Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sunshine Becomes You

Rate this book
“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

Awalnya, Alex Hirano lebih memilih jauhjauh dari gadis itu—malaikat kegelapan yang membuatnya cacat. Kemudian Mia Clark tertawa, dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapan.

Awalnya, mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga. Kemudian Alex Hirano tersenyum, dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai-sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.

432 pages, Paperback

First published February 2, 2012

519 people are currently reading
7108 people want to read

About the author

Ilana Tan

16 books1,913 followers
Ilana Tan adalah seorang novelis Indonesia yang dikenal karena menulis 4 novel roman yang masing-masing novelnya disajikan dengan cerita yang latarnya berbeda-beda. Novel Ilana Tan memiliki keunikan, yaitu tokoh-tokoh dari novel yang satu dengan novel yang lainnya saling berkaitan.[1]
Novel pertamanya berjudul Summer in Seoul, novel keduanya berjudul Autumn in Paris, novel ketiganya berjudul Winter in Tokyo dan novel keempatnya berjudul Spring in London. Masing-masing novel diceritakan di kota-kota besar di dunia, yaitu Seoul (Korea Selatan), Paris (Perancis), Tokyo (Jepang), dan London (Inggris). Dan masing-masing novel diceritakan di musim yang berbeda; Summer (musim panas), Autumn (musim gugur), Winter (musim dingin), dan Spring (musim semi).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4,484 (43%)
4 stars
3,329 (32%)
3 stars
1,893 (18%)
2 stars
447 (4%)
1 star
170 (1%)
Displaying 1 - 30 of 889 reviews
Profile Image for Yuni.
88 reviews49 followers
January 26, 2023
A-KHIR-NYA selesai juga baca buku ini. thx God. nangis bombay TT_TT bukan karena ceritanya, tapi karena akhirnya bisa ngelempar buku ini ke dalam gudang never to retrieve again.

baca buku ini seperti makan semangkuk penuh tasteless oatmeal. tanpa topping. tanpa saucing. I want to put the bowl down so badly, really, like seriously, tapi karena sudah terlanjur bikin semangkuk penuh, terpaksa harus dihabiskan walaupun rasanya blargh.

buku ini pun sama. aku sudah terlanjur beli, setebal itu, semahal itu, dan betapa kepinginnya, aku nggak mungkin ngubur buku ini di halaman (sayang uangku T_T).

oke, itu baru intro.

sebenarnya buku ini punya premis untuk jadi buku yang wow atau minimal enjoyable karena beberapa faktor:

1. It's Ilana Tan writing,
2. Ceritanya itu sendiri, meskipun oh-my-god so overused, bisa jadi bagus dengan eksekusi yang benar,
3. Setting tempat di New York,
4. Tiap-tiap karakternya (mereka punya profesi pianis dan penari kontemporer).

Dari keempat poin menjanjikan itu, buku ini failed di semua poin. ya, semuanya .

POINT 1

cara penulisan Ilana Tan nggak lagi seindah dulu. sekarang jadi monoton dan membosankan. kenapa jadi seperti itu? entahlah. aku mendesah dalam hati sambil memberengut. oh tunggu, aku memotong jalan pikiranku, mungkin karena diksinya yang amat sangat kurang dan pengulangan kata yang terlalu banyak.

coba hitung berapa kali para pemeran itu:
- menjawab 'entahlah' untuk pikiran mereka sendiri
- mendesah dan mendesah di dalam hati (do tell me how! even if they can 'mendesah dalam hati', it's not a thing people will naturally or usually do!)
- menggigit bibir
- memberengut

ditambah lagi, kecenderungan Ilana Tan membuat kalimat yang terasa seperti terjemahan. why? really, why? misalnya saja, kalimat menggenggam tangannya 'terasa benar' dari 'it felt right'. it doesn't feel right when you just translate it to bahasa Indonesia and put it word per word.

lagi pula, answer me, berapa orang yang saat menggenggam tangan lawan jenis yang ditaksir akan membatin 'ini terasa benar'? Alih-alih mereka terlalu sibuk deg-degan, malu-malu kucing, atau dunno, pingsan karena excited masih terdengar lebih masuk akal.

Lompati POINT 2, langsung ke POINT 3

setting tempat yang hambar, kalau nggak mau dibilang sia-sia, dan cerita itu keseluruhannya terjadi dalam latar belakang kertas putih. seriously, setting tempat itu nggak cukup hanya dengan menyebutkan nama kota, wilayah, restauran, makanan, dan sedikit menyisipkan percakapan dalam bahasa asing. dig it more!

tapi aku perhatiin ini memang ciri khas Ilana Tan untuk memilih suatu tempat dan... bam! nggak digunakan sama sekali kecuali dalam nama.

Dan... my biggest problem with this book is POINT 4 plus POINT 2.

Karakter tiap-tiap pemerannya.

- Mia Clark

She's Queen of New York. Every man in this book has a thing for her. I mean it. every single one of them. Karl, Ray, Aaron, Rick, Billy, and of course our man Alex. belum cukup banyak? tenang, masih ada selusin cowok tanpa nama lain yang juga suka sama dia (menurut Ray).

and I don't see why. it looks like all men fall head over heels to her for no apparent reason.

if she is fun or witty, acceptable.
if she acts all confident, it makes sense to admire such a girl.
if she is kindhearted and angelic, that could be the right reason to love someone.
if she is smart and capable, way to go.

but Mia isn't all of those.

Mia sama sekali nggak punya personality yang menarik ataupun menonjol kecuali dia cantik, dan itu bukan personality. oh, dia juga satu dari lima penari kontemporer terbaik di dunia. and of course, I know she will be good at making coffee.

berkali-kali, sampai aku eneg, ditulis tentang Mia yang menatap, bicara, tersenyum dengan cara yang sama pada semua lelaki yang tergila-gila sama dia. aku sampai heran, seperti apa caranya menatap, bicara, tersenyum itu? karena Ray sempat salah paham mungkin Mia suka sama dia karena caranya menatap, bicara, dan... oh whatever.

ditambah lagi cara Ray mendeskripsikan Mia sebagai 'gadis ini membuat segalanya terasa benar'. maksudnya ? I don't know about Ray, but me personally, I don't want her near me when I'm taking exam. She will make every thing seems right which means... disaster.

plus , this girl is such a pushover, like she has no ground to stand on.

sedikit contoh saja: dia ngasih Alex voucher permintaan, dan Alex minta supaya Mia tinggal di apartemennya karena Alex khawatir Mia bakalan sakit dan bla-bla-bla.... awalnya Mia menolak, tetapi tahu apa jawaban Mia akhirnya: "Aku tidak punya pilihan lain, kan?"

YES, YOU DO! punch him in the face, girl! Mia membiarkan hidupnya diatur-atur Alex hanya karena sebuah voucher permintaan! WHUT?!

dia memberi Alex voucher permintaan seolah itu punya kekuatan absolut dan harus dituruti no matter ridiculous it is! give me one voucher, please, Mia, to send you to a psychiatrist.

overall, this girl Clark is all beauty but no brain she is shallow and bland.

But, wait a minute, if you think Mia is my biggest problem, no, it's not. because we still have this one particular character:

- Alex Hirano

I don't know why girls swoon over him. For me, Alex is my red-alert guy. Simply because he is:

- abusive, overbearing, bossy

misalnya, dia memerintah Mia pindah ke apartemennya. dia juga memerintah Mia selalu mengangkat telepon darinya. you know what, Alex? phone is a personal belonging and it means, it depends on the owner how to use it.

misalnya lagi, tingkah dia setiap kali cemburu. kalau nggak ngajak Mia bertengkar, dia bakal teriak-teriak seperti orang tanpa etika. dan dia cemburu setiap ngeliat Mia dekat dengan lelaki lain, siapa pun, meski secara teknis Mia bukan pacarnya.

how old are you really? do you know the definition of 'adult'?

- moody, childish, hateful

Alex punya personality yang paling aku benci nomor satu, yaitu marah-marah tanpa sebab yang jelas.

sewaktu dia marah karena si A, yang kena getahnya justru orang B sampai Z. one day dia tengkar sama Mia (untuk alasan yang konyol banget) dan dia bersikap buruk ke semua orang. benar-benar semua orang yang nggak ada sangkut pautnya sama sekali dan jelas nggak tau kalau dia lagi bertengkar sama seseorang. atau dia minta dipahami kalau dia lagi bete dan semua orang harus nyembah-nyembah di bawah kakinya?

have you no word 'wise' in your dictionary? aku paling benci sama orang seperti itu.

- overconfident

and not in a good way. dia sangat percaya diri dengan kemampuannya berpiano, oke, itu aku bisa terima karena dia seorang pianis. meski aku nggak 'dapet' dari buku ini sehebat apa kemampuannya.

masalahnya ada di dongeng yang dia ceritakan pada Mia di mana dia mengidentikkan dirinya sendiri sebagai PANGERAN dan si Mia adalah gadis desa. where's your reasoning, really? if there's a prince like you, your kingdom will be ruin!

and this brings us to the next point:

- no sane reasoning whatsoever

sewaktu dia mengangkat telepon Mia tanpa izin, yang dia pikirkan adalah bagaimana menjelaskan pada si penelepon kenapa dia yang mengangkat . menurutku, pertama dia harus nanya dulu ke dirinya sendiri, apa yang membuatnya berpikir dia punya hak untuk mengangkat telepon orang lain . kalau dia sudah bertanya, mau tetap mengangkat atau enggak, itu urusannya. minimal, dia sudah mempertimbangkan aspek etika . but apparently, no, etiquette is not one of his concerns.

- romantic?

Alex ngasih hadiah Mia boneka besar supaya Mia bisa meluk boneka itu sewaktu kangen sama dia (padahal pacaran aja mereka enggak). pas baca, aku langsung 'aw... give me a punch bag, Alex, so I can punch it whenever I want to punch you.'

dan pesan Mia untuknya kinda concludes it all:

“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

jadi seperti itulah Mia menilai Alex: orang yang berpotensi untuk gak bisa percaya apa pun di dunia. si Alex pasti terjangkit entah penyakit jiwa kronis macam apa sampai kemungkinan bisa berakhir seperti itu. padahal matahari masih terbit dari timur. gak percaya? coba buka jendela pagi-pagi.

- and of course he has to be handsome, cool, and sexy. if not, who wants a guy with such personality?

overall, for me, Alex is a joke of the century .

Last but not least, POINT 2

Dari dua pemeran utama di atas, bisa dibayangkan seperti apa jalan ceritanya: pertama saling benci dan tiba-tiba, nggak tahu kenapa dan gimana, bisa saling suka.

