadis cantik miskin. Di antara mereka nggak ada tokoh jahat yang menghalangi kemungkinan bersatu. Konflik yang ada di sekitar pangeran dan Cinderella ini juga tidak ada yang berat, semua bisa diselesaikan dengan duduk bersama, makan-makan enak, dan bicara baik-baik.

Dialog dalam buku ini juga asik, nggak terasa aneh buat saya. Belum lagi obrolan antara Abby dan Nicolette, yang sepintas terdengar kasar, tapi terasa tulusnya. Gampang banget lah menyelesaikan buku ini. Pakai ada adegan jalan-jalan ke Sumbawa segala, lagi. Kan pengeeen. Buku ini sudah 320-an halaman tapi rasanya kurang tebal, kalau bisa ditambah lagi dong gombalan si Aidannya, hehee

Tapi di luar buku ini, saya kenal seorang teman yang dulu pernah jadi usher seperti Abby sang Cinderella. Jadi gambaran tentang masa kuliah dulu di mana teman saya itu sering "jaga pameran" yang terbayang di benak saya. Baru sekarang saya bisa lebih memahami apa yang dulu berkecamuk dalam hatinya, mencari tambahan uang kuliah sementara kami masih santai minta sangu orang tua.
Profile Image for Yacita Aditya.
230 reviews2 followers
February 3, 2016
Satu kata buat kisah Aidan dan Abby ini: BAGUUUUUUUUUUUUUSSSSS!!!
Kisah ini jelas-jelas sangat berbeda sekali cara penulisannya dibanding dengan goresan tangan mom Irene sebelumnya.
Kisah ini mampu membuat suasana hati saya berbunga-bunga ga menentu saat membayangkan sosok Aidan sekaligus cemburu dengan Abby, wkwk

Okeee kita bahas dulu satu per satu:
1) Cover
Eye catching bangeeeeets. Pas penggambarannya dgn isi cerita

2) Karakter
WH ini banyak mencantumkan nama-nama tokoh, mulai dari gebetannya Abby (4 cowok tajir *koreksi jumlahnya jika keliru ya, Mom*), keluarga dan rekan kerja Abby lalu keluarga Aidan dan yg terakhir sosok Nicolette.
Dari sekian banyak tokoh tersebut, karakter Nicolette yg "super cuantiiiik" dari lahir itu bener2 bikin kesel2 gimanaaa gitu. Sebagai sahabat, ia sosok yg cerewet tapi peduli. Klop deh dgn karakter Abby yg keras kepala, mandiri tapi mendambakan cinta tulus.

Bagaimana dengan Aidan? Weeeewwww, meski di awal kemunculannya "kurang" menarik perhatian TAPI secara perlahan namun pasti sosok Aidan ini gilaaaaaaa... dingin, kaku, bicara seperlunya, kadar humor yg engga bangets daaaan ia romantis dengan caranya sendiri. Saya bener2 klepek2 deh dgn sosok Aidan.

3) Setting
Detail!! Benar2 menunjukkan kalo kisah WH ini digarap secara sungguh2. Secara tidak langsung memberikan pengetahuan kepada pembaca seputar dunia otomotif plus fashion. Sepertinya wajar yaaaa... secara dunia tersebut bukanlah dunia baru bagi Mom Irene, ahahaha...

4) Alur
Menurut saya novel WH ini memulai ceritanya dengan momen yg biasa saja. Dalam artian, tidak cukup heboh. Karena hanya menggambarkan rutinitas dari seorang Abhilaasha.
Alur mulai mencuri perhatian justru dimulai dari bab 4. Momen di saat Aidan pura2 ga ngeliat Abby, kemudian saat Aidan tersipu2 digoda Abby, lalu kekonyolan di mobil hanya gara2 jaket, dan teruuuuuss hingga akhir selalu ga mampu membuat saya berhenti membacanya.
Ekspresi saya pun berubah2 saat membaca WH ini mulai senyum2 gaje, nyengir, sedih plus terharu daaaan tertawa terpingkal2, ahahaha.

5) Konflik
Konflik yg disuguhkan ga terlalu drama alias berat, malah menurut saya tergolong ringan.
Konflik keluarga Abby yang meskipun "terlihat" berat namun dikemas dengan apik.
Begitu juga dengan konflik "perjodohan" yg sempat membuat hati saya dag dig dug duaarr. Namun untungnya ga berlangsung lama dan sesuai harapan, wkwkk.

6) Momen
Setiap momen Abby dan Aidan dlm kisah ini menarik. Tapi yg benar2 menggambarkan betapa romantisnya seorang Aidan itu saat ia dengan sabarnya menanti Abby selesai menangis lalu mengucapkan " Are u okay?", huwaaaaaaaa itu benar2 bikin cemburuuuuuu. Aidan telah merobek2 hatiku, Moom... wkwkwk

7) Pesan
Pesan yang saya dapatkan dari WH ini, "Cinta tidak memandang status". Mau miskin, kaya, anak kandung, anak pungut, klo sdh cinta yaaa cinta aja.

