What do you think?
Rate this book


138 pages, Paperback
First published January 1, 1965
"Bininye ade nggak?" tanya Dulo lagi yang kontan dijawab oleh Mak Leha, "Hayati? Jangan, jangan kasi Hayati. Lu kasi Hayati pendeknya bures deh.(Mungkin dimaksudkan sebagai salah satu motif mengapa Samiun ingin beristri lagi, tapi perannya untuk menekankan motif itu pun tak kuat.)
[...]
"Kaye nyang nggak tau aje. Biase deh. Dari pagi ude pegi, tapi bukan nyari duit kaye si Miun. Hayati sih ngebuangin duit... maen ceki!"
Banyak orang Inggris yang melihat warisan rasial yang bercampur aduk dari para isteri teman-teman Belanda mereka. Kurangnya pendidikan berakibat tidak adanya bahasa penghubung yang dapat digunakan untuk berkomunikasi (Jean Gelman Taylor, Kehidupan Sosial di Batavia, Masup Jakarta, 2009)
Akibat yang ditimbulkan adalah banyak laki-laki yang hidup dengan perempuan pribumi dan memiliki anak gadis yang memiliki kebudayaan campuran yang akan menjadi isteri dan perempuan yang memiliki derajat dan martabat tinggi di Jawa...Mereka diasuh sejak kecil oleh budak-budak yang mengajarkan mereka ketidakberdayaan dan kemalasan, dengan begitu banyak pelayanan dan perintah. Kamu bisa memahami, seperti apa kelakuan mereka nanti...