Biasanya untuk kisah cinta segitiga seperti ini, aku bakal mendukung si sidekick yang tipikalnya nice and sweet. tapi di cerita ini... nggak peduli sama sekali. Ray is just a passerby and of course dia bakal tahu tentang kedekatan Mia dan kakaknya dari memergoki mereka jalan bersama. after all, New York itu sempit banget, everyone. cuma selebaran lapangan bola.

menurutku, sama seperti tokoh-tokoh di buku-buku Ilana Tan sebelumnya, tokoh di buku ini cantik dan tampan luar biasa dengan personality yang dangkal. khusus untuk buku ini, semua tokohnya cheesy dari mulai pemeran utama ke pemeran numpang lewat. termasuk kisah Alex dengan si pemilik restauran Italia itu, aku sudah nebak bakal ada cerita macam itu untuk menunjukkan kalau Alex itu 'cold outside, warm inside'. but, no, it just didn't work for me.

Trivia

- Hal. 314: Alex said, "Bersiaplah untuk jatuh dalam pesonaku."

hanya karena dia bisa bikin roti panggang? do you think girl is that easy? Oh, go to he--!

- Hal. 321: Hari ini Mia Clark kembali berada di sampingnya. Mia Clark kembali ada di dekatnya. Mia Clark kembali bersamanya. Mia Clark kembali melangkah memasuki pintu apartemennya. Mia Clark kembali berkeliaran di dapurnya.

oh, oke, dua kalimat terakhir hanya tambahan. the point is why the repetition? sesuatu akan kehilangan nilainya semakin sering itu diulang.

- Hal. 392: Orangtua Mia mengabarkan bahwa Mia sudah sadarkan diri dan Alex pun akhirnya bernapas kembali.

dia sudah nggak bernapas sejak Mia pingsan dan dia masih hidup. wow, he is a superhuman!

OVERALL

- 1/2 to the end of the book, I skim a lot.
- not worth my time, nor my money.
- after I wrote this review, I was just so glad I could put this book away forever.

That's it and I'm out.

https://drive.google.com/drive/folder...-
Profile Image for ijul (yuliyono).
813 reviews970 followers
January 28, 2012
Patahkan saja tangannya, biar dia jatuh cinta...

Summary
Entah sedang sial atau bagaimana, hari itu Alex Hirano harus bertemu dan berurusan dengan Mia Clark. Bahkan, mereka pun tak saling mengenal, namun pada hari pertama perjumpaan mereka, Mia malah mencederai tangannya, membuatnya harus membatalkan jadwal konsernya, dan menderita kerugian material yang tidak sedikit. Dan, dengan diliputi kemarahan yang sudah memuncaki ubun-ubunnya, Alex menyetujui tawaran Mia untuk menebus kesalahannya dengan menjadi ‘pesuruh’nya hingga tangan Alex pulih.

Seperti pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino, begitulah yang terjadi pada Alex dan Mia. Intensitas pertemuan mereka, biar pun selalu diliputi percekcokan, akhirnya menerbitkan benih-benih asmara di antara keduanya. Bahkan, Alex bersedia bersaing mendapatkan cinta Mia dengan lelaki mana pun, termasuk adiknya sendiri. Dan, itu bukan sifat Alex. Dia adalah lelaki yang tak mudah takluk pada wanita. Jadi, mengapa kali ini Mia berbeda? Mengapa gadis yang sudah membuatnya tak lagi bisa bermain piano itu justru diperjuangkannya mati-matian? Simak saja kisah lengkapnya dalam novel terbaru dari novelis metropop laris serial 4 Musim, Ilana Tan ini.

Wah, ini menjadi rekor tersendiri bagi saya. Sampai dengan saat ini, saya jarang sekali pre-order buku. Saya tak pernah memiliki ambisi untuk menjadi yang ‘pertama’ membaca sebuah buku. Kecuali ketika hendak terbitnya New Moon (don’t laughing! Gw bakarin kemenyan lu!). Yap, gegara saya begitu menikmati Twilight, saya jadi tak sabar baca kelanjutan ceritanya dan segera pre-order begitu Gramedia membuka layanan pre-order buku keduanya. Jadi, ketika saya secara impulsif ikut mendaftar pre-order buku ini, saya memang tak punya alasan apa-apa. Selain bonus tanda tangan, autograph copy, dan diskonnya, tentu saja.

Well, sejauh ini saya pun nggak ngebet-ngebet amat sama Ilana Tan, sebenarnya. Meskipun telah membaca keempat novel seri musimnya, saya tidak begitu ‘terpesona’ dengan gaya menulisnya. Tentu saja, novel-novelnya mengalir lancar dan berhasil memadukan unsur-unsur romantisme dalam setiap kisahnya. Namun, ya, begitu saja, tidak pernah membuat saya yang...WOW!. Termasuk setelah menuntaskan baca novel Sunshine Becomes You ini.

First, salahkan Gayle Forman yang menghadirkan If I Stay dengan suasana haru yang sukses membirukan hati saya itu. #huhuhu. If I Stay membuat saya bercucuran air mata dan seolah ikut menjadi saksi mata kesedihan yang dialami Mia Hall. Sedangkan pada Sunshine Becomes You ini, sedikit pun saya tak berkaca-kaca. Ada apa dengan saya? Saya begitu sulit untuk terlibat jauh dan ikut meresapi kondisi Mia Clark. Ups, apakah ada yang menarik di sini? Mia Hall = Mia Clark. Fiuhhh, sekali membandingkan, malah ada bahan pembanding yang lain. And, you know what? Mia Hall = Mia Clark = siswa Juilliard. What a coincidence! Adam = Alex? Berinisial sama (A), dengan keahlian kurang lebih sama, musisi. Great!

Apakah buku ini romantis? Iya! Bahkan, saya sempat setuju dengan dugaan salah satu teman bahwa novel ini akan dirilis bertepatan dengan hari Valentine. Ternyata tidak. Namun demikian, novel ini memang memiliki standar romantis yang cukup. Apalagi ide tentang pesona-racikan-kopi-Mia. Hmm, I do love coffee, dan saya percaya bahwa kopi adalah salah satu hal seksi di dunia ini. Seandainya saya bisa bertemu dengan pasangan yang bisa membuat kopi yang super-dahyat, saya pasti jatuh cinta! Dan, Mia Clark yang mampu meracik kopi merek apa pun menjadi kopi super mantap ini sudah pasti bakal menjadi gadis impian bagi para penikmat kopi. Yummy.

Tapi, cerita yang sedemikian sederhana (dua orang bertemu tak sengaja, membawa petaka, cat and dog scene, love competition, dan tragedi) pada akhirnya tidak meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi saya. Dan, hey, hey, hey...rasanya saya bisa praktik baca kilat satu detik-satu halaman pada novel ini. #boong.banget. Hehehe, beberapa halaman saya skimming karena tidak ada detail penting untuk menunjang perkembangan cerita. Usual events yang tidak membuat konflik menjadi lebih tajam saya baca cepat sekali. Saya cuman pengin segera sampai di tujuan akhir perjalanan Alex-Mia. Too bad.

Dari satu adegan, saya masih bertanya-tanya. Bagaimana seseorang yang salah satu tangannya masih diperban bisa mengangkat seseorang yang lain? (hlm. 248). Bahkan orang tersebut tidak diberikan gambaran ekspresi kesakitan/kesulitan ketika melakukannya. Agak kurang logis, menurut saya.

Padahal, teknik Ilana untuk menggantung beberapa adegan di setiap ujung chapter sungguh membangkitkan gairah membaca. Bikin penasaran! Belum lagi, kepiawaiannya untuk memutar sudut pandang si pencerita. Point of view (PoV) yang digunakan seluruhnya adalah orang ketiga yang berpindah-pindah ke banyak karakter, di mana perpindahan PoV itu berlangsung dengan mulus. Ini merupakan salah satu unsur penulisan yang saya sukai dari Ilana Tan, yang juga saya dapatkan di Spring in London.

Sayang sekali, Ilana kembali menyia-nyiakan setting lokasi yang dipilihnya. Saya tidak mendapati upaya penulis untuk mengajak pembacanya merasai suasana kota Big Apple, New York. Padahal, New York menjadi salah satu kota dunia paling sering dibicarakan. Tetapi, saya sudah maklum, karena menurut saya Ilana memang tidak pernah mengeksplorasi lokasi ceritanya dengan optimal dan hanya terasa digunakan untuk melengkapi keterangan tempat bagi plot yang disusunnya saja.

Fiuhhh, saya pun terkesiap ketika menyadari bahwa tak banyak quotes menarik yang saya dapatkan dari novel ini. Salah duanya paling hanya yang ini:
“...Maksudku, aku penari. Menari adalah hidupku. Apalagi yang bisa kulakukan kalau aku tidak boleh menari?” (hlm. 264)
“Yang bisa membuatku merasa lebih baik adalah kopimu, Clark” (hlm. 313)


Sedangkan quote yang juga dipasang di sampul depan novel ini, “Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku,” sepertinya pernah saya dengar/baca sebelumnya, jadi tidak memberikan kesan apa pun. Memang sebagian besar, pilihan diksi dalam novel ini sangat umum dan biasa. Tidak ada yang membuat hati saya tergetar.

Tapi, wowsaaa.... saya musti nyelametin tim produksi novel ini. Wew, sepanjang pengamatan sih tak begitu banyak typo di novel ini. Thank GOD! Padahal di Spring in London, saya mendapatkan begitu banyak typo. Yang saya temukan hanya ini:

(hlm. 38) jelana jinsnya = celana jinsnya
(hlm. 40) tersenggal = tersengal
(hlm. 46) merasakaan = merasakan
(hlm. 143) Ales = Alex

Sedangkan kalimat yang ini masih membuat saya bingung:
...Karena apabila Mia memberitahu Ray bahwa Alex menemuinya untuk meminta maaf, maka Mia juga harus memberitahu Ray bahwa Alex meminta berarti kepadanya karena mereka sempat bertengkar, .....”

Overall, saya menikmati cerita yang mengalir lancar ini, meskipun saya kurang begitu dapet feel dari segi pokok kisah dan konfliknya. Dari awal, saya sudah memaksa otak untuk tak menayangkan slide novel/buku romantis lain, tapi tak bisa. Kilasan pengetahuan yang sudah saya miliki nyatanya memang menjadi racun yang membuat saya kurang bisa menikmati novel ini. 3 bintang saja saya sematkan pada novel ini.

Selamat membaca, kawan!
Profile Image for miss hfan.
318 reviews6 followers
January 21, 2012
Baiklah. Masih kehilangan kata-kata untuk sekedar nge-review.

