Lâche ou as de la marine impériale ? Un second témoignage vient redorer limage que Kentarô se faisait de son grand-père, pilote kamikaze durant la Seconde Guerre mondiale. Mais sa quête de vérité na pas encore livré tous ses secrets. De nouvelles révélations sont au rendez-vous lorsque le jeune homme rencontre un vétéran de Rabaul, qui a bien connu son aïeul. Et pour cause, il lui doit sa survie
Naoki Hyakuta is a Japanese novelist and television producer. He is known for his right-wing political views and denying Japanese war crimes prior to and during World War II. He is particularly known for his 2006 novel The Eternal Zero, which became a popular 2013 film, his controversial period as a governor of government broadcaster NHK, as well as his support of Nanjing Massacre denial. Hyakuta has written a number of other books, several of which have been turned into films, such as Bokkusu and Monsuta.
"Apa pun yang terjadi, utamakanlah bagaimana supaya bisa tetap hidup!"
Karisma Kyuzo Miyabe semakin terpancar di volume ini. Kisahnya dituturkan oleh veteran ketiga yang ditemui Kentaro dan kakaknya. Pertempuran kali ini ada di Port Moresby dan Guadalkanal yang berada di perairan timur Papua Nugini.
Oh ya, di awal cerita, Kentaro dan kakaknya bertemu dengan seorang pria yang merupakan reporter koran. Ia mengatakan bahwa pasukan kamikaze pada perang yang melibatkan Jepang berpuluh-puluh tahun silam memiliki prinsip yang sama dengan teroris bom bunuh diri—yang ia menyebutkannya sendiri dengan "aksi teroris Islam radikal yang terjadi di masa kini."
Pendapatnya mengguncang pemikiran Kentaro dan membuatnya bertanya-tanya apa sebenarnya motif dari Kyuzo Miyabe, sang kakek, untuk bergabung dengan angkatan udara Jepang pada saat itu.
Setiap orang yg ditemui punya kenangan berbeda ttg Miyabe. Pribadinya spt puzzle yg harus ditemukan dulu tiap kepingnya dan disusun scr utuh untuk bisa dilihat dng jelas.
"Apa pun yang terjadi, utamakanlah bagaimana supaya bisa tetap hidup!"
Karena semua orang tahu - terlebih bagi Kyuzo Miyabe yang sama sekali belum pernah mendapatkan kesempatan untuk menemui putrinya sejak dilahirkan karena ia sudah harus berada di garis depan Perang Asia Timur Raya - bahwa "harta yang paling berharga adalah keluarga".
Cukup terasa emosinya. Kali ini giliran Pak Izaki yg sempat menjadi bawahan kakek Miyabe pada beberapa kejadian seperti di Port Moresby hingga Gualdakanal. Berfokus pada pertempuran2 udara di Pasifik. egitu baik dan rapih dalam penyajiannya semua armada tempur yg ada.