Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Stolen Years

Rate this book
Benarkah waktu dapat mengikis perasaan cinta?

Hal terakhir yang diingat He Man adalah ia sedang berbulan madu dengan suaminya, Xie Yu. Namun, tiba-tiba gadis itu terbangun di rumah sakit dan sudah bercerai. He Man mengalami amnesia dan lupa akan lima tahun terakhirnya.
Ia tidak mengerti mengapa ia bisa bercerai dari Xie Yu padahal mereka saling mencintai. Ia tidak mengerti mengapa sahabatnya sekarang malah menjadi musuhnya. Ia tidak mengerti mengapa seakan semua orang membencinya.
Ketika He Man berusaha mengumpulkan kembali kenangan dan ingatannya, ia mulai menemukan hal-hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

344 pages, Paperback

First published September 1, 2013

6 people are currently reading
93 people want to read

About the author

Ba Yue Chang An

12 books9 followers
Associated Names:
* Ba Yue Chang An (English)
* 八月长安 (Chinese)
* ปาเยวี่ยฉางอัน (Thai)
* Bát Nguyệt Trường An (Vietnamese)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
29 (23%)
4 stars
61 (49%)
3 stars
26 (20%)
2 stars
5 (4%)
1 star
3 (2%)
Displaying 1 - 30 of 47 reviews
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
January 7, 2016
Akkkkkk sebal sebal sebal, karena sukses bikin aku nangis, seballlllll, udah lama g baca novel romance yang sesedih ini T.T

***
Review lengkap + giveaway buku ini bisa dibaca di http://www.kubikelromance.com/2016/01...

Pernah membayangkan kalau suatu saat nanti kita akan berhenti mencintai orang yang paling kita sayang? Apakah bisa? Semua mungkin saja terjadi, waktu bisa mengubah segalanya, sama halnya dengan kisah He Man dan Xie Yu ini. Cerita dimulai ketika He Man dan Xie Yu sedang berbulan madu, ketika keduanya sedang dimabuk asmara, sama-sama saling mencintai. Pertengkaran kadang lewat dalam hubungan mereka, namun tidak membutuhkan waktu yang lama membuat mereka akur kembali, mereka sama-sama saling memahami, saling mengisi kekurangan. Apakah lima tahun setelah pernikahan keadaan juga akan sama?

Hal terakhir yang diingat He Man setelah koma selama satu bulan adalah dia mengalami kecelakan bersama Xie Yu ketika berbulan madu, masa di mana dia sangat bahagia. Namun, kenyataan berbeda, He Man lupa akan kejadian lima tahun setelah kecelakaan tersebut, kakaknya bilang kalau dia sudah bercerai dengan Xie Yu sejak beberapa bulan yang lalu, sekarang dia menjadi seorang direktur, memiliki apartemen sendiri, menjadi pribadi yang sangat berbeda. Tentu saja sangat membingungkan bagi He Man, dia masih sangat mencintai Xie Yu, bahkan sangat khawatir kalau suaminya mengalami luka parah gara-gara kecerobohannya sewaktu bulan madu dulu, dia tidak mungkin bercerai.

Dokter mengatakan kalau He Man mengalami amnesia, hilang ingatan jangka pendek, dia juga tidak bisa memastikan kapan ingatan He Man akan kembali. He Man disarankan untuk sering berhubungan dengan keluarga dekat, teman, atau orang yang mengenal baik masa lalunya untuk memulihkan kembali ingatannya mulai lima tahun yang lalu. Masalahnya, semua sudah berbeda, He Qi sebagai kakak dan keluarga satu-satunya saja tidak tahu apa yang terjadi dalam pernikahan He Man karena adiknya tidak pernah bercerita, dia menjadi pribadi yang keras dan tertutup, bahkan tidak sedikit orang yang membenci He Man. Satu-satunya cara untuk menjawab semua yang ada di benak He Man adalah bertanya langsung kepada Xie Yu dan sahabatnya, Xiao Huan, dua orang yang dulunya sangat berarti bagi He Man, sekarang malah menjadi musuh.

Ada yang bilang, ketika kebahagiaan datang, kebanyakan dari kita tidak menyadarinya sama sekali.

Seberapa besarkah kemampuan manusia untuk dapat menerima suatu kenyataan hidup? Hanya orang yang pernah terluka begitu parahnya yang akan bisa mengerti. Asalkan masih hidup, kita pasti bisa melalui apa pun yang akan terjadi selanjutnya.

Alkohol adalah seorang rentenir. Ia bisa memberi kebahagiaan dan keberanian pada kita, tapi pasti juga akan meminta balasan dua kali lipat, dengan membuat kita pusing dan mual berkepanjangan esok harinya.

Saat kita baru saja menjalin hubungan, rasanya begitu menyegarkan. Kemudian, perlahan mulai timbul bau tidak sedap, tapi tidak tega membuangnya. Meski sudah mencoba membuang jauh-jauh hubungan yang sudah kadaluwarsa itu, He Man yang pelupa tetap akan memungutnya kembali dan mencoba memakannya.

Cinta kalah melawan sakit, juga kalah melawan kematian. Namun, cinta akan selamanya hidup di dalam ingatan manusia, akan menancapkan akarnya dengan kuat di dalam otak manusia.

Saya tidak pernah menyangka akan menyukai buku ini, kali pertama membaca buku terjemahan Taiwan, sebelumnya hanya pernah menonton serial televisi seperti Meteor Garden. Berbeda dengan cerita Korea yang terkenal akan romance comedy atau Jepang dengan aura dark-nya, saya sama sekali tidak bisa menebak ceritanya akan seperti apa. Setelah membaca buku ini, bisa dibilang sangat mengharukan, saya sampai meneteskan air mata saking sendunya, ada seseorang yang bilang kalau cerita Tiongkok memang mengaduk perasaan, khasnya, huhuhu.

Saya suka gaya menulisnya, pelan tapi tidak bertele-tele, cara menyambung plot cerita dari masa lalu kemudian melompat ke masa depan dan kembali pelan-pelan ke masa lalu sangat mengalir lancar, tidak ada bagian yang terlewat alias semua twist terjawab. Pembaca dihadirkan layaknya He Man yang juga penasaran apa yang terjadi dengan pernikahannya, kenapa dia bisa bercerai dengan Xie Yu yang amat dicintainya? Kenapa dia dibenci banyak orang, khususnya di kantor? Kenapa sahabat satu-satunya menjadikan dia musuh? Kenapa He Man berbeda selepas menikah? Apa yang sebenarnya terjadi? Pembaca secara perlahan akan menemukan jawabannya.

Karakter para tokohnya juga menarik. Xie Yu digambarkan sebagai laki-laki yang ingin posisinya jelas, merasa dibutuhkan. Hubungan mereka mulai renggang ketika He Man terlalu sibuk bekerja dan mendapatkan posisi yang lebih bagus darinya, membuat Xie Yu merasa tidak berharga, dia pun membalas dengan bekerja keras juga, membuat keduanya tidak memiliki waktu sebagai keluarga. Ada dua karakter He Man yang ditampilkan penulis, He Man lima tahun lalu yang ceria, cukup disenangi banyak orang, sedikit ceroboh, dan menyenangkan. He Man setelah menikah adalah orang yang keras, angkuh, sangat disiplin, selalu ingin mendapatkan apa yang dia mau, sangat feminis.

Saya suka permasalahan rumah tangga yang diusung penulis, temanya masih hangat, melihat tahun lalu genre domestic drama cukup booming. Ceritanya sangat realistis, kecuali bagian amnesia, emang terkesan sinetronis, tapi cukup masuk akal kok. Buku ini bercerita tentang kadang cinta bisa luntur oleh waktu kalau tidak dijaga dengan baik, sebuah hubungan awalnya terkesan bahagia namun lama kelamaan akan memasuki masa kadaluwarsa, memasuki masa jenuh. Orang bisa berubah karena keadaan, tuntutan, seperti itulah yang saya lihat dari hubungan He Man dan Xie Yu. Kehilangan komunikasi dan terciptanya jarak karena kesibukan masing-masing, hal sepele tapi bisa berdampak besar kalau tidak diperhatikan.

Untuk konfliknya sendiri, benar-benar tidak tertebak, ceritanya masih sangat jauh dari yang saya ceritakan di atas, lebih baik dibaca sendiri, kalian akan bisa merasakan kondisi He Man yang kebingungan dan ingin mengurai satu per satu jawaban dari orang-orang yang membencinya, mengetahui orang yang amat dia cintai telah berhenti mencintainya. Akan merasakan kesedihan Xie Yu dan kecewanya, bahwa dari lubuk hatinya yang terdalam dia masih memiliki perasaan kepada He Man, tapi dia terlalu terluka untuk memaafkan. Di ingatan yang baru, He Man ingin memulai semuanya lagi dari awal, ingin ada kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Semua dirangkai dengan amat baik dan menyentuh.

