Kisahnya nya dimulai dari Suti, perempuan konyal kanyil yang dinikahkan dengan Sarno. Yang sebenarnya hanya akal akalan ibunya untuk bisa seranjang dengan Sarno. Suti justru terlibat dalam hubungan yang rumit dengan keluarga priyai. Dengan pak Sastro, bu Sastro dan Kunto anaknya.
Novel yang sangat menarik, novel yang setiap halaman nya, selalu membuat pikiran saya bertanya tanya, ending nya bagaimana. Terbukti, saya hanya butuh hitungan jam untuk menyelesaikan novel Pak Sapardi ini. Suti ini perempuan yang menarik bagi saya, hubungan nya dengan Kunto yang saya harapkan bisa sampai ke pelaminan. Justru tak terjadi, kunto memilih wanita lain, namun sebenarnya masih mengidam idamkan Suti. Suti sendiri, pergi entah kemana, ia dibawa pergi Ibunya sejak Suti muntah muntah. Sarno sendiri juga pergi ke tempat lain, entah kemana. Namun akhirnya semua jadi jelas di ujung akhir cerita. Suti mempunyai anak perempuan. Pejuh siapa yang ditanamkan di rahim nya? Silahkan pembaca mencari carinya sendiri.
Selain Suti sendiri, karakter Bu Sastro serta Tomblok, yang karakter nya cukup membentuk cerita disini. Bu Sastro mengingat kan saya pada hakikat nya orang jawa, yang butuh pegangan selain agama, dan Bu Sastro memilih mbah Parmin sebagi pegangan itu. Selain itu sikap, bu Sastro yang legawa, tak perlu mempermasalahkan tentang anak Suti juga menunjukkan pada hakikat nya orang jawa.
Meskipun, saya sudah mencapai ending dari novel ini, saya masih mengharapkan Suti bisa kawin dengan Dewo, adiknya Kunto. Maka biarkan imajinasi saya sendiri yang meneruskan cerita ini. Saya kasih bintang 5, untuk novel ini.