8) Quotes
Yang paling nyeeess ke hati itu adalah:
"I don't want you to give up on me, Abby"
"Karena aku juga akan memperjuangkanmu. Bahkan ketika situasi menjadi sulit sekalipun"

9) Kekurangan novel ini
Novel setebal 310 halaman ini jika dilihat dari porsi ceritanya lebih mengupas romantika perjalanan pedekate Abby dan Aidan hingga mencapai kata "iya". Apakah itu salah? Menurut saya, tidak. Hanya saja ketika kata "iya" itu terucap, momen selanjutnya sudah sampai di epilog saja. Jadi berasa antiklimaks. Karena saya berharap, momen2 kemesraan Abby dan Aidan saat merayakan bersatunya cinta mereka lebih bisa diekspos. Bagaimana tanggapan rekan kerja mereka, itu perlu diangkat juga. Secara Aidan, si pemilik lesung pipit 2 juta dollar, ini bukan orang biasa di mata rekan kerjanya.

Di cerita ini juga hanya dijabarkan sekilas ttg status Aidan yg ternyata bukan anak kandung keluarga Artalasmana. Dan itu pun jelang berakhirnya cerita ini. Ya lagi2 saya jadi kepo. Kapan Aidan diasuh mereka? Apa penyebabnya yatim-piatu? Dsb.

Singkat kata, tidak ada cerita yang sempurna. Berharap jika WH cetak ulang, bisa ditambah sedikit demi sedikit ceritanya biar pembaca tidak penasaran, wkwk.

Sukseeeees buat Mom Ireeeene.
Profile Image for Laven review.
15 reviews
December 25, 2015
“Pangeran memalsukan citra saat bertemu Cinderella di belantara
Cinderella memalsukan busana saat berdansa dengan pangeran di istana Dan, toh mereka bahagia selamanya

Abhilaasha tak bisa lepas dari gaun mewah,high high heels, dan dunia gemerlapnya. Sedangkan, Aidan selalu lekat dengan kemeja aneh,serbakaku, dan dunia otomotifnya.
Dua dunia berbeda itu mempertemukan Abby dan Aidan.
Mereka berperan, berpura-pura, beradu dalam rahasia.
Ketika kejujuran di tunjukkan oleh masing-masing pemeran, apakah semua akan tetap sama?”

Ini kali pertama aku membaca karya kak Irene Dyah. Menjadi pengenalan yang manis untukku. Aku jadi lebih bisa memahami gaya kepenulisan kak Irene. Sangat mengalir dan mudah dimengerti. Sangat beruntung bisa membaca novel ini. Terimakasih kak Irene untuk kesempatannya.
Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Abhilaasaa yang bekerja menjadi usher atau talent perusahaan otomotif. Dia adalah tulang punggung keluarganya. Dia yang membiayai sekolah adik-adkinya dan ia juga yang mengatasi semua masalah yang sering kali di buat oleh ibunya. Suatu hari tanpa di sengaja ia bertemu dengan seorang trainer bernama Aidan. Yang menurutnya kaku,dingin dan mysterius oleh karena itu karap kali aby sangat suka menggoda Aidan yang akan menggosok hidungnya jika ia salah tingkah.
Aby adalah orang yang berbeda di dunia kerja dan dunia sesungguhnya. Di dalam pekerjaan Aby terlihat glamour dengan make up, tas dan pakaian kelas atas karena pekerjaan yang menuntutnya seperti itu. Tetapi kenyataanya di kehidupan sehari-hari Aby hanyalah seorang gadis biasa yang berjuang untuk menghidupi keluargannya.
Sahabat Aby Nicolette menyarankannya untuk menikahi pria kaya agar hidupnya bisa berubah drastisdan tidak lagi di pusingkan masalah uang. Dia mengatur banyak perjodohan untuk Aby dengan laik-laki kaya. Tetapi hasilnya nihil. Tidak ada satupun laki-laki yang menarik perhatian Aby. Dirinya memanglah butuh uang tapi, dia bukan wanita yang bisa menukarkan kebahagiaan dengan materi. Abby mencari lelaki yang mencintainya dengan tulus.
Awalnya Abby tidak menyukai Aidan yang tidak memiliki selera fashion yang bagus dan buta mode itu Tetapi lama-kelaman hatinya luluh juga dan akhirnya kemakan omongannya sendiri. Ia ternyata mencintai Aidan mungkin karena mereka kerap kali terlibat dalam urusan pekerjaan.
Aidan tidak bisa menolak pesona Aby walaupun sebenarnya ada rahasia yang membuatnya ingin menjauh dari wanita seperti Aby.
Kalian itulah...wanita-wanita super cantik yang glamor, high-maintenance, penggoda, sulit ditolak. Kalian semua terlihat seperti boneka yang seragam, berkilauan di dalam bola kaca yang tidak ingin kumasuki. Kalian terlihat...berbahaya. Dan aku tidak yakin ingin mengenal kalian lebih jauh."
Tapi apakah mereka akan bersama? Walau ada jurang pemisah di antara keduannya. Akankah Aby menjadi Cinderella yang beruntung bertemu dengan pangeran seperti Aidan? Ataukah kisah bereka akan berakhir dan Aby harus rela mencari pangeran yang lain?

Quote yang menurutku menarik

“Lagi pula, alas an pertama lelaki mendekati perempuan pastilah fisik. Gombal busuk kalau ada yangbilang love at first sight gara-gara kepribadian atau isi otak. Mana bisa? Memangnya dia ahli baca aura? Mengobrol saja belum.
“Seandainya saja ada took menjual bubuk peri. Ingin kutaburkan ke sekitarku saat dunia tak ramah, agar semua bercahaya dan tampak sempurna. “
Buat kamu yang ingin merasakan kisah Cinderella modern. Novel ini sangat pas untuk kamu baca dikala senggang dengan bahasanya yang ceria dan menyenangkan akan membuatmu senyum-senyum sendiri ketika membacanya ^^

Profile Image for Devitajati.
5 reviews1 follower
January 20, 2016
Sesuai janjiku untuk review ya mbak Irene ^^
sekalian belajar mereview

Wheels and Heels
yang terbersit sebelum membaca adalah pasti menceritakan pembalap dan umbrella girl...ternyata bukan!!! Melainkan cerita Cinderella versi Indonesia seperti yang telah dijabarkan oleh penulis.