Bagi yang menyukai cerita domestic drama yang menyentuh dan menguras air mata, buku ini recommended sekali, bisa dibaca oleh remaja kok, tidak ada unsur dewasanya.

4 sayap untuk Xie Yu yang cintanya tulus banget, hiks.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
May 10, 2016
Ada Giveaway berhadiah 1 eks The Stolen Years gratis disini DL 10 Februari 2016 http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/...

"Terkadang aku berharap ingatanku tidak akan kembali selamanya. Aku takut tidak akan mencintaimu lagi saat aku kembali bisa mengingatnya. Dan terkadang, sebaliknya. Aku malah berharap ingatanku bisa cepat pulih. Dengan begitu, aku tidak akan mencintaimu lagi, dan posisi kita berdua akan sama sekarang."

Sejak membaca beberapa review dari teman-teman sesama blogger, aku sudah tertarik sekali membaca novel ini. Alhamdulilah, ternyata aku bisa berjodoh bisa membaca novel ini. Premis novel ini sungguh menarik tentang hilang ingatan dan kesempatan kedua untuk cinta.

Bayangkan saja, apa yang terjadi jika kamu terbangun dan kamu tidak bisa mengingat apapun tentang dirimu selama 5tahun terakhir. Kamu berpikir kamu yang sekarang adalah kamu 5 tahun yang lalu. Keadaan tentunya sudah berubah dan tentunya mau tak mau kamu harus terus hidup dan menyesuaikan diri.

Inilah yang terjadi pada He Man, kecelakaan yang telah menimpanya membuat dirinya mengalami amnesia jangka pendek. Setelah mengalami koma selama 1 bulan, He Man terbangun dalam kondisi tak ingat apa-apa. He Man hanya mengingat bahwa dirinya mengalami kecelakaan saat bulan madu dengan Xie Yu, suaminya. Padahal itu sudah terlalu lama berlalu, He Man yang sekarang sudah bercerai dengan Xie Yu dan sekarang dirinya adalah seorang direktur kreatif di perusahaan tempatnya bekerja.

He Man tidak ingin percaya, bahkan bingung dengan kondisinya. Bagi He Man, semua terasa sama, yang diingatnya adalah dia sangat mencintai Xie Yu, jadi tidak mungkin mereka bercerai. He Man pun berusaha mendekati Xie Yu lagi, karena dia ingin tahu apa yang sesungguhnya terjadi dengan pernikahan mereka dan mengapa hubungannya dengan Xiao Huan, sahabatnya pun ternyata merenggang. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Dokter pun tidak bisa memastikan kapan ingatan He Man kembali. He Man disarankan untuk lebih dekat dengan orang-orang yang tahu masa lalunya. Namun, He Man telah berubah 5 tahun terakhir ini dan tidak ada yang tahu apa yang terjadi sesungguhnya...
Yang bisa menjawabnya hanya Xie Yu, karena itulah He Man pun berusaha mendekati Xie Yu untuk tahu semuanya.

Semuanya tentunya tidak mudah, He Man harus menyesuaikan diri dengan banyaknya perkembangan teknologi maupun kondisi lainnya. Apalagi Xie Yu pun telah memiliki kekasih lain. Apa yang terjadi sesungguhnya pada He Man dan Xie Yu? Dapatkah He Man kembali mengingat semuanya dan kembali bersama dengan Xie Yu?

"Seberapa besarkah kemampuan manusia untuk dapat menerima suatu kenyataan hidup? Hanya orang yang pernah terluka begitu parahnya yang akan bisa mengerti. Asalkan masih hidup, kita pasti bisa melalui apa pun yang akan terjadi selanjutnya."

Membaca novel ini sungguh menarik, gaya terjemahannya tidak kaku dan begitu mengalir sehingga aku bisa menikmati kisah He Man ini. Aku seperti He Man yang penasaran dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Banyak pertanyaan yang hadir, seperti mengapa He Man dan Xie Yu akhirnya bercerai padahal mereka saling mencintai, mengapa He Man sangat dibenci teman kantornya dan mengapa hubungannya dengan sahabat maupun keluarganya pun merenggang?

Penulis menceritakan semuanya secara perlahan-lahan, aku jadi bisa mengerti apa yang sesungguhnya terjadi dan menemukan jawaban dari semua pertanyaan. Membaca novel ini mengingatkanku bahwa dalam suatu hubungan harus sama-sama berjuang untuk mempertahankan. Waktu bisa saja mengubah semuanya, butuh komunikasi dan keterbukaan untuk menjaga hubungan itu bisa berjalan dengan baik. Konflik dalam suatu pernikahan itu biasa, bagaimana suami dan istri bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin. Dan He Man maupun Xie Yu telah gagal.

Membaca novel ini, membuatku sebagai pembaca berdiri di posisi netral. Aku tidak menyalahkan Xie Yu maupun He Man, karena kadang-kadang tuntutan keadaan dan kondisi bisa mengubah seseorang. Yang dibutuhkan adalah saling terbuka dengan perasaan masing-masing.

Aku jujur jauh lebih menyukai He Man 5 tahun yang lalu daripada He Man yang sekarang, karena He Man yang dulu begitu ekspresif, ceria, dan disukai banyak orang. Hal yang berbeda dengan kondisinya sebelum amnesia, yang keras dan perfeksionis, harus mendapatkan apa yang dia mau. Aku salut dengan Xie Yu, yang masih begitu perhatian dengan He Man, walaupun dia telah disakiti sedemikian rupa.

Jujur aku tidak bisa menebak kisah ini akan dibawa kemana, apalagi kemudian ada kondisi yang sungguh tidak kubayangkan sebelumnya, mampu mengaduk emosiku. Aku memang tidak sampai meneteskan air mata, tetapi kisah ini sungguh mengharukan sekali. Walaupun novel ini termasuk novel dewasa, tetapi siapa saja bisa membacanya karena tidak ada konten dewasanya.

"Cinta kalah melawan sakit, juga kalah melawan kematian. Namun, cinta akan selamanya hidup di dalam ingatan manusia, akan menancapkan akarnya dengan kuat di dalam otak manusia."

Kamu mencari sebuah kisah drama rumah tangga yang mengharukan dan bisa menyentuhmu, aku rekomendasikan novel ini untukmu. Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah He Man.
Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews203 followers
January 13, 2016
Ikuti giveawaynya di http://dhynhanarun.blogspot.co.id/201... berlangsung sampai 16 Januari 2016

"Terkadang aku berharap ingatanku tidak akan kembali selamanya. Aku takut tidak akan mencintaimu lagi saat aku kembali bisa mengingatnya. Dan terkadang, sebaliknya. Aku malah berharap ingatanku bisa cepat pulih. Dengan begitu, aku tidak akan mencintamu lagi, dan posisi kita berdua akan sama sekarang." – halaman 172

He Man sedang menikmati bulan madu bersama suaminya, Xie Yu. Di perjalanan pulang, motor yang mereka tumpangi menabrak pohon. Saat bangun, He Man mendapati dirinya terkena amnesia. Lima tahun terakhir hidupnya pun sudah berlalu. Kakaknya, He Qi, malah memberitahu He Man dan Xie Yu sudah bercerai selama setengah tahun. He Man sulit mempercayainya, apalagi dia yakin mereka saling mencintai.

Saat mendengar mantan istrinya mengalami kecelakaan, Xie Yu jadi serba salah. Dia terpaksa meninggalkan teman-temannya dan juga pacarnya, Lily, untuk menjaga He Man. Tak disangka, setelah siuman, He Man mendatangi rumahnya dan mengucapkan kata cinta lagi. Kisah amnesia itu terlalu konyol untuk dipercaya. Tapi He Man memang seperti He Man lima tahun yang lalu. Xie Yu lalu mengizinkan He Man tinggal bersamanya untuk sementara dan membantunya menyesuaikan diri denga kehidupan lebih modern.

--

The Stolen Years ternyata mempunyai cerita yang sangat mengharukan dan hampir menguras persediaan air mataku. Cerita berbumbu amnesia ini agak berbeda dengan novel yang sebelumnya kubaca. Di sini amnesia tidak hanya dipakai untuk memaksa dua orang yang sedang bermusuhan terus bersama-sama, tapi memperlihatkan bahwa ingatan adalah salah satu bagian penting dalam kehidupan, terutama hubungan sesama manusia.

