Pria bermata hazel itu pernah menjadi dunia dan seisinya bagi Diyuna. Melimpahinya dengan cinta, kemewahan, dan segala yang ia dambakan.
Tidak ada yang tahu Diyuna menyimpan ribuan pertanyaan dan kegelisahan di balik kehidupan bebas yang ia jalani. Tentang takdir dan cinta yang memberikan ketenangan jiwa. Diyuna berlari dan mencari. Dari Jakarta, sampai ke negeri Amman, Yordania. Hingga ia bertemu Hamzah, pria sederhana yang mengulurkan tangan dan mengajak Diyuna menciptakan takdirnya sendiri.
Ketika Diyuna merasa telah menemukan apa yang ia cari, pertemuan kembali dengan pria bermata hazel itu menyadarkan Diyuna akan satu hal: ruang kosong di dalam hatinya yang tak henti merindukan kehadiran pria itu. Dan pertanyaan besar kembali bergema. Haruskah Diyuna memilih setia atau berjuang meraih cinta yang sudah di depan mata?
buku yang cukup berbobot, perlu ekstra fokus dan konsentrasi untuk membacanya tapi jangan terlalu serius, karena begitu yang kurasa. ketika aku membaca novel ini terlalu fokus justru pandanganku menyempit dan tak menemukan jalan cerita serta maksud dari novel ini, tapi begitu saya bawa santai saya justru menemukannya.
bacaan berkualitas, hepi reading. reviewnya ntr di blog ajah ya... ^_^
Ini novel dewasa, karena bertema rumahtangga. Settingnya cakep. Berasa hidup dan bukan tempelan. Diksinya juga apik. Trus, kalimat-kalimatnya 'berisi'. Sukaa banget deh sama novel ini.
Tapi bukan berarti nggak ada kelemahannya sih. Teuteup ada lah, cuma yaa.. bisa ketutup sama point-point plus novel ini. Kelemahannya di karakter tokoh utama. Rasanya kurang kuat dan penulis kurang bercerita tentang siapa dan bagaimana dia.
Buat penyuka bukan novel ringan dan bukan novel berat, ini adalah pilihan yang menarik. Karena dibilang ringan, jauh. Dibilang berat pun, masih belum. Jadi, novel ini asik lah. Kalimat-kalimat yang berfilosofis tinggi, cukup bertaburan.
So, nggak nyesel deh kalau beli novel ini. Menutrisi otak sekaligus menghibur.