Pearl Harbor et la bataille de Midway au coeur de ce deuxième volume… Suite du manga social et historique sur les pilotes kamikazes de la Seconde Guerre mondiale, adapté du roman best-seller au Japon.
Naoki Hyakuta is a Japanese novelist and television producer. He is known for his right-wing political views and denying Japanese war crimes prior to and during World War II. He is particularly known for his 2006 novel The Eternal Zero, which became a popular 2013 film, his controversial period as a governor of government broadcaster NHK, as well as his support of Nanjing Massacre denial. Hyakuta has written a number of other books, several of which have been turned into films, such as Bokkusu and Monsuta.
Di sini disebutkan beberapa perang udara; dari Pearl Harbour sampai Midway. Premisnya tentang bagaimana Kentaro bertemu dengan veteran perang lain yang kenal dengan sang kakek. Veteran tersebut menceritakan sisi lain sang kakek yang disebut-sebut seorang pengecut.
Detik-detik kekalahan armada tempur Jepang dalam Perang Midway sungguh intens. Suka!
Selalu ada sisi yang berbeda-beda dari sebuah peristiwa yang sama, dan itulah yang membuat serial manga ini menarik. Kita terlalu sering dicekoki cerita peristiwa sejarah Perang Dunia II versi negara sendiri, ataupun versi negara-negara Sekutu (dalam bentuk film Hollywood). Langka betul rasanya untuk mendapatkan cerita dari sudut pandang Jepang sebagaimana yang dituturkan lewat "The Eternal Zero".
Perjalanan napak tilas Kentarou Saeki untuk mengenali lebih jauh sosok kakeknya, Kyuzo Miyabe, kali ini mengantarkannya ke Shikoku. Di sana, ia bertemu dengan Letnan Satu (Purnawirawan) Angkatan Laut, Kanji Ito. Tujuh puluhan tahun sebelumnya, Ito berada di atas kapal induk Akagi, yang mempertemukannya dengan Miyabe. Dari Ito, Kentarou mendapatkan cerita lain perihal mendiang kakeknya yang terasa begitu menyentuh dan membuatnya meragukan opini negatifnya sendiri tentang sosok sang kakek.
Pertempuran Pearl Harbour dan Midway, berhasil divisualisasikan dg baik!! Setelah membaca dua volume pertama, saya tetap puas. IIni semakin karena ini adalah pertanyaan untuk melihat bagian dari perang Pasifik secara berbeda dari sudut pandang Jepang. Meski lebih cenderung menyajikan narasi, manga ini menurut sy sangat sangat layak direkomendasikan. Gambarnya pun bergaya seinen meski masih kentara aroma shone hho Tak sabar utk jilid ketiga!!
Après la lecture des deux premiers tomes, je reste assez insatisfaite. Il s'agit d'une adaptation en manga du roman de Naoki Hyakuta sur un jeune homme qui cherche à savoir qui se cachait derrière son grand-père, kamikaze de la seconde guerre mondiale. Le sujet est donc à priori très intéressant puisqu'il s'agit de voir une partie de la guerre du pacifique autrement que du point de vue américain. Le roman n'a toujours pas été traduit (ni en français ni en anglais) mais le manga, lui pêche dans le traitement de l'histoire. L'image ici dessert la narration. On devrait être immergés dans les pensées des personnages principaux or ce n'est pas le cas. Le dessin est de style seinen mais les effets plutôt shonen (ce qui ne correspond pas à l'histoire). Au final, c'est une lecture qui m'a laissée assez froide (même si je lirai quand même les 3 autres tomes pour savoir la fin). Dans la même veine, j'ai de loin préféré 'Tsubasa : les ailes d'argent' de Ayumi Tachihara, qui reflète bien toute la tragédie du fameux pas en avant et le choix de l'abandon de la vie. J'espère qu'un jour le roman sera traduit car je suis curieuse de le lire.