Basically my introduction toward "Political Theory", atau bahasa kerennaya adalah ideologi, isme-isme, dan sebagainya.
Pada buku ini, Ben Anderson menjelaskan perkembangan gerakan anarkisme Eropa, pada akhir Abad 19 hingga awal Abad 20. Kemudian Revolusi Kuba dan Filipina pada kurun 1890an (Ya, Kuba dan "Revolusi" nya bukan semata Che). Namun, ada yang mengganjal di Buku ini.
Pertama, narasi yang dibingkai dalam buku ini disusun sebagaimana sejarah; gerakan anarkisme di Eropa, kemudian Revolusi Kuba dan Filipina. Kemudian tanggal berapa dan siapa para lakon sejarah. Sebenarnya narasi semacam ini membuat buku ini enak diikuti dan sejarah-sejarah yang dipaparkan jadi mudah dipahami. Namun sub-title buku (yang saya kira juga berlebihan) dimana terdapat kata "Imajinasi Antikolonial" membuat buku ini seperti tampak menawarkan resistensi gerakan-gerakan ini dalam bentuk kosmik. Apabila hendak menggunakan teori paska-kolonial, mengapa tidak kaji saja novel-novel Jose Rizal? (yang dalam buku ini, disebut berulang-ulang).
Kedua, baik Kuba maupun Filipina adalah jajahan Spanyol. Namun Penulis tidak mengkaji lebih jauh perkembangan Masyarakat dan Politik dalam negeri Spanyol pada kurun Abad 19. Patut disayangkan mengingat pasca perang dengan Napoleon, Spanyol mengalami pergolakan konflik internal yang amat chaos, perubahan sosial juga amat pesat.
Kemudian, baik Kuba dan Filipina setelah "lepas" dari Spanyol justru menemukan tuan baru; Amerika Serikat, yang kala itu tengah lahir menjadi imperium baru menyusul negeri-negeri Eropa. Namun Buku ini tidak lebih jauh mengulik motivasi mengapa AS kemudian menjadi imperium baru ini, misalnya era "Glided Age" dimana kapital menguasai AS, atau ideologi "Progressivisme" yang diusung Ted Roosevelt (dan menjustifikasi "Misi Peradaban").
Singkat kata, buku ini bukan pengantar ideologi anarkisme, lebih tepat sebagai pembahasan salah satu fragmen sejarahnya. Mungkin agak tepat dikatakan bahwa buku ini membahas pengaruh "anarkisme" pada Revolusi Kuba dan Filipina, namun sekali lagi, buku amat minim membahas sisi sosial-politik dan ideologi di dalam para "penjajah" kedua negeri tersebut.