Jump to ratings and reviews
Rate this book

Remember Amsterdam

Rate this book
Amy Maycott sadar, menikahi seseorang yang tidak dicintai hanya akan membawa masalah. Itulah alasan mengapa ia harus menghentikan rencana pernikahannya dengan Ton van der Deen. Mungkin lebih tepatnya melarikan diri dari pernikahan itu. Pelarian Amy ke Amsterdam mempertemukan gadis itu dengan Liam Sparks, musisi muda yang sedang naik daun dan digilai fans. Sosok Amy yang kikuk dan misterius, membuat Liam tertarik menjadikan gadis itu tameng dari serbuan gosip media.

Perasaan Liam yang semakin kuat dan kenyataan bahwa Amy Maycott bukanlah gadis sembarangan, membuat Liam jadi mempertanyakan niatnya. Amy pun sadar bahwa ia tidak bisa selamanya melarikan diri. Ketika masa lalu dan masa depan bertarung di depannya, akankah Amy kembali lari dan menjauh dari kebahagiaan?

“Cinta itu abadi, tapi bisa berpindah ke hati yang lebih menghargainya.”

368 pages, Paperback

First published February 22, 2016

5 people are currently reading
59 people want to read

About the author

Vira Safitri

7 books29 followers
Meski tidak semua pembaca menyukai ceritaku, tapi kupastikan: aku menyukai semua pembacaku.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (14%)
4 stars
33 (47%)
3 stars
24 (34%)
2 stars
3 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for Utha.
825 reviews405 followers
May 4, 2022
Novel pertama Vira Safitri yang aku baca tuh New York After The Rain. Di novel itu, aku ngerasa gaya nulisnya biasa aja, meski plotnya cukup oke. Tapi untunglah aku nggak kapok baca novelnya.

Di novel ini, kayaknya gaya nulis pengarangnya berkembang. Ceritanya mengalir banget... dan yang jelas buat geregetan sendiri sih... Tone-nya mirip novel MetroPop Francisca Todi.

Kapan-kapan diulas. Kalo nggak males... xD
Profile Image for Anastasia Cynthia.
286 reviews
March 7, 2016
“Cinta itu abadi, tapi bisa berpindah. Berpindah ke hati yang lebih menghargainya.” –Remember Amsterdam, hlm. 78



Amy hanya ingin menikah dengan sosok yang dicintainya. Bukan semata-mata dijodohkan atas nama orang tua yang tak pernah ia temui delapan tahun lamanya. Keputusannya sudah bulat. Namun, hati Amy tetap tidak tenang. Setelah merencanakan hal gila dengan Karen, kini ia harus menghadapinya sendiri. Duduk di ruang tunggu Bandara Heathrow sambil meredam phobia terbangnya.

Kegaduhan itu datang begitu saja. Saat seorang penyanyi Amerika—Liam Sparks, duduk tak jauh dari dirinya. Amy tidak begitu tertarik dengan perjumpaan pertamanya dengan penyanyi asing itu.

Tetapi, akibat ulah bodoh yang membuatnya terkunci di kamar mandi. Tak ayal mereka pun bertatap muka dan mendarat di kursi penumpang yang bersebelahan. Amy memperkenalkan diri sebagai Amy, si asisten kurator seni. Bukan sebagai Amy Maycott. Sedangkan, Liam malah bersikap santai tanpa tahu bahwa dirinya baru saja membuat kekacauan di media sosial.

Liam Sparks menganggap Amy sebagai perempuan yang luar biasa. Lewat perbincangan mereka di pesawat, Liam menjadi semakin penasaran dengan perempuan itu. Rencananya untuk menghampiri Tilburg berakhir di Kota Amsterdam. Mengejar sosok Amy yang membuatnya selalu berdebar-debar.



Vira Safitri sempat berkilah saat ditanyai mengenai penggagasan “Remember Amsterdam” dan konfliknya yang begitu rumit. Katanya, premisnya sederhana: Amy Maycott hendak membatalkan pertunangannya dengan pria pilihan sang ibu. Namun, tidak bisa dimungkiri. Dari sebuah permis yang sedemikian klise dan sederhana, Vira Safitri sendiri dapat mengembangkannya menjadi rangkaian konflik berantai. Terlebih dengan dilatarbelakangi semilir angin di Kota Amsterdam. Lengkap sudah perjalanan pertama saya bersama novel Amore.

