C’est la fin des recherches pour Kentarô. Les récents témoignages le mènent chez trois vétérans, tous trois présents le jour de la dernière sortie de son grand-père. Le jeune homme comprendra enfin pourquoi un homme comme son aïeul a fini par accepter de se sacrifier en se portant volontaire pour une attaque suicide… Conclusion riche en émotions qui referme l’histoire de ce pilote d’exception.
Naoki Hyakuta is a Japanese novelist and television producer. He is known for his right-wing political views and denying Japanese war crimes prior to and during World War II. He is particularly known for his 2006 novel The Eternal Zero, which became a popular 2013 film, his controversial period as a governor of government broadcaster NHK, as well as his support of Nanjing Massacre denial. Hyakuta has written a number of other books, several of which have been turned into films, such as Bokkusu and Monsuta.
Twist di akhir sungguh luar biasa. Chapter terakhir sungguh mempermanis manga 5 jilid ini.
Dalam jilid terakhir ini, selain beberapa cerita lama, kesaksian orang-orang yang diwawancarai sudah berfokus pada tahun terakhir perang, 1945, ketika Jepang dikalahkan secara berturut-turut dalam pertempuran, dan peristiwa-peristiwa seperti penyerahan Jerman dan jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Salah satu isu yang hadir dalam cerita tersebut adalah misi bunuh diri, yang juga dikenal sebagai kamikaze. Kakek Miyabe meninggal dalam misi ini, yang merupakan kontradiksi yang jelas di sepanjang serial ini, karena dia adalah seorang pria dengan penghargaan yang besar untuk kehidupan. Dampak buruk perang terhadap manusia juga menjadi salah satu tema yang diangkat.
Aspek lain yang menarik dari serial ini adalah bahwa para cucu pergi ke berbagai tempat di Jepang, memungkinkan mereka untuk memberikan sekelumit gambaran negara tersebut A(apalagi ke Matsuyama, dogo onseeeen!!). Sungguh luar biasa novel oleh Naoki Hyakuta sensei ini.
Tentu saja. favorit sy adalah pesawat tempur Zero Angkatan Laut Jepang adalah salah satu protagonis dari cerita Perang Dunia II ini. Artwork yang halus rapih serta detail dari Souichi Sumoto sensei, tentu dg tim asisten yg hebat, menyajikan gambar yang sangat akurat dari Zero dan pesawat2 tempur lainnya (Amerika) seperti pesawat tempur Chance Vought F4U Corsair dan pembom B-17 yang terkenal, muncul dalam volume ini. Di antara pesawat Jepang lainnya, Yokosuka Okha, sebenarnya adalah pesawat khusus untuk misi bunuh diri yang dibawa oleh seorang pembom hingga sebelum peluncuran terakhir di atas target.
Overall, ini sungguh luar biasa. Saya sangat merekomendasikannya. Meski mungkin banyak yg kurang sreg dg tema2 peperangan seperti ini :) 8.10/10 menurut sy!!
Perjalanan terakhir Miyabe Kyuozo, hanya beberapa saat sebelum perang berakhir. Setelah mengalami semua itu, apakah yg terbayang di benaknya waktu naik ke dalam pesawat kamikaze? Kerelaan, ketidakrelaan, kemarahan, putus asa, penyesalan, entah apa lagi. Terlalu sakit untuk dipikirkan.
Baik adaptasi manga maupun live action-nya sama2 bagus dan saling melengkapi. Mungkin setelah ini harus baca novel aslinya, biar lebih jelas dan makin paham. Tapi mungkin jg tidak. Gak mau sedih lagi lah aku...
What a very satisfying ending! Volume ke-5 ini benar-benar menutup kisah Kyuzo Miyabe dengan sangat baik. Mengandung sisi tragis dan memilukan, namun di sisi lain juga menumbuhkan harapan dan semangat optimisme. "The Eternal Zero" adalah serial manga terbaik yang selesai kubaca tahun ini.
Neste último volume, além de mais algumas histórias antigas, os depoimentos dos entrevistados já se concentram no último ano da guerra, 1945, quando o Japão ia sendo derrotado sucessivamente em batalhas, e são citados eventos como a rendição da Alemanha e o lançamento das bombas atômicas em Hiroshima e Nagasaki.
Uma das questões presentes na história eram as missões suicidas “tokko”, também conhecidas no ocidente como kamikaze. O avô morreu em uma, o que é uma aparente contradição ao longo do livro, já que era um homem com grande apreço pela vida. O terrível impacto da guerra sobre o homem é também um dos temas tratados.
Outro aspecto interessante da série é que os netos vão a vários lugares no Japão, permitindo conhecer também um pouco do país. E como é frequente em uma boa história, o final traz surpresas.
O caça Zero da marinha japonesa é um dos protagonistas desta história da Segunda Guerra Mundial, baseada no livro Zero eterno, de Naoki Hyakuta.
Excelente arte de Souichi Sumoto, com desenhos bastante precisos tantos dos Zero quanto de seus oponentes americanos, neste volume já surgindo o caça Chance Vought F4U Corsair e o bombardeiro B-17 Flying Fortress, a muito conhecida Fortaleza Voadora. Entre outros aviões japoneses, o Yokosuka Okha, na verdade uma aeronave específica para missões suicidas que era transportada por um bombardeiro até antes do mergulho final sobre o alvo.
Muito boa publicação da Editora JBC, com tradução de Naguisa Kuchihara.
Os cinco volumes têm resenhas independentes, com mais informações sobre a evolução da obra: