Coba baca kisahku dengan Kafka, mungkin kamu yang sudah yakin akan menikah perlu berpikir ulang? Akhirnya aku memilih Kafka untuk jadi pendamping hidupku, seorang duda dengan satu anak. Bersama Kafka aku yakin bisa menghadapi segalanya. Tapi, dunia pernikahan ternyata nggak seindah yang kubayangkan. Aku tak hanya menikahi Kafka, tetapi juga harus menerima ibunya, dan tentu saja anaknya. Dari awal saja, aku sudah banyak direpotkan oleh ibu mertuaku. Hal-hal seperti kemampuan memasakku yang minim atau sedikit debu yang menempel di meja saja jadi masalah! Belum lagi, Yuga, anak tiriku. Aku iri dia dekat dengan Kafka. Apalagi, kulihat Kafka masih dekat dengan ibunya Yuga, mantan istrinya. Aaargh! Aku jadi ingin punya anak, yang kulahirkan sendiri, yang akan jadi fokusku dan Kafka nanti. Masalah berikutnya, ternyata hamil nggak semudah itu! Dalam kegalauanku, datanglah Dira. Seorang pria yang pernah ada di masa laluku. Lelaki mapan, tampan, dan sengaja menggodaku secara terang-terangan. Bolehkah kini aku merasa ragu dengan pernikahanku?
jujur ini judull novelnya udah bikin males duluan terutama untuk gue yang belum lama nikah. Apa jangan-jangan ini nanti bakal muncul masalah yang dejavu sama saya? Wah sejak kapan saya baperan. Haha Dan jeng jeng jeng, berbeda sekali dengan espektasi saya. Justru novel ini memberikan banyak sekali jalan keluar dari permasalah rumah tangga. Married in touble ini diambil dari sudut pandang si tokoh perempuan yang cenderung membesar-besarkan pemikiran atau asumsinya sendiri. Jadilah dia dalam maslah yang sebenarnya cuma sepele. Seru juga bacanya
Lita? Disini aku pengen banget aniaya dia. Dia itu labil dan nggak siap untuk berumah tangga. Pengen gantiin posisi dia sebenarnya, tapi nanti ceritanya bakal jadi lain. Hehehehe Dengan sikapnya yang kekanakan itu, dia dapat banyak masalah, dan dari masalah itulah Lita belajar untuk jadi lebih baik.
Novel ini cocok untuk wanita-wanita yang pengen menikah tapi nggak punya gambaran hidup berumah tangga yang baik itu seperti apa. Untuk belajar bahwa kehidupan berumah tangga nggak semudah cerita orang.
Pertama lihat novelnya cuma iseng aja sih, karena kebetulan ternyata temenan sama authornya di medsos, pas lihat penerbitnya jadi penasaran karena buku penerbit itu yang baru saya baca adalah buku favorit saya (Tenaga KErja Istimewa), jadi sekalian pesen TKI untuk dagangan OS, sekalian beli ini novel. Dan ternyata ga nyesel belinya, ceritanya mengalir begitu aja. Salah satu novel yang pas baca pengen langsung namatin.
Kisahnya lumayan Lita dan kafka yang baru nikah dengan segala lika likunya Masuknya dira dlm kehidupan mereka, cuman ada bbrp kisah yg serasa agak dipaksakan Intinya dlm pernikahan memang diperlukan kepercayaan
Awalnya sih biasa saja, cuma setelah halaman 100an ceritanya mukai menarik & seru. Apalagi paz klimaksnya, sedih. Berhasil bikin gw baper. Nambah pengetahuan juga tentang hal-hal yg terjadi di suatu pernikahan. Apalagi bila sang suami pernah gagal di pernikahan sebelumnya.
