Inilah menggali ke puncak hati. Menggali, sebab sesungguhnya Allah telah menganugerahkan berbagai potensi di dalam diri kita. Menggali berarti menemukan dan mengasahnya. Ke puncak, sebab sungguh hanya kepada Allah kita arahkan tiap gerisik maksud, luahan kata, hingga gerak íamal seperti yang disusun dalam rencana-rencana di buku ini. Dan hati, karena dari sanalah semua bermula sebagai niat yang harus dijaga dan diperbaiki, juga bermuara sebagai ridha atas segala yang datang dari-Nya.
Menggali ke puncak hati adalah perjalanan menuju keikhlasan terpuncak saat kita berikrar, ìSesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kesemuanya adalah untuk Allah Rabb Semesta Alamî sembari berdoa, ìYa Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan mengihsankan ibadah hanya untuk-Mu.î Ya, karena seluruh diri kita adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya, sedang tak layak bagi-Nya kecuali yang terbaik; maka kita memohon pertolongan-Nya agar mampu mempersembahkan yang terbaik.
Demikian penggalian ke puncak hati itu, hingga kita berada dalam kehidupan terbaik dan kematian terbaik, saat ruh dijemput dan hati mencapai puncak keikhlasannya, “Laa ilaaha illallaah.”
“Jalan Allah ini panjang sekali,î kata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, ìuntunglah kita tak diwajibkan untuk sampai ke ujungnya. Kita hanya diperintahkan untuk mati di atasnya.” Selamat menggali ke puncak hati!
Salim A. Fillah adalah seorang penulis buku Islami dari Yogyakarta, Indonesia. Hingga 2014, ia telah menulis beberapa buku, 'Agar Bidadari Cemburu Padamu' (2004), 'Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan' (2004), 'Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim' (2007), 'Jalan Cinta Para Pejuang' (2008), 'Gue Never Die' (2006), 'Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta' (2005) dan 'Dalam Dekapan Ukhuwah' (2010), Menyimak Kicau Merajut Makna (2012), dan Lapis-Lapis Keberkahan (2014). Buku-buku ini diterbitkan oleh Pro U Media, dan telah menjadi best-seller. Karya terbarunya, Lapis-Lapis Keberkahan, harus masuk cetak ulang hanya 3 hari sesudah diluncurkan, 13 Juli 2014.
Judul: Menggali ke puncak hati (refresh edition 'gue never die') Penulis: Salim A. Fillah Penerbit: Pro U Media Dimensi: 312 hlm, cetakan pertama 2015 ISBN: 978 602 7820 41 8
Buku ini terdiri dari 10 bab yang sebenarnya mengacu pada 10 muwashshafat kader da'wah. Hanya saja dikemas dalam bahasa yang lebih ringan tanpa mengurangi makna dan jauh lebih mudah dicerna bagi saya.
Kesepuluh hal itu adalah: 1. Salimul 'aqidah (selamat aqidahnya) = Menjemput keajaiban dua kalimat 2. Shahihul 'ibadah (benar ibadahnya) = Sayang, izinkan aku menghadap Rabbku 3. Matinul khuluq (tegar akhlaknya) = Tentang akhlaq 4. Mujahidu linafsihi (bersungguh terhadap dirinya) = Cintaku, aku menang selalu! 5. Qadirun 'alal kasbi (mampu memenuhi kebutuhannya) = Siapa takut jatuh kaya?! 6. Qawiyyul jismi (kuat jasadnya) = Allah suka kalau kita perkasa 7. Mutsaqaful fikri (terwawas pikirannya) = Bikin otak selalu ting! 8. Munazham fi syu'unihi (tertata urusan-urusannya) = Atur diri dan berbarislah agar dicintai! 9. Haritsun 'ala waqtihi (menjaga waktunya) = Pedang waktu di leherku 10. Nafi'un lighairihi (bermanfaat bagi selainnya) = Sang bunga tak mampu menahan semerbak wanginya
Jujur saja, kembali saya merasakan beberapa kisah yang diambil di buku karya penulis sebelumnya. Dan memang nyatanya dipadatkan dari buku-buku karya lainnya. Sehingga ada beberapa kisah yang sudah saya tahu. Tapi hebatnya tetap tidak membosankan saya. Sebab pas konteksnya. Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan di buku ini, salah satunya tentang gambaran detail shalat Khauf di halaman 272. Pembeda buku ini dengan buku lainnya karya penulis yang sama adalah di tiap bab ada tabel program capaian intelektual, fisik, dan spiritual dengan waktu rata-rata tiga dwiwulan yang bisa diterapkan pembaca. Sungguh rinci dan membantu program perbaikan diri bagi yang bersungguh-sungguh.