Menceritakan gadis bernama Abby yang bekerja sebagai usher and talent. Cerita diawali dengan pengenalan karakter Abby yang merupakan anak sulung yang menjadi ATM berjalan bagi keluarganya.

Well...logis..umumnya masyarakat kita masih mempunyai pemahaman bahwa anak sulung harus menjadi tulang punggung keluarga. Sosok Abby dijabarkan sebagai gadis yang pekerja keras, keras kepala, dan sosialita.

Penulis menjabarkan secara detail pekerjaan seorang usher and talent memperkenalkan kita pada dunia mereka yang sangat glamor tetapi berbeda dengan Abby yang sangat irit bahkan dianggap pelit oleh rekannya, Nicollete.

Dunia Abby menjadi terusik ketika seorang pria bernama Aidan yang tertangkap basah memperhatikan kaki jenjang milik Abby justru malah mengacuhkannya. Sosok Aidan membuat Abby penasaran karena sikap yang kaku dan irit bertegur sapa.

Sosok Nicollete sering muncul pada cerita dan bisa diklaim sebagai sahabat yang apa adanya ceplas-ceplos dan punya prinsip bahwa Abby harus mendapatkan pria kaya untuk mengubah hidupnya. Hal ini yang membuat cerita ada kesan kocak ketika Abby harus bertemu dengan pria-pria kaya yang Nicollete sodorkan. Sosok Nicollete memberikan warna pada cerita ini.

Alur masih masih nampak flat belum ada konflik ...masalah keuangan keluarga Abby yang selalu disebabkan karena ibunya tidak pintar memanajemen keuangan seperti almarhum ayahnya, belum menimbulkan konflik inti pada cerita ini. Konflik baru muncul ketika Abby mendapat kabar rumah satu-satunya akan disita saat berada dalam mobil bersama Aidan. Konflik muncul karena emosi meledak Abby yang dilampiaskan kepada Aidan. Seperti pada umunya wanita hanya ingin dimengerti sedangkan pria menyelesaikan masalah dengan logika.

Disini juga dikejutkan pada sosok Aidan yang menanam bunga matahari sebagai bunga Abby yang menunjukkan bahwa Aidan serius terhadap Abby.

Banyak kejutan-kejutan seperti sisi lain Abby yang suka membaca,Aidan yang benar-benar tergila-gila dengan mobil, dan rahasia besar Aidan.

Konflik kedua muncul saat isu perjodohan Aidan dan Nicollete??
awalnya aku menebak ini pasti skenario Aidan dan Nicollete untuk menguji rasa cinta Abby, ternyata bukan.
Tetapi isu ini dihembuskan orang terdekat Aidan karena tidak ingin Aidan terluka seperti dulu.

Setting tempat yang berbeda-beda membuat pembaca lumayan untuk berimajinasi walaupun tidak detail dijabarkan

Ada nilai - nilai moral yang terkandung dalam novel ini:
1.Persahabatan yang ceplas-ceplos antara Abby dan Nicollete.....yang pasti disini pembaca akan bisa menilai sendiri
2.Aidan melihat dari sisi lain bahwa tidak semua gadia usher and talent itu matre
3. Nilai keluarga yang didapatkan dari keluarga Aidan
4. Nilai bakti seorang anak kepada orangtua
5. Rasa memaafkan dan kepercayaan yang Abby berikan kepada keluarganya

Well cukup sekian dari aku ya mbak. Sukses terus untuk karya selanjutnya ^^
Profile Image for Nina Addison.
Author 10 books41 followers
August 1, 2016
Yes you are seeing right: 5 stars.
Sebelum kalian menuduh apa-apa, let me put a disclaimer: gue memang kenal dengan penulisnya, tapi dalam kamus gue itu saja tidak akan cukup untuk menelurkan 5 bintang di resensi goodreads. Jadi memang ini karena GUE SUKA!

Sukanya banyak, sebanyak bintang-bintang yang mewarnai resensi ini.
Ceritanya sederhana, masuk akal, jelas dengan kedalaman karakter dan konflik. (Rumus mujarab untuk setiap bibit cerita, kan?) Cerita sederhana ini memang cenderung menjadikan ending-nya mudah ditebak, setidaknya buat gue. But boy did i enjoy the jorney to that very last word! Irene itu selalu punya cara untuk membuat cerita yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa: tidak jenuh, tidak berulang-ulang, melekat di kepala. Bahkan peristiwa tokoh utama terkejut saja bisa digambarkan dengan berbagai cara yang gue- sebagai pembaca, tidak terpikirkan. Jatuhnya jadi gue menikmati-banget.

So early on, Aidan and Abby has captured my attention so greatly that i actually made time to sit (or laydown) and read this book. Considering I have two crazy young boys that constantly conspiring to destroy the world (or probably 'just' the house), hence i determined to finished the books in days, shows just how good this novel is.