Ray Hirano lah yang terlebih dahulu mengenal dan menyukai Mia Clark. Saat ia hendak memperkenalkan Mia kepada Alex Hirano, kakaknya, kecelakaan tak terduga justru terjadi. Mia mematahkan tangan Alex! Seketika Alex pun membenci Mia dan bahkan menjulukinya sebagai malaikat kegelapan. Bagaimana tidak, Mia membuatnya cacat dan mengacaukan hidupnya. Mia yang merasa sangat bersalah karena telah membuat seorang pianis terkenal terpaksa membatalkan seluruh jadwal konsernya hingga akhir tahun. Menawarkan diri untuk menjadi tangan kiri Alex. Kalau kau memang ingin jadi pesuruhku, kuizinkan kau menjadi pesuruhku. Itulah akhirnya yang dikatakan Alex ketika Mia menawarkan diri untuk membantunya. Dan jadilah Mia sebagai pesuruh dan pengurus apartemen Alex. Tentunya Alex tidak pernah memperlakukan Mia dengan baik. Dia bahkan selalu menghindari Mia sebisa mungkin.

Berawal dengan jatuh hati dengan kopi buatan Mia. Lalu fakta bahwa Mia lulusan Juilliard Dance, The Juilliard School (salah satu sekolah seni pertunjukan paling bergengsi di dunia). Sama sepertinya hanya berbeda jurusan. Menimbulkan rasa penasaran Alex tentang siapa Mia Clark. Perlahan Alex mulai menemukan perasaan senang di hatinya setiap melihat Mia ada di dekatnya, melihatnya tertawa. Dan gagasan untuk menjadi sumber tawa Mia pun mulai menyusupi hati Alex.

Kenyataan pahit tentang penyakit jantung yang diderita Mia membuat segalanya tidak mudah. Semakin hari jantung Mia semakin melemah. Penyakit ini telah membuat Mia, salah satu dari lima penari kontemporer terbaik di dunia, mengundurkan diri dari dunia pertunjukan. Hal ini membuat Mia hanya ingin menjalani "sisa" hidupnya dengan baik tanpa harus berurusan dengan cinta.

Kenyataan lain bahwa Alex mencintainya tidak membuat Mia mengubah keputusannya untuk tidak berurusan dengan cinta. Bagiku suatu perasaan tidaklah nyata kalau aku menolak merasakannya. Perasaan itu tidaklah nyata kalau aku menolak mengakuinya. Namun Mia tidak bisa tidak mengakui bahwa Alex membuatnya nyaman dan bahagia.

Dua bulan berlalu sejak kematian Mia, setelah operasi transplantasi jantung yang dilakukannya gagal. Alex tetap berusaha melanjutkan hidup walau hanya dengan separuh dirinya karena separuhnya lagi ikut mati bersama Mia. Namun ia perlahan bangkit. Karena melalui camcorder Mia, akhirnya ia tau, bahwa Mia Clark juga mencintainya! Aku mencintaimu Alex Hirano. Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kau percayai, percayalah bahwa aku mencintaimu, sepenuh hatiku. Dan ia yakin ia akan baik-baik saja.

Alex Hirano pun melanjutkan hidupnya tanpa Mia Clark disisinya. Kuharap ia mendengar lagu ini. Di mana pun dia berada. Dan kuharap dia tahu bahwa selama aku masih bernafas, aku akan selalu mencintainya. Sepenuh hatiku. Selamanya.

Dan.. Sunshine Becomes You adalah lagu yang diciptakan Alex Hirano untuk Mia Clark, yang awalnya hendak ia beri judul Thinking of Clark. Lagu ini ia ciptakan sejak ia mulai jatuh cinta pada Mia.

Sama seperti empat novel terdahulunya. Aku menyukai gaya bahasa Ilana Tan yang mengalir bebas. Yang selalu berhasil membangun emosi pembaca secara perlahan tetapi pasti. Ide cerita yang sebenarnya sederhana pun menjadi spesial.

Ilana Tan! Kali ini kau membunuh tokoh utama wanita, Mia Clark. Teganya! Dan sekali lagi kau berhasil menguras sumur di mataku. (╥﹏╥)

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 24 books286 followers
May 1, 2015
Seharusnya merasa bersalah hanya memberikan 1 bintang buat author sekaliber Ilana Tan. Tapi saat memutuskan membuka akun di goodread biar punya tempat berkeluh kesah ttg bacaan, saya sudah berjanji akan memberikan penilaian objektif dan sejujur2nya, jadi ya... hanya 1 bintang.
Di seri terakhir 4 musim, Spring in London, udh ngerasa ada penurunan dlm segi cerita. Seri terakhir g sebagus 3 novel lainnya. Tapi karena ini Ilana Tan, jadi saya ttp memberi ekspektasi untuk karyanya, yang mungkin terlalu tinggi sehingga saat saya akhirnya menyelesaikan Sunshine Becomes You, yg ada ekspektasi saya melempem jatuh dan yg tersisa hanya kekecewaan dan rasa tidak percaya. Karya Ilana Tan-kah ini? Itu pertanyaan yg sempat terbersit di benak saya.
Dari segi cerita, saya ngerasa lagi nonton FTV dalam bentuk media cetak. Dimulai dr Mia yg jatuh menimpa Alex, matahin tangan itu cowok dan terpaksa menjadi 'babu'. FTV bgt g, sih? Trus yg plg bikin saya melongo parah, hadiah berupa 3 kartu permintaan, n tentu saja, salah satu dr tiga permintaan itu berbentuk sebuah ciuman. Klise sekali. Adegan super standar, pdhl menurut saya Ilana Tan adalah pengarang yang memiliki ide2 fresh yg tidak biasa dan pasaran.
Dan jujur, saya rada terganggu sama karakter Alex yg menurut saya g konstan. Dia cowok dingin yg yah, begitulah, sinis. Tp cowok ky gt ngasih boneka Teddy Bear buat si cewek, plus dialog2 yg rasanya terlalu norak n menye2 buat seseorang dgn karakter seperti Alex.
Dan lagi, Ilana Tan menyia2kan setting begitu saja. G ada penceritaan khusus ttg New York yg dijadikan setting novel ini. Seolah2 cuma numpang nama. Dan ditambah, mereka mlh seringnya masuk restoran Italia kl saya g salah ingat.
Bagian ending... hmm, stlh saya memutuskan bahwa Autumn In Paris menjadi satu2nya novel sad ending yg bs saya terima, Sunshine Becomes You dgn endingnya yg jg sad g meninggalkan arti apa2 buat saya. Ya kl si Mia mati matilah, saya g protes2 kayak yg biasa saya lakukan ketika mendapatkan novel berakhir tragis.
Ilana Tan msh n selalu bagus dalam narasi, karena saya jenis pembaca yg menilai kemampuan seorang pengarang dari cara dia membangun narasi yg indah n penuh peerasaan. Tp dari segi cerita... Sunshine Becomes You bukanlah novel yg menyisakan sesuatu setelah saya selesai membaca. Kl saya sih bilangnya ceritanya sinetron Indonesiana bgt.
Novel ini selesai kira2 dua tahun atau lebih dr novel terakhir, n sepertinya Mbak Ilana menyia-nyiakan tahun2 itu begitu saja karena mempersembahkan karya yang saya nilai begitu... biasa.
Profile Image for Putri Primasari Piliang.
5 reviews2 followers
February 5, 2012
Ilana Tan merupakan salah satu penulis yang mampu membuat pembacanya rela menghabiskan waktu berjam-jam demi menamatkan sebuah novel berhalaman 432 ini.

Sama seperti novel Tetralogi 4 Musimnya yang berhasil mengaduk-aduk emosi para pembaca, Sunshine Becomes You pun berhasil membuat pembaca larut akan emosi yang diciptakan oleh Ilana Tan.

Menjadikan kota New York sebagai lokasi-mengingat itu memang salah satu ciri khas Ilana Tan yang selalu berlatarkan kota-kota di luar Indonesia- makin membuat para pembaca enggan untuk berhenti, atau mungkin ingin membaca berkali-kali.

Jalan cerita yang kali ini menjadi pilihan Ilana Tan mungkin bisa dibilang relatif klasik tentang dua orang kakak beradik yang sama-sama mencintai wanita yang sama, tapi Ilana Tan yang selalu mampu memanjakan imajinasi pembacanya ini menghadirkan profesi pianis, b-boy, serta penari temporary sebagai profesi ketiga tokohnya membuat kisah ini jauh dari biasa.

Kekuatan karakter dalam cerita ini pun sangat terasa kuat

***

“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.- Mia Clark”

"Kuharap dia tahu bahwa selama aku masih bernafas, aku akan selalu mencintainya. Sepenuh hatiku. Selamanya.- Alex Hirano"

Profile Image for Natha.
780 reviews73 followers
February 3, 2012
Kelar membaca dalam semalam!
Setelah full baca buku ini dari jam 7 sampai 11 malam, maka ijinkan aku mengomentari buku ini ya. *wink*
Aku ikut serta PO Sunshine Becomes You (SBY) sejak beberapa minggu lalu, yang bikin aku punya kesempatan buat membacanya lebih awal. Tapi buku ini sudah beredar luas di pasar koq, pasar Jakarta paling tidak.
Sempat merasa penasaran dengan buku ini juga karna tetralogi Musim milik Ilana sudah menarik hati sejak lama. Jadi ekspektasi untuk buku ini besar sekali. :))
Sebelum kalian lanjut membaca, silakan tutup review-ku, karena ini rawan spoiler. *grin*

Mia Clark, suka menari, lulusan sekolah seni yang terkemuka di New York dan punya cita-cita menjadi seorang penari profesional dan pentas di panggung Broadway. Namun, ia terpaksa harus memupuskan mimpinya dan menjadi seorang pengajar tari. Alasannya? Tidak ada yang tahu kecuali orang-orang terdekatnya.

Alex Hirano, seorang pianis terkenal, lulusan sekolah seni di New York dan memiliki pandangan yang 'agak' pesimis terhadap dunia. Baginya, bila ia tidak merasakan senang hari ini, maka orang lain juga tidak boleh. Ia dapat berubah menjadi seseorang yang sangat menyebalkan kalau ia mau. Terlebih setelah ia harus membatalkan seluruh konsernya...

Apa jadinya kalau mereka berdua bertemu?

Alex tidak mendapatkan inspirasi yang ia mau untuk lagu barunya, melihat kekesalan sang kakak, Ray Hirano, mengajak Alex untuk pergi ke tempat sang adik mengajar tari. Iya, Ray adalah salah satu b-boy dan mengajar di sebuah sekolah tari atas bujukan Mia. Pertemuan pertama Mia dan Alex tidak mengesankan, tapi 'sangat' mengesankan. Mia jatuh dari atas tangga dan menimpa tubuh Alex hingga kehilangan keseimbangan dan membuat tangannya terkilir. Ini membuat Alex harus membatalkan seluruh konsernya.

Merasa bersalah, Mia berusaha memperbaiki kesalahan yang telah ia buat. Ia menawarkan diri untuk menjadi 'tangan kiri' Alex, yang diartikan oleh sang lelaki sebagai 'pesuruh'. Dan begitulah hari-hari Mia-Alex dimulai. Mia setiap pagi datang ke tempat Alex dan merapikan rumah. Sore hari akan kembali sesuai perintah Alex, entah untuk membuatkan makan malam atau yang lain.

Cinta muncul karena terbiasa.