Saya mengapresiasi 5 dari 5 bintang.
"Jalan Allah ini panjang sekali. Untunglah kita tak diwajibkan untuk sampai ke ujungnya. Kita hanya diperintahkan untuk mati di atasnya." (Hlm. 11)
"Rasulullah SAW punya sifat fathanah (cerdas), tapi sifat ini diikuti sifat berikutnya, tabligh (menyampaikan). Menimbun ilmu terkadang lebih berbahaya daripada tak berilmu sama sekali. Menimbun ilmu adalah kubangan kefasikan." (Hlm. 245)
"Dakwah ini, Islam ini, tidak hanya perlu orang shalih. Namun, lebih dari itu, ia sangat memerlukan orang yang bisa--bersedia--ditata." (Hlm. 260)
Salah satu buku yang saya baca ketika usia saya masih 18 tahun. Usia dimana anak manusia sedang mencari-cari bentuk yang pas. Buku ini adalah salah satu buku yang banyak membawa pengaruh dalam hidup saya, pandangan hidup dan pemikiran. Buku ini juga membuat saya semakin mencintai kesempurnaan Islam yang Rahmatan Lil Alamiin. Semoga Allah memberkahi sang penulis, Ust. Salim A. Fillah.
Salah satu buku dari Ustadz Salim yang menggambarkan bagaimana gaya kepenulisannya sebelum melahirkan buku2 terbaru seperti Lapis2 keberkahan. Bahasanya mudah disesap meski banyak juga yang mengganjal (karena lebih akrab dengan gaya menulis beliau yang sekarang).
Meski begitu, buku ini layak dijadikan salah satu bacaan wajib bagi mereka yang ingin mengembangkan diri. :)
Neraca perbaikan diri Perbaikan aqidah, iman, akhlaq, nasihat taqwa, pengembangan diri, kesehatan fisik, birrul walidayn, hakikat anak, ukhuwah islamiyah Semuanya di-padu tuliskan dengan muhasabah indah setiap paragrafnya dalam bingkai perbaikan hati. Ya perbaikan hati semula dari hati yang tak sadar menukik tajam rendah se-rendah-rendah nya dalam kelalaian serta kemaksiatan yang menghujam fitrah manusia berangkat menuju hati yang berbunga-bunga merasai kehadiran Allah dalam setiap detak-detik kehidupan. Menuju hati yang sadar, sadar akan banyak nya hal-hal yang terbuang percuma tanpa membersamai Allah. Hati yang tertutup debu, menghitam, pekat, lebam, busuk, karena tak terhitung berapakali hati tak menafikan maksiat setiap kali dilakukan.
Nastaghfirullāh wa natūbu ilayh.
Mari menuju ke puncak hati dengan bersama-sama membaca buku ini, bersama-sama men-tarbiyah diri, kita bersama-sama ber-kontemplasi meraih hati yang selamat.
Qalbun salim.
Barokallahu fiikum ustadz sallim a fillah beserta tim pro-U media.
Buku ttg perbaikan kualitas diri seorang muslim. Dibanding ma 2 buku terdahulunya (NPSP ma Agar Bidadari Cemburu Padamu), bahasanya agak sulit utk dimngrti, lebih enak ngebaca dua buku sblmnya lah ;P
Tidak sampai menuntaskan bacaan terhadap buku ini. tapi, isinya memang secara fundamental menjelaskan tentang dasar-dasar dan pengetahuan penting terhadap keislaman seorang muslim.
*saya agak kurang sreg dengan judul bukunya. agak norak sih.
Buku ini buku kakak saya..iya lah.. covernya aja ikhwan..tapi buat akhwat juga bisa..tentang macem-macem mengenai islam..pokoknya mengerenkan dili dalam bidang agama sebelum nilah dini.. loh>?
Gaya penyampaian ringan biarpun isinya cukup 'berat'. Alurnya cukup bagus, biarpun kadang penulis ngasih ilustrasi/isi yg agak jauh dari bahasan utama.
tag nya itu lho..."kerenkan diri, lalu nikah dini" ahahaha....buku yang bagus n ngena ke saya. bahasa yang ringan, tapi bner2 penuh semangat tuk ngebuat diri kita menjadi muslim (ah) yang berkilau...