Nah,
kritik dari gue ada. Cuma satu. Asli satu. Dan sangat nggak penting. Setitik debu dalam lautan lah.
Gini ni.
Abby kan digambarkan sebagai cewek cerdas namun bukan pintar-pintar amat, dan di novel ini dicontohkan dia bermasalah dengan bahasa - inggris lebih tepatnya. Namun di coret-coretan status Facebooknya Abby, kok terdengarnya canggih sekali - walau bahasa indonesia tapi ada permainan kata dan keluasan vocab. Agak kontras dengan karakter yang ingin dibangun di Abby. Sehingga ketika gue baca, yang terasa adalah gue sedang membaca statusnya penulis ketimbang status Abby.

Tapi barangkali ini terjadi karena gue kenal dengan Irene dan sering baca status FBnya. hahahaha. Abaikan.

Intinya, grab this book when you see it in bookstores.
Coz i assure you, you wont regret it!
Kudos Ren!
<3
Profile Image for Vini Sadewa.
1 review2 followers
December 28, 2015
Kalo dulu dongeng Cinderella cuma ada di buku tapi skarang ada yang asli di novel ini... Hehe. Cinderella kekinian dan Pangeran yang bikin baper. Awal baca saya bingung karena nggak ngerti sama sekali tentang otomotif atau masalah Usher. Eh ternyata dijelasin juga sampe saya manggut-manggut. Di sini dijelaskan khidupan seorang wanita cantik yang boleh dibilang kurang modal padahal khidupannya sangaaaatt terlihat glamour. Bingung juga knapa mbak Irene Dyah ksampean mikir dua hal yg bertentangan kayak gtu. setelah berdecak kagum saya lngsung baca lgi dan woww... sureprise ada pria tipe 3G (Ganteng Ganteng Galak) yang bikin pembaca kewalahan berimajinasi untuk bertemu dia di dunia nyata. hehe... Banyak lika-liku tentang romansa mereka yang patut kita ambil hikmahnya. Cerita ini sukses bikin saya ketawa terpingkal-pingkal akibat obrolan 'sinting' antara Abby dan Nicolette, ada-ada saja. Selain itu Novel ini bikin saya termehek-mehek bahkan kelewat banjir air mata gara-gara penulisnya pinter banget bikin emosi naik turun dan akhirnya tumpah semua tangisan saya.
Gaya bahasa yang mengalir yang 'gak pake ribet' alias easy reading, konflik yang terlihat nyata, obrolan-obrolan yang masuk akal dan juga jalan cerita yang 'WAH' banget.
Saya biasanya gak bisa nangis klo baca novel tapi kali ini ada bnyak adegan yang menyentuh terutama saat Abby dan Ibunya bertengkar dan juga kembali damai. Suasana ketika Abby masuk rumah Aidan dan bertemu keluarganya benar-benar terasa kalo saya yang jadi Abby hahaha. Penulis mampu memasukkan hal-hal yang nge-hits jaman sekarang mulai dari fashion, mobil, dan merk. Ceritanya juga nggak mudah ditebak. Satu lagi saya suka sifat dari tiga pemeran utama di sini. Kenapa? Karena sedikit pun tidak kluar jalur dari karakter yang sudahdibuat penulis, sukses ketika para pemain menggambarkan perasaan dan pikirannya masing-masing. Sekali lagi saluuut bgt untuk novel ini..
the last : INI BARU NAMANYA NOVEL !!! two thumbs up :*
123 reviews
September 16, 2016
Saya sendiri sebenarnya nggak terlalu suka kalau ada tokoh cewek (Abby) yg genit. Rasanya risih. Tapi di novel ini saya malah merasa kalau sisi negatif perempuan yg seperti ini menimbulkan cerita liar biasa menarik. Sama seperti yg dikatakan penulisnya di halaman penutup. Novel ini berdasar cerita teman-temannya, riset, dll.
Ditambah dengan selera humor yang subhanallah bikin ngakak nggak henti-henti, penulis berhasil membuat saya menyukai karakter Abby yang selalu menggoda Aidan dengan kecantikan dan keseksiannya, yang bikin Aidan salting terus mukanya merah. Tapi tenang saja, kebanyakan humor tidak membunuh rasa lain dari novel ini. Malah menguatkan rasa sedih dan marah ketika konfliknya muncul. Rasanya tuh kayak kita diajak ketawa dan bahagia dulu terus akhirnya jantung kita ditikam pakai belati di akhir bab. Bikin sesak napas pas tahu kalau Aidan dapat kabar buruk mengenai hubungannya dengan Abby yang bahkan belum dimulai.
Awalnya saya menanti sekali kapan konflik itu muncul, setelah muncul saya malah nggak kuat. Aseli nyebelin banget. Twist dalam novel ini juga bikin tercengang walau nggak diceitain lebih rinci. Tapi saya paham kok kalau semua itu hanya "uji coba" yang dibuat oleh Poeny (bener ga sih nulisnya?).
Endingya bagi saya manis, saya terima walau masih kurang puas sama penjelasan kenapa twis-nya begitu. Setelah Poeny melakukan hal itu ortu Aidan nggak komentar apa-apa? Kok kayak dipangkas gitu alurnya, rasanya jadi kecepatan?

Overall, tema kepercayaan yang diangkat sangat kental di cerita ini. Bagi kalian pembaca cerita ringan tapi menyentuh dan memiliki moral value yang menyadarkan diri, kalian wajib baca Wheels And Heels ini!!! Dijamin ngakak nggak habis-habis dan deg-degan.