Walaupun dalam beberapa bab, penyebab retaknya hubungan He Man dan Xie Yu sempat tidak diungkit sama sekali, aku sudah terlanjut hanyut dengan ceritanya. Gaya tulisannya sangat enak dibaca. Tidak ada rasa bingung karena perbenturan budaya yang sering terjadi ketika aku membaca novel terjemahan Asia lain. Catatan kakinya pun pas. Konflik He Man dengan orang-orang terdekatnya, bahkan dirinya sendiri, juga dikupas pelan-pelan. Xie Yu juga bercerita dari sudut pandangnya. Fakta dari berbagai sisi membuat kedua belah pihak tidak lagi terbagi dalam hitam dan putih. Saat alasan mereka bercerai akhirnya terungkap, aku tidak terlalu terkejut. Sepertinya karena aku lebih tertarik sekaligus tersentuh dengan pernikahan mereka yang perlahan hancur. Mempertahankan cinta memang lebih sulit dibandingkan meraihnya.

Baca review selengkapnya di http://dhynhanarun.blogspot.co.id/201...
Profile Image for Wardah.
952 reviews172 followers
October 24, 2017
Pertama kali baca M-novel.

Premisnya sangat menarik. Ha Man kehilangan ingatannya selama lima tahun lalu. Yang diingat hanya dia masih mencintai suami, eh mantan suaminya. Padahal nyatanya mereka sudah bercerai. Bukan hanya itu, orang-orang di sekitarnya pun jauh dan memusuhinya. Sebenarnnya apa yang terjadi dalam lima tahun ingatan yang hilang itu?

Saya suka bagaimana penulis menceritakannya. Ternyata gaya penulisan novel mandarin tidak sepenuh novel Korea atau sedetail novel Jepang. Saya dengan mudah masuk dalam cerita. Telebih di novel ini penuh dengan hal-hal yang saya cukup akrab, seperti film populer dari Harry Potter sampai 2012 atau perkembangan gadget. Jadi, untuk penceritaan, saya dengan mudah bisa masuk dalam cerita.

Ceritanya sendiri membuat penasaran! Suka banget gimana pembaca digiring. Suka juga rahasia-rahasia yang perlahan terungkap. Sayangnya penyelesaian konfliknya terlalu ... cepat. Rasanya tidak memuaskan setelah saya dibawa berputar-putar bersama He Man yang kehilangan ingatan.

Akhirnya juga bikin saya sebal! Kenapa tidak selesai saat itu saja tapi malah ditambah itu (?)!

Meski awalnya mau ngasih 4 bintang, saya batalkan karena ya penyelesaian konflik yang cepat dan bagian menjelang akhir pas He Man itu tuh bikin senewen. Skor final mungkin 3.5 bintang.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
April 15, 2016
"Orang-orang ini dengan mudahnya mengatakan kalau ia hilang ingatan. Seperti menaiki mesin waktu saja; membuang dirinya ke masa depan, lalu memaksanya menghadapi kejadian-kejadian yang begitu asing baginya...
Di satu sisi, sang waktu telah memberinya begitu banyak pengetahuan baru padanya. Namun, waktu juga telah membawa pergi orang yang paling ia cintai."
Kisah The Stolen Years ini awalnya adalah sebuah skenario film yang kemudian dibukukan. Ceritanya dengan tema hilang ingatan yang sekaligus memberi kesempatan kedua bagi karakternya ini berhasil menarik perhatianku sejak bab-bab awalnya. Penulisnya berhasil membuatku penasaran tentang apa yang akan sebenarnya terjadi di masa lalu, apa yang akan dilakukan oleh karakter utamanya dan apakah ia bisa memperbaiki kesalahan yang telah dibuatnya di masa lalu. Pergerakan alur ceritanya sendiri cukup lambat karena karakter utamanya, He Man, harus perlahan-lahan beradaptasi dengan kehidupan yang asing baginya dan juga mengumpulkan potongan kenangan yang telah ia lupakan dari orang lain. Meski demikian, ceritanya tetap mengalir dengan baik dan aku sangat menikmati misteri masa lalu He Man yang diungkapkan secara perlahan-lahan. Tentu saja aku tidak akan mengungkapkan misteri tersebut dalam review ini karena bagian itu adalah salah satu bagian terpenting dari ceritanya yang benar-benar membuatku terkejut. Sebagian besar alur ceritanya benar-benar aku sukai, namun sayangnya aku kurang begitu puas dengan ending ceritanya. Menjelang akhir, aku sedikit banyak sudah menebak bahwa ceritanya akan menuju ke arah yang 'kurang menyenangkan'. Tetapi yang benar-benar membuatku kecewa adalah bagian ending-nya yang dibuat menggantung. Hal tersebut membuatku merasa tidak adil karena aku sudah mengikuti perjalanan He Man dan Xie Yu sepanjang buku ini tanpa mendapatkan jawaban yang pasti tentang 'hasil akhir'-nya. Aku tahu penulisnya pasti punya alasan tersendiri mengapa ia membuat ending-nya demikian, hanya saja secara pribadi aku mengharapkan penutup yang jelas untuk cerita ini :'(
"Berapa banyakkah hubungan yang kandas karena keegoisan, dan berapa banyakkah cinta yang memudar karena kerakusan?"
Berbicara tentang karakter dalam buku ini, karakter yang menjadi favoritku adalah Xiao Huan, sahabat baik He Man. Dari semua karakter yang menjadi fokus ceritanya, ia adalah sosok yang paling berkesan meskipun ia tidak berperan banyak. Lewat kata-katanya dan respons-nya terhadap He Man yang lupa ingatan, aku merasa bahwa Xiao Huan sungguh adalah seorang sahabat sejati. Walaupun He Man yang dulu telah begitu menyakitinya, ia bisa menganggap lalu itu semua dengan lapang dada. Dialog-nya pun juga menggambarkan dengan baik sosok Xiao Huan yang menyenangkan :))
"Datangi dia dan tanyakan langsung padanya. Waktu berlalu dengan begitu cepat. Lihatlah dirimu sendiri. Begitu kau membuka mata, lima tahun sudah berlalu! Jangan-jangan waktu kau memejamkan mata sekali lagi, kau sudah harus dimasukkan ke peti mati. Lalu, masih mau menunda sampai kapan?"
"Yang lalu biarlah berlalu. Semarah apa pun aku saat itu dan seberapa pun merasa bersalahnya kau kepadaku, itu tidak akan mengubah apa-apa. Hanya saja, waktu bertemu denganmu tadi, aku sadar diriku masih ingin menjadi sahabatmu."
Tentu saja aku juga akan membahas karakter utamanya: He Man dan Xie Yu. Konflik rumah tangga yang diangkat dalam buku ini adalah sesuatu yang cukup sering aku lihat di kehidupan nyata; yaitu istri yang berkembang jadi lebih dominan karena jabatan yang lebih tinggi atau pendapatan yang lebih besar. Permasalahan yang diangkat ini sangat realistis dan menurutku respon Xie Yu terhadap masalah ini pun sangat manusiawi—karena lelaki cenderung ingin merasa diandalkan atau dibutuhkan oleh pasangannya. Hal tersebutlah yang kemudian memicu perceraian mereka; walaupun jika ditelusuri lebih dalam, sesungguhnya mereka masih sangat saling mencintai satu sama lain. Oleh karena itulah kemunculan He Man dengan ingatan 5 tahun lalu seolah memberi kesempatan kedua bagi mereka. Dan di kesempatan kedua ini pun, Xie Yu juga bisa turut memperbaiki kesalahannya yang dulu. Perkembangan karakter itulah yang aku suka dari He Man dan Xie Yu; dan interaksi mereka menjelang akhir menurutku sangat manis :'))
"Dunia ini penuh dengan beragam cerita cinta. Begitu banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Sebenarnya, kalau diperhatikan baik-baik, semua itu hanyalah suatu cobaan kecil dalam kehidupan."
Secara keseluruhan aku sangat menikmati buku ini; terjemahannya sangat luwes, ceritanya mengalir dengan baik, dan kisahnya berhasil membuatku bersimpati terhadap karakter utamanya. Sewaktu membaca buku ini ada saat ketika aku berandai-andai jika aku mengalami hal yang serupa dengan He Man. Aku sungguh tidak ingin saat bangun dari koma aku mendapati bahwa aku kehilangan sahabat terbaikku dan bahkan orang yang aku cintai. Bagiku, kisah ini mengingatkan untuk menghargai orang-orang yang kita cintai agar tidak ada penyesalan nantinya sewaktu kita kehilangan orang tersebut—karena tidak semua orang akan mendapatkan kesempatan kedua seperti He Man.

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2016/0...
Profile Image for Rosy Tandean.
121 reviews14 followers
January 3, 2016
“去問他。一晃半輩子都過去了,你看看你,眼睛一閉一睜, 哇塞,五年就沒了耶!說不定再一眨眼就進棺材了,還想拖到什么時候再問啊?”

