GHAZI adalah kesatria Islam yang seperti singa di medan perang, berjihad melawan tirani kaum kafir, namun santun dan lembut kepada orang-orang lemah. Mereka mengisi malam mereka dengan tahajud dan tilawah Quran. Mereka menjaga diri dari kemaksiatan dan selalu memelihara diri dengan ketaatan. Mereka bukan hanya berbadan kuat, tangkas bermain pedang, berkuda, dan memanah, tetapi juga ditempa dengan syariat Islam. Mereka hafal Quran dan tidak pernah luput solat malam. Mereka adalah prajurit terbaik yang dijanjikan mewujudkan bisyarah Rasulullah saw menaklukkan Konstantinopel. Bersama Sultan para Ghazi, Muhammad Alfatih, mereka sedang terus mempersiapkan diri untuk itu. Perjuangan mereka berderap dalam novel #GHAZI.
Pada seri ini, ceritanya sudah lebih banyak terfokus pada dua tokoh sentral, yaitu Muhammad AlFatih/ Mehmed dan Vlad Dracula. Masing-masing mempunyai misi kuat yang membuat karakter keduanya terlihat jelas, Hitam vs Putih. Meski kisahnya bertutur tentang perjuangan Turki Utsmani menaklukkan negeri-negeri eropa, di seri ini, saya malah lebih dibuat penasaran dengan kelanjutan dari kisah Vlad Dracula dan 'Sang Dewi', mungkin karena di bagian alur itu, intriknya lebih terasa.
"Not everything in this world needs to be weighed by what you gain or what you lose, Vlad Dracula."
Impression after Reading To be honest, this is kind of a disappointment after the first two books. Although we did finally get to the main plot between Mehmed and Vlad, there isn’t much tension between them that I was expecting in the first place. I guess what I find lacking is that there isn’t much complexity in them. No build-ups, no meaningful interactions that trigger the conflicts, no anything like that as far as I know. Sure, this book might be a retelling of history, but at the end of the day, the narrative is still the main point of a novel.
The Story We finally continue from the flashback at the very start of the first book. When Mehmed and Radu found Vlad in the middle of his act of murdering Radu’s cat.
Seems like the pacing has also somewhat slowed down. Even though there were a number of events that happened throughout the whole book, it doesn’t feel like the events are really that significant to the plot except for a few. It was like it’s just there to pan out the story.
And also, the things and events that happened feel very same-y in a way; at least in Mehmed’s part, I felt like they did. Not in a way that it is formulaic or repetitive, no, but what I get from them is that the sort of feeling you get from them is all the same. The author tried to paint a message for the reader only for it to fall flat, but that’s just me, so don’t take my words for this.
The Characters It’s sad, but there weren’t any characters that really pulled me in. There wasn’t much complexity in them in the first place when I think about it. Heck, even the characters in the books before, like Dracula’s father or Bayazid, have a bit more depth to them. But I’ll give it the benefit of the doubt since the story only portrays them as young teens so far. I hope the next two books could give them the characterization and depth that they deserve since my expectation has only been going down as I progress through the series.
entah karena langsung dibaca sekali duduk atau emang karena ritmenya seseru itu, seri ke-3 ini lebih seru menurutku. udah mulai banyak bahas Mehmed dan Vlad. dan karena penasaran, setiap bagian cerita tentang Vlad selalu seru!
tapi aku juga menggarisbawahi beberapa hal dari buku-buku series Ghazi ini, agaknya terlalu berpanjang lebar dalam menggambarkan sesuatu, bahkan beberapa bagian terkesan bertele-tele saya pikir. kalau biasanya penjelasan yang rinci terhadap suatu adegan membuat kita semakin mudah membayangkan dan bermain dengan imaji, kali ini saya tidak merasa demikian, karena penjabaran yang dilakukan banyak yang tidak perlu dicantumkan pun tidak apa-apa, karena pada akhirnya rata-rata tidak begitu berpengaruh terhadap kisah yang hendak diceritakan. jadi kurang padat, dan sepertinya ini yang membuat kadang-kadang bosan membacanya.
kemudian yang kedua, meskipun buku ini bercerita tentang kisah nyata perjuangan umat Islam yang ditulis oleh seorang Muslim, saya merasa agak keberatan dengan beberapa bagian yang menceritakan dengan cukup subjektif terhadap pihak musuh. hal ini banyak aku temukan di bagian-bagian saat menceritakan kelebihan dan kekurangan, yang kesannya begitu memandang sebelah mata. eh, gimana ya, maksudnya bagian-bagian tersebut jadi lebih terasa seperti pendapat pribadi yang dimasukkan, ketimbang menjelaskan keadaan dari sudut pandang orang ketiga. eh gimana ya, hehe, pokoknya rasanya begitulah.. ada bumbu emosi penulis yang ikut, penulisya, bukan tulisannya. jadi aku nggak begitu keikut gitu. kan beda yah, kalau kita baca tulisan yang semacam opini gitu, sama baca cerita yang lebih real time apa adanya (?)
wallahu a'lam bishshawab, cmiiw ya. ini cuma sekelebat yang ditangkap pribadi aja. tapi keseluruhan ceritanya mah seru, dong. semakin tertarik sama Barbara Celje, hehe.