Review lengkap http://wp.me/p6C0Ry-9s
Profile Image for Anggita Ravina.
21 reviews
December 14, 2015
Ritme yang naik-turun-naik akan membuat kita terus membalik halaman tanpa merasa bosan.
Ditambah dengan cover biru mudah yang sangat adem buat dipandang ternyata mengandung cerita yang tak kira seadem itu.
Kisah percintaan yang rumit karena terhalang kasta dan ego.
Aidan dan Abhilaasha akan sukses mempermainkan perasaanmu lewat novel ini.
Beberapa kali kamu akan merasa tertipu tapi tak akan sanggup menutup buku itu.
Dalam beberapa halaman ada yang membuatku sangat jengkel. Disatu titik aku akan tertawa geli ngeliat gombal-gombalan mereka dan satu keadaan tiba-tiba aku ingin teriak "Apa-apaan sih Aidan ini!"
Tapi itu yang membuat novel ini bikin kita lupa diri... karakter Aidan terlalu sempurna untuk ada di dunia nyata.
Aku sangat-sangat menyukai novel ini. Tapi tetap tidak ada yang selalu sempurna kan?
Ada beberapa judul lagu dan acara sinetron yang dimasukkan. Sungguh, beberapa tahun mendatang saat ada seseorang membeli novel ini... mereka akan berusaha buat googling karena mungkin tayang sinetron yang tidak diperpanjang jadi ia tidak tahu atau mungkin masa bodoh dan tetap membaca.
Dan alasan kedua kenapa aku memberi bintang 4 (kalo aja ada bintang 4,8 di goodread mba airin) aku merasa novel ini butuh lanjutaaaaan! mungkin dengan kehidupan mereka yang baru dan marga "atalasmana" itu masih melekat. mungkin cocok dibuat lanjutan.
Karena sekali lagi, Jika kamu memilih menjadi Cinderella. Kamu harus menanggung resiko, Siap berdampingan dengan pangeran apapun yang terjadi atau memilih kehidupan lain dan melepaskan gaunmu.
Profile Image for Nurina Widiani.
Author 2 books15 followers
June 20, 2016
Saya suka banget karakter-karakter dalam novel ini. Saling bertolak belakang dan kontras banget. Abby rada-rada konyol. Kadang. Cewek cantik memang rata-rata pede ya, langsung ngerasa kalau ada cowok yang merhatiin. Untung bukan cuma kege-eran. Haha. Saya suka karena dia punya prinsip. Dan lumayan drama juga. Haha~
Nicolette lebih asyik lagi. Blak-blakan, ketus, sinis tapi perhatian banget. Sahabat yang nggak sungkan-sungkan ngomong kalau Abby salah, yang berani mengkritik tapi perhatian nggak ketulungan.
Dan Aidan... ya ampuuun, ngegemesin gilak! Ada ya pria mapan, ganteng dan pintar tapi malu-malu sama wanita. Dan selera humornya yang parah itu... duh Aidan beneran harus sering-sering diseret nonton standup comedy.

Hal yang suka dari Irene Dyah adalah caranya membangun emosi yang kuat antar tokoh. Interaksi antar tokohnya selalu asyik dan chemistry-nya terasa kental. Hubungan tokohnya selalu cair bahkan dengan karakter yang kaku dan serius. Dialognya terasa hidup bahkan meski dengan kalimat baku.
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
June 28, 2016
3 bintang.

Cerita nya mengalir asik, cukup menikmati kekakuan Aidan dan Keisengan Abby. Dua orang yang saling tertarik, dimulai dengan Abby yang selalu iseng ke Aidan. Dan Aidan pun tertarik, cuman dia sedikit trauma. Makanya narik ulur trus Abby. Pedekate yg di lakuin Aidan ini unik, dia tidak pgn terlihat mengejar Abby. Malah dia pengen Abby yg mengejar. Tapi akhirnya, Aidan memberanikan diri untuk maju. Abby pun seneng tapi Abby ragu. Kesenjangan sosial mereka yang beda jauh. Membuat Abby takut, tapi Cinta kan tidak memandang harta. Disaat mereka yakin ke jenjang yang lebih tinggi, cobaan datang.

Overall Novel roman ringan yg manis, Konflik tidak terlalu berat juga, bener2 pas. Sikap sikap Aidan yg bikin melting, sikap Abby yg meluap2 bikin cerita seru.
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
January 31, 2017
WAWWW...
Cukup menghibur dengan novel yang satu ini.. Siap-siap saja untuk dibuat selalu tersenyum dengan tingkah para tokoh-tokohnya.

Ini kedua kalinya aku baca novelnya kak Irene Dyah setelah Complicated Thing Called Love. Dan novel ini sangat berbeda dari novel sebelumnya yang aku baca.

Aku sih paling suka dengan Nicollete. Hhehehe. Ntah kenapa dengan mulutnya yang pedas itu malah membuat Nicollete tampatk keren, apa adanya, tidak memilih teman harus sederajat dengan kastanya. Apalagi dengan sifatnya yang seperti itu, malah terlihat sekali kalau Nico memang perhatian dan sayang pada Abby.

