Jump to ratings and reviews
Rate this book

ParenThink

Rate this book
Mengasuh anak adalah pengalaman yang dinantikan banyak orangtua. Namun, alih-alih bahagia, ayah dan bunda “pemula” sering kali justru stres, bingung, dan berujung pada penerapan pola asuh yang salah. Begitu juga yang pernah dialami Mona Ratuliu. Sempat didera rasa frustrasi saat mengasuh anak pertamanya, dia akhirnya sadar bahwa menjadi orangtua itu harus kaya ilmu. Dalam buku ini, Mona pun membagi pengalamannya dalam mengasuh ketiga anaknya. Dengan menerapkan ilmu parenting ala Indonesia yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara sejak dulu, dia mengajak para orangtua untuk menjadi teladan bagi anak, membangun semangat, dan memberi dorongan agar anak tumbuh menjadi manusia dewasa yang sesungguhnya. Yuk, terus belajar bersama anak mulai sekarang!

200 pages, Paperback

Published December 1, 2015

5 people are currently reading
86 people want to read

About the author

Mona Ratuliu

3 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (18%)
4 stars
13 (59%)
3 stars
5 (22%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Mochammad Taufik.
60 reviews2 followers
January 11, 2019
Arus deras era digital dan zaman yang sangat cepat berubah bila dibandingkan dengan saat masa kecil kita di 10 bahkan 20 tahun yang lalu, menyadarkan saya sebagai orang tua di zaman now, bahwa tidak cukup untuk melakoninya dengan mengalir saja.

Bekal pengetahuan dan kemauan belajar memahami tingkah laku anak sekarang menuntut kita, para orang tua, untuk senantiasa memperbaharui ilmu parenting kita. Buku ini amat baik menjelaskan beberapa hal yang mesti kita pahami dan terus pelajari tentang perilaku anak.

Dengan mengambil khazanah pembelajaran tempo dulu yang sudah diwariskan oleh Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, penulis buku ini, Mbak @monaratuliu mencoba mengingatkan kembali pentingnya peran orang tua agar di depan memberi keteladanan (Ing Ngarso Sung Tulodo), di tengah memberikan semangat (Ing Madyo Mangun Karso), dan di belakang memberi dorongan (Tut Wuri Handayani).

Juga soal bagaimana menyiapkan anak agar bisa melalui rasa kecewa dengan aman. Sebuah keterampilan yang menurut saya sangat penting untuk dipelajari, karena anak kita kelak akan menghadapi situasi yang tak melulu berhasil dalam upaya mengejar sesuatu yang ingin diraihnya.

Secara keseluruhan buku ini sangat baik. Dikemas dengan gaya story telling yang menarik dan beberapa contoh riil dari interaksi penulis dan anak penulis sendiri yang cukup relevan dijadikan cermin dalam mempelajari perilaku anak di zaman now.

~> Buku pertama yang selesai dibaca di tahun ini. Dibaca saat pergi-pulang kerja di kereta Jabodetabek dan juga saat malam di rumah dengan ditemani jeruk peras murni (tanpa air dan gula) buatan istri.


#ParenThink #Parenting #MonaRatuliu #KiHajarDewantara #ReadingChallenge2019 #1of40 #PepatahPamulang
Profile Image for Tamara Fahira.
130 reviews8 followers
January 8, 2022
Andai ada sekolah orangtua, ya. Beruntung kita sudah dibekali banyak sekali informasi dari berbagai belahan dunia. Zaman dulu, boro-boro para orangtua mau belajar ilmu parenting. Mana sempat, anak banyak, ngurus mereka sudah pusing.

Buku ini diceritakan mbak Mona dari pengalaman pribadinya, mengajarkan anak lebih mandiri adalah dengan tidak melulu jadi bumper ketika anak sedang dalam kesulitan. Tidak menaruh ekspektasi berlebih pada anak disaat kita sebagai orangtua bahkan membuat anak merasa tidak dihargai. Tidak kebanyakan komentar saat anak bercerita, apalagi menyalahkan.

