Walah... Kok jadi gampang banget ya menulis! Budiman Hakim dengan cerdas dan sederhana mengajarkan menulis dengan menggali ide dari keseharian kita. Jangan-jangan semua orang bisa menulis setelah membaca buku ini sehingga punahlah profesi Copywriter. Om Bud memang piawai menulis buku, Selamat!
Hastjarjo B. Wibowo -- Praktisi, Aktivis, Akademisi Desain Komunikasi Visual, dan Dosen Binus
Kalo bicara tentang copywriting, saya tidak bisa melepaskan sosok yang satu ini. Budiman Hakim, atau kami memanggilnya Om Bud. Beliau mengajarkan kunci jadi copywriter adalah "Perhatikan Sekitarmu". Sepertinya mudah, padahal susah banget. Butuh kepekaan yang harus diasah terus-menerus. Seperti yang ditulis dalam buku ini, bagaimana Om Bud begitu peka dengan keadaan sekeliling dan bisa menjadi copy yang menarik. Saya selalu iri dengan copywriter, dengan hanya menggunakan kata-kata bisa mempengaruhi orang bahkan mengajak orang berubah. Om Bud dengan kepekaan luar biasa dan jam terbang yang panjang memberikan pembelajaran yang bagus di dalam bukunya. Belajar copywriter dari sekitar kita. Bersiaplah untuk terhanyut!
Ainun Chomsun -- Praktisi Digital Communication dan Founder Akademi Berbagi
Ringan dan enak dibaca. Bagi saya yang bukan copywriter maupun orang periklanan, tetap bisa dapat tips untuk creative writing, sekalian jadi tahu dikit-dikit dunia periklanan seperti apa. Sayangnya ada beberapa cerita dan jokes yang menurut saya cenderung seksis.
Gila sih buku ini. Hanya dengan 186 halaman, aku bisa dapat banyak banget ilmu dari buku ini. Apalagi aku emang lagi berusaha belajar dan menekuni bidang copy writer. Aku sama sekali engga tahu menahu tentang dunia copy writer sebelum baca buku ini. Setelah selesai, aku merasa udah jago aja urusan copy writer wkwkwk.
Bahasanya Om Bud tuh ringan, mudah dipahami, dan yang jelas membekas di ingatan karena diselingi humor di sana sini. Kayak lagi ngobrol langsung, engga berat.
Selesai baca buku ini, aku langsung praktik membuat konten-konten dan mengaplikasikan ilmu yang udah aku dapat. Buku-bukunya Om Bud udah jarang banget ada di toko buku makanya aku terbantu banget sama ipusnas.
Ini buku wajib deh dibaca buat kalian yang memutuskan berkecimpung di dunia copy writer atau pun yang berniat mengembangkan konten milik sendiri 😁
Kayaknya Iblis bisa jadi bapaknya marketing. Pikir deh, jago juga dia, cuma lewat bisikan bisa mempengaruhi moyang kita Nabi Adam dan Hawa. Dari ribuan buah yang bisa dinikmati Nabi Adam dan Hawa di surga (nikmat-semuanya) Iblis berhasil membisikan pesan pesan marketing sehingga mereka berdua menaruh perhatian pada satu pohon terlarang. Pilihan kalimat marketingnya tuh pasti brilian.
Saya jadi penasaran, apa sih bisikannya. Mengutip situs konsultasisyariah, begini isi godaannya,
‘Lihatlah pohon ini, baunya harum, rasanya lezat, dan warnanya indah.’
Ya, walaupun saya kira bukan persis begitu,tapi tetap aja kalimat itu mengandung teori-teori marketing modern. Menurut saya, bisikan ini mengaktifkan tiga indera, pertama indera penglihatan yang berfungsi untuk mengambil perhatian, sehingga muncul momen “stop”. Kedua, penciuman dan ketiga indera pengecap yang membuat buah tersebut muncul dalam pikiran. Begitu kira-kira teori ngasalnya mah. Apapun itu, nyatanya pesan marketing ini sukses membuat moyang kita engaged dan melakukan Call to Action.
Ada ibrah yang bisa diambil. Kita harus menyontek teknik Iblis ini untuk kemaslahatan, seperti dakwah dan bermuamalah di dunia. Dan, muamalah yang cocok menggunakan itu adalah marketing.
Saat mempromosikan dagangan kita sebisa mungkin harus bisa mengambil perhatian, dan mengaktifkan indera-indera pada calon pembeli sehingga produk kita masuk dalam pikiran. Nah, Salah satu caranya adalah dengan copywriting.
Baru saja saya membaca buku tentang copywriting karya Budiman Hakim yang berjudul “Saya Pengen Jadi Copywriter”. Dan ya, gaya penulisannya memikat dan renyah, sehingga membuat saya stopped and engaged lalu nagih baca dari bab ke bab-nya. Isinya pun nggak diragukan lagi, daging. secara, Pak Budiman Hakim ini sudah aral melintang di dunia periklanan selama belasan tahun. Jadi beliau bisa mengemas ilmu per-copy-an ini dengan asik dan mudah dimengerti. Saya jadi curiga jangan-jangan beliau terinspirasi juga dari bapak marketing pertama.
Di era sosial media saat ini, orang-orang dituntut untuk menguasai banyak skill secara mandiri yang dulunya adalah profesi khusus. Contohnya editing, filmography dan copy writer. Selama ini copywriter hanya dianggap sebagai skill menulis bahasa iklan. Dan orang cenderung ingin potong kompas dan hanya menguasai bidang yang satu ini tanpa mau mengalami skill dasarnya, menulis. Satu kalimat menunjukan dari penulis adalah... Kemampuan menulis seperti kuliah kedokteran dan copy writer adalah kuliah dokter specialist. Jadi satu tak mungkin ada tanpa skill sebelumnya.
Penulis adalah seorang penulis yang sudah bergelut di bidang ini selama pilihan tahun. Beliau membagi pengalaman, jokes dan tips insight dari skill creative writing dan profesi ini. Gaya bahasanya ringan, kocak dan bersahabat.Karena banyak diselingi humor, materinya jadi lebih mudah di pahami.
Buku ini mungkin hanya langka awal di skill ini, untuk menguasainya tetap harus rajin berlatih dan praktek menulis.
Baca buku ini karena keperluan karir. Wuidih, karir bosque. Awalnya ngira ini buku akan kaku berisi tips-tips penulisan dan sederetan kiat jadi copywriter.
NGGA sama sekali. Ini buku seru! bahasanya ngga kaku, khas pekerja periklanan. Untuk menjadi seorang copywriter yang ajib, ngga melulu baca textbook. Menurut beliau, belajar bisa darimana saja. Belajar dari plesetan, pantun, sebuah kata, gaya bahasa, puisi, instagram sampai supir truk!
Iya juga ya, supir truk adalah sebenar-benarnya copywriter otodidak. "Aku tanpamu bagaikan sego goreng ilang karete: AMBYAR" "Lali rupane, eling rasane"
I wish I could give 5 stars for this book, but I think 4 is just enough. This book gave me so many clues for my life until I decided to be a copywriter. The author has the ability to delivers the messages without trying to be know-it-all author. You don't have to believe me and you don't have to believe the author, but if only you're not interested in the copywriting field, this book is just worth to read, no matter who you are. This book is for everyone because everyone is a copywriter.
Buku ini dibalut seperti cerita novel, bagus untuk menggambarkan copywriting ketika diaplikasikan dalam kehidupan. Tapi jika ingin belajar dari nol sampai bisa nulis copywriting sayangnya ga ada tahapannya. Baca buku ini bkn kamu ngerti copywriting itu apa tapi belum tentu bisa bikin kamu nulis copy sales.
Buku ini ditulis dengan menggunakan bahasa yang santai. Menyenangkan buat diikutin. Memang ada teori, tapi teori yang diceritakan penulis berdasarkan pengalaman pribadinya.
Banyak kejadian yang kadang gak kita sadari, tapi ternyata punya hubungan yang erat dengan copywriter.
Nah.. Karena ini bukunya tentang menjadi seorang copy writer dan juga menulis.. Maka saya akan belajar untuk menulis mulai dari memberikan review disini..
Buku ini bener-bener enak dibaca rasanya kayaked krim mocca yang saya suka..entang banget bahasa ya..mudah untuk saya pahami..karena tidak terlalu bertele-tele. Di luar itu semua.. Makasih Om Bud udah kasih semangat buat saya untuk tetap menyukai membaca dan juga menulis (meski saya baru memulainya) but its okay... Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali..