Smurf Kekar mengadakan pertandingan olimpade. Semua smurf ikut berpartisipasi dan membentuk tim-tim sendiri. Smurf Rapuh yang dikenal nggak bisa apa-apa juga mau ikut serta. Sementara semua smurf meremehkannya, Smurf Rapuh pantang menyerah dan terus berlatih. Berhasilkah Smurf Rapuh memenangkan pertandingan ini dan mengalahkan semua smurf lain?741.5
Sport ist Mord Kurzreview: Ein Gutschlumpf meint, allen anderen im Dorf vorschreiben zu müssen, dass sie nun Sport treiben sollen. Besser hätten sie ihn aus dem Dorf gejagt, denn außer Stress ist am Ende wieder nichts gewesen. Ebenso der Geschenkewahn zu Ostern: Ein Ei jagt das nächste. Und dass man nicht in einen plötzlich über Nacht aus dem Boden geschossenen Vergnügungspark gehen sollte... klug sind sie nicht, die Schlümpfe.
Beh, la copertina proprio... Come si fa a vedere che il Puffino Debolino ha il naso rosso se tutto lo sfondo è rosso uguale?!
A parte questo, la prima storia non mi è dispiaciuta. Anche se povero Puffo Debolino che non si prende nemmeno il bacio della Puffetta. Che fregatura!! È stato comunque simpatico vedere i Puffi alle prese con l'atletica e le Olimpiadi.
La seconda storia è un po' confusa è ho dovuto leggerla un paio di volte per riuscire a capire tutti i vari passaggi.
La terza è un po' così. Solita storia: Uno per tutti, tutti per uno.
This is a level 2 reader book. It is a story about Hefty Smurf wanting the other smurfs to get active but also about teaching a smurf to believe in himself and try to acheive the things he wants to acheive.
I thought this was a very cute story. The book seemed a little difficult for a level 2 reader but maybe if they were getting ready to go up to the next step, it would be ok. The book's story also held a lesson which I thought was an added bonus.
Maybe the Smurfs started to fizzle out by book #11, because despite absolutely lovely colourful printing and appealing artwork, the story is pretty woeful, even allowing that some of it will be lost in translation. The cover states that there are "two" full stories in this thin book, but actually, the Olympics story occupies 60% of the book and the rest is made up of little bits of this and that from newspaper strips. I much prefer Tintin. 2.5/5
Smurf Kekar dan Papa Smurf mempunyai ide luar biasa. Mereka menciptakan Olimpiade Smurf supaya para smurf jadi rajin berolahraga. Tentu saja tidak ada satu pun yang tertarik, kecuali jika hadiahnya adalah mendapat ciuman dari Smurfin. Semua smurf ikut serta, bahkan Smurf Lemah sekalipun. Pesan moralnya: bahkan yang lemah sekalipun, jika ia rajin berlatih dan punya rasa percaya diri, maka ia akan menang.
Buku ini terbagi menjadi 3 cerita: 1. Olimpiade Smurf (cerita utama) Kisah ini menceritakan smurf kekar yang ingin mengadakan pertandingan olahraga karena dia merasa bosan berolahraga sendirian. Awalnya warga smurf tidak tertarik dengan pertandingan tersebut karena hanya berhadiah sebuah medal yang sebenarnya mereka bisa buat sendiri, tetapi smurf kekar punya ide bahwa selain medal, pemenang dapat mendapatkan ciuman dari smurfin. Alhasil tempat pendaftaran penuh dengan smurf yang ingin mendaftar. Supaya teratur, para smurf dibagi menjadi 3 tim (tim merah, tim kuning, dan tim hijau). Smurf rapuh yang sendirian di tim hijau, merasa tidak percaya diri untuk mengikuti pertandingan ini karena kondisi fisiknya yang rapuh sekali, sesuai dengan namanya. Karena itu, Papa Smurf memberikan suatu "ramuan" yang sebenarnya hanya madu biasa kepada Smurf Rapuh dan mengoles di hidungnya setiap mengikuti pertandingan supaya mendapatkan kekuatan untuk memenangkan pertandingan tersebut. Alhasil Smurf Rapuh berhasil memenangkan semua pertandingan tersebut berkat bujukan dari Papa Smurf.