Judul: The Chronicles of Ghazi - the howling of wolf, the eyesight of eagle (seri ketiga) Penulis: @felixsiauw & @sayfghazi Penerbit: @katalogalfatihpress Dimensi: 363 hlm, cetakan III Maret 2018 ISBN: 9786027198616
Semakin terlihat jelas perbedaan kepribadian antara Vlad III #Dracula dan #MuhammadAlFatih (Mehmed). Bahkan adiknya, Radu, bisa melihat mana yang sesuai dengan peri kemanusiaan hingga ia memilih #Islam di usia belianya, dan mendampingi Mehmed untuk menaklukkan Konstantinopel.
Berempat dengan Zaghanos dan Syaikh Qurani, mereka mencari Pedang Damaskus. Sebilah pedang terbaik yang dimiliki oleh Salahuddin Al Ayyubi, namun jejaknya hilang, seakan legenda saja. Segala persiapan terbaik mereka lakukan demi mewujudkan nubuat kenabian. Bahwa akan tiba masa Konstantinopel takluk dalam Islam. Hingga Rasul bersabda bahwa penakluknya adalah sebaik-baik pemimpin, begitu pun pasukannya.
Sementara Dracula semakin sesat setelah kabur dari istana Turki. Berbekal dendam, ia melakukan ritual sadis demi dukungan dari Barbara Celje dan kelompok hitamnya.
#Novel ketiga semakin menarik. Intrik politrik di antara kerajaan kristendom dan gerakan bawah tanah seperti kelompok hitam dan ordo naga membuat konflik semakin tajam dan rumit. Tapi tetap saja, masih ada typo di #buku ini, meski tidak memengaruhi cerita.
Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.
"Salah satu hal yang aku syukuri dalam hidupku adalah aku sangat suka membaca. Ayahku mengajari agar aku selalu mencintai ilmu dan mengambilnya walau dari manapun." (H.160)
Baca buku ini rasanya seperti menonton Fetih 1453. Sosok-sosok terdekat Mehmed yang muncul di film itu ternyata memang benar adanya. Sejak muda, Sultan Mehmed sudah dikelilingi orang-orang hebat yang bukan hanya setia, tapi juga memiliki keyakinan yang sama. Mereka bukan sekadar sekutu, tapi juga saudara yang selalu mengingatkan dalam kebaikan. Ini bukan hanya kisah tentang peperangan dan penaklukan, tapi juga tentang persahabatan yang luar biasa.
Sebuah cerita yang membuktikan bahwa perjuangan besar tidak pernah dilakukan sendirian. Dan kemenangan sejati bukan hanya tentang menaklukkan kota, tapi juga menaklukkan diri sendiri.
Pada seri ini sudah mulai terfokuskan pada dua karakter utama yaitu Mehmed dan juga Vlad Dracula.. dan dalam penceritaan kedua tokoh ini untuk mencari kekuatan juga sangat menarik.. yanh satu mencari pedang terkuat di bumi dan yang satu lagi mencari kekuatan entah apa itu di buku ini belum terlalu di jelaskan dan hanya mengikuti kehendak sang dewi..
Mulai menuju konflik, termasuk bagian yang paling seru karena villain kecintaanku udah sering muncul. Kelar seri yang ini langsung gercep unboxing buku berikutnya :)
Di episode ke-3 ini, cerita mulai seru. Seri ini menceritakan perkembangan Mahmed dalam mempersiapkan mimpi dan janji Rasulullah, menaklukan Konstantinopel. Sama dengan Mahmed, di pihak musuh Vlad Dracula pun memepersiapkan hal yang sama.
Cerita semakin menarik dengan kisah persahabatan antara Mahmed, Radu, dan Zaganos. Radu adalah adalah adik Vlad yang memilih mengikuti hati nuraninya, masuk Islam dan bergabung bersama perjuangan. Sementara Zaganos adalah anak seorang pendeta yang karena perkenalannya dengan Syaikh Qurani akhirnya masuk Islam. Proses masuknya Islam luar biasa.
Kisah seru lainnya adalah pencarian pedang terbaik. pedang seperti yang digunakan Shalahuddin Al-Ayyubi. Ketiga sabahat plus sang guru memulai pencarian keturunan dan pembuat pedang Al-Ayyubi.
Bagi saya dari segi cerita seru. Hanya saja dari segi penceritaan kurang menarik. Masih terlihat di beberapa bagian penulis ikut berkomentar. Penulis seperti tidak sabar untuk membiarkan cerita berjalan mengalir.
Buku seri 3 ini mengisahkan perjalanan Mehmed sang penakluk Konstantinopel dalam mempersiapkan rencana awal penaklukan konstantinopel. Disisi yang lain menceritakan pula awal pencarian kekuatan Vlad Dracula yang menjadi lawannya. Buku ini tetap menginspirasi dan membangkitkan gelora akan kebangkitan dan kejayaaan Islam. Menceritakan pula arti keberanian, persahabatan, persaudaraan, kesabaran serta ketelitian dalam mengambil keputusan..... Dinanti seri ke- 4 nya
Keduanya telah berusaha dg yg terbaik yg mereka miliki untuk mencapai tujuan masing2, pada akhirnya memang hanya menyisakan dua perbedaan yaitu kebenaran dan kerusakan. Seri ke-3 ini menunjukkan bahwa semua kegiatan Mehmet ditujukan dan difokuskan untuk menaklukkan konstantinopel, demikianlah cara untuk berhasil FOKUS