Profile Image for Lila Cyclist.
856 reviews71 followers
May 17, 2017
Mencicipi penulis metropop (?) yang tersedia di Scoop ternyata lumayan juga :D

Kisah berpusar pada Abilaasha, alias Abby yang punya nama berbau India dengan konflik keluarga plus perasaan naksirnya pada Adian. (nama2 karakter di novel ini bagus2, suka deh). Abby adalah seorang usher alias penjaga show room mobil (setau saya usher itu petugas yang bantu kita nyari tempat duduk di bioskop, ternyata ini namanya usher juga ya ), berasal dari keluarga biasa, keuangan keluarga setelah ayahnya meninggal praktis berada di pundaknya sebagai anak sulung. Bekerja banting tulang demi sekolah adik2nya sekaligus menghidupi warung peninggalan ayahnya yang setelah dipegang ibunya, ternyata kurang berkembang dengan baik.

Nicolette, atau Nico, sahabat paling karib dari Abby, sering kali menjodohkan Abby dengan pria2 kaya demi masa depan yang gemilang bagi Abby. Sebagai anak yang terlahir kaya, Nico merasa kasihan pada Abby yang pontang panting mengejar kontrak pekerjaan sana sini demi mengirim uang ke keluarganya.

Adian, cowok cakep keturunan keluarga kaya, naksir Abby sejak awal bertemu di sebuah acara pameran mobil. Well, sebenarnya mungkin Adian naksir kaki Abby yang jenjang nan indah. Sebagai seorang usher, tentu saja pakaian yang dipakai Abby selalu seksi dan mempertontonkan kaki jenjangnya. Adian adalah tipe cowok satu diantara sejuta cowok di Jakarta. Masih perawan, kata Nico. Usahanya mendekati Abby menemui berbagai kendala, mulai dari sifat malu-malu Adian, gosip pria2 kaya yang mengencani Abby hingga jenjang perbedaan finansial yang sangat mencolok antara keduanya.

Apakah bakal ada cerita Cinderella disini? Hmmmm.... sepertinya ini memang cerita Cinderella, Cinderella yang keras kepala dan sedikit gengsian. Pokonya happily ever after lah...

Konflik keluarga Abby, tepatnya Aby dan ibunya disuguhkan dengan penuh dramatis, begitu juga dengan penyelesainnya yang mungkin bagi sebagian pembaca bakal berurai airmata (saya sih ngga hahhaha), emosi Abby yang meledak-ledak cukup bisa dipahami karena saya juga kadang meledak karena hal sepele. Sekedar teman saya menyapa di saat yang kurang tepat pun bisa saya semprot hahahaha... Apalagi Abby yang pikirannya penuh dengan masalah. Karakter Adian buat saya sih.......ehhhhmmmm...masih ada ya di Jakarta| Dengan background kuliah di luar negeri dan pergaulan orang-orang eksekutif? Saya sih sedikit ragu orang ebgini masih ada, kecuali di drama Korea/ Jepang, atau di novel ini :D Konflik cinta segitiga di hampir terakhir cerita, menurut saya sedikit dipaksakan. Hanya untuk mendramatisir kisah Abby yang sudah penuh drama.

Overall, saya suka dengan gaya menulis mbak penulis ini, celetukan Abby yang dilontarkan dalam hati pun saya suka, kocak banget. Ketika membaca, saya jadi ingat dorama Jepang komedi yang dipenuhi dengan bubble khayalan di kepala seperti yang ada di manga hahahaha...

Profile Image for Elsita F..
120 reviews6 followers
June 10, 2017

Sukaaaaaak banget sama novelnya 😍. Loveable, enjoyable, ngakakable, plus baperable. Ini adalah novel solo mbak Irene pertama yang saya baca dsn sukses langsung jatuh cinta. Jadi penasaran sama tulisan-tulisannya deh. Buku ini rekomen banget buat yang doyan cerita roman yang nggak menye-menye. Konflik Abby dan Aidan biasa aja sebenernya, karena zaman sekarang kisah Cinderella yang ketemu pangeran kayak udah banyak terjadi dan itu sama sekali bukan masalah. Tapi, interaksi keduanya sangat sangat menghibur dan menyenangkan untuk dinikmati. Dijamin bakal ketawa-ketaws ngakak saking lucu, gregetan saking gemesnys, oh dan yah I reallu love Aidan's character. Cowok pemalu yang bisa sadis juga kalo ngomong itu, tapi gampang banget memerah digodain dikit meski sebelumnya dia serius abis bener-bener ngegemesih. Pen gigit jadinya kalo orangnya ada 😂

Dan, menariknya adalah ilustrasi status-status Facebook Abby dan kenyataan bahwa Aidan suka lihatin, merhatiin dari jauh gitu katanya sebagai fans tapi aslinya naksir setengah mati. Abege feels banget ya penjelasanku tapi swear novelnya lucu dan cakep banget. Oh ya ada adegan baper-baperan juga antara Abby dan ibunya, saya sempet baper karena emang lagi rindu rumah dan harus menelan fakta pahit lebaran tahun ini nggak bisa mudik (curhat 😭).