"Datangi dia dan tanyakan langsung padanya. Waktu berlalu dengan begitu cepat. Lihat dirimu sendiri. Begitu kau membuka mata, lima tahun telah berlalu! Jangan-jangan waktu kau memejamkan mata sekali lagi, kau sudah harus dimasukkan ke peti mati. Lalu, kau masih mau menunda sampai kapan?"


Tidak butuh waktu yang lama bagiku untuk menyelesaikan buku ini. Secara singkat novel ini tentang seorang wanita yang terbangun di rumah sakit dan mengalami amnesia jangka pendek. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia telah bercerai dengan suaminya. Saat tahu buku ini mengangkat tema hilang ingatan, aku sedikit khawatir karena aku sudah membaca banyak buku yang mengangkat tema yang sama, salah satunya adalah buku Haru yang berjudul A Dandelion Wish. Aku takut buku ini akan terkesan biasa-biasa saja, memang awalnya terkesan biasa saja dan sedikit membosankan, tetapi lama-kelamaan aku larut dalam ceritanya karena terjemahannya mengalir dengan diksi yang pas.

Sekarang ini ia merasa seperti berada di depan umum, memakai rok putih yang terkena darah menstruasi, sedangkan ia sendiri malah tidak menyadarinya, begitu menyedihkan dan memalukan.

Novel ini bercerita tentang keadaan He Man setelah hilang ingatan, bagaimana ia menyusun sekeping demi sekeping ingatan yang membantunya untuk mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi dalam lima tahun belakangan ini. Ia akhirnya mengerti mengapa rumah tangganya bisa hancur berantakan dan apa yang menyebabkan ia bercerai dengan Xie Yu, dan mengapa hubungannya dengan teman baiknya, Xiao Huan, tidak seperti dulu lagi. Tidak banyak karakter dalam buku ini (bisa dihitung dengan jari) sehingga terkadang membuatku sedikit bosan. Tetapi aku cukup menyukai Danny dan Xiao Huan yang menjadi side characters dalam novel ini. Mereka begitu setia kawan dan sepertinya sangat sulit mencari teman seperti mereka di kehidupan nyata.

Aku suka tulisan Ba Yue Chang An. Setiap bab di buku ini dibagi lagi ke dalam beberapa sub-bab yang terdiri dari dua atau tiga halaman. Membacanya seperti menonton drama. Terkadang aku merasa perumpamaan yang digunakannya juga sangat keren. Namun alasanku memberikan 3 bintang adalah karena ending dari buku ini. Aku merasa kurang puas. Karena ketidakpuasaanku ini, aku langsung menonton adaptasi film-nya setelah selesai membaca buku ini. Aku berharap mendapatkan sesuatu yang berbeda. Adaptasi film-nya cukup keren, bisa dibilang dialog yang digunakan juga hampir sama. Setelah menonton sampai selesai, aku akhirnya mengerti mengapa si penulis menutup ceritanya dengan cara seperti itu. Aku tidak bisa menyalahkan pilihannya juga. :D

 photo stolenyears_zpskphor0th.jpg

Secara keseluruhan, buku ini sangat ringan dan asyik untuk dibaca. Aku menantikan karya-karya Ba Yue Chang An selanjutnya.







Profile Image for thao.
439 reviews21 followers
March 24, 2025
A stupid story. Both the male and female leads are extremely toxic and insufferable. It feels like an extremely toxic relationship that's been sugar-coated under the guise of a romance. He Man is unbearable—reading about her makes my blood boil. Xie Yu is a manipulative, toxic man who treats his girlfriend like an immature, naive little girl he can control. When He Man becomes independent, earns a higher position than him, and causes him to lose his so-called male pride, the two start fighting and resort to childish games to make He Man suspect he's cheating, which gradually leads her to develop mental issues and paranoia. After He Man loses her memory, he twists the narrative as if he’s the innocent victim who was hurt by her "change." The female supporting character, Lily, is just pitiful—she’s unlucky to be dragged into the mess created by these two toxic people.
Profile Image for Jessica.
1,219 reviews40 followers
October 20, 2019
It’s well written, semuanya smooth. mau nangis baca buku ini. Saya sih yakin ini sebenernya sad ending, karena kalimat terakhirnya begitu. meskipun buku ini open ending ya dan kita ga bisa nebak ending yg dimaksud penulis apa,

Oh ya, karakter2 di buku ini ga bisa dibenci. Semua punya alasan dibalik hal2 yg mreka lakukan. Walopun d awal saya merasa ingin membenci He Man, setelah terkuak, ingin membenci Xie Yu krn dia yg salah, egonya tinggi dsb, tapi ga bisa nyalahin Xie Yu jg krn memang Asian society mendidik semua anak lelaki untuk menjadi tulang punggung keluarga. Banyak hal2 yg jg bikin pernikahan mereka merenggang, kurangnya komunikasi, kerjaan sibuk, ego dan harga diri, semuanya bercampur aduk dan muntahin kata perceraian. Sedih ya klo liat pasangan yg cerai, because they were one before, they have all these dream and promise to grow old together, but they could not make it through.

Anaknya He Qi, Mei Qi lucu bener, si Danny mau nipu Mei Qi tp malah kena skakmat wkwkwk

At the end, kalo emang masih cinta, memang akan selalu kembali bertemu lagi di tengah jalan, seperti Xie Yu dan He Man. They are meant to be together.

Nambah lg, sukaaaa banget sama persahabatan Xiao Huan dan He Man. Mo nangis jg bagian ini krn menyentuh banget. Kalo sahabat sejati tuh walopun berantem besar, pasti tetep aja balikan lg klo memang yg satunya ada inisiatif utk minta maaf, and still believe in you no matter what.
Profile Image for aprinda..
161 reviews4 followers
July 22, 2021
Awal cerita aku disuguhi dengan kehidupan pernikahan He Man dan Xie Yu yang membuat aku iri. Tapi setelahnya, aku dihadapkan dengan problem bertubi-tubi yang penuh tanda tanya.

Sampai akhirnya He Man yang hilang ingatan dan ternyata sudah bercerai sama Xie Yu, mengumpulkan satu per satu kepingan puzzle, yang bukan hanya dia ingin cari jawabannya, tapi juga aku ingin tahu kenapa mereka bisa berakhir seperti itu.

Setelah tahu aku cukup kecewa.

Walaupun berujung dengan perpisahan, mereka akhirnya bisa bersatu kembali dengan "rasa pahit".

