Untuk vol.1-nya dulu~ (☆ω☆) menimbang ini sudah tamat di sana dalam 11 volume dan terbit di sini dalam wujud solar non-premium, rasanya cukup aman untuk dilanjutkan (╯✧▽✧)╯
Gambar: 3.5☆ ... Gambar ala shounen yang garisnya tegas, wajah serius, tapi kelakuan koplak XD Yang patut disayangkan, gambar camilannya terlihat biasa-biasa saja, ndak sampe bikin ngiler~ Tapi mungkin ini juga disebabkan karena aku ga bisa nebak rasa camilannya sih...
Cerita: 4.5☆ ... Kisah toko camilan di komik-komik, yang biasanya dikelola oleh nenek-nenek, di sini diubah pengelolanya jadi bapak-bapak bongsor yang kelakuannya gaje, yang sangat bernapsu mewariskan tokonya ke anaknya semata wayang, Kokonatsu (Coconut^^).
Kekoplakan didominasi kelakuan si bapak dan si tokoh utama cewek (yang maap aku lupa namanya >.<) yang sama-sama maniak camilan, yang dengan gaya jreng-jreenggg*:・゚✧ memperkenalkan tiap-tiap camilan dan kelebihannya (๑˃ᴗ˂)ﻭ
Di bagian perkenalan ini, biarpun rasa camilan ga ketebak, tapi bikin pembaca ikut gembira dan semangat. Mungkin karena tiap anak pernah mengalami jajan camilan di warung/toko dekat rumah, yang setelah dibeli, "Dihemat, ya! Jangan langsung diabisin," demikian petuah Ibu, yang biasanya gak berhasil dituruti (ಥ﹏ಥ) Kadang abis dalam sekejap aja. Pernah juga nangis minta beli permen karet pas masih TK, dipesenin "Jangan sampe ketelen!" tapi ga sengaja ketelen~ ( ; ω ; ) Trus pas aku beli permen yang sama baru-baru ini, ga sengaja ketelen juga... orz.. kadang aku lelah dengan kegoblokanku...
Intinya~ (⁄ ⁄>⁄ ▽ ⁄<⁄ ⁄) kalau suka komik koplak dan penasaran dengan jenis-jenis camilan di Jepang, mungkin komik ini bisa menggembirakanmu~ (〃⁀ᗢ⁀〃)
Komik tentang perjumpaan anak pemilik warung dan cewek aneh maniak jajanan, yang sebenarnya nggak bagus-bagus banget. Gambarnya nggak indah-indah banget. Plot atau konfliknya juga nggak seru-seru banget. Ini komedi, tapi juga nggak lucu-lucu banget, kadang malah garing.
Mungkin daya tariknya memang bukan di hal-hal seperti itu, tapi di 'momen'nya. Momen konyol sewaktu nyobain makan jajanan dengan cara yang aneh-aneh. Momen penasaran sewaktu muncul produk baru dengan tokoh maskot imut-imut. Momen seru sewaktu ngadu mainan hadiah dari dalam bungkus jajanan. Nama-nama produk jajanan di sini jelas beda dengan jajanan masa kecil kita dulu, tapi nuansa momen-momen itu universal.
Soal tokoh-tokohnya... Hotaru imut sinting nyentrik dan bikin kita pengin makan Nyam Nyam bareng dia. Saya (*bukan 'saya', tapi tokoh cewek yang namanya 'Saya') segar dan manis kayak Frutang. Coconut... sebagai sesama anak pemilik warung yang menghabiskan banyak senja dengan dikelilingi jajanan dan dulu sering ogah-ogahan saat disuruh jaga, saya merasa terhubung dengan dia.
Warung keluarga saya sudah lama tutup, rumah tempat saya tumbuh sudah dihuni orang asing, dan banyak jajanan favorit saya waktu itu yang sudah tidak diproduksi lagi. Mungkin saya suka komik ini karena saya seperti diberi kesempatan menggapai kembali kenangan-kenangan yang kian memudar, sewaktu saya masih bocah lugu yang gampang sekali bahagia dengan hal-hal sederhana.
Divertente da leggere e ben disegnato. Potrebbe essere considerato da parte di un occidentale come un manuale riguardante dolci e snack giapponesi, molti dei quali veramente particolari e molto legati alla cultura giapponese. I capitoli sono molto brevi e veloci da fruire e le gag e le trame vengono tracciate da Kotoyama in modo da descrivere al meglio le particolarità del dolcetto di turno e il suo piccolo valore culturale. Solo in alcuni capitoli il focus centrale non viene posto ai dolcetti ma ai personaggi in modo da introdurli e caratterizzarli, infatti vi è una trama orizzontale abbastanza semplice che vede il gestore di un negozio di dolcetti tentare di convincere in tutti i modi suo figlio Kokonotsu a ereditare l'attività; Kokonotsu infatti desidererebbe diventare un mangaka ma l'arrivo e la conoscenza di un'attraente ragazza amante dei dolci potrebbe farlo ricredere portando a risvolti umoristici spesso capaci di strappare qualche genuina risata e che solo in pochi infelici casi scadono nel fanservice gratuito. Dunque una lettura leggera, capace di far divertire e intrattenere ma anche di fornire al pubblico occidentale un po' di interessante cultura riguardo alcuni aspetti e usanze del giappone da noi poco conosciute.
This manga's genre is daily life. Main character is "Kokonotsu", he is the son of dagashi(Japanese cheap candies)store. He meet the mysterious woman "Hotaru". These two guys are crazy about dagashi and show it's attractive points in each eposode.
Finally a foodie manga I enjoy :) It's silly and a bit over the top with its snack obsession but certainly a lot of fun! Unfortunately, it's also making me eat more candy...