Mungkin itulah yang terjadi pada Mia dan Alex.
Mia tidak pernah menyangka Alex yang begitu ketus dan semena-mena dapat berubah menjadi kebalikannya. Dan senyuman Alex yang ditujukan kepada dirinya sanggup membuat jantungnya berdetak tak beraturan seiring dengan wajahnya yang memerah.
Alex tidak pernah menyangka Mia yang ia kira malaikat kegelapannya dapat tertawa seindah matahari. Tidak mungkin malaikat kegelapan punya tawa seindah itu.

Seharusnya segala berjalan mulus untuk keduanya.
Namun buat Mia tidak semudah itu...



Aku harus memaksa diri untuk tidak kebablasan menulis keseluruhan cerita secara lengkap di sini. :))
Yang pasti buku ini romantis, sweet, sedih tapi sangat worth buat dibaca.
Mungkin ceritanya mampu bikin berkaca-kaca, tapi tidak sesedih yang bisa bikin nangis bombay, mungkin karena aku kurang sensitif? :p
Aku tidak akan membandingkan buku ini dengan tetralogi Musim, karena mereka berbeda. Coba baca ini tanpa membandingkan, pasti ketemu asyiknya baca buku ini deh.
Sempat ada beberapa pertanyaan yang muncul saat membaca, dan tidak bisa terjawab sampai akhir, tapi biar itu untuk konsumsi pribadi. *wink*
Adegan terfavorit hanya satu, saat Mia dan Alex saling memberikan kado Natal. Aih, di sana Alex sweet sekali! *jejeritan*
Tidak sia-sia menunggu lama buat buku Ilana yang ini, ketebalannya oke banget! :p
Oh, aku sempat kepingin menjitak keduanya karena selalu berprasangka buruk satu sama lain hampir sepanjang buku, tapi untunglah kadar 'pingin-jitak'-nya tidak besar. :))

Overall, kalau kamu suka cerita-cerita romantis, sweet dan bikin melting, kamu kudu-mesti-wajib baca buku ini.!
Happy reading!
Profile Image for Rif.
279 reviews35 followers
September 23, 2012

Jadi ... dua bintang.
Ya sudah. Aku bahkan tidak berminat membuat review-nya.

Ini Ilana Tan. Seri 4 Musim-nya cukup 'berbeda' dibandingkan novel sejenis.

Ini National Best-Seller. Baiklah, setelah baca isinya, mungkin ini jadi best-seller karena ini adalah karya Ilana Tan yang baru.

Ini ada tokoh Jepangnya. Oke yang ketiga ini subjektif, aku suka tokoh Jepang. Sayangnya, sama sekali tidak ada eksploitasi tentang kebudayaan Jepang kecuali cerita sekilas yang menceritakan kalau Alex dan Ray Hirano belajar Bahasa Jepang saat kecil. Lagipula, nama Alex Hirano memang terdengar 'kurang pas'.

Judulnya sweet.
Sunshine Becomes You membuatku berharap mendapat cerita yang lebih indah, lebih sederhana namun berkesan, serta lebih memiliki makna yang dalam.

Sinopsisnya mengena.
Bahkan ternyata lebih menentramkan saat membaca sinopsisnya daripada isinya.

Background-nya New York.
Tapi sepanjang cerita, yang aku tangkap adalah bahasa, lagu, dan makanan Italia. Mungkin aku yang kurang paham kalau nama jalan dan daerah sudah cukup untuk disebut background cerita.

Cerita Manga/Komik/Anime + FTV + Drama/Sinetron


Tadinya aku mau beri 3 bintang karena tidak tega dengan nama penulisnya, tapi.. aku lebih tidak sanggup lagi harus berbaik hati.
Buku ini, membuatku menunda pekerjaan rumahku tapi bahkan akhirnya ku baca dengan metode skimming
=====================================================
No Offense
Tahu banget bakal bisa ditimpuk pakai bata kalau berani menghina karya ini. Tapi aku tidak menghina, aku memberi kritik, seperti..
Aku lebih suka Ilana Tan di Tetralogi 4 Musim. Aku, rindu yang seperti itu. Cerita sederhana tapi bisa disampaikan dengan cara yang indah. :')
Profile Image for Hanum Rais.
13 reviews65 followers
March 16, 2015
Satu kata untuk buku pertama mba Ilana Tan yang saya baca ini: Cukup menghibur. Kekuatan buku ini memang bukan terletak di plot/story nya, namun pada cara penceritaan Mba Ilana Tan yg ringan, tidak muluk2, mudah dicerna dan straight forward. Kalau storynya sendiri, sebenarnya klasik dan telah banyak digunakan pada penceritaan drama korea/taiwan terutama yg selama ini di TV-TV. Di awal saya cukup terpesona dengan penggambaran hub Mia- Alex yang cat and dog, tetapi rasanya terlalu berulang utk menciptakan puncak cat and dog nya, sehingga sedikit dragging. Sy masih penasaran sebenarnya dgn bagaimana Mba Ilana menceritakan nasib Ray atau Aaron dan Billy yang juga digambarkan menaruh hati pada Mia, agar tdk seperti memajang mereka saja demi menimbulkan rasa cemburu Alex saja. Satu hal lagi, penyakit Mia, lemah jantung, disini tidak terjelaskan seberat apa penyakitnya atau seperti apa sehingga harus transplantasi jantung? Dan agaknya Mba Ilana terlalu terburu2 menceritakan akhir dari cerita Mia-Alex di beberapa halaman terakhir.
Anyway, buku yang sangat rekomen utk buku metropop, krn tidak ada adegan yang melukiskan keintiman, atau sexuality yang berlebihan, padahal jika mau, Ilana bisa melakukannya, mengingat tdk ada basic religi dalam pembahasan cerita, dan latar NYC yang sangat 'wajar' utk menggambarkan adegan2 romance tersebut. Sebagaimana yang kita tahu, adegan 'tidur' terlalu diobral di buku2 metropop kita dewasa ini, tapi Ilana Tan mampu menyuguhkan buku romance ini dengan baik tanpa tercederai dgn adegan sekularitas wanita-pria. Nice book, and muga2 bisa nonton filmnya tahun ini.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
January 25, 2012
I CRIED. well i guess it's not a surprise, because i've known Ilana Tan as someone who can write a story that plays well with the reader's heart. and i think this book is BETTER than - if not as good as - the 4 Seasons series. the story is not that complicated actually, but the emotions are just unbelievable! i still can't believe how much i cried while finishing the book... i've been reading a lot of emotional books lately, but this one made me cry the most. so without further rant about my crying, here's the review.

http://thebookielooker.blogspot.com/2...
Profile Image for Ririn Aziz.
790 reviews106 followers
November 10, 2016
Aduhhh...tidak disangka pengakhirannya sebegitu...

Seperti selalunya, karya Ilana Tan sederhana, tapi mampu memberi rasa yang dalam. Walaupun kisahnya bukanlah luar biasa, namun gaya penyampaiannya yang tersendiri mampu menjadikan ianya istimewa.

Nota :

Tidak perlu ayat-ayat manis tahap potong kaki, adegan intim jauh sekali, tapi novel ini amat menarik sehingga mampu membawa ke hati. Sweet yang sebenar.

Fikirkan.
Profile Image for Stephanie.
141 reviews36 followers
February 2, 2017
"..kau tidak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang. Karena cinta terjadi begitu saja. Kau tidak bisa memaksakan diri mencintai seseorang, sama seperti kau tidak bisa memaksakan diri membenci orang yang kau cintai."

Semua berawal dari kecelakaan Mia jatuh dari tangga dan menabrak Alex hingga membuatnya cedera. Karena merasa bersalah akhirnya Mia memutuskan untuk menawarkan bantuan pada Alex untuk melakukan apa pun sebagai ganti permintaan maaf. Alex yang marah dan menganggap Mia sebagai malaikat kegelapan akhirnya menyuruh Mia untuk menjadi pesuruhnya. Namun tanpa disadari ternyata cinta perlahan-lahan tumbuh di antara mereka.

Awalnya saya agak ragu untuk membaca novel ini karena menganggap ceritanya hanya tentang drama percintaan biasa, tapi akhirnya setelah lama menganggur dilemari saya mulai membacanya dan tidak menyesal karena ternyata ceritanya sangat menarik. Dengan plot yang sederhana dan gaya bahasa yang ringkas membuat saya terhanyut di dalamnya. Ada hal-hal lucu yang membuatku tertawa juga berbagai adegan romantis dan sedih yang membuat hati bergetar.



Profile Image for Ziyah.
14 reviews22 followers
February 8, 2012
Bukan cuma bagus tapi mengagumkan.
Penokohan. Cerita.
Prolog. Epilog.

Alasan Mia Clark terjatuh pada hari pertamanya bertemu dengan Alex Hirano ternyata bukan alasan yang sepele. Mengharu biru. Pembaca dibawa pada keadaan yang sangat menyenangkan teapi tidak membuat bosan. Dan dengan akhir yang menurutku terlalu cepat (ToT). Tapi keburu terbawa suasana cerita pada novelnya jadi ending yg tepat.

Love it. (^_^)v
Profile Image for Da.
219 reviews12 followers
August 8, 2023
One word. Cliché.
Rasanya saya tau apa yang akan terjadi di dalam cerita ini dari awal hingga akhir. Alur, karakter, dsb. Tidak ada sesuatu yang baru dan unik. And it's not really a good thing ngl.

It's still enjoyable tho, don't get me wrong. I read it in just a few hours so of course it is bearable, at least for me. Memang bisa dinikmati, tapi bukan cerita yang cukup seru dan menarik menurut saya.
Profile Image for Feby.
Author 3 books19 followers
January 29, 2012
I'm lucky to be able to get this book earlier without PO service. Heheh... Girang banget waktu liat buku ini lagi ditata di new books Gramed GI. :D
-------------------

About the book itself...

Agak sedikit kecewa, karya Ilana yang satu ini ga seperti ekspektasiku.

Narasi di awal agak kaku. Bahkan ada kalimat yang ga nyambung. Contoh: percakapan Alex dan Ray di awal. Lagi ngomongin soal apa, tapi kenapa tau2 berubah haluan jadi soal penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari dua orang American Japanese ini? o__o

Lalu nuansa Amerikanya sangat kurang. Ini bukan hanya bicara soal setting semata. Mau ga mau, saya membandingkan dengan tetralogi 4 musim. Yang saya sukai dari karya Ilana adalah ada rasa ke-khas-an masing-masing setting dalam narasi. Pada Summer in Seoul, saya merasakan para tokoh memang berbicara dalam bahasa Korea, dan lain sebagainya pada buku2 lain. Nah, sayangnya saya ga banyak menemukan hal itu dalam buku ini. Mia yang disebutkan punya bahasa ibu, bahasa Inggris, dan seharusnya orang Amerika tulen, malah terasa banget Asia-nya.

