Tidak perlu minder, iri, bahkan terobsesi nyaris menyerupai mereka. Dalam kesempurnaan yang terlihat oleh mata, mereka pun memiliki noda. Cukup syukuri titipan Allah dengan menjaga dan merawatnya secukupnya ~ h. 25
Tak perlu harus menjadi boneka yang terus menerus diatur oleh fashion/mode. Pencapaian kesempurnaan yang semu dan hanya berdasarkan mata fisik, akan terasa melelahkan. Saat yang dicari hanyalah kepuasan duniawi, bisa dipastikan, titik akhir tidak akan pernah ditemukan. Kun Anta. Jadilah Diri Sendiri.
Buku ini tampilannya lucu dan menarik, cerita, komik, quote digabung menjadi satu dengan tampilan seperti mading atau scrapbook. Lucuk! hihii
Recommended buat yang ingin memaknai arti cantik yang sesungguhnya. Bukan melulu cantik fisik, tapi cantik dari hati, cantik yang terpancar dari iman dan amal shaleh.
Gaya bahasanya khas remaja dan anak gadis, jadi saya agak2 gimanaaa gitu bacanya hehe, berasa baca chiclit #lol (I'm not a fan of chiclit or teenlit).
Materi bahasannya (tentang cantik) cukup lengkap. Dari mulai adab berpakaian, berdandan, dsb. Cantik dari hati, cantik jadi diri sendiri.
Kun Anta sendiri artinya jadi diri sendiri (be yourself). And I'm absolutely agree on this one. That any girl/woman is beautiful as long as she stay being herself. More over if she didn't do it to please anyone except her God.
Very nicely written, easy to understand (especially when you don't speak the native language of Bahasa Indonesia) and most importantly, I got the whole message what the writer is trying to share.
I love how the books focuses on self-love ( is that how you describe it?). I like the first part of the book which actually tells the guidelines of being a better Muslim. The basic teachings of Islam along with the Qur'anic verses and Hadith which sometimes I took it lightly (Astaghfirullah) and in between the book, there's a comic and REAL STORIES of sisters who has found their light in this darkness (or in other words, Hidayah)
Nonetheless, I enjoyed reading this book and it hit me so much. Basically, this book taught me on how to be yourself (literally, Kun Anta) and there's no need for you to be someone you don't want to be. In this dunya, our main goal is to seek His pleasure and why should we care about other people's opinion of how we look or how we present ourselves to them......
This entire review has been hidden because of spoilers.
Aku udah baca buku ini waktu sma, jadi temenku baru beli dan langsung aku pinjem. Ya allah bener-bener emang bagus, aku juga sering diingatkan oleh buku ini tentang bagaimana adab seorang perempuan. Perempuan mahal itu bukan karena penampilan atau skincare yang mahal, melainkan perempuan yang tidak senang dipandang oleh lawan jenis. Perempuan yang ketika hijabnya tersingkap akan tergopoh-gopoh membenahinya.
Bahasanya asik, nggak terkesan menggurui tapi tetap mampu menyampaikan pesan untuk mengajak kepada kebaikan (dalam hal ini kebaikannya yaitu menghargai/mencintai diri sendiri).
Saya membeli buku ini karena melihat postingan instagram. Melihat judulnya, saya langsung teringat kepada lagu Humood Alkhuder dengan judul yang sama. Melihat review nya pun membuat saya menarik dan akhirnya saya pun membelinya. Buku ini ditulis dengan gaya tulisan yang menarik sehingga tidak mudah bosan saat membacanya. Sesuai dengan judulnya, "Kun Anta" yang artinya jadilah diri sendiri. Buku ini lebih condong mengajak kita menjadi diri sendiri sesuai dengan kaidah-kaidah islami. Bagian buku yang paling saya suka adalah saat sharing kisah-kisah nyata mengenai bagaimana kita mencintai diri kita sendiri. Ada satu cerita tentang bagaimana seorang wanita ingin mencari perhatian lawan jenis yang ia suka, ia berdandan semenarik mungkin hingga melepas jilbab. Kenyataan akhirnya, usahanya sia-sia karena lawan jenis yang ia sukai telah menjadi milik orang lain. Kisah-kisah seperti itu banyak terjadi di kehidupan. Buku ini memberi pelajaran bahwa, "Jadilah diri sendiri., cantiklah dengan caramu sendiri, dan jadilah cantik di mata Allah" Buku yang sangat inspiratif!
Tak perlu harus menjadi boneka yang terus menerus diatur oleh fashion/mode. Pencapaian kesempurnaan yang semu dan hanya berdasarkan mata fisik, akan terasa melelahkan. Saat yang dicari hanyalah kepuasan duniawi, bisa dipastikan, titik akhir tidak akan pernah ditemukan. Kun Anta. Jadilah Diri Sendiri.
Wahai kaum Hawa, siapa sih diantara kalian yang tidak senang dianggap cantik? Sekalipun lain di lisan, di lubuk hati setiap kaum Hawa pasti mereka ingin dianggap cantik. Apalagi oleh lawan jenis yang notabene-nya diciptakan dengan satu kelemahan di mata mereka. Namun apakah betul anggapan cantik seperti itu membuat tenang dan bahagia?
Di buku ini dijelaskan betul seperti apa kecantikan sejati itu. Bahasanya cukup ringan dan bersahabat sehingga saya merasa bahwa buku ini bisa mudah dicerna oleh para remaja. Buku ini bisa banyak memberikan motivasi dan tips kepada para kaum Hawa jika ingin terlihat cantik, lebih cantik, dan semakin cantik tanpa polesan kosmetik! :D