Berikut ada beberapa kutipan yang buatku menarik dari novel ini:

Masih untung, hanya dikira bodoh. Daripada dituduh jadi wanita simpanan - Davina, hlmn 11
A selfie everyday keeps doctors away - Bams, hlmn 18
Cantik, eksis di acara gaul, tapi sendirian. Mengenaskan sekali. Sanda jepit saja ada pasangannya... - hlmn 26
Kamu tulis suka bolu, jadi aku belikan bolu untukmu - Aidan, hlmn 45
Tidak semua pria harus memperhatikanmu dan mematuhi keinginanmu kan, Abby? - Aidan, hlmn 48
Wanita-wanita super cantik yang glamor, high-maintenance, penggoda, sulit ditolak. Kalian semua terlihat seperti boneka yang seragam, berkilauan di dalam bola kaca yang tidak ingin kumasuki. Kalian terlihat ... berbahaya. Dan aku tidak yakin ingin mengenal kalian lebih jauh - Aidan, hlmn 50
Mobil dan wanita. Kenapa, ya acara mobil harus selalu dibumbui kehadiran wanita sebagai pemanis? Apa karena keduanya adalah mainan para pria, sehingga kaum Adam merasa perlu menyatukan keduanya dalam satu ruang dan waktu untuk mendapatkan gambaran optimal? - hlmn 50
Diperhatikan wanita seperti kamu membuatku besar kepala - Aidan, hlmn 70
Abby, sometimes we are not okay and it is okay - Aidan hlmn 147
Bagi manusia uang berapa pun tidak akan cukup. Kamu punya seratus juta bisa habis. Punya dua ratus juta pun sama saja. Selamanya seperti itu - Nicolette, hlmn 250
Karena aku juga akan memperjuangkanmu. Bahkan ketika situasi menjadi sulit sekalipun - Aidan, hlmn 266
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
June 30, 2017
Ceritanya tentang Abby yang jadi mesin ATM keluarganya. Abby ini cantik, kerjanya jadi SPG/model. Kalo di buku ini istilahnya usher dan talent. Dia terlihat glamour tapi sebenernya hanya sebatas pekerjaan, karena dia harus menghemat uang banget buat dikirim ke kampung. Suatu hari pas lagi training buat produk otomotif, dia bertemu dan "menggoda" trainer-nya, Aidan, yang kaku banget dan kalo ngomong garing abis tapi ganteng. Entah gimana, kemudian kayaknya si Abby sama Aidan ini berjodoh banget.

Abby punya teman orang kaya bernama Nico--ini cewek--yang ternyata juga temennya Aidan. Nico ini hobi banget nyariin Abby cowok kaya, biar hidup Abby terjamin. Tapi, semua cowok itu gak ada yang beres. Dari Nico, Abby jadi tau kalo Aidan juga anak orang kaya. Gara-gara ini, Abby jadi jaga jarak sama Aidan. Biar melarat, Abby ini harga dirinya tinggi dan ngga mau dicap mengejar cowok cuma karena harta. Aidan tadinya juga sempet salah sangka sama Abby, tapi pas tau kepribadian Abby yang sebenernya, Aidan malah bertekad mendekati Abby.

Tiba-tiba masalah keuangan keluarga Abby semakin parah karena ibu Abby bener-bener nggak bertanggung jawab dan berpikiran pendek. Abby jadi pusing, tapi dia gengsi buat dibantu sama Aidan maupun Nico. Dia malah berakhir marah pada kedua orang yang deket sama dia itu.

Gimana akhirnya??

Hmm... Pertama, gue suka sih karena cerita ini menggali kepribadian Abby dari lapis terluar sampai terdalamnya dan permasalahan utama Abby ini jelas: gengsinya. Yang bikin gue cuma kasih bintang 3 adalah perkembangan hubungan Abby dan Aidan yang kayaknya terlalu lama jalan di tempat alias ada beberapa adegan yang sepertinya cuma pengulangan adegan sebelumnya hanya beda lokasi. Dan kurang menggigit romance-nya. Hahaha.. Tapi okelah dibaca.
Profile Image for Wina.
86 reviews
December 30, 2025
Premisnya klise. Tentang kisah cinta dua orang yang punya kepribadian jauh berbeda. Baca ini sebagai selingan di antara list bacaan beratku. Menurutku 3/4 novel ini sudah oke banget. Narasinya menarik. Apalagi penjelasan tentang pekerjaan para tokohnya masuk akal dan mudah dipahami. Hanya saya pada bagian awal hingga pertengahan latar tempatnya kurang dijelaskan, membuat saya kebingungan.

Konflik Abhi sangat sesuai dengan gambaran kaum sandwich generation. Pekerjaan Abhi cukup oke tetapi karena harus membiayai kehidupan keluarganya di kampung jadi harus hidup hemat. Sikap Abhi terlalu keras kepala tetapi orang-orang di sekitarnya juga tidak bisa mengerti permasalahan Abhi. Setiap Abhi ada masalah pasti yang keluar dari mulut mereka "berapa?". Padahal Abhi hanya ingin didengar keluh kesahnya atau mendapat saran. Sayangnya orang-orang di sekitar Abhi terlalu kaya raya sampai tidak memahami hal tersebut. Terkait konflik ini sampai akhir belum ada penyelesaian pasti mengatasi perbedaan pola pikir tersebut. Padahal konflik ini salah satu alasan Abhi enggan dengan Aidan.

Sisa 1/4 bagian terakhir menurutku agak crige. Konflik terakhir hanya tentang salah paham sederhana yang terlalu ditanggapi terlalu lebay oleh para tokohnya. Tokoh Pony juga penjelasannya tidak ada. Sebenarnya Pony ini umur berapa? Kenapa tingkahnya kayak anak kecil banget? Kemudian epilognya sepertinya tidak perlu, seperti hanya untuk memuaskan pembaca yang haus adegan romance dewasa. Eksekusinya nanggung.