Untunglah kekakuan agak membaik semakin ke belakang. Alurnya runut jai enak dinikmati. Walaupun setting-nya tetap terasa flat. Sayang banget, padahal karakterisasi masing2 karakter udah bagus. Karakter Alex dan Mia dengan mudah kusukai.

Anw, aku sendiri ga terlalu terkejut soal ending, karena pernah ga sengaja baca repiu teman-teman di sini. (Tolong di-spoiler dong, kalo nyebut soal ending).

Sebenarnya saya ngasih bintang 3,5 untuk buku ini. Biasanya sih saya bulatkan 4. Tetapi kali ini, saya tetap nilai 3, karena memperbandingkan buku ini dengan karya Ilana lainnya.

Buat Mba Ilana, ditunggu karya selanjutnya :)
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
February 7, 2021
Dulu, pertama kali baca ini tahun 2012 pas pertama kali terbit. Bacanya berdua karena temenku juga kepingin baca.

Pros

• Pas baca Summer, aku lupa kenapa aku sula Ilana Tan, tapi pas baca ini aku tahu kenapa aku suka. Ceritanya itu ringan tapi manis. Enggak perlu ada adegan kiss panas, enggak perlu ada adegan pelukan setiap saat buat bikin pasangannya jadi serasi. Cukup pegangan tangan doang, ngobrolin hal remeh temeh, tapi tetep bisa kerasa sweet banget. Mia-Alex ini affection-nya nggak banyak, jadi sekalinya ada kerasa sweet banget.

• Perkembangan hubungannya kerasa lebih smooth. Kayak pelan-pelan gitu dan nggak tiba-tiba. Perubahan perasaannya juga rapi banget di sini. Jadi kerasa lah flow-nya.

Cons

•Endingnya kecepetan. Kayak udah keabisan halaman jadi ya tiba-tiba. Enggak ada waktu dulu buat ngerasain melambung tinggi terus dijatuhkan. Padahal kalau rada dipanjangin dikit lagi, bakalan kerasa banget nyeseknya.

• Banyaknya cowok yang suka sama Mia, wkwk. Rada too good to be true aja gitu. Jadi kerasa banget kalau ini karakter fiksi. Kemanusiawiannya rada terkikis.

Over all, aku suka. Niatnya abis ini aku mau baca Autumn dulu, kan. Terus Winter, Spring, baru lanjut In a Blue Moon sama The Star and I. Tapi keknya aku nggak sanggup buat baca Autumn. Aku inget, buku ini lebih nyesek dan palibg nyesek. Jadi mau yang rada damai dulu gitu kpinginnya. :(:(
Profile Image for Adistii.
2 reviews1 follower
February 7, 2012
finally, i'm falling in love with this book.

awalnya melihat buku ini sebagai buku yang banyak pengen di baca sama member Goodreads lainnya. sebenernya ga tertarik sama buku ini, tapi begitu melihat di toko buku ternyata buku ini metropop dan inget banyak di want-to-read akhirnya buku ini masuk ke dalam tas belanjaan. semua karena penasaran. karena penasaran pula akhirnya memutuskan membaca buku ini pertama kali dari semua buku yang di beli. heran sih sebenernya kenapa banyak yang mau baca buku ini secara gue mandangnya ya, buku ini menye-menye banget liat covernya yang pinkish begitu. di tambah sinopsis yang cuma seiprit begitu. pikir gue, "cerita apa sih antara si Alex Hirano dan Mia Clark ini"? tapi, honestly, i do love the words in the cover.

"walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kau percayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. sepenuh hatiku"

romantis maaakkk :'). well, oke ke review sebenernya. bukan tentang cuplikan ceritanya, tapi bagaimana Ilana Tan berhasil membuat gue jatuh cinta sama bukunya.

beberapa halaman pertama, gue langsung bisa nangkep karakter Alex ini sebangai pria dingin tapi oh-so-care. simply my type. hehehe. tapi begitu dia kenal sama Mia dan kemudian terjadi kecelakaan itu dan akhirnya Mia jadi "pesuruh" dan "pengurus rumah" Alex, i turned to skeptic. gue langsung bisa nebak akhir ceritanya bakal gimana. ini si Alex nanti bakal jatuh cinta sama Mia, dan Mia pun demikian. gue langsung inget serial Korea, Full House atau kalo yang mau lebih mirip lagi, 100days with Mr. Arrogant. "ahh, apa menariknya novel ini?" ucap gue. biasanya gue kalo baca ga bakal berenti sampe abis. apalagi novel ga terlampau tebal seperti yang satu ini. tapi ya itu, karena udah skeptis duluan jadi males-malesan. ihihi.

dan setelah melanjutkan kembali, perasaan skeptis itu berubah! dari skeptis jadi kaget. kaget pas tau Mia punya sakit dan itu yang bikin dia hampir berenti menari. seketika perasaan gue jadi mellow, ini kayak kehilangan sesuatu yang lo sayang banget karena hal yang ga pernah sedikitpun terlintas di pikiran lo. iyeh, ini gue. huhu.

setelah kaget, gue balik agak-agak skeptis karena bener aja tebakan gue kalo Alex dan Mia ini bakal saling jatuh cinta. ga aneh sih ya, kan banyak tuh orang bilang kalo sering-sering bareng lama-lama bisa naksir atau kalo terlalu benci sama seseorang nanti kualat loh jadi suka. hahhaha. tapi gue ga berenti baca buku ini, karena adiknya Alex -Rey- juga jatuh cinta sama Mia. jadi penasaran gimana kakak beradik ini menyelesaikan masalah hati mereka. aaaahhhhhh *minum kopi dulu*

dari kaget dan agak-agak skeptis lagi, gue jadi senyum-senyum sendiri baca buku ini. romantisme Alex dan Mia ini ga berlebihan tapi kena gitu. sampe gue ngebayangin dalam bentuk visual :p. dan akhirnya, senyum-senyum gue ini berubah jadi air mata di beberapa bab terakhir ketika sakitnya Mia makin parah. huhuhu.

ada beberapa hal yang gue tarik dari novel ini Ilana Tan ini. berupa pernyataan dan juga pertanyaan.

1. gue mau ucapin Terima Kasih kepada Ilana Tan yang sudah memperkenalkan gue dengan L'Aura dan Elisa. 2 penyanyi yang di sebut dalam novel ini yang lagu-lagu mereka di pakai Mia untuk menari. well, ini lah yang gue suka dari penulis novel. mereka memperkenalkan sesuatu yang baru. entah itu lagu, film, buku, kolase foto dsb. bahkan gue sempat berpikir mungkin aja Alex Hirano itu beneran pianis :))

2. sejujurnya gue heran, si Rey menyerah begitu aja dengan membiarkan Alex "merebut" Mia. bahkan mereka ga digambarkan bertengkar sama sekali. padahal gue ngira ada suatu titik nanti ada adegan berantem antara Alex dan Rey Hirano ini. (haha, emosian banget sih mbaakk) tapi, kok bisa ya? kok ada gitu ya?

akhir kata (hahaa), this novel is worth to read. the price is nothing when she really twisted your heart like she did to me. ahh, Miss / Mrs. Tan i should buy the other books of yours. :)
Profile Image for Tessa Intanya.
Author 4 books22 followers
February 27, 2012
I finished reading this book last weekend. I enjoyed it. Not as much as I enjoyed Ms. Tan’s previous novels… I don’t think there’s any particular difference between ‘Sunshine Becomes You’ and her 4 books prior to this. It seems too formulaic. I can’t decide whether this is a good thing or a bad thing for a writer. Does that means that the writer has not develop their writing skill thru the course of time? Or does it simply means that the writer has found his/her style? But won’t that bore the readers?

Regardless, I just appreciate Ilana Tan’s storytelling way that somehow captivates and gets to so many readers, including myself. It’s as if we’re watching a Japanese dorama, which I love to do in my spare time (That’s why for this particular book in my mind I got to cast Daniel Henney as the main male protagonist, Alex Hirano, then Kristen Kreuk as the vulnerable yet lovely, Mia Clark and Harry Shum Jr as Ray Hirano –fyi)

The plotline of the story reminds me of 2 particular Hollywood movies: ‘Sweet November’ and ‘Love and Other Drugs’, since all female leads in those movies (and this book) discovers that they have terminal illness and tragically found love at the same time (talk about bad timing, rite?). But the story also vaguely reminds me of this 90s romantic drama entitled: ‘Return to Me’. All in all, like I’ve mentioned earlier, I enjoyed most part of the book. It was a light read that was quite fun to read during my spare times. Although the sad sentiment didn’t really move me to tears this time around (either I’ve turn bitter over the years or have I outgrown this kind of plotlines, I’m not sure), I liked it.

I get confused a little though regarding Alex’s roots… His surname is Hirano (which is obviously Japanese), so I took it as being his father’s last name, rite? But in the book, it was mentioned that his grandparents from his dad side resides in New York too. Does that means they’re Americans (isn’t that a bit off?), or are they just simply Japanese New Yorkers? I dunno, maybe it’s my mistake.

Anyways, if you have the time, just read it. It’s a quite nice romantic book to read during the last week of the month of love, as February is about to end soon.
Profile Image for Vio Reads.
146 reviews
February 23, 2023
Alex Hirano dan Mia Clark bertemu dalam situasi yang tidak menguntungkan dan tanpa sengaja. Ray, adiknya Alex, ingin mengenalkan ia kepada wanita yang ia sukai. Namun saat pertemuan itu terjadi, Mia terjatuh dan menimpa Alex, yang menyebabkan Alex tidak menggunakan tangannya selama beberapa bulan, dan terpaksa membatalkan konsernya.

#VioReads2023

Bergelut dengan perasaan bersalah, Mia menawari diri untuk membantu Alex hingga tangannya sembuh 🤓. Tentu Alex masih kesal dan bersikap semena-mena, menyuruh Mia seenaknya. Mia pun menerima dan menjalaninya, hingga kunjungan ke apartemen Alex setiap harinya menjadi hal yang rutin.

Pasti ketebak gak, sih?😝 ya.. tentu mereka perhalan-lahan jatuh cinta. Yang aku suka proses mereka nyaman, akrab, terbuka dengan satu sama lain nggak terburu-buru. Mungkin karena bukunya tebel juga ya 🤣, banyak ruang untuk memperpanjang kisah mereka untuk saling jatuh hati.

Dua-duanya itu masih denial!! Gemes, padahal kerasa banget udah sama-sama suka, hihi. Di sisi lain, konfliknya juga muncul ya. Ray yang suka sama Mia, bahkan banyak pria lain yang secara terang-terangan mendekati Mia. Dan puncaknya adalah rahasia yang Mia sembunyikan dari orang-orang, perihal mengapa ia tidak join ke dalam grup tari. Padahal ia digadang-gadang sebagai penari kontemporer terbaik 🤨.