Impresi awal saya pada Amore sesungguhnya tidak terlalu tinggi—malah sempat meremehkan. Dari tipikal ceritanya yang mirip serial novel Harlequin, tokoh-tokohnya punya pemikiran tentang jenjang pernikahan, dan selalu diakhiri dengan akhir yang bahagia. Tiga poin penjabaran tersebut serta-merta merangkum Amore sebagai novel yang mudah ditebak.

Namun, Vira Safitri dengan “Remember Amsterdam”-nya malah tidak mengambil tiga patokan tersebut sebagai hukum wajib untuk menulis novel Amore. Walau dengan kadar roman yang dijunjung tinggi sebagai prioritas pertama, Vira Safitri tidak kehilangan akal untuk mengemas ceritanya menjadi menarik. “Remember Amsterdam” banyak memadukan unsur musik, seni lukis, bisnis, travelling, dan sedikit bumbu dari dunia modelling serta publishing. Dengan latar belakang yang beraneka ragam tersebut, saya akui, penulisnya dapat menjelaskan perkara tiap tokoh dan pekerjaan mereka dengan terperinci. Masalah spasialnya pun dideskripsikan dengan amat jelas, bukan hanya tempat berlabel nama, tapi tiap bangunan yang dilalui, taman yang dikunjungi, punya kesan historikal yang unik dan dijelaskan satu per satu.

Baca selengkapnya & ikuti giveawaynya (hingga 9 Maret 2016): https://janebookienary.wordpress.com/...
description
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
May 10, 2016
Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Kak Vira Safitri. Setelah sebelumnya, aku menikmati membaca New York After Rain, kali ini Kak Vira membawaku menelusuri Kota Amsterdam bersama Amy Maycott dan Liam Sparks.

Amy dan Liam awalnya hanyalah orang asing yang bertemu di bandara. Amy dan Liam sama-sama mempunyai tujuan penerbangan yang sama, Amsterdam tetapi dengan misi yang berbeda. Amy ingin bertemu dengan ibunya untuk membatalkan pertunangannya dengan Ton van der Deen sedangkan Liam ingin menonton konser Yann Tiersen, idolanya. Namun, kedatangan Liam ke Amsterdam membawa rumor ke media, bahwa Liam ingin bertemu dengan Irina, wanita yang pernah dekat dengannya dan sekarang bertunangan dengan sahabatnya.

Liam bukanlah pria biasa, Liam adalah seorang musisi muda nan berbakat yang banyak digilai oleh fansnya. Musiknya mempunyai tempat tersendiri di hati penikmatnya, namun Amy sama sekali tidak mengenalnya. Amy malah terusik dengan kehadiran Liam yang cukup menyita perhatian publik. Sayangnya,takdir berkata lain, beberapa insiden kecil membuat mereka bertemu lagi dan lagi, dan Amy tidak bisa menghindar.

Liam malah semakin tertarik dengan Amy karena penasaran dengan sosoknya yang seakan tidak peduli dengan pesona dan dirinya yang terkenal. Liam merasa menemukan wanita yang cocok untuk dijadikan pengalihan gosipnya dengan Irina.

Namun, kadang-kadang rencana hanyalah rencana. Hubungan mereka pun semakin dekat dan mencair, Liam tidak lagi menganggap Amy sekedar tameng malah timbul rasa nyaman diantara keduanya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana nasib pertunangan Amy? Bagaimana hubungan Liam dan Irina?

“Cinta itu tak selamanya adil. Terkadang dia membuat kita berjuang melawan sesuatu yang sudah jelas tidak bisa kita menangkan. Lebih parah lagi, mampu membuat kita bahagia dan menderita pada waktu yang sama, bukan begitu?”

