Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kisah-kisah Pembebasan dalam Qur'an

Rate this book

357 pages, Paperback

Published July 1, 2012

2 people are currently reading
22 people want to read

About the author

Eko Prasetyo

40 books78 followers
Eko Prasetyo, seorang ayah, yang sementara ini mengontrak rumah di daerah Kotagede Yogyakarta, adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII).

Karirnya dimulai sebagai guru taman kanak-kanak, kemudian editor, dan sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya di Resist Book serta PUSHAM UII. Sebagian kegiatannya dihabiskan untuk membaca, mengasuh anak, serta menonton sejumlah film.

Pernah terlibat dalam TPM (Tim Pembela Muslim) untuk advokasi beberapa kasus hukum yang menimpa Laskar Jihad. Selain itu juga terlibat menulis buku untuk penerbitan Laskar Jihad yang berjudul "Tragedi Kebun Cengkeh" (2002) bersama Ustadz Ayip Syafruddin.

Keterlibatan yang mendorongnya untuk terus berdoa, agar Islam sebagai agama menjadi kekuatan yang mampu melawan segala bentuk kesewenang-wenangan. Hingga kini ia memilih untuk mempercayai bahwa Tuhan sangat pemurah dan penyayang pada semua orang yang memiliki nyali untuk melawan penindasan.

Karyanya:
Orang Miskin Dilarang Sekolah!, Orang Miskin Tanpa Subsidi, Awas: Penguasa Tipu Rakyat, Orang Kaya di Negeri Miskin, Assalamualaikum: Islam Itu Agama Perlawanan!, Inilah Presiden Radikal!, Pengumuman: Tidak Ada Sekolah Murah!, Guru: Mendidik itu Melawan!, Astaghfirullah! Islam Jangan Dijual, Jangan Tanya Mengapa: Perusahaan Rokok Untung Besar!!, Minggir! Waktunya Gerakan Muda Memimpin! Soekarno, Semaoen, & Moh. Natsir, Demokrasi Tidak untuk Rakyat!, Jadilah Intelektual Progresif!, Orang Miskin Dilarang Sakit,

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
4 (100%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for 'Izzat Radzi.
149 reviews65 followers
June 21, 2017
Buku ini mengajak kita merenung pesan-pesan pembebasan dalam Quran. Quran, seperti kata Syazreen, bukan hanya untuk dibaca, dihafal dan diulang baca saja. Tetapi, ia membawa pesan besar, kalau menurut Eko, mengajak kita bertindak hasil pemikiran dan renungan.

Tanpa membeza-beza para Anbiya' mahupun golongan muslim dalam Quran (seperti Luqman, Ashabul Kahfi), Eko membawa para pembaca menekuni lagi membedah satu persatu sudut ibrah lagi pengajaran yang ada. Hal ini sesungguhnya dari satu segi menakjubkan, kerana, selain menggunakan pisau analisis agama (seperti sirah dsb), penulis tidak ketinggalan untuk turut sama melihat kisah-kisah dari sudut pandang Karl Marx ke Rendra, Quraish Shihab ke Ali Shariati, Hussain Tabata'i ke Karen Amstrong. Mungkin inilah seperti yang Azhar Ibrahim sebutkan, wacana budaya-agama di Indonesia itu berdiri ampuh kerana dokongan usaha penterjemahan buku yang dilakukan (lantas membuahkan pikiran-pikiran baru dalam pergulatan mereka).

Perhatikan ibrah Isa a.s, bagaimana kisah kecintaan pada zamannya (terhadap orang yang galak ingin merejam penzina). Perhatikan juga Luqman, berjiwa rabbani dalam mengungkap satu metode pendidikan anak. Tak lupa Yusuf a.s, yang terpenjara hanya kerana keberadaannya (being/existence) -dan bukan kerana kesalahan satu apapun- dalam istana dikelilingi pemuka-pemuka dan isteri pemerintah yang bernafsu jahat.

Adapun itu, masih saya kurang senang di satu bab tertentu, yang sewaktu menekuni, saya dapati seolah-olah penulis mencampak-campak sahaja 'rempah' nama sesuatu tokoh dan diselit idea kecilnya. Saya kira mungkin ini hanya kelemahan diri saya yang belum menelaah karya tokoh tersebut. Selain itu, saya kurang senang dengan naratif hijrah (Ali/malam), Hindun isteri Abu Sufyan dan Yazid bin Muawiyah; yang besar lagi rumit namun ini masih boleh diperkirakan lagi.

Lanjutan dari buku ini, saya mencadang agar disambung dengan membaca karya penulis yang lebih terkini (terbit 2016) iaitu Kitab Pembebasan: Tafsir Progresif atas Kisah dalam Al-Quran

Malah, boleh juga dilanjut baca dengan buku Kisah-Kisah Melawan Dalam Al Quran yang penulisnya mencatat bahawa penulisannya tersebut adalah hasil inspirasi dari Eko Prasetyo.

Secara keseluruhannya, 7/10
Profile Image for Maisarah Mohd.
Author 1 book42 followers
August 31, 2016
Agama itu sifatnya membebaskan.
Begitulah apa yang saya baca dalam tulisan ini.

Buku ini saya bahagikan pada tiga bahagian:
1. Kisah para Nabi
2. Kisah Orang-orang soleh/solehah
3. Kisah Umat yang Ingkar

Menariknya buku ini menyingkap kisah-kisah dalam Al Quran melalui perspektif seorang aktivis. Ya, di akhir penulisan buku ini, penulis menggelarkan para nabi ini aktivis.

Paling saya tertarik dengan satu ungkapan yang disertakan dalam buku ini:

"Saya yakin jika nabi hanya mengajarkan keesaan Tuhan tanpa menyerang sistem sosial dan ekonomi, tidak memperdulikan perbedaan antara yang kaya dan miskin, yang kuat dan yang tertindas, budak dan majikan, dan tidak melarang riba, serta tidak menganjurkan orang-orang kaya untuk mendermakan sebagian kekayaan mereka kepada orang-orang miskin dan yang membutuhkan, maka mayoritas suku Quraisy akan menerima agama Islam. Karena sebahagian besar dari mereka itu tidak sungguh-sungguh dalam menyembah berhala dan tidak mempunyai hubungan emosional dengan berhala-berhala tersebut".-Dr Taha Hussein.

Begitulah para nabi berdakwah, bukan sekadar mengajak pada tauhid yang benar akan tetapi turut menentang kezaliman, kemungkaran dan membela golongan yang tertindas.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.