Aku suka interaksi-interaksi kecil mereka. Walaupun ini genre romance, tapi gak lebay dan gak cringe 🤩. Tapi untuk latarnya, yang notabene disebut-sebut di New York, aku nggak merasakan adanya vibes New York, selain dari nama tokohnya aja yang barat semua 😅.

Endingnya realistis! Masih terkait dengan rahasia yang disimpen Mia ini. Yah.. bisa dibilang sad ending, bisa juga happy ending. Tergantung kita nganggepnya gimana. Aku nggak nangis ataupun simpati gimana banget. Terjadi begitu saja. Tapi aku tetap suka dengan gaya cerita Ilana Tan dan plot yang dibawakan 🥰

Rate: 4/5🌟
Profile Image for Ivanna.
816 reviews24 followers
February 6, 2012
Waaaaaaaaaaaa…. Bagusss.. akhirnya nemu novel Indonesia yg bagus lagi..


Alex Hirano yg di ajak adiknya Ray untuk menemui gadis yg di sukainya ke tempat gadis itu mengajar malah apessss ketiban :d cewek dari tangga. Cewek yg pengen mereka temui Mia Clark. Alex yg seorang pianis terkenal harus membatalkan semua jadwal konsernya sampai pergelangannya sembuh dari ketiban Mia.
Mia ngerasa bersalah pada Alex, dan karena ga bisa ganti secara materi akhrinya sepakat sama Alex buat bentu2 di apartemen Alex sampai pergelangannya sembuh.

Alex yg sinis banget sama Mia dan menganggap Mia sebagai Malaikat kegelapannya ga membuat semua mudah. Namun pas Mia nganter Alex ke sekolah mereka Julliard, pendapat Alex terhadap Mia mulai berubah. Alex juga terpesona dengan tawa Mia. Mia juga tersepona gitu dehh.. pertama kali liat senyum ‘asli’ nya Alex bukan senyuman sinis yng biasa dia dapet.

Semakin lama kenal mereka berdua perasaannya makin ga jelas. Alex yg setelah tau keadaan Mia yg sebenernya makin protektif sama Mia mpe minta tinggal bareng. Mia juga suka sama Alex, namun dia tidak membiarkan ada cinta dalam hidupnya dengan keadaanya dia yg seperti itu.


sebenernya mo kasih 5 bintang. cuma pas saat akhir2nya Mia.. ga banyak Mia nya...
122 reviews2 followers
May 31, 2015
Oke. Saya Nggak tahan. Saya menyerah. Sampai di tengah, cerita benar-benar oohh mem-bo-san-kan. maaf, dua tokoh utama yang failed. bahkan bagian Mia yang jatuh tersandung dan bikin tangan alex cidera. ya ampuunn... so cheesy... buku setebal ini ceritanya dangkaal...
Profile Image for Rania Belva.
127 reviews
September 12, 2024
Good story :D And yeah, Mia is a very talented and strong woman, i think.
Profile Image for Yunita1987.
257 reviews5 followers
February 14, 2012
Buku kelima Ilana Tan dengan judulnya Sunshine Becomes You, benar-benar membuat aku seperti melihat secara nyata kisah cinta antara Alex Hirano dan Mia Clark. Bahkan aku sampai mengeluarkan airmata diakhir cerita.

Dan dibalik Judul buku ini, punya cerita tersendiri untuk judulnya loh...wah suprise banget deh....(kalau mau tau,,,baca ya)

Sebenarnya kisah cinta seperti ini sudah banyak baik dalam bentuk buku ataupun film, apalagi drama-drama Korea tuh, Tapi ntah kenapa, aku tetap menilai kalau buku hasil karangan favoritku Ilana Tan bagus banget, aku menikmati setiap kalimat yang ditulis.

Baiklah, daripada curhat mulu...aku ingin menceritakan sedikit keseluruhan cerita ini.

Never seek to tell thy love,
Love that never told can be;
For the gentle wind doth move
Silenty, invisibly

I told my love, I told my love,
I told her all my heart,
Trembling cold, in ghastl fears.

Ah! She did depart!
Soon after she was gone from me,
A Traveller came by,
Silenty, invisibly
He took her with a sigh


Dimulai disaat seorang Ray Hirano yang mengunjungi kakaknya Alex Hirano dan berniat mengajaknya untuk mencari makan didekat tempat dia mengajar tari sekaligus ingin mengenalkan wanita yang dia suka, bernama Mia Clark. Pada saat mereka berada ditempat latihan tari, niat untuk mengenalkan wanita idaman, berakhir kerumah sakit. Karena Mia terjatuh dan membuat celaka Alex.
Tangan alex terkilir dan kurang lebih dua bulan masih perlu pemeriksaan disaat seorang Alex yang merupakan pianis terkenal dan 1 minggu lagi masih ada jadwal Konser. Maka semua jadwal konsernya harus dia batalkan karena kecelakaan ini. Sehingga Mia merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi dan bahkan dia menawarkan dirinya untuk membantu Alex dan dibuat sebagai pembantunya.
Alex yang sudah menganggap kalau Mia adalah Malaikat Kegelapannya, sudah takut jika dilain waktu bukan tangannya yang akan celaka tetapi kakinya pun bisa celaka.
Tetapi setelah seringnya bertemu dan Alex melihat Mia adalah wanita yang baik. Ada perasaan beda yang dia rasakan disaat melihat Mia, begitu juga dengan Mia. Mia merasakan jantungnya yang berdebar lebih kencang jika berdekatan dengan Alex. Wah apa maksud semua ini?
Disaat ada sebuah acara pertemuan, Alex mengajak Mia sebagai pendampingnya.
Pada acara tersebut, Mia harus bertemu dengan mantan 1 timnya. Sehingga akhirnya Alex mengetahui kalau Mia merupakan salah satu penari terbaik tetapi 1 tahun setelah itu Mia mengundurkan diri. Pada saat itu, Alex ingin sekali menanyakan semua itu kepada Mia, tetapi apa yang terjadi? Dia melihat pandangan yang mengerikan, kalau Mia merasakan kesakitan. Hingga Alex akhirnya tau keadaan Mia yang sebenarnya.
Kisah mereka berdua semakin romantis (menurutku...) karena Mia lebih sering berada diapartemennya Alex. Dan Alex selalu menjaga Mia bahkan diberikan sebuah dongeng...seperti anak kecil aja ya...:D
Tetapi penyakit yang semakin lama semakin buruk, mengharuskan Mia harus dirawat dirumah sakit. (Jujur nih, waktu baca bagian-bagian ini, air mata sudah mulai banyak keluar...:D ). Tetapi sikap Mia bukan semakin dekat dengan Alex, malah dia mencoba menghindar dari Alex, kenapa???? (Cari tau aja ya sendiri..gak seru)

Aduh, kalau dilanjutkan ntar gak seru duks...:D

Intinnya nih, buku benar-benar buat mataku sakit,,,sudah cukup airmata yang aku keluarkan untuk kisah cinta Alex dan Mia ya...:)

Walaupun buku ini berakhir dengan kesedihan, tetapi aku merasakan kebahagian,,,merasa puas dengan akhir ceritanya. Aku Sukaaa....

Ungkapan MIA untuk ALEX :
“Satu-satunya penyesalanku dalam hidup ini adalah aku tidak bisa bersamamu sekarang dan mengatakan semua ini secara langsung kepadamu. Tapi tolong percayalah padaku ketika kukatakan bahwa aku ingin selalu berada didekatmu. Dan percayalah padaku ketika kukatakan bahwa aku juga MENCINTAIMU”

Ungkapan ALEX untuk semua orang termasuk PEMBACA nih sepertinya...:D

“Seseorang pernah berkata padaku bahwa dia tidak tahu kenapa aku bisa mencintai orang seperti dirinya. Terus terang saja, aku juga tidak tahu. Kurasa aku termasuk salah satu orang yang merasa kau tidak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang. Karena CINTA TERJADI BEGIT SAJA. Kau tidak bisa memaksakan diri mencintai seseorang sama seperti kau tidak bisa memaksakan diri membenci orang yang kau cintai”

NB :
Buat teman-teman yang suka baca buku romantis sampai mengeluarkan air mata, percayalah ini buku sangat aku rekomendasikan.
TETAPI
Buat teman-teman yang suka baca buku romantis tapi maunya bahagia2 aja, PLEASE, hapus buku ini dari daftar buku yang ingin kau beli, kau baca ataupun kau pinjam ya...:D...tapi tidak aku anjurkan sih, karena buku ini bagus....:)

Jadi buruan bacaaa.....
Profile Image for Alstroemeria.
1 review4 followers
August 16, 2012
“Dan kuharap dia tahu bahwa selama aku masih bernapas, aku akan selalu mencintainya. Sepenuh hatiku. Selamanya.” [Hal. 432]

Alex Hirano adalah seorang pianis terkenal keturunan Jepang yang menetap di Amerika. Bersama saudara laki-lakinya Ray yang seorang B-Boy, Alex yang pada saat itu tengah gelisah dan uring-uringan sepakat pada Ray untuk ikut mengunjungi studio tari dimana Ray mengajar di sana. Alex ini penasaran dengan wanita yang mampu membuat adiknya jatuh hati.

Mia Clark adalah seorang penari kontemporer, lulusan sekolah seni ternama, dan memiliki cita-cita menjadi penari terkenal. Semua orang yang melihat Mia Clark menari akan tahu bahwa Mia punya potensi besar menjadi seorang penari terkenal. Tapi Mia memilih untuk berhenti dari grup tarinya dan memutuskan untuk mengajar disebuah studio tari.

Kejaiannya begitu cepat kala itu. Pertemuan pertama Alex dengan Mia adalah suatu kecelakaan yang mengharuskan Alex membebat tangan kirinya yang terkilir. Dan membuat Mia mendapat julukan ‘Malaikat Kegelapan’.

Sejak saat itu Mia selalu merasa bersalah dan menawarkan diri untuk melakukan apapun untuk Alex. Membantunya sampai luka pada tangan Alex sembuh total. Mulai dari urusan dapur hingga kebersihan apartemen milik Alex, setiap harinya.
Awalnya Alex tidak ingin gadis itu dekat-dekat dengannya namun tidak bisa dipungkiri bahwa ia tidak bisa jauh dari kopi yang selalu dibuatnya, tidak, pada Mia. Bahkan orangtuanya menganggap Mia adalah orang yang menyenangkan.

“Aku tahu kau merindukanku, Alex Hirano.”

“Kopimu, Clark. Aku merindukan kopimu.”

“Sama saja. Kopiku. Aku.” “Kalau kau tak bisa hidup tanpa kopiku, berarti kau hampir tak bisa hidup tanpaku.” [Hal. 200]

Berhari-hari bertemu dengan Mia dan terbiasa gadis itu selalu ada di dekatnya, Alex sadar bahwa Mia tidak begitua menjengkelkan. Justru gadis itu mampu membuat Alex lebih nyaman.

