Awas, jangan remehkan emosi! Tahukah Anda kalau emosi negatif bisa menjadi penyebab berbagai masalah dalam kehidupan, seperti gangguan fisik termasuk penyakit kronis, hambatan finansial dan karier, masalah hubungan dengan pasangan dan orang terdekat, termasuk menghambat pencarian jodoh.
Emotional Healing Therapy merupakan terapi praktis untuk melepaskan emosi bawah sadar yang dapat membantu Anda menemukan tujuan hidup, memperoleh kesehatan fisik dan psikis, meraih hubungan yang menyenangkan dengan pasangan dan keluarga, menemukan jodoh yang tepat, mencapai karier yang diinginkan, serta menggapai kebebasan finansial. Baca buku ini, coba metodenya, dan langsung dapatkan hasil nyata dalam hidup Anda!
Aku orang yang suka memendam perasaan, masalah apa pun kupendam dan kayak enggak merasa ada apa-apa, tapi dampaknya lebih ke penyakit fisik. Setelah mengikuti Emotional Healing Therapy, aku lebih bisa menerima keadaan dan lebih ridho menghadapi masalah.Alhamdulilah penyakitku juga sembuh. Selain itu, jadi lebih tahu tentang diriku kelebihan dan kekuranganku, passion, serta apa yang kuinginkan, merasa lebih yakin dengan diri sendiri, perasaan minderku terkikis, serta lebih cantik dan segar. Dian Diana - Auditor
Saya baru tahu, ternyata saya begitu banyak menyimpan bom waktu di dalam hati. Dengan bom detektor ala soul heale, satu per satu bom tersebut dapat dijinakkan. Salah satu tujuan saya adalah menikah, dan alhamdulillah saya bisa menikah dengan pria pilihan saya yang direstui semua keluarga. Vera Lutvia – Direktur PT. Upaya Riksa Patra
Alhamdulillah bisa mengerti dalam hal penataan emosi khususnya terhadap istri, dan banyak belajar mengenai terhadap lingkungan alam sekitar. Lebih dahsyat lagi, bisa lebih khusyuk dan dekat kepada Allah swt. Haryandrie – Hotel and Tourism Management
awal baca bukunya "oohh bagus banget nih kayanya." then masih di prolog, semua tips berasa its too general--hey, i did it too all this time! mulai masuk dua chapter setelahnya baru dikupas EHT itu apa. sederhana banget ya ternyata, dan bisa banget dipraktikin di rumah. dan yang saya agak kecewa, point buku ini habis di dua chapter itu saja, sisanya cerita alumni (yang jujur akhirnya saya skip sampai ke epilog). mungkin saya lebih cocok ikut kelasnya daripada baca bukunya kali ya hahahah. intinya saya terlalu berharap lebih di awal pas baca, dan syok pas tau isinya singkat sekali. oh iya, gaya penulisannya juga santai sekali, yang saya kurang bisa nikmati malahan (sekali lagi, ini masalah preference saya, mba irma--it doesnt mean tulisan anda kurang bagus, nyatanya saya juga belum bisa nulis buku sendiri hahahah). masalah daftar pustaka saya kira agak kurang komplit ya berdasarkan format standar (nama pengarang. tahun terbit. judul. kota terbit. penerbit), gak ada kota terbitnya eh?
Setiap harinya kita sebagai seorang manusia ga bisa lepas dari berbagai emosi, baik itu emosi positif atau emosi negatif. Emosi akan selalu ada dan memang seharusnya ada, ga bisa dihilangkan sepenuhnya. Tapi sebenarnya, emosi itu cuma ilusi yang ga sepenuhnya benar. Tapi, kalau cuma ilusi, ko emosi harus ada dalam diri kita ya? Belum lagi, sering kali kita ga nyaman berlama-lama sama emosi negatif itu. Lalu, gimana cara mengatasinya? Di buku ini, sekitar seperempat isinya membahas terapi penyembuhan semacam meditasi, ini melatih aku menghadapi emosi negatif itu.
Belum lagi, mungkin kita pernah dapet masalah dalam diri sendiri yang sulit teratasi seperti kecemasan yang berlebihan atau ketidakpercayaan diri. Nah, selebihnya isi buku ini berisi kumpulan cerpen tentang pengalaman si penulis dan teman-teman si penulis, ini menambah wawasan untuk para pembaca. Jadi, kalau seseorang mendapat masalah dalam diri sendiri yang sulit teratasi itu, salah satu caranya mencari tau akar permasalahannya yang bisa dilihat bagaimana pola asuh orangtua semasa kecil.
Penulis menggunakan bahasa sehari-hari jadi menurutku buku ini mudah dipahami dan cocok untuk calon pembaca yang ingin tau pengendalian emosi, apalagi sekarang lagi ramai bahasan tentang pengendalian emosi atau kecerdasan emosi, kan?
Buku yg decent Ilmunya bagus Karena kondisi saya sedang relate, buku ini jadi sangat bermanfaat bagi saya Tapi jujur ilmu di sini gk bisa langsung diterima semua orang gitu aja, terutama yg belum familier sama ilmu vibrasi & pemberdayaan diri (saya pribadi kalau baca buku ini pertengahan awal tahun 2022 pasti jg akan skeptis)
Kekurangan yg paling kerasa mungkin penyampaiannya yg kurang terstruktur, jadi kyk kurang ngalir dan lompat2 aja gitu (mungkin karena itu jg gk ada daftar isinya) Sama satu lagi ada teknik yg diajarkan di buku ini tp gak dianjurkan sama penulis buat dipraktekkin sendiri, harus didampingi ahli gitu. Ini cukup diplomatis ya, kek knp dimasukkin kalau gk boleh dicoba gitu?
Bukunya cukup baik meski tidak luar biasa. Saya kasih bintang 4 karena banyak informasi yang baru saya ketahui dari buku ini dan pemaparannya pun sederhana, dapat dipahami orang awam dan masyarakat yang baru mau melek psikologi.
Wanna healing your scars? Wanna be stronger than before? This book is enough recommended. There are some cases in this book which helps you getting root causes, realising your emotions, being honest on yourself, and finally finding solutions by doing some therapies.
"Even sometimes negative emotions couldn't be detected, but doesn't mean couldn't be controlled."
Buku ini mengajarkan kita buat lebih aware sama mental kita sendiri. Karena bisa ajh kelihatannya baik-baik ajh dari luar ternyata dia masih punya energi negatif yang tinggi. Tapi untuk bab terakhir-terakhir kebanyakan berisikan kisah tentang penulis itu sendiri.