This novel is well written, tapi bukan tipeku karena aku merasa terlalu emosi dengan kesalahpahaman dan pengkhianatan di antara mereka.
Profile Image for Evita MF.
92 reviews8 followers
March 8, 2016
Kecelakaan yang menimpa He Man menyebabkan ia mengalami koma. Ketika He Man terbangun, anehnya yang ia ingat adalah kecelakaan lima tahun yang lalu ketika ia dan suaminya pergi berbulan madu. Dokter pun mengatakan bahwa He Man mengalami hilang ingatan jangka pendek.
“Orang-orang ini dengan mudahnya mengatakan kalau ia hilang ingatan, seperti menaiki mesin waktu saja; membuang dirinya ke masa depan, lalu memaksanya menghadapi kejadian-kejadian yang begitu asing baginya.” (hlm. 42)
He Man seperti menaiki mesin waktu yang membawanya pergi dari tahun 2007 ke tahun 2012. Segalanya berubah, begitu juga status pernikahannya. Ia bukan lagi istri dari Xie Yu yang amat dicintainya. He Qi, kakaknya, mengatakan bahwa He Man dan Xie Yu telah bercerai lima bulan yang lalu. Ketika He Man bertanya penyebab perceraian mereka, kakaknya memilih untuk tak menjawab.
“Aku dan Xie Yu, kenapa bisa bercerai?” (hlm. 53)
He Man semakin penasaran tentang penyebab percerainnya dengan Xie Yu. Selama di rumah sakit pun ia tak pernah melihat Xie Yu menjenguknya. Tak ada satupun yang menjenguk He Man ketika wanita itu telah sadar dari komanya. Begitu banyak pertanyaan yang berputar-putar di otaknya, namun tak satupun yang menemukan jawaban. Hal ini disebabkan oleh ingatannya yang mendadak hilang. Oleh karena itu He Man pergi ke rumah Xie Yu dengan harapan laki-laki itu mampu membantunya untuk mengembalikan semua ingatannya yang hilang.
Awalnya Xie Yu tak percaya bahwa He Man hilang ingatan. Ia menduga amnesia adalah akal-akalan He Man untuk membodohinya. Nyatanya He Man memang benar-benar telah hilang ingatan. Semua yang telah dilakukan He Man selama lima tahun belakangan ini tak ada satupun yang He Man ingat. Untuk membantu memulihkan ingatan He Man, Xie Yu pun mengijinkan He Man untuk tinggal beberapa waktu di rumahnya.
He Man merasa kecewa begitu mengetahui Xi Yu telah memiliki seorang kekasih. Semua yang He Man ingat adalah tentang pria itu. Ingatannya ada di tahun 2007 ketika He Man dan Xie Yu masih saling cinta. Begitu pula yang He Man rasakan saat ini, ia masih mencintai Xie Yu walau kenyataannya mereka telah bercerai. Ia berharap segera menemukan ingatannya, agar He Man tak lagi merasakan cinta pada Xie Yu yang telah melupakannya.
“Seberapa besarkah kemampuan manusia untuk dapat menerima kenyataan hidup? Hanya orang yang pernah terluka begitu parahnya yang akan bisa mengerti. Asalkan masih hidup, kita pasti bisa melalui apa pun yang akan terjadi selanjutnya.” (hlm. 48)
Tahun 2014 lalu saya pernah menonton sebuah film mandarin berjudul The Stolen Years. Film yang menceritakan tentang wanita amnesia akibat kecelakaan yang menimpanya. Sialnya, ia malah mengingat kejadian lima tahun lalu ketika ia sedang berlibur bulan madu dengan suaminya. Lima tahun berlalu dan ia kini telah bercerai. Si pria sedang sibuk-sibuknya move on, tapi si wanita malah baru bangun dari koma dan mengingat masa-masa indah mereka. Yang satu sudah mulai bisa melupakan, sedangkan yang satu lagi sedang cinta-cintanya. Tragis, kan?
Lalu akhir tahun 2015, Penerbit Haru memposting cover buku The Stolen Years beserta sinopsisnya. Saya jadi teringat lagi tentang film tragis yang pernah saya tonton. Ternyata film The Stolen Years adaptasi dari novel. Dari sanalah saya tertarik sekali untuk membaca novel ini.
Sebetulnya saya lebih suka baca novelnya terlebih dahulu, baru nonton filmnya. Kalau sebaliknya, saya jadi merasa kurang tertarik untuk membaca. Alasannya sih karena saya sudah tau alur ceritanya, jadi buat apa dibaca lagi. Tapi untuk The Stolen Years yang filmnya sukses membuat mata berkaca-kaca, saya memutuskan untuk membaca novel ini.
Saya suka sekali bagaimana Ba Yue Chang An menulis. Kalimatnya indah sekali ketika dibaca. Ceritanya juga menarik. Ketika mendengar tentang amnesia, saya pasti bilang ‘ah klise’, tapi penulis pandai sekali membuat novel ini ‘beda’ dari novel dengan cerita amnesia ala-ala sinetron. The Stolen Years punya alur yang bagus. Kalau belum pernah menonton filmnya, mungkin saya akan dibuat kaget tentang penyebab hancurnya rumah tangga He Man dan Xie Yu. Sungguh sangat tidak disangka-sangka penyebab kehancuran rumah tangga He Man dan Xie Yu bakal seperti itu.
Di beberapa bagian, saya dibuat tertawa, He Man yang seperti menaiki mesin waktu benar-benar lucu. Di tahun 2007 hand phone nokia adalah alat komunikasi yang paling banyak digunakan, ketika tahun 2012 He Man kaget ketika melihat iPhone yang memiliki aplikasi canggih. Beberapa permainan seperti Plant VS Zombie dan Angry bird yang belum ada di tahun 2007 membuatnya ketagihan bermain. He Man juga kaget karena film Harry Potter sudah tamat hingga sekuel ketujuh.
Secara keseluruhan novel The Stolen Years benar-benar membuat saya merasa puas. Dari awal hingga akhir, novel ini menarik perhatian saya dengan ceritanya yang menarik. Mata saya kembali berkaca-kaca begitu sampai bagian akhir. Penulis pandai sekali dalam merangkai alur dan membuat ending yang sulit ditebak. Tak salah rasanya jika saya memberi novel ini lima bintang.
Bagi Anda yang ingin mencicipi novel mandarin, saya sarankan The Stolen Years untuk Anda baca.

Read full review: https://booknivore.wordpress.com/2016...
Profile Image for Rany Dwi.
43 reviews2 followers
January 9, 2016
“Nyamankah memiliki perasaan seperti itu? Padahal sepertinya itu tidak pernah terjadi, tapi kau harus mengakuinya dan menerima akibatnya.”—Hal. 96

He Man tidak percaya dengan apa yang dituturkan oleh kakaknya, He Qi bahwa dia dan suaminya, Xie Yu sudah bercerai setengah tahun yang lalu. Padahal yang He Man ingat, dia sedang berbulan madu dengan Xie Yu dan mengalami kecelakaan kecil akibat kecerobohannya. Yang membuat He Man lebih terpukul lagi adalah dia tidak bisa mengingat 5 tahun masa lalunya.

Kebingungan He Man kembali bertambah tatkala mengetahui bahwa dirinya masih sangat mencintai Xie Yu. Lalu, kenapa bercerai saat mereka masih saling mencintai?

Satu – satunya cara mengembalikan ingatan yang hilang adalah dengan kembali menjalani hidup di lingkungan yang sangat diingatnya. Dan itulah yang dilakukan He Man. Demi memulihkan ingatannya yang hilang, dia kembali ke rumah yang ‘sebenarnya’, dimana dia dan Xie Yu pernah tinggal bersama, memulai semuanya dari awal walaupun tidak lagi bertitle sebagai “Istri Xie Yu”

Begitu kembali ke rumah yang sekarang ditinggali sendiri oleh Xie Yu, berbagai fakta tentang dirinya, membuat He Man terguncang. Dia tidak percaya bahwa ‘He Man yang sekarang’ memiliki sifat yang bertolak belakang dengan ‘He Man yang dulu.’

“Berapa banyakkah hubungan yang kandas karena keegoisan, dan berapa banyakkah cinta yang memudar karena kerakusan?” —Hal. 143

***
Saya suka dengan ketiga karakter tokoh yang coba di bangun oleh penulis. Saya pikir kisah ini hanya berpusat dari sudut pandang tokoh He Man saja, ternyata dugaan saya salah. Penulis juga menghadirkan sudut pandang tokoh Xie Yu dan juga Lily. Yang akhirnya menghasilkan sudut pandang yang berbeda – beda. Ini merupakan point plus karena penulis memberikan opsi yang berbeda – beda dengan karakter tokohnya yang memang bertolak belakang.

Saya akui penulis memang lihai dalam mengolah kata. Membuat emosi saya serasa diaduk – aduk. Terjemahannya menurut saya sangat memuaskan. Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami. Nggak terlalu berat, jadi saya bisa dengan mudah memahaminya #Maklum agak lola.

Beberapa orang terjebak disana, bukan karena tidak bisa, tapi kadang tidak mau berusaha keluar [ MASA LALU]. Itulah sedikit karakter yang saya tangkap dari sosok Xie Yu. Saya tahu bahwa sebenarnya Xie Yu masih sangat menyanyangi mantan istrinya walau bagaimanapun perlakuan He Man lima tahun yang lalu padanya.

Emosi yang coba dihadirkan penulis benar – benar terasa. Saya bahkan ikut terbawa kesal juga. Apalagi saat Xie Yu tidak bisa berkata apa – apa ketika Lily marah dan minta penjelasan atas semua yang terjadi padanya dan mantan istrinya. Wanita mana sih yang nggak marah melihat pacarnya tinggal serumah dengan mantan istrinya?

Tapi disisi lain saya juga bisa mengerti kenapa He Man melakukan hal tersebut, karena semata – mata hanya ingin mengembalikan ingatannya yang hilang. He Man sebenarnya juga tahu diri dan mencoba untuk tidak merusak hubungan mantan suaminya itu dengan pacar barunya.

Dan Xie Yu, awalnya saya pikir Xie Yu ini tipe laki – laki yang pengecut karena bimbang akan perasaannya sendiri. Tapi nyatanya saya salah. Pada pertengahan bab, saya serasa ditampar. Semua pikiran – pikiran buruk saya terhadap Xie Yu salah. Dia melakukan hal tersebut ( baca : bungkam ) karena memang menyembunyikan sesuatu. Salah satu hal yang menyebabkan keretakan rumah tangganya dengan He Man terjadi. Sebaliknya, saya merasa bersimpati pada Xie Yu. Mampu menahan rahasia seburuk itu sendiri, dan tidak mengungkapkannya. Memilih memendamnya dan membuat hatinya tersayat – sayat. Yeah, semacam suami-able banget *salah fokus.