Novelnya cocok dibaca setelah baca bacaan berat biar gak terlalu memusingkan hal-hal yang agak aneh di bagian akhir novel.
Profile Image for Neneng Lestari.
296 reviews1 follower
June 18, 2017
Abby seorang usher yang tidak lepas dari high heels, gaun mahal dan dunia gemerlapnya. Sedangkan Aidan adalah cowo kaku dengan selera fashion yang mampu membuat Abby jingkraj-jingkak karena gemas. Tapi bila menyangkut otomotif, Aidan akan bercerita kegirangan layaknya anak kecil.

Nico, sahabat baik Abby, sekaligus cewek super tajir yang selalu mencela Abby, mencoba memperbaiki hidup Abby dengan mengenalkan pada cowok-cowok kaya. Sayangnya, Aidan, cowok yang Abby perhatikan bukanlah jajaran cowok yang mampu membuat Nico terkesan.

Review

Aku setuju dengan Abby, kalau Aidan itu menggemaskan. Kalau kata Nico, Aidan itu menggelikan.

Abby itu karakter yang kuat sekaligus beda. Saat jadi usher, dia bisa berubah menjadi putri yang diinginkan pangeran manapun. Saat berubah menjadi Abby, dia menjadi cewek yang sederhana, mandiri, kuat dan sedikit pelit. Maklum kehidupan keluarganya yang nggak jelas kondisi keuangannya bikin Abby jadi ATM buat keluarganya.

Aidan itu bener-bener bikin jatuh cinta. Hampir sepanjang jalan cerita novel ini Aidan berhasil bikin aku getar getir dengan perlakuannya ke Abby. Udah nggak peka, polos, gugup, kaku, pemalu, irit ngomong dan paling penting baik hati. Super baiikk malah.

Kedekatan mereka bikin gemes. Apalagi Abby yang super jail suka godain Aidan. Suka ngelakuin apa pun yang bisa bikin Aidan malu atau marah. Tapi dibalik itu semua, Abby hanyalah manusia biasa. Ia harus berurusan dengan keluarganya yang selalu kekurangan uang. Selalu berseteru dengan ibunya.

Intinya, aku suka novel ini. Cocok dibaca segala usia remaja.
Profile Image for Dian Maya.
194 reviews12 followers
November 19, 2017
Benarlah adanya pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang. Tak kenal penulisnya, maka tak sayang tulisannya. Padahal ternyata tulisannya keren, ngepop, segar, lincah, kocak bikin pipi sakit saking kebanyakan ketawa selama membaca. Kalau dari dulu saya tahu akan semenyenangkan ini membaca Wheels and Heels, sudah dari pertama terbit saya langsung beli & baca nopelnya. Ide ceritanya sih memang klasik: sang pangeran yang jatuh cinta pada si gadis miskin, tapi cara penulis mengemas cerita hingga mampu mengocok perut para pembacanya yang patut diacungi jempol. Pokoknya setelah ini, tidak akan ragu deh mencomot tulisan-tulisan Irene Dyah yang lain. Salut!
Profile Image for Putri Salsabila.
82 reviews1 follower
September 20, 2021
Woahh... Buku metropop ini cukup banyak pelajaran berharga seputar kehidupan yang lumayan menyentil saya pribadi😭👌terutama bagian abby yang mengobrol dari hati kehati dengan ibu dan adiknya. Its so deep :'). Sayang part bagian aidannya tidak terlalu di eksplor+gombalan-gombalannya masih kurang "nendang" wkwkwkwk. Alur cerita dan isi percakapan-percakapan dalam buku ini pun terasa mengalir dengan baik (karna memanh disurvei dahulu oleh penulis dengan wawancara para usher nya langsung. That was so cool) sehingga cerita ini bisa terasa dekat dan relate dengan pembaca. Thanks to this kind of experience!
Profile Image for Fridalia Septiarini.
29 reviews2 followers
March 17, 2020
Terbit tahun 2015 dan aku baca tahun 2020. Tentunya ada beberapa yang sudah tidak relate dengan kehidupan sekarang, tapi itu ngga begitu mengganggu.
Gemes sama karakter Aidan yang malu malu tapi mau gituu. Ternyata dibalik sikapnya itu, ada alasan kenapa dia bersikap seperti itu.
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
December 25, 2017
Aku yakin, sebagian besar pembaca gemas dengan sikap kaku Aidan. Kaku-kaku menggemaskan. Dia tuh barat landak mini. Berduri tapi menggemaskan untuk dicium😂
Profile Image for anop.
25 reviews
July 23, 2019
Kebaca banget endingnya,tapi bahasanya enak g njelimet dan muda dicerna otak saya yg sedang lemot.
Karakter Aidan cuma ada di novel dan film
Profile Image for elisa.
Author 4 books5 followers
October 14, 2021
Suka banget sama karakter-karakter tokoh yang ada di novel ini.
Terutama Abby dan Aidan tentu saja.
Yang bikin makin jatuh cinta dari "Cinderella Story" ini, nggak perlu ibu tiri jahat agar muncul konflik.

Yap, penulis gak menghadirkan tokoh-tokoh antagonis buat bikin konflik. Dan itu keren banget. Toh pada dasarnya konflik pasti akan muncul dari dua orang saat mereka bertemu. Entah karena perasaan, perbedaan sifat, prinsip, dan lain sebagainya.

Verry recomended! 💕
Displaying 1 - 30 of 53 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.