Masa kanak-kanak merupakan bagian terpenting dari seluruh proses pertumbuhan manusia, karena pada masa itulah karakter dasar seseorang dibentuk, baik yang bersumber dari fungsi otak (IQ), emosional (EQ), maupun spiritual (SQ). Berkualitas atau tidaknya seseorang pada masa dewasa sangat dipengaruhi oleh proses pengasuhan dan pendidikan yang diterima pada masa kanak-kanaknya, bahkan sejak dalam kandungan. Buku ini membahas pentingnya mendidik anak dengan penuh cinta dan kasih sayang, karena hal itu akan memberikan pengaruh positif dalam perkembangan karakternya. Islam pun sangat menekankan kepada para orangtua untuk memenuhi hak-hak anak, seperti pendidikan, perlakuan lembut, serta perawatan dan pemeliharaannya. Membaca buku ini, selain mendapatkan wawasan lengkap seputar pendidikan anak dan cita-cita membangun keluarga sakinah, Anda juga diajak untuk menjadi Ayah-Ibu yang baik bagi anak-anak: memberi dan bukan menuntut, mengasihi dan bukan menyakiti. Sangat menginspirasi!
lagi baca, belum selesai. banyak belajar dari buku ini, bukan cuman jadi orangtua yang baik buat anak-anak kelak, tapi apakah sudah jadi anak yang berbakti buat orangtua selama ini >.<
"Iman tidak kita wariskan, kecuali kalau hari ini kita didik mereka [anak-anak kita] dengan sungguh-sungguh untuk mencintai Tuhannya." (Mohammad Fauzil Adhim)
Dengan contoh-contoh dari sejarah Islam, dari hasil penelitian di luar negeri, hingga dari keluarganya sendiri, Bapak Mohammad Fauzil Adhim memaparkan hal-hal realistis seputar fenomena pengasuhan anak. Sebagai seorang orangtua, jujur, saya selalu dibuat tersentil oleh narasinya. Bagi yang mengikuti beliau di media sosial mungkin merasakan hal serupa.
Dalam buku seputar pengasuhan anak secara positif ini (lewat pengembangan inisiatif positif dan pendekatan yang positif), Bapak Mohammad Fauzil Adhim banyak menyebutkan perihal pentingnya faktor "qaulan sadida" (perkataan yang benar) dan "qaulan tsaqila" (perkataan yang berbobot) dalam "positive parenting".
Bacaan yang bagus untuk para orangtua (maupun calon orangtua) sebagai pengingat akan peran dan amanah kita.
"... jika Allah menciptakan beban, pasti Allah menciptakan pundaknya." (Gola Gong / Heri Hendrayana)
Menambah kesadaran, bahwa PR menjadi orang tua atau pun sebagai pendidik masih jauh dari memadai.
"Tak ada cita-cita yang lebih mengharukan bagi orangtua terhadap anaknya, kecuali berharap agar mereka kelak menjadi anak-anak shalih yang mendoakan (waladun shaalihun yad'u lah). Karenya, sudah seharusnya kita memberi perhatian yang lebih banyak kepada apa yang dapat mengantarkan mereka menuju keshalihan. Kita sentuh hatinya, sehingga hiduplah akal pikirannya. Bukan menyibukkan dengan banyaknya pengetahuan yang mereka serap, sementara terhadap jiwa yang mereka serap, sementara terhadap jiwa mereka, kita lupa menghidupkan semangat, meluruskan niat dan membangun cita-cita."
Allahul Musta'an. Semoga (kelak) mampu mengemban amanah sebagai orang tua.
Sejujurnya, Positive Parenting karya MFA ini diluar ekspektasi saya. Pada awalnya saya pikir ini seperti buku 'self-help' pada umumnya. Tapi ternyata bukan.
Penulis lebih banyak menarasikan konsep-konsep positive parenting dengan gaya refleksi. Alih-alih memberi tahu pembaca begini dan begitu, penulis mengajak oembaca berpikir kembali mengenai konsep parenting yang diketahui selama ini. Seperti bukunya yang lain, penulis mengambil sumber shahih ketika membahas konsep islamis dan mengutip sumber-yang-dapat-dipertanggungjawabkan saat memaparkan klaim dari suatu studi/penelitian.
Bacaan kali kedua.kali ini dengan erti yg berbeza. Baca demi anak yang menginjak dua tahun saat ini. bacaan kali ini dengan tujuan khusus dan mentajdid niat. semua topik yang dibincangkan kena dengan diri walau penulis datang dari negara berbeda " Positive parenting" oleh Mohammad Fauzil Adhim
Membaca tulisan pak Fauzil Adhim seperti diajak untuk memahami sisi psikologi anak. Karakter dasar bawaan anak dan cita - cita islam bagaimana seharusnya kita mendidik anak dengan keimanan dan ketaqwaan. Buku yang wajib dibaca untuk seorang Ayah yang ingin belajar tentang bagaimana mendidik anak.
sebelum baca ini saya sudah tau kalo jadi orangtua itu bukan hal yang mudah dan jadi "pekerjaan" seumur hidup. Tapi habis baca ini jadi makin dibikin benar-benar sadar kayak, "wah, berat betul tanggungjawab jadi orangtua!"
Alhamdulillaah saya telah menyelesaikan buku ini. Sebagai calon orang tua, buku ini sangat banyak memberikan saya pencerahan tentang bagaimana mendidik anak nantinya.
Beli buku ini di IBF 2022, berniat untuk memodali diri yang sedang mengajar SD. Otomatis sering bertemu anak-anak. Berharap bisa dapat energi untuk mendidik siswa di sekolah. Alhamdulillah banyak hal yang membangkitkan ruh dan kesadaran, terutama pentingnya membekali anak yang kelak akan menjadi generasi berikutnya. Bagus banget, bahasanya mudah dipahami
Karakter pun tak selalu baik. Ada yang positif dan ada juga yang negatif, walaupun seringkali kata tersebut digunakan untuk yang baik/positif. Nah, buku ini setidaknya memberikan sedikit kiat mengasuh buah hati, agar anak memiliki karakter yang positif, bukan negatif..
buku yang luarr biasa, membuka wawasan bagaimana mendidik anak secara islami. ditambah dengan contoh2 kisah teladan para sahabat. hmmm..smga suatu hari nanti bisa di praktekan (he..)
Menggambarkan perencanaan dari nol tentang tujuan utama parenting pada anak generasi penerus kita. Para orang tua perlu membaca ini, lebih khusus para orang tua Muslim.