Shock! Itulah kata buat ngungkapin ekspresi saya setelah baca novel ini. Penulis benar – benar membuat alur yang kayak roller coaster! Tiba – tiba dibuat senang, lalu kaget, dan sedih pula. Kayak permen nano – nano, banyak rasanya.

Gregetan banget sama endingnya. Gimana ya ngomongnya, takut spoiler. Pokoknya ARRGGHHH… nggak bisa diungkapin pake kata – kata.

Saya juga suka dengan cover novelnya. Sweet, berbanding terbalik dengan isi keseluruhan ceritanya. Dengan begitu, orang akan bertanya – tanya, cerita apakah yang akan disuguhkan dari cover novel yang begitu sweet ini. Salut buat Cover designer yang sudah membuat sampul novel The Stolen Years ini begitu perfect!

Untuk kalian yang percaya bahwa waktu bisa mengikis perasaan cinta atau sebaliknya, mengembalikan keutuhannya. Buat kalian yang ingin tahu arti sebuah kesetiaan, buku ini sangat pantas untuk kalian baca. Resapi setiap makna yang ada di dalamnya, dan jangan lupa akan satu hal : semua hanya masalah waktu. Saya berharap kalian menikmati perjalanan hidup He Man, seperti saya. I’m enjoyed to read this book, and I hope you are soo.
Profile Image for Rifani Magrissa.
129 reviews6 followers
December 12, 2016
Ah, ini perdana bagi saya membaca novel china. Sebenarnya novel ini sudah lama saya timbun, dan baru sekarang bisa-menyelesaikannya. Novel ini sungguh drama menurut saya. He Man yang kehilangan ingatan atas kejadian lima tahun yang lalu-perceraian dengan suaminya-semua orang tiba-tiba menjauhinya- hingga kisah yang berakhir yang tidak bisa saya tebak. Jujur, beberapa kali saya melompati beberapa halaman yang menurut saya terkesan sedikit menjenuhkan saya. Pada saat klimaksnya, yaitu setelah He Man menemui dokter dan si dokter menceritakan semua yang terjadi, saya rasa itu adalah bagian yang paling saya suka. Namun, entah kenapa setelah kejadian itu, terutama saat berita-yang-tidak-boleh-disebut-disini datang, saya hanya membaca cepat dengan tujuan ingin mengetahui seperti apakah akhir dari kisah mereka? Dan... endingnya pun... silahkan berpikir kembali^^

Baiklah, setidaknya saya menyelesaikan 'misi' dengan membaca satu persatu buku yang mulai saya nimbun. Dan, sekian^^
Profile Image for Adek Fbree.
159 reviews
February 8, 2017
Suka dengan kisah keteguhan cintanya (dan bagian komedinya pas lamaran plus jawaban ponakan He Man atas kuisnya Danny itu topz dah *ngakak*). Tapi yaa.. udah gitu aja.
Profile Image for Melia Haryono.
29 reviews2 followers
April 1, 2016
memang tak seharusnya meninggalkan orang yang kita cintai dalam bentuk apapun. setelah terjadi perceraian antara xie yu dan he man , dan kemudian ada kecelekaan yg membuat gegar otak sang istri, dan akhirnya membawa mereka malah kembali menemukan cinta mereka yang masi sama namun mungkin hanya tertutup debu2 kehidupan. :)
Profile Image for Nina.
570 reviews53 followers
March 22, 2016
Ahhhh seperti saat sy baca bukunya Nicholas Sparks The Notebook dan A Walk to Remember. Sedih sekali. Tapi ini berakhir happy ending dengan He Man dan Xiu Yu menua bersama.
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
January 29, 2016
So tragically beautiful. My heart broke for this couple who had to go through such life-changing events. Yet, they manage to conquer em all & go against all odds to be together.
Profile Image for Ana Indriyani.
87 reviews18 followers
May 21, 2016
it was like second chance for He Man, they have right to be happy and the way was to unexpectable.
Like it, !
Profile Image for frikelovato.
137 reviews34 followers
September 21, 2019
Bermula karna ingin ikut GA dari penerbitharu yang mana syarat dan kewajibannya harus baca dan buat review terbaru dari salah satu bukunya, tanpa mikir panjang ambil buku penerbitharu secara random.

Baca blurb nya dikira bakalan suram/sedih banget isi bukunya, ternyata setelah dibaca gak terlalu menyedihkan, malahan ada lucu-lucunya.

Ceritanya lumayan menarik, pasangan yang baru menikah kemudian mejalani kehidupan rumah tangga, dan ternyata keegoisan masing-masing justru membuat semuanya berantakan dan tidak bisa menyelamatkan rumah tangga mereka. Layaknya novel romance asia pasti akan selalu ada ‘drama’ (yang rasanya agak sedikit gak masuk akal, atau secara ajaib bisa aja terjadi tapi kemungkinannya 10% kkkk) yang jadi konfliknya, dimulai dari kecelakaan yang buat karakter utama perempuan (He Man) gegar otak ringan yang efeknya lupa dengan semua kejadian lima tahun terkahir yang telah dialami oleh He Man, dari situ semua drama dimulai, He Man yang ingatannya hilang benar-benar membuatnya seperti manusia ketinggalan jaman dan yang parahnya lagi dia merasa bahwa dia masih menjalani pernikahan dengan suaminya yang ternyata sudah menjadi mantan suami. Karakter utama laki-lakinya (Xie Yu) sendiri benar-benar menggambarkan suami ideal untuk perempuan, wajah yang rupawan, karir yang mapan, dan sangat mencintai He Man.

Sulit rasanya untuk mengkritik dua karakter utamanya, semuanya digambarkan secara ‘perfect’ (kekuatan dan kelemahan dari karakter seimbang).

Untuk akhir ceritanya agak sedikit menggantung , dan sebetulnya konfliknya pun belum terselesaikan, mungkin dikarenakan tujuan utama dari penulisnya sendiri untuk menunjukan bahwa cinta sejati itu ada sudah tersampaikan di tengah-tengah buku, jadi akhir bukunya diselesaikan begitu aja tanpa kejelasan apakah He Man ingatannya kembali dan sembuh dari penyakitnya atau Xie Yu harus mengikhlaskan He Man.

FYI. Buku ini adaptasi dari film mandarin yang judulnya Stolen Years, jadi nanti waktu kalian baca jangan kaget kalo pembagian babnya itu sedikit-sedikit. Dan bagi yang udah nonton filmnya untuk endingnya akan sedikit berbeda, jadi jangan berekspektasi berlebihan ahahaha
Profile Image for 樱空释.
9 reviews1 follower
February 20, 2021
Buku ini mengangkat tema cerita mengenai hilang ingatan. Gaya tulisannya enak dan ringan untuk dibaca. Karakterisasi tokoh dalam novel ini kurang kuat menurutku, sehingga pembaca kurang bisa bersimpati pada tokoh. Cukup lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan novel ini. Akhirnya menyelesaikan buku ini karena ingin tahu endingnya seperti apa. Tapi justru malah disodorkan open ending tanpa konklusi dan pembaca dibiarkan untuk menebak dan menentukan sendiri endingnya seperti apa. So, I just can give this book 2,8/5 ⭐

Jujur, kurang puas setelah selesai baca buku ini. Awalnya penasaran karena membaca blurbnya, dan karena ada filmnya juga. Dan ingin mencoba untuk membaca novel romance lagi setelah sekian lama. Tapi setelah membaca, I think this books is just not for me. Mungkin di masa-masa terbitnya buku ini, model cerita seperti ini masih banyak digemari pembaca. But when I read it in 2021, I feel this storyline is too mainstream. Ditambah tidak adanya ending dan konklusi di akhir. Terkadang plot open ending bisa menjadi keunggulan jika diletakkan di tempat yang tepat, tapi menjadi kelemahan jika tidak diletakkan di tempat yang tepat. Banyak juga pembaca yang menyukai cerita seperti ini, dan menurutku untuk pecinta novel romance, buku ini bisa menjadi rekomendasi. Tapi untukku, yang sudah beberapa kali mencoba membaca novel romance dan berulang kali merasa tidak cocok, yeah this book is just not for me 😅
Profile Image for Nisa F.
52 reviews9 followers
August 8, 2017
Awal baca cerita ini biasa saja, sampai ketika He Man dan Xie Yu kembali bertemu. Aku bisa merasakan pergulatan emosi mereka. He Man yang belum terbiasa dengan status mereka yang sudah bercerai, dan Xie Yu yang tidak bisa begitu mudahnya percaya bahwa He Man kehilangan sebagian ingatannya. Ditambah, Xie Yu yang sudah memiliki kekasih baru yang amat menyebalkan. Pokoknya saya benci banget sama pacar baru Xie Yu, ya, walaupun kalau saya berada di posisi gadis manja itu saya akan bertindak yang sama: melindungi apa yang memang menjadi miliknya (tapi nggak harus lebay juga sih, yaelah, Mbak).