2. Telur Paskah Smurf. Kisah ini dimulai dari Smurf Kacamata yang bingung memberikan sebuah hadiah apa untuk Papa Smurf di Hari Paskah. Tiba-tiba, dia menemukan telur di hutan dan membawanya sebagai hadiah untuk Papa Smurf. Tetapi ketika melihat telur gula dari Smurf Koki yang merasa lebih bagus dari hadiahnya, Smurf Kacamata menukar telurnya dengan telur gula dari Smurf Koki dan membawanya ke rumah. Smurf Badut melihat Smurf Kacamata membawa telur dan ingin mengerjai Smurf Kacamata dengan cara menggantikan telur Smurf Kacamata ketika dia keluar untuk meminta pita merah ke Smurf Genit dengan telur palsu yang berisi sebuah petasan. Smurf Badut mengira telur yang ia curi dari Smurf Kacamata merupakan telur asli sehingga ketika ia merebusnya, ia kaget melihat telurnya mencair. Sedangkan saat Smurf Koki memberikan telurnya kepada Papa Smurf, Ia heran bahwa telurnya menjadi asli yang kemudian Papa Smurf membuat kue dari telur tersebut. Saat Papa Smurf sedang menghiasi kuenya, Smurf Kacamata datang dengan telurnya dan ia tidak sadar bahwa telur yang dibawanya berisi petasan sehingga telur itu meledak dan Papa Smurf memarahinya.
3. Taman Para Smurf. Kisah ini menceritakan warga smurf yang ingin berpiknik di suatu tempat tetapi tempatnya jelek dan tidak memungkinkan untuk berpiknik sehingga warga smurf merapikan tempat itu dan mereka akan melanjutkannya besok pagi. Sementara itu saat malam hari, Gargamel dan Azrael pergi untuk menangkap katak di hutan dan tidak sengaja menemukan tempat warga smurf untuk berpiknik. Kemudian dia segera bekerja membuat jebakan dengan cara membangun taman di tempat itu dengan perangkap di dalamnya. Keesokan harinya Smurfin menemukan taman itu dan mengajak yang lainnya pergi ke situ, Smurf Kacamata memperingatkan mereka bahwa itu jebakan tetapi tidak ada yang menghiraukannya. Setelah mereka berada di dalam taman itu, Gargamel yang bersembunyi menangkap mereka dengan mengaktifkan jebakan-jebakan yang ada di taman itu. Smurf Kacamata yang melihat kejadian itu segera memberitahu Papa Smurf dan Papa Smurf segera memberitahu warga smurf untuk mempersiapkan diri mereka dengan senjata untuk melawan Gargamel. Akhirnya Gargamel dan Azrael dapat dikalahkan berkat penggaruk rumput yang dibawa oleh Smurf Lamban dan Smurf yang lain bersorak-sorai padanya.
Buku ringan ini cocok dibaca oleh semua kalangan dan sebagai pengisi waktu luang Anda.
This entire review has been hidden because of spoilers.
C'est un album plein d'optimisme, où le bonne foi du schtroumpf chétif et la véritable clef à la réussite, tandis que les deux équipes de schtroumpfs qui ne pensent qu'à empêcher l'autre équipe de gagner par des moyens malhonnêtes au lieu de se concentrer sur leur propre progression les amènent toutes les deux à la défaite.
This is the best Smurf comic book so far, with the theme of Olympics, whereas hard work is rewarded, and confidence is cultivated by sportsmanship. There is only one story, followed by many sports related Smurf comic strips. I like this format more than having a few stories in a book.
Jadi ngikutin sejak iseng baca di Kafe, hehe. Seru buat ngisi waktu luang, enggak for children amat, masih enjoyable buat kita yang belia tapi tua ini, lol. Ada pesan moral yang menarik untuk disimak juga sama si kecil loh!
Cette fois les Schtroumpfs ont décidé d'organiser des Jeux Olympiques! Mais le moins que l'on puisse dire c'est que les débuts ne sont pas simples et il y a du travail, ce qui promet de nombreux gags. Il y a aussi une belle leçon avec le Schtroumpf chétif. Ma seule déception avec cette album est que les deux histoires suivantes étaient déjà parues dans des tomes précédents, ce qui est un peu dommage. Mais bon la première histoire est tellement bien que cela reste un excellent album.
Je crois que je l'ai aimé à cause que je me suis reconnue. Le schtroumpf absolument incapable de gagner qui gagne. Ça fait du bien au self-esteem! Les deux mini histoires en surplus sont corrects mais ils valent la peine juste voir le Grand Schtroumpf fâché.