Boleh dibilang sebagai novel eksperimental. Novel ini berisi 3 versi cerita, Versi A, B, dan C yg masing-masing tokoh utamanya sama yaitu Sergio dan Maurizio yg merupakan sepasang sahabat. Setiap 3 versi cerita ini punya karakter perempuan yg berbeda-beda yg dijadikan penulisnya sebagai bagian intrik cerita. Ada satu tokohnya yg selalu sama diantara tiga versi cerita selain Sergio dan Maurizio adalah Moroni yg digambarkan sebagai lelaki tulus yg tak pernah tertarik dengan ideologi politik. Wajar aja, Moroni ini selalu memenangkan "pertandingan cinta" jika dibandingkan Sergio dan Maurizio yg selalu ribut dan kisruh dengan ideologi politik.
Kisah dalam 3 versi ini sebenarnya sangat sederhana, kisah Sergio yg sangat ingin (bahkan cenderung maksa dan emang enggak pernah berhasil) mengkonversi temannya Maurizio menjadi seorang komunis namun setiap versinya punya perbedaan sudut pandang terutama soal narator walaupun dengan tema yg sama, terutama yg paling membedakan tafsir penulis terhadap masing-masing versi cerita adalah kisah cintanya. Saya sebenarnya agak antipati dengan karakter Sergio terutama cerita di Versi B yg punya karakter kasar terhadap pasangannya dan cenderung devilish (mirip-mirip legenda Faust) karena ingin merayu Maurizio untuk masuk Partai Komunis yg secara status si Maurizio ini seorang borjuis sampai-sampai harus mempertaruhkan pacarnya sendiri kepada Maurizio (dan Maurizio betul2 menolak rayuan Sergio soal ini), waktu baca cerita Versi B ini saya lantas teringat dengan kisah Drupadi karena perempuan dijadikan objek lelaki sebagai bahan pertaruhan.
Soal penulisnya sendiri, Alberto Moravia, saya baru dengar belakangan ini saja. Saya suka sama gaya tuturnya Moravia karena enggak melebar kemana-mana ceritanya, soalnya saya sendiri belakangan ini agak enek sama penulis yg tulisannya enggak ketat dan fokus. Prosa Moravia juga cukup mudah untuk dimengerti. Di rumah saya punya satu buku fisiknya yg judulnya The Time of Indiferrence yg merupakan novel pertama Moravia yang ditulis waktu dia masih berumur sekitar 20 tahunan. Saya lihat review orang mancanegara yg meresensi novel The Time of Indiferrence katanya itu novel cuma punya lima tokoh cerita tapi tebalnya sekitar 300-an halaman untuk novel terbitan terbaru, edisi yg saya punya di rumah cuma sekitar 230-an halaman karena hurufnya sangat kecil terbitan Signet Giant keluaran tahun 1955. Mudah-mudahan novel The Time of Indiferrence menjadi bacaan yg menyenangkan juga sama seperti novel Moravia yg ini.