pas awal-awal baca ngerasa kesel banget sama karakter Lita. kalau memang dia curigaan gini, kenapa mutusin milih buat nikah sama duda satu anak? dia harus sudah siap dong, ga cuma nerima Kafka tapi juga anaknya. bener-bener deh, ga suka banget sama Lita awalnya. kalau bukan karena penulis yang bahasanya tuh ngalir dan enak banget buat diikuti, mungkin gue ga akan sanggup nyelesaiin novel ini. ga punya ekspektasi apapun pas baca, soalnya ga kenal penulisnya juga, tapi ternyata bagus. hampir ga nemuin typo ataupun paragraf yang sia-sia. semua rasanya enak aja gitu kek air ngalir. konfliknya sebenernya biasa aja sih ya, tapi penulis bisa bikin gue lanjut baca sampai halaman terakhir. oiya, buat yang mikir jalan ceritanya aneh apa ga realistis, sebenernya gue tau satu orang yang kondisinya kayak Lita ini. dan setiap gue baca keputusan Lita, gue kayak keinget orang itu. jangan-jangan Aiu Ahra nulis novel ini berdasarkan kisah nyata? atau mungkin kita kenal orang yang sama? so yeah.. this novel is that kind of book you'd want to read when you're about to get married. buat persiapan aja, membangun rumah tangga itu ga cuma butuh cinta, tapi juga kepercayaan.
3,7 bintang untuk novel ini. Novel ini ringam banget, tapi masih ada nyes nya yang pas di hati haha. Meskipun sedikit kesel sama Lita yang labil, tapi sebenarnya aku bisa merasakan kok seandainya berada di posisi dia. Soalnya dia mengalami hal yang dialami oleh hampir seluruh spesies wanita di dunia ini, berperang dengan perasaannya sendiri, terjebak spekulasi dan minimnya rasa percaya diri. Sempet kasihan sih sama Dira tapi aku rasa itu jalan terbaik bagi hubungan mereka. Untuk Kafka? Huuu kok dia perfect banget ya! Pokoknya cerita ini my cup of tea deh! Bikin semangat baca!
Lita dan Kafka akhirnya menikah setelah 6 bulan berpacaran. Sebelumnya Kafka pernah menikah dan punya seorang anak. Dia bercerai dari istrinya karena sesuatu hal yang Lita tidak ketahui. Tapi yang pasti Kafka menikahi Lita karena cinta. Pernikahan mereka dipenuhi cobaan. Ada ibunya Kafka yg perfeksionis dan sedikit protektif pada Kafka, anak bungsunya. Ada Yuga, anaknya Kafka yang masih butuh perhatian ayahnya. Ada Dira, cowok dari masa lalu yang mencoba menarik perhatian Lita. Ada Ivana, mantan istri Kafka yang diam-diam punya rahasia dengan Kafka.
Setelah membaca novel ini, bawaanya memang pengen nimpuk si Lita pakai sandal. Baper, manja, suka mikir yang nggak-nggak. Bukannya menjaga komunikasi dengan suami, dia malah kekanak-kanakan nyari pelarian. Untungnya dia dikelilingi orang-orang baik yang bikin dia nyadar kalo dia salah. Tapi Kafka yang juga sok punya rahasia sama mantan istri wajar sih dicemburuin.
Well...wedding lit satu ini cocoklah buat yang mau menikah, atau baru menjalani pernikahan. Biar belajar dari rumahtangga Lita dan Kafka... hehe
Novel ini sukses banget bikin gregetan. Karakter Alita itu sering banget bikin pengen ngelempar novel ini sangking ngeselinnya. Tapi ternyata, novel ini cukup bikin penasaran buat nyelesein endingnya. Pokoknya gue gemes bgt sama si Alita ini. Pengen banget nyeramahin ni orang 7 x 24 jam! Buat cewek2 baperan abis yg bakal nikah, mikir dua kali ya buat baca. Ngeri aja kalo Alita berhasil 'memengaruhi'. Haha.. God job ya Aiu Hara (hey.. ini nama pena kan?
tidak sanggup baca kata per kata, sepintas lari saja bacanya. Gara2nya geregetan bukan main sama tingkah tokoh utamanya, lita. Errr kekanakan banget. Pengen ngeplak, serius. Begitu melihat biografi penulisnya, oh wajar. Bukannya bermaksud mendiskreditkan penulis muda yang belum menikah tapi menulis tentang pernikahan, tapi ya gimana..