“Mungkin kau tidak membutuhkanku. Tapi aku membutuhkanmu.” [Hal.415]
Perasaan hati yang sulit diutarakan, bukan begitu Alex?

---

"Aku memikirkanmu ketika menulis lagu ini".

Awalnya sulit dimengerti mengapa buku tersebut berjudul Sunshine Becomes You.

Well, Alex mencipatakan sebuah lagu yang indah berjudul Sunshine Becomes You karena selalu memikirkan Mia. Awalnya dia memberi judul lagu itu "Thinking of Clark".
Dan pada akhirnya lagu itu dimainkan Alex saat konser, tentunya setelah kepergian Mia.

---

“Aku ingin kau tahu bahwa aku mensyukuri hari aku mengenalmu. Aku juga ingin berterima kasih atas semua yang sudah kaulakukan untukku. Terima kasih karena telah menemaniku selama ini. Terima kasih karena tetap bersabar denganku walaupun aku cenderung bersikap tidak masuk akal akhir-akhir ini. Aku tidak tahu kenapa kau bisa jatuh cinta pada orang sepertiku, tapi… terima kasih karena telah mencintaiku.”

“Satu-satunya penyesalanku dalam hidup adalah aku tidak bisa bersamamu sekarang dan mengatakan semua ini secara langsung kepadamu. Tapi tolong percayalah padaku ketika kukatakan bahwa aku ingin selalu bersamamu. Percayalah padaku ketika kukatakan bahwa aku selalu ingin berada di dekatmu. Dan percayalah padaku ketika kukatakan bahwa aku juga mencintaimu.”

“Aku mencintaimu, Alex Hirano.” [Hal. 428-428]

Pengakuan di akhir kisah yang siapapunmembacanya akan merasa sesak. Bahwa Mia telah pergi.



Comments :
Yang bikin rancu adalah saat kematian Mia yang terkesan 'biasa'. Tapi itu semua tertutup oleh kisah Mia yang menyimpan camcorder untuk Alex. Jika dipikir-pikir kisah sedih ini tidak sesedih Autumn in Paris. But over all, nice for Ilana ^^
Profile Image for Jessica.
1,219 reviews40 followers
May 18, 2019
Alex Hirano membenci Mia Clark.
Alex membenci Mia karena Mia telah membuat tangannya patah (padahal hanya terkilir) dan ia sangat membenci hal ini karena ia harus membatalkan seluruh konsernya dan terlebih lagi ia tidak bisa melakukan semua hal dengan satu tangan -dengan baik! Awalnya, karena Mia adalah teman Ray, Alex tidak begitu menghiraukannya. Namun sejak gadis itu datang ke apartemennya, meminta maaf, bahkan mengajukan untuk menjadi tangan kirinya, akhirnya Alex terpaksa menerimanya karena ia tahu selama tangannya belum sembuh total, ia hanya akan membuat hari-harinya berantakan.

Mia sebenarnya tidak ingin menjadi pesuruh. namun apa daya, ia sendiri yang menawarkan hal itu karena ia merasa bersalah (kenapa ia merasa bersalah? baca saja sendiri bukunya ya ;) ), dan karena Alex adalah kakak Ray Hirano, temannya yang juga pengajar di tempatnya mengajar menari Small Steps.

Awalnya, Alex mengacuhkan Mia, menyuruh-nyuruh Mia melakukan hal ini-itu. Namun, Alex merasakan sesuatu, saat Mia tersenyum untuk pertama kalinya, saat itu juga ia menyangkal bahwa ia tidak memiliki rasa itu, bahwa adiknya, Ray juga menyukai gadis itu. tapi semakin lama, bukan hanya kopi buatan Mia yang memikat hatinya, Mia juga telah membuatnya bertekuk lutut. Bahkan saat Mia tidak berada dalam jangkauannya, Alex uring-uringan. dan saat ia melihat Mia kembali, Alex tahu, dirinya tidak akan bisa hidup tanpa kehadiran Mia.

Semua mulai berubah saat Alex mengetahui rahasia Mia, rahasia yang ingin Mia jaga rapat-rapat.

duh, menggantung sekali yah sinopsis saya. kurang menggambarkan semuanya, tapi kalo saya buat menggambarkan, tar malah jadi spoiler.

jujur saja, pertama kali saya agak keki dibuat Alex. bener-bener nyebelin!! tapi, semenjak ia mengenal Mia, lama-lama ia makin ramah, ia bisa tertawa, dan terlebih ia begitu mencintai Mia, sepenuh hatinya! dan duhhh, lama-lama, sikapnya itu bikin saya jatuh cinta semati-matinya dengan Alex!!! seandainya cowo itu seperti dia. sebenarnya sih, apa yang saya tangkap dari karakter Alex ini, bukannya dia sinis sama orang luar (di luar keluarga dan teman), tapi ia memang dalam suasana bad mood saat di bab pertama, makanya kesan semua orang seperti itu. bahkan sebenarnya Alex itu baik, cuma kurang ramah, yahh, contohnya pas dia ngobrol-ngobrol sama pemain biola orkestra ayahnya di restoran. artinya kan ia tidak sinis sama orang 'luar' kan? hehehe

chemistry diantara Mia dan Alex bener-bener gimanaaaaaaaaa gituuuuuu. saya suka banget mereka berduaa!! duhhh. kak ilana gimana nihhh?

aaaaaaaaaaaaaaaa. buku ini benar-benar mengaduk-aduk emosi saya! pengen nangis, tapi karena Alex yang sepertinya tidak terlihat menitikkan air mata, saya jadi ikutan menahan diri, pas video itu baru deh ikutan terisak. hiksss. T_______________T

buku ini LAYAK DIKOLEKSI! hahaha. kalo minjem aja nyesel lhooo. huhuhuhu (masih ga bisa melepas Mia begitu saja)

saya berharap semoga kak Ilana menulis sekuelnya! saya ingin tahu gimana kelanjutan kehidupan Alex! atau ngga tentang Ray Hirano aja, agak kasihan gitu, udah suka tapi di dumped gitu aja. :)

"Kau... sangat mencintainya, bukan?"
Alex mengerjap. Matanya yang muram terlihat berkaca-kaca ketika menggumamkan dua patah kata dari dasar jiwanya dengan lirih.
"Sepenuh hati."


"Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku." -Mia Clark.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nung Ria.
36 reviews2 followers
February 4, 2012
Setelah saya cukup lama menunggu, Februari ini akhirnya Ilana Tan kembali meluncurkan sebuah buku. Ilana Tan sendiri adalah penulis buku 4 musim, Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, dan Spring in London. Genre tulisannya adalah metropop, hmm, menurut saya ini chicklit-nya Indonesia. Jadi genre metropop ini lebih menyoroti kehidupan wanita dewasa (umur 18s-30s) dengan segala persoalan hidup diantaranya kehidupan percintaan yang bisa saja terjadi disekitar kita yang dikemas dengan apik dalam suatu rangkaian kata hingga menjadi buku.
Nah, sebenarnya saya ingin shipping. Tapi karena ongkir dengan diskon yang diberi lebih besar ongkirnya, dengan menyesal saya tidak jadi shipping. Padahal dengan shipping bisa dapet tanda tangan author dan mendapat buku ini lebih cepat dari tanggal release, 2 Februari 2012 *sigh*. Jadi kemarin saya coba ke Togamas untuk mencari buku ini, alhamdulillah langsung ketemu. Dan lagi dapet diskon 15% dari harga sebenarnya *hip.hip.horeee*

Garis besar cerita novel ini, GETHING NYANDING (Benci berarti bersanding), yah walaupun endingnya tidak sepenuhnya bersanding *well, emang nggak bersanding*

Tokoh utama adalah Mia Clark dan Alex Hirano. Mia Clark adalah seorang guru tari yang awalnya merupakan penari *balet, i Think* dan Alex Hirano adalah pianis terkenal. Pertemuan keduanya terjadi secara tak terduga, Mia Clark jatuh dari tangga dan menimpa Alex Hirano. Bukanny Mia yang terluka justru Alex yang tangannya terkilir. Dengan demikian Alex tidak dapat melakukan aktivitas semestinya dengan tangan kiri yang terkilir apalagi melakukan konser musiknya. Mia yang merasa bersalah berinisiatif membantu Alex menjadi “tangan kiri”nya, walau pada awalnya tidak suka dan cenderung mengacuhkan akan keberadaan Mia namun lambat laun Alex menjadi terbiasa dengan adanya Mia di apartemennya.

Tentu saja ada sedikit konflik di sana-sini, Ray Hirano adik Alex yang menyukai Mia, Mia yang tampak memperlakukan semua laki-laki disekitarnya sama, dan masa lalu Mia. Sebenarnya ceritanya klasik, tapi cerita seperti ini bila ditulis dengan baik pasti slalu bisa membuat emosi pembaca diacak-acak, ikut deg-deg-an. Bahkan saya dibuat menangis ketika membaca halaman2 akhir. haha, mungkin karena bacanya midnight jadi kondisi mendukung buat bersedu-sedan *ngeles

:::: SPOILER ::::
Yang kurang menggigit dari novel ini menurut saya, ending kematian Mia yang terkesan mudah ditebak dan tidak dideskripsikan dengan detail dan hanya dibuat dalam kalimat singkat *sigh*. Yah, mungkin memang bukan itu tujuan penulis, tapi saya pengen tau apa yang Mia lakukan selama 5 hari pasca operasi hingga akhirnya meninggal. Kyaaa....

Bila dibandingkan dengan buku Ilana Tan yang lain buku ini lebih tebal. Gaya bahasanya juga sedikit berbeda dari buku-buku sebelumnya. Kalau dibuku sebelumnya dibuat point-of-view dari masing2 tokoh utama secara terpisah di buku ini point-of-view nya tidak dipisah dan kadang adanya sudut pandang orang ketiga. Karena memang lebih tebal pencitraan tokoh dibuat lebih kuat dan deskripsi dibuat lebih jelas. Yang sama dari 4 buku ilana Tan sebelumnya adalah adanya alur cerita dari masa lalu dimana salah satu tokoh utamanya memiliki cerita masa lalu (di buku ini adalah Mia). Ah iya, yang sama juga karena settingnya di luar negeri, di New York, USA.
Profile Image for Anindito Alfaritsi.
65 reviews7 followers
March 17, 2012
Aku belum pernah baca novel-novel Mbak Ilana Tan sebelumnya, jadi aku enggak begitu bisa ngasih perbandingan.

Tapi waktu aku sendiri baca, yang paling membuatku terkesan terhadap buku ini adalah pembangunan interaksi antara kedua tokoh utamanya, Alex dan Mia, yang benar-benar bagus. Awal hubungan mereka dibangun oleh Mbak Ilana dengan sangat alami, mulai dari pilihan kata-kata yang mereka ucapkan sampai ke bahasa tubuh yang mereka perlihatkan. Sudut pandang narasinya bolak-balik antara mereka berdua. Jadi, kita sebagai pembaca yang mengamati semuanya dari sudut pandang orang ketiga tahu pasti apa yang keduanya alami dan memahami sepenuhnya apa yang berlangsung di antara mereka. Buatku, ini kayak indikasi akan sudah betapa gilanya tingkat kemampuan pengamatan dan pemahaman Mbak Ilana akan manusia. Dan ini yang membuatku terikat membaca buku ini dari awal cerita sampai setengahnya.