Nggak mau terlalu spoiler sih soal cerita ini. Yang jelas, saya mendapatkan banyak hal dari cerita ini. Tentang kesempatan kedua, memaafkan, dan yang jelas: tentang bagaimana menghargai perasaan pasangan kita.

Karena cerita ini menyajikan cerita pergulatan(?) dengan mantan, saya bisa begitu mendalami apa yang dialami oleh He Man. Pernah berada di posisinya, tetapi saya tidak seberuntung He Man (yaudahlah ini jatuhnya malah curhat). Cerita ini berhasil membuat saya baper, ngomel-ngomel, nggerundel dan ngakak. Eh, ada satu kalimat yang jleb sekali: "Pada akhirnya aku tidak bisa menjadi satu-satunya 'kemungkinan' yang ada dalam hidupmu."
14 reviews2 followers
January 7, 2025
Pernahkah kamu mengalami amnesia dan kembali lagi ke dalam ingatan sebelum malapetaka dimulai?

Judul : The Stolen Years
Penulis : Ba Yue Chang An
Penerbit : @penerbitharu
Cetakan : Januari 2016
Tebal : 339 Halaman

Novel ini menceritakan tentang He Man yang terjerat ranjang rumah sakit dan kehilangan ingatannya 5 tahun silam. Hal yang diingat He Man terakhir kali adalah ketika ia berbulan madu bersama Xie Yu yang memboncengnya dengan motor namun menabrak pohon.

Namun semuanya telah berubah, rumah tangganya telah usai namun He Man tak mampu mengingat alasan mengapa mereka berpisah? Padahal dalam ingatannya hanya ada rasa cinta antara keduanya. Hal lain yang membuatnya tercengang, mengapa sahabatnya tidak mengunjunginya di rumah sakit, apakah hubungan persahabatannya jga ikut berubah? Ketika He Man mulai menggali segala penyebab perputaran roda kehidupan melanda dirinya, He Man mengetahui banyak hal yang tidak pernah terfikirkan sebelumnya.

Yang paling bikin aku penasaran, cerita romance penerbit haru di luar ekspektasi semua endingnya. Tokoh yang paling aku gak suka ya tokoh utamanya yaitu He Man. Karena memaksakan diri sekali menjadi orang yang pantas diterima walaupun sadar dengan kemungkinan terburuknya
Profile Image for Fitra Aulianty.
154 reviews4 followers
May 7, 2017
Berapa banyakkah hubungan yang kandas karena keegoisan, dan berapa banyakkah cinta yang memudar karena kerakusan? – hlm 143

Novel dibuka dengan kehangatan hubungan He Man dan Xie Yu ketika kedua pasangan itu baru menikah. Saat itu He Man terbangun karena suara dengkuran yang keras. Awalnya ia mengira dengkuran itu berasal dari Xie Yu, namun ternyata dengkuran itu berasal dari rekaman yang diletakkan di samping He Man. Dan seseorang di rekaman itu adalah He Man.

“Kali ini ada buktinya, kan? Masih berani bilang kalau kau ini sleeping beauty, sang putri tidur yang cantik? Waktu kuputar rekaman ini di sampingmu, kau yang asli dan kau yang di video, dua-duanya mendengkur bersama bagai sedang berduet!” – hlm 9

Lalu kedua orang itu pun bertengkar dan berakhir dengan manis. Cerita bertengkar-berbaikan kedua orang itu terus berlanjut, hingga ketika masih berbulan madu, saat tengah menaiki motor, He Man ngotot minta Xie Yu berpose mesra dengannya untuk direkam. Meski awalnya Xie Yu yang tengah mengendarai motor itu menolak, takut terjadi kecelakaan, tapi bujukan He Man tidak dapat ditolak lagi.

Review lengkap http://mydreamlandstories.blogspot.co...
Profile Image for Wening.
58 reviews4 followers
March 12, 2016
Ada giveaway 1 buku The Stolen Years di http://amenobook.blogspot.com/2016/02... (DL 25 Feb 2016)

"Jika saat kau terbangun lalu mendapati lima tahun sudah berlalu... kita berdua telah berpisah... apa kau akan melakukan segalanya untuk mencariku kembali?" —hlm 40


He Man mendapati dirinya terbangun di sebuah rumah sakit. Hal terakhir yang diingatnya adalah ia dan suaminya, Xie Yu, sedang berbulan madu dan mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor. Namun semua itu terjadi lima tahun yang lalu, kini mereka berdua telah bercerai.

He Man tidak mengerti, bagaimana dan mengapa mereka bisa sampai berpisah. Padahal He Man masih begitu mencintai Xie Yu. Bermodal perasaan yang diyakininya, He Man meminta Xie Yu untuk membantu mencari kepingan-kepingan ingatannya yang hilang dan berusaha untuk beradaptasi dengan kehidupannya sekarang yang sudah berubah dan berbeda jauh dari terakhir yang diingatnya.

Pertama kali melihat dan membaca bulrb The Stolen Years ini, aku langsung tertarik dan jatuh cinta baik dengan cover maupun ceritanya. Aku langsung dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada He Man. Dan begitu selesai membacanya, aku cuma bisa bilang "wow! nggak nyangka banget sama keseluruhan ceritanya."

Awalnya, The Stolen Years ini merupakan naskah sebuah film yang berjudul sama yang sudah tayang tahun 2013 lalu dan kemudian diadaptasi menjadi sebuah novel.

Aku suka bagaimana Ba Yue Chang An membuat ulang cerita The Stolen Years ini, meskipun pergerakan alurnya sedikit lebih lambat karena di sini penulis harus menceritakan keadaan He Man yang berusaha berdaptasi dengan kehidupan asing yang dijalaninya sekarang serta ia juga harus mengumpulkan kepingan-kepingan ingatan dari orang-orang terdekatnya—yang kini justru berubah menjadi membenci dirinya.

Penulis berhasil membuatku penasaran dengan apa saja yang dilakukan dan yang terjadi di masa He Man sebelum kecelakaan, dan kesalahan apa saja yang dibuatnya hingga membuat teman terdekatnya pun ikut membencinya. Mereka mengatakan 'He Man sekarang' jauh berbeda dan berubah dengan 'He Man yang dulu'.

Penulis juga berhasil mendeskripsikan karakter para tokohnya pun dengan apik dan menarik. Xie Yu digambarkan sebagai seorang suami yang ingin posisinya jelas dan dibutuhkan. Hubungan mereka merenggang ketika He Man mendapatkan promosi lebih dulu dari dirinya dan mulai menjadi workaholic. Karena merasa mulai tidak dihargai, Xie Yu pun membalas dengan menjadi orang yang gila kerja juga, sehingga waktu sebagai sebuah keluarga pun mulai berkurang dan hubungan di antara keduanya pun mulai berubah menjadi dingin. Sedangkan He Man sendiri di sini digambarkan menjadi dua karakter; 'He Man lima tahun lalu' yang ceria, lebih disukai banyak orang, sedikit ceroboh namun menyenangkan. Sedangkan 'He Man yang sekarang' adalah pribadi yang keras, angkuh, feminis dan selalu ingin mendapatkan apa yang dia inginkan.

Selain dua tokoh utama tersebut, tokoh yang membuatku tertarik di sini adalah Xiao Huan. Ia adalah satu-satunya sahabat terdekat yang He Man miliki sejak SMA. Hubungan mereka mulai retak saat He Man memergoki dan menuduh Xiao Huan telah berselingkuh dengan Xie Yu. Padahal saat itu Xiao Huan hanya membantu Xie Yu yang sedang mabuk ketika mendapat tugas kerja. Karena tuduhan itu, Xiao Huan pun harus putus dengan pacarnya yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Ia pun akhirnya jadi membenci He Man. Namun ketikan He Man menghubungi dan meminta bantuannya untuk memgembalikan ingatan He Man, Xiao Hua perlahan-lahan akhirnya mulai memaafkan He Man.

