Teman Duduk merupakan 10 kumpulan cerita pendek karya Daoed Joesoef. Cerita edukatif yang bisa dijadikan teman di saat senggang. Cerita yang bersifat didaktis sekaligus mengandung nilai-nilai kebijakan hidup.
Cerita tersebut di antaranya mengenai Patung Guru yang dilapisi emas, tetapi tidak lagi diperhatikan publik setempat. Kemudian sang Patung meminta burung gelatik agar menguliti emas yang melapisi tubuhnya dan dibagikan kepada orang-orang miskin. Juga dikisahkan tentang Kuburan Keramat, Mentimun Bungkuk, atau Itu Sinar Cemerlang. Semua cerita tersebut membuka hati nurani kita.
Juga dilampirkan puisi dan pantun Melayu sebagai upaya menghidupkan kembali khazanah seni sastra Indonesia yang kini kian memudar.
Daoed Joesoef (lahir di Medan, Sumatera Utara, 8 Agustus 1926; umur 89 tahun) adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dari 1978 sampai 1983 dalam Kabinet Pembangunan III. Ia dilahirkan dari pasangan Moehammad Joesoef dan Siti Jasiah asal Jeron Beteng, Yogyakarta. Dia menikah dengan Sri Sulastri dan dikaruniai anak Sri Sulaksmi Damayanti.
Daoed memperoleh gelar sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1959). Setelah itu ia meneruskan studinya ke Sorbonne, Perancis dan meraih dua gelar doktor, yakni Ilmu Keuangan Internasional dan Hubungan Internasional (1967) serta Ilmu Ekonomi (1973). Daoed Joesoef adalah salah seorang tokoh yang ikut mendirikan CSIS (Centre for Strategic and International Studies), sebuah tangki pemikir yang banyak dimanfaatkan sumbangannya oleh pemerintahan Orde Baru. Dalam kehidupan sehari-harinya, Daoed Joesoef mempunyai kegemaran melukis.
kumpulan cerpen yang syarat akan makna dan nilai-nilai kehidupan serta kritik yang terselip dalam setiap kalimatnya... layak sebagai bahan renungan dan introspeksi diri terhadap kehidupan keluarga dan bermasyarakat..