Awal terjalinnya hubungan Alex dan Mia benar-benar menarik karena berlangsung dengan cara yang unik. Makanya, begitu hubungan mereka terbentuk, aku agak diherankan karena selain itu enggak ada yang menarik.

Perkembangan cerita di paruh akhir buku sejenis dengan apa yang pernah terjadi dalam berbagai kisah cinta tragis yang pernah ada sebelumnya (aku enggak mau spoiler). Makanya, entah ya, aku jadi agak heran sendiri karena di paruh akhir buku ini, di mana konflik yang melanda Alex dan Mia dipaparkan, aku justru gagal merasa 'masuk' ke dalam cerita. Rasanya konflik yang ada dilempar begitu saja ke dalam cerita, tanpa ada signfikasi sama sekali dengan apa-apa yang Alex dan Mia alami pada paruh cerita yang pertama. (Walau bagusnya, Mbak Ilana masih berhasil membuat plotnya membentuk lingkaran penuh.)

Aku enggak terlalu keberatan dengan perkembangan ini sih. Aku cuma agak kecewa saja karena akhirnya tak sebagus yang aku harapakan. Lalu pas aku perhatikan lagi, karakter-karakter yang berkembang dalam cerita ini benar-benar hanya Alex dan Mia--tapi itupun hanya sebatas dalam tingkatan yang sudah tertebak. Ray, adik Alex yang juga suka pada Mia, hanya dikisahkan sebatas itu. Lalu sisa karakternya, meski menarik, seperti Aaron, love interest Mia yang lain, yang menjadi sumber kecemburuan bagi Alex, anehnya hanya tampil seadanya doang. Lalu meski ceritanya berlatar di New York, dan baik Alex dan Mia memiliki latar belakang yang unik--Alex berdarah keturunan Jepang dan Mia memiliki darah Asia namun dia diadopsi--nuansa New York sebagai latar benar-benar kurang dipaparkan. Latar belakang keduanya benar-benar tak banyak berarti dalam cerita. Lalu, sejujurnya, aku agak merasa interaksi antar karakternya agak kurang 'Amerika'.

Tapi ya sudahlah. Toh aku lumayan menikmatinya. Aku juga belajar lumayan banyak soal hubungan antar orang hanya dari mengikuti perkembangan hubungan Alex dan Mia. Mungkin tetralogi 4 musim Mbak Ilana menjadi sesuatu yang patut kucoba.
Profile Image for Yemima Tiffany.
5 reviews11 followers
October 25, 2013
"Menari adalah hidupnya. Menari adalah jiwanya. Ia tak punya keahlian selain menari. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya apabila ia tidak bisa menari lagi."

Mia Clark, seorang penari muda yang tak bisa lagi menjangkau impiannya yang tertinggi untuk tampil di panggung besar untuk menari. Satu-satunya yang bisa menjadi luapannya adalah mengajar di salah satu studio tari bernama 'Small Steps'.

Hidupnya berubah saat ia bertemu dengan Alex Hirano karena sebuah ketidaksengajaan yang fatal. Bahkan Alex Hirano menganggap pertemuan mereka adalah bencana yang besar. Mia Clark mematahkan lengan Alex Hirano. Tanpa sengaja.

Kenyataan menjadi buruk saat Alex sang pianis terkenal harus membatalkan semua konser besarnya di beberapa negara. Mia yang tak enak hati menawarkan diri untuk mengganti kerugian Alex dengan jasanya untuk menjadi 'pengurus rumah tangga' Alex.

Mia tersiksa dengan sikap Alex yang semena-mena dan dingin padanya. Alex pun merasa pantas untuk membalas semua kerugian yang disebabkan oleh Mia Clark si 'Malaikat Kegelapan'. Alex terus membiarkan Mia 'teraniaya'.

Namun waktu merubah segalanya.
Kini tatapan Alex yang dingin perlahan berubah menjadi tatapan lembut yang menenangkan. Kini Mia Clark yang selalu ketakutan melihat Alex, merasa hatinya melonjak saat melihat senyum pria itu.

Alex mengakui, Mia Clark bukanlah 'Malaikat Kegelapan' yang selama ini ia kira. Mia Clark adalah gadis yang membuat hatinya merasakan damai dengan ketulusan dan apa adanya dirinya.
Alex Hirano jatuh cinta pada Mia Clark.

Namun bagaimana jika Ray Hirano, adik kandung Alex terang-terangan telah menyukai Mia bahkan sebelum Alex mengenal gadis itu?

Dan bagaimana dengan Mia yang ternyata memiliki rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat?
Rahasia yang membuat kenyataan terburuk semakin dekat, menghancurkan kebahagiaan semu nya.
Rahasia yang membawanya menjauh dari impian terbesarnya, juga dari laki-laki yang begitu mencintainya, Alex Hirano.

“Di mana pun dia berada. Dan kuharap dia tahu bahwa selama aku masih bernafas, aku akan selalu mencintainya. Sepenuh hatiku. Selamanya. -Alex Hirano

---------

This is my favorite story i ever read. Successfully made me cried sooo hard. Thanks Ilana Tan, you did it! I love Mia Clark, she's amazing. And i also dancer who can't reach my dream because of medical reason. I knew what Mia feels. I knew it."

Two thumbs up too for Alex Hirano, the strongest guy ever. I love you.

"Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kau percayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku." - Alex Hirano to Mia Clark.
Profile Image for Stefanie.
126 reviews6 followers
February 18, 2012
Novel kelima Ilana Tan setelah tetralogi Empat Musim..

Tepat sebelum baca buku ini, temen gue yang udah baca bukunya nge-twit "Ah, bukunya nggak terlalu bagus" Gue cuma ketawa aja dengernya, karena semua orang di twitternya Gramedia tuh bilang kalo ini buku highly recommended.

Setelah membabat habis buku setebal 432 halaman ini selama kurang lebih 3 jam, WOW! Ilana Tan bener-bener ngaduk emosi kita pas baca. Dan nggak cuma itu, I'm crying in the few last chapter!! God, it's really A GREAT book!!

Gue gereget sama Mia karena nggak mau jujur tentang penyakitnya. Sama Alex yang nggak mau ngungkapin perasaannya yang sebenarnya. Sama Ray yang 'chicken' banget ngadepin Mia. Sama Mia karena berusaha menghindari Alex karena tidak ingin membuatnya bersedih. hahahahaha.

Sekali baca, gue nggak bisa berenti. Bahkan sampe lupa makan malem :P tapi emang keren banget sih.. Dan ini buku bisa gue baca berulang-ulang, kaya novel Jejak Kupu-Kupu nya Agnes Jessica.

Kalo aja gue nggak inget pengarang novel ini adalah orang indo, gue akan berpikir kok ini kaya novel terjemahan sih? karena tulisannya agak baku gitu, dan juga karena settingnya yang di luar negeri gitu. Nggak cuma setting sih, tapi bener-bener kaya nyeritain orang sana aja, kebiasaannya gmana, apa segala.

Walaupun dia tidak bisa berada di sini hari ini, kuharap dia mendengar lagu ini. Di mana pun dia berada. Dan kuharap dia tahu bahwa selama aku masih bernafas, aku akan mencintainya. Sepenuh hatiku. Selamanya. - ALEX


Aku ingin kau tahu bahwa aku mensyukuri hari aku mengenalmu. Aku junga ingin berterima kasih atas semua yang sudah kaulakukan untuuku. Terimakasih karena telah menemaniku selama ini. Terima kasih karena tetap bersabar denganku walaupun aku cenderung bersikap tidak masuk akal akhir-akhir ini. Akut idak tahu kenapa kau bisa jatuh cinta pada orang sepertiku, tapi... terima kasih karena telah mencintaiku. - MIA
Profile Image for Delisa sahim.
274 reviews13 followers
January 31, 2012
Buku ke dua dalam minggu bacaan galau-ku.

Pas dikasih mas ijul, aku gak buka kertas pos-nya, nanti saja pas dirumah dan langsung membacanya. Itu pikiranku saat menerima bingkisan dari mas ijul.

Tapi aku malah membuka unforegettable dulu dan membacanya. Baru besok paginya aku buka si bingkisan ini + udah penasaran karena banyak yg bilang bikin mewek.

Pas buka ini novel, aku syok.
Astaga, tebel banget ini novel pantesan aja harganya lebih dari 60rb.

Membaca novel ini aku cuma merasakan kesedihan tidak sampe mewek. Serius, aku tidak menangis apalagi berkaca-kaca.

Disini aku langsung berfikir, "apakah ada yg salah denganku ? Aku tidak menangis padahal kisahnya cukup sedih ? Atau jangan-jangan karena sudah baca kisah sedih duluan makanya gak mempan lagi ?"

Biasanya aku selalu memangis apabila orang yg kita sayangi pergi tetapi disini tidak ? Jangankan menangis berkaca-kaca saja tidak.

Padahal novelnya tebal lhoo..
aahhh, cukup deh pertanyaan yg ada dalam pilkiranku.

Dan satu lagi walaupun tebal kok kurang mengigit bagiku.

Terima kasih. :)
Profile Image for Orinthia Lee.
Author 12 books123 followers
January 29, 2013
Saya suka buku ini. Sesederhana itu. Dari waktu baca tetralogi 4 musim, saya udah menyukai cara Ilana Tan bercerita. Kata-kata yang dipakai nggak puitis, mudah buat dibaca dan dipahami banget. Saat membacanya, saya bisa sambil membayangkan adegan dalam cerita itu seperti dalam sebuah film. Plot yang manis ini bikin saya terhanyut. Bagaimana ketika Mia Clark bertemu untuk pertama kalinya dengan Alex Hirano, bagaimana cinta di antara mereka bertumbuh perlahan-lahan secara alami... semuanya itu saya suka. Dan saya bisa memahami perasaan Mia Clark yang tidak ingin berpacaran karena kondisinya yang nggak menentu itu, juga bisa mengerti kenapa Mia Clark sempat menghindari Alex Hirano ketika dia sendiri menyadari kalau dia mencintai pemuda itu. Meskipun buat segelintir orang, tindakan itu bodoh, tapi orang-orang yang dalam keadaan seperti Mia Clark menganggap itu penting karena mereka nggak mau setelah berpacaran lalu mereka terpaksa meninggalkan pacar mereka melalui kematian.

Dan saya penasaran, seenak apa kopi buatannya Mia Clark! xDDD
Displaying 1 - 30 of 889 reviews

Join the discussion

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.