Sebagai calon istri (barangkali juga ibu), saya sadar belajar ilmu parenting sejak dini sangatlah penting. Selain mengasah sisi ‘keibuan’ yang bakal terpakai kelak, saya pun dapat memahami bahwa sebenarnya menjadi orangtua itu banyak tidak enaknya. Perpanjang sabar, kikis ego, belajar mendewasa lebih lagi. Hitung-hitung gak cuma demi anak, bikin diri sendiri lebih baik juga.

Kita belajar ilmu parenting dari sekarang saja belum tentu diterapkan (atau yang terjadi kemudian tidak se-ideal di otak kita), apalagi tidak?
Profile Image for Rebellion Violetta.
78 reviews2 followers
July 1, 2016
Bahasanya ringan, tips-tipsnya juga tidak susah dipraktekkan karena dikasi contoh nyata dan kalimat-kalimatnya segala sama Mona Ratuliu.

Buku parenting yang tidak kebanyakan teori, simple dan tidak menggurui. Layak dibaca dan dijadikan referensi cara berinteraksi antara orang tua dan anak.

Nilai : 3,5 bintang untuk buku ini.
2 reviews
April 18, 2016
Jadi malu sendiri, baca bukunya mbak Mona ini membuka banyak pemahaman serta solusi - solusi baru. Bahwa ternyata selama ini apa yang telah saya lakukan itu masih jauh dari kata 'baik' sebagai ortu bagi anak-anakku. Buku ini merupakan bacaan ringan dan aplikatif dan pastinya akan sangat membantu bagi para ortu baru.
Profile Image for Marsha28.
146 reviews9 followers
June 15, 2019
4 STARS

Sekadar berbagi cerita, saya akan melahirkan anak pertama pada bulan Juli/Agustus. Karena itulah semenjak beberapa bulan yang lalu saya berusaha membekali diri dengan ilmu-ilmu parenting sebanyak yang saya bisa. Dari buku, podcast, dan artikel.

Saya baru mengetahui bahwa Mona Ratuliu menulis sebuah buku mengenai parenting melalui aplikasi podcast beberapa bulan lalu. Ketika itu yang dibahas sebenarnya buku terbaru Mona yang berjudul "digital parenthink". Namun sekilas menyusupkan beberapa topik dasar yang ada di dalam buku ini. Dari situ-lah saya tertarik untuk membaca "Parenthink".

Buku ini dimulai dengan kisah-kisah pribadi Mona saat awal menjadi orangtua. Ekspektasi awal saat memiliki anak, dan sikap yang diambil sebelum mulai mempelajari mengenai Ilmu Parenting. Mona menunjukan bahwa ada banyak keputusan, dan tindakan yang kita ambil, sangat berpengaruh dengan tumbuh kembang pola pikir anak.

Pada pertengahan hingga akhir buku, Mona mulai membahas apa yang harus kita lakukan sebagai orangtua pada masa awal tumbuh kembang anak. Mona memberikan contoh-contoh kegiatan sehari-hari yang mudah diterapkan dan banyak pengaplikasiannya.
Misalnya saja, "Bagaimana mengajarkan anak untuk disiplin?". Mona menjelaskan dengan rinci, kapan harus memulai, dan kapan sebaiknya anak sudah menguasai sikap disiplin. Mona juga menjelaskan contoh langkah yang harus dilakukan, dan pengalaman pribadinya saat mengajari anaknya sendiri.

Buku ini terkesan sangat dekat dan pribadi, karena banyak membahas mengenai kegiatan sehari-hari yang ada di lingkungan rumah dan melalui sudut pandang Mona, yang tentu saja juga didukung oleh pendapat para ahli. Bahasa yang digunakan dalam buku juga sangat ringan dan mudah dipahami.

Akhir kata, "Parenthink" karya Mona Ratuliu sangat saya rekomendasikan untuk para Orang tua/pasangan muda yang berencana memiliki momongan. Bagi Orang tua yang memiliki anak menginjak remaja, sebaiknya tidak membaca buku ini, karena banyak sekali topik yang dibahas adalah ketika anak berumur 0 hingga 7 tahun. Jadi saya rasa kurang pas untuk orang tua dengan anak remaja.
Profile Image for Nike Andaru.
1,646 reviews112 followers
June 13, 2019
126 - 2019

Siapa sangka ternyata Mona Ratuliu punya pengalaman kurang baik sama anak sulungnya, mungkin karena memang waktu punya anak pertama itu usianya masih sangat muda. Saya sendiri penyuka Mona sejak tampil menjadi pacarnya Lupus waktu di tv dulu, sebelum menikah dengan Indra Basco. Saya salut ternyata buku ini bukan sekedar buku parenting tapi juga buku yang membagi pengalaman Mona dalam belajar menjadi ibu.