"Yang lalu biarlah berlalu. Sekarang apa pun aku saat itu dan seberapa pun merasa bersalahnya kau padaku, itu tidak akan mengubah apa-apa. Hanya saja, waktu bertemu denganmu tadi, aku sadar diriku masih ingin menjadi sahabatmu. Ingin selamanya menjadi teman baikmu..." —hlm. 227


Sebenarnya, tema yang diangkat dalam cerita pun sudah cukup umum yaitu mengenai permasalahan yang kadang terjadi dalam sebuah rumah tangga. Ceritanya pun sangat realistis, kecuali untuk bagian amnesianya, mungkin terkesan lebih drama. Di sini penulis mengingatkan kita kalau terkadang cinta juga bisa luntur oleh waktu jika kita tidak menjaganya dengan baik. Sebuah hubungan yang begitu bahagia pada awalnya, pada suatu saat mungkin akan mengalami masa kedaluarsa—memasuki sebuah titik jenuh—karena bermacam faktor. Bisa dilihat dari hubungan He Man dan Xie Yu. Ketika mereka mulai kehilangan komunikasi, jarak pun mulai tercipta diantara mereka. Kesibukan dan keegoisan masing-masing pun membuat mereka tak lagi bisa mempertahankan rumah tangga mereka.

Sepertinya, cinta juga bukanlah sesuatu yang terdengar hebat. Mereka berdua begitu saling mencintai, tapi tetap saja tidak mampu melewati setiap cobaan hidup yang datang pada mereka. Sepertinya, Tuhan tidak begitu senang melihat pasangan kekasih yang begitu saling mencintai. —hlm. 321


Meskipun sudah dapat bocoran kalau buku ini nggak bakal happy ending, aku masih sempat berharap akan akhir bahagia saat akhirnya He Man mendapatkan kepingan ingatannya yang hilang. He Man pun menyesali atas semua perbuatan yang sudah ia lakukan. Ia berharap bisa mulai semuanya lagi dari awal, dan mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungannya dengan Xie Yu mau pun orang-orang terdekatnya. Namun ternyata, konfliknya tak berhenti sampai di situ. Ceritanya benar-benar tak tertebak dan jauh dari ekspetasiku.

Walaupun saat membacanya aku tidak sampai berurai air mata, aku sempat dibuat berkaca-kaca (dan sebal juga sih) menjelang akhir cerita. Bener-bener nggak nyangka sama akhir cinta He Man dan Xie Yu.

Bagi yang menyukai cerita domestic drama yang menyentuh dan bikin nangis, buku ini sangat direkomendasikan! Bisa dibaca oleh remaja juga kok, karena meskipun berlabel dewasa, tidak ada unsur dewasa di dalamnya ^^
Profile Image for Dini Asrina.
35 reviews
November 10, 2021
Ini tuh... gimana ya..
Agak sebel juga awalnya..
Cuma karena pengen foto-foto berakhir dengan kecelakaan yang .. aduhh sepertinya konyol sekali..

Seperti film 50 first dates.
Andaikan saya belum pernah menonton film itu, saya ga kebayang kondisi He Man seperti apa.

Salut untuk cinta, komitmen, kesabaran dan keteguhan hatinya Xie Yu 👍🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.
48 reviews2 followers
September 30, 2017
Awal mula baca reaksiku adalah "wahhh kayaknya bakal seru nih alur ceritanya".

Tengah2 pertama reaksiku mulai "kok kayaknya biasaa ajaa yaa"

Tengah2 mulai ke akhir "wew, ternyata begini doang?? Yah, at least happy2 semuanya.."

Pas bagian2 akhir........... "APAAAA...????........"
Profile Image for Diana Angel.
82 reviews
November 21, 2022
Ceritanya tidak terlalu menyentuh. Hanya cm cerita sepasang suami istri yg sudah bercerai lalu berbaikan lagi karena kecelakaan yg dialami istri. Akhir cerita malah dibikin bertanya-tanya, operasi otaknya berhasil atau gak sih. Anggap aja berhasil deh 😅
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Siti Robiah A'dawiyah.
174 reviews23 followers
January 20, 2016
Bagaimana jika tiba-tiba kau terbangun dan menyadari bahwa kau melupakan masa lalumu, bahkan hal terpenting yang pernah terjadi di sana? Bagaimana rasanya mengetahui bahwa kau telah menjadi orang yang berbeda dalam masa lalumu? Bagaimana kau menyikapi sikap orang-orang yang kau anggap masih mencintaimu, namun tak lebih membencimu karena telah berubah?
He Man yang terbangun dari koma akibat kecelakaan hanya mengingat hal terakhir yang dilakukannya adalah mengendarai motor di pantai bersama si suami, Xie Yu. Dan ia hanya mengingat keduanya mengendarai motor dan tiba-tiba menabrak motor.

He Man berteriak kencang, "Pohon! Pohon!"
Xie Yu bergesa memalingkan wajahnya ke depan, tapi semuanya sudah terlambat


Karenanya, He Man menyangka saat ini ia berada di rumah sakit akibat kejadian tabrak pohon tersebut. Bukan kecelakaan mobil seperti yang dijelaskan oleh He Qi, si kakak. Berapa kali pun He Qi menjelaskan pada He Man bahwa dirinya terbangun dari koma akibat kecelakaan mobil, He Man tak mau memercayainya. Bahkan He Man hanya percaya bahwa ia saat ini sedang berbulanmadu dan terdampar di rumah sakit. Namun satu hal penting hilang dari sisi He Man. Tentu ia mengalami kecelakaan bersama dengan Xie Yu. Tapi dimana dirinya saat ini?

"Kak, tolong beritahu aku, kenapa Xie Yu tidak menjengukku? Apa dia terluka parah? Apa dia masih menyalahkanku?"


He Qi yang mendengar tersebut hanya dapat memandang iba pada He Man. Bagaimana ia menjelaskan bahwa saat ini ia bukan sedang dalam masa bulan madu? Bahwa bulan madu mereka terjadi di tahun 2007 sedangkan sekarang adalah tahun 2012? Bagaimana ia mengingatkan sang adik bahwa Xie Yu takkan pernah menjenguknya di kala sadar, karena ia sekarang telah menjadi mantan suaminya?
Nyatanya, He Man saat ini menderira geger otak ringan yang menyebabkan ia kehilangan ingatannya selama lima tahun. Tentu hal ini membuat He Man syok dan tak memercayainya. Yang ia percayai bahwa dirinya adalah tetap He Man yang mencintai Xie Yu. Tapi waktu dan orang-orang telah pergi meninggalkan He Man di masa lima tahun itu. Bagaimana cara He Man kembali mengingatnya dan menarik orang-orang di masa lalu? Bagaimana bila hidupnya saat ini adalah sebuah kesempatan kedua? Namun mengenai takdir, hanya Tuhan yang tahu.


Tema dari buku ini berkisah tentang kesempatan kedua. He Man yang terbangun dan selamat dari komanya menjadi pribadi dirinya yang lima tahun lalu. Apabila melihat dirinya yang sekarang (sebelum ia koma), ia adalah pribadi yang berbeda dan banyak kebahagiaan yang ia lewatkan. Sebaliknya Heman yang telah bangun dari koma adalah wanita yang berbeda. Di sini seolah penulis telah menunjukkan pada pembaca arah perjalanan kisah He Man. Tak mungkin He Man diberi kehidupan kembali dan menjadi pribadinya yang dulu tanpa tujuan. Seolah tujuannya adalah untuk mengambil kesempatan-kesempatan yang telah banyak ia buang. Selanjutnya, dari tema ini telah banyak memunculkan konflik antara tokoh-tokoh di sini dengan sosok He Man yang bebrbeda. Selain itu, The Stolen Years mengambil sisi hubungan rumah tangga He Man dan Xie Yu sebagai pertaruhan kesempatan kedua ini. Banyak konflik juga muncul karena permasalahan suami isteri (mantan isteri?) di antara keduanya.
Karakter dari He Man adalah wanita manja yang keras kepala di awal. Seringkali bersikap semaunya sendiri dan senang merajuk. Tapi hal ini justeru yang disukai oleh Xie Yu dari seorang He Man. Lain halnya karakter Xie Yu. Ia adalah laki-laki yang usil, tapi teramat mencintai He Man. Xie Yu yang usil senang melakukan hal-hal yang aneh hanya untuk membuat He Man senang. Salah satunya saat mereka berbulanmadu dan He Man sedang marah pada Xie Yu. Demi membuka kebungkaman mereka karena bertengkar, Xie Yu malah mengirim pesan pada He Man. Padahal He Man berada di sebelahnya,

Ponsel He Man berbunyi. Ia merasa aneh, bagaimana mungkin seseorang menghubunginya yang sedang berada di luar negeri? Dengan segera, ia mengeluarkan ponsel dari tasnya.
SMS itu ternyata dikirim oleh Xie Yu. Isinya, Hoi, bicaralah denganku.
Tanpa sadar He Man berkata sambil menatap ke layar ponsel, "Kenapa?!"


Review di Blog
Displaying 1 - 30 of 47 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.