Sebagai ibu dengan 3 anak, saya baru tau dari buku ini ternyata Mona benar-benar belajar parenting justru saat Davina berumur 7 tahun. Saya aja merasa perlu selalu belajar dari banyak orang, banyak buku untuk terus update mengerti menjadi orangtua, lah iya karena jadi orangtua gak ada sekolahnya. Bekalnya cuma mau mencoba belajar, trial error dan banyak membaca. Walaupun gak semua teori parenting bisa dengan mudah diterapkan ke setiap anak, tapi bekal pengetahuan itu tetap ada gunanya.

Mona berbagi banyak dalam buku ini, tentang bagaimana belajar menjadi ibu, belajar memahami anak di tiap fase pertumbuhan, membagi hal-hal baik yang bisa diterapkan dengan mudah pada anak-anak melalui cara bersepakat dengan anak dan mulai menjadi smartmom ketimbang super mom. Cara sharing begini lebih enak, tidak menjemukan membacanya karena didasari pengalaman bukan teori ini itu ala ini itu tapi tetap ada kajian teorinya juga.
Profile Image for Lulu Khodijah.
440 reviews10 followers
October 15, 2021
Belum punya anak kok baca buku parenting?

Nggak papa. Sebetulnya buku parenting membahas tentang manusia kan, hanya usianya dini. Jadi bisa menjadi bekal untuk menghadapi beragam jenis manusia di sekeliling kita.

Bisa juga untuk merefleksikan, pola asuh apa yang diterapkan orang tua selama ini?
Jika ada perilaku menyimpang yang pernah aku lakukan, adakah hubungannya dengan pola asuh tersebut?
Nah. Proses refleksi itu sebagai pembelajaran agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Di buku ini, Mona Ratuliu memprioritaskan kemampuan anak untuk mengambil keputusan sebagai skill utama. Kenapa? Jelas, sepanjang hidup kita akan dihadapkan banyak pilihan. Dan ada resiko yang mengikutinya. Pilihan itu bisa enak vs tidak enak. Enak vs enak. Atau justru tidak enak vs tidak enak.

Peran orang tua apa? Fasilitator. Pemberi informasi yang akurat dan benar (sesuai value masing-masing keluarga) agar anak dapat menjalani pilihannya dengan bertanggung jawab. Jangan sampai ya, orang tua memutuskan segalanya tanpa melibatkan anak. Meski kesannya anak jadi penurut, ada yang dikorbankan yaitu minimnya kedekatan emosi orang tua-anak.

Buku ini cukup mudah dipahami. Penjelasannya diambil dari pengalaman parenting Mona Ratuliu sendiri. Sedikit teori yg dipaparkan. Jadi berasa real aja gitu.

Selamat belajar para (calon) orang tua 😄
Profile Image for Siwilih Nurdayati.
33 reviews
January 16, 2019
Bahasa yang dipakai ringan banget seperti ngobrol langsung . Tips-tips yang diberikan juga mudah dimengerti, mungkin yang kurang adalah di contoh yang konkretnya.
Buku yang bisa menggugah pemikiran banyak orang tua tentang pola pengasuhan selama ini. Banyak yang berkiblat pada pola asuh barat padahal dari jaman dulu kita sudah ada pakar parenting Indonesia dan penulis menggunakan pola suh Indonesia untuk menggambarkan tips parentingnya.
Profile Image for Ashri.
133 reviews6 followers
July 17, 2021
Rasanya kayak lagi curhat sama temen deket. Huhu. Udah lama habis baca buku enggak nangis. Padahal buku parenting, lho. Bagus juga editornya ngejaga supaya bukunya enak dibaca tapi tetep sesuai kaidah bahasa Indonesia. Mungkin ini namanya baca buku yang tepat di waktu yang tepat.
1 review
August 12, 2020
Yang membuat saya berkesan dari buku ini adalah, karena bahasanya yg ringan dan mudsh dicerna
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.