Kak Vira hadir kembali dengan karya terbarunya, Remember Amsterdam. Melalui novel ini, sebagai pembaca aku diajak berkenalan dengan sosok Liam dan Amy, dua orang asing yang bertemu di bandara. Dua orang asing yang awalnya tak saling mengenal dengan dua dunia yang berbeda. Insiden kecil yang memaksa mereka bertemu menghadirkan pertemuan-pertemuan lainnya yang mendekatkan mereka.

Aku suka dengan bagaimana Kak Vira mempertemukan Liam dan Amy yang tak biasa, kemudian interaksi pun bergulir. Bagaimana akhirnya Liam memaksa untuk mengikuti Amy kemana pun Amy pergi dan sedikit melupakan misi awalnya datang ke Amsterdam. Awalnya memang Liam sekedar ingin menjadikan Amy pengalih perhatian atas gosip yang beredar tentangnya, tetapi perlahan-lahan chemistry yang terbangun diantara keduanya menghadirkan percik-percik asmara yang sulit untuk ditolak.

Novel ini tidak hanya menyoroti hubungan Liam dan Amy saja, tetapi kisah percintaan mereka yang “belum selesai”. Bagaimana Liam akhirnya terjebak dengan tunangan Amy yang temperamental dan posesif, sebaliknya Amy harus menghadapi Irina, wanita yang pernah dekat dengan Liam yang cemburu akan kehadirannya. Tidak hanya itu, Kak Vira pun menghadirkan kisah keluarga Amy, tentang kedua orang tua Amy yang telah bercerai, yang membuat hubungan Amy dan ibunya sedikit berjarak. Sulit sekali bagi Amy maupun ibunya untuk saling mengerti masing-masing, padahal jika dilihat mereka saling menyayangi dengan caranya masing-masing.

Ada beberapa tokoh pendukung yang hadir dalam kisah Amy dan Liam, selain Irina maupun Ton, juga kedua orang tua Amy, dan semuanya punya perannya masing-masing yang mewarnai kisah ini. Aku suka interaksi yang dibangun diantara para tokoh, tidak sekedar muncul sesaat tetapi lebih memperkuat konflik yang ada.

Aku dibuat gregetan dengan sikap Liam yang kurang tegas terhadap Irina, begitu juga aku dibuat membenci Ton karena sikapnya yang temperamental dan suka main tangan. Aku suka sekali adegan saat ayah Amy menyelesaikan permasalahan Amy dan Ton, alih-alih memarahi bahkan menasihati, ayah Amy malah mencoba menceritakan kisah cintanya sendiri dan berharap Ton bisa belajar karenanya.

“Sebesar apa pun cinta yang kau miliki untuk seseorang yang tidak mencintaimu, segalanya akan sia-sia pada akhirnya.”

Banyak hal menarik dalam novel ini yang membuatku betah saat membacanya. Latar belakang pekerjaan Amy dan Liam juga menarik, aku suka sekali saat adegan mereka saling mengenalkan dunia seni yang sangat mereka cintai. Amy dengan lukisannya, dan Liam dengan musiknya, begitu memikat dan memorable sekali.

Setting Amsterdam yang dibangun pun cukup memanjakanku, tidak sekedar tempelan belaka. Penggambarannya cukup detail dan seakan-akan aku sedang menemani Liam dan Amy menjelajahi Amsterdam.

Walau memang awalnya novel ini terasa lambat sekali, tapi jangan khawatir kamu akan betah membacanya hingga akhir. Kak Vira mampu menghadirkan konflik demi konflik yang akhirnya berujung klimaks di akhir. Memang seperti novel romance pada umumnya, kamu akan bisa menebak akan dibawa kemana kisah ini, tapi aku yakin kamu akan tetap terhibur dengan kisah Liam dan Amy.

“Cinta dan pernikahan dua hal yang berbeda. Cinta berasal dari ketulusan hati, tapi pernikahan adalah belajar bertanggung jawab, mengatasi masalah bersama, dan membangun hubungan jangka panjang. Percayalah, kau tidak butuh cinta untuk melakukan hal-hal semacam itu.”

Overall, novel ini membuka pemahaman bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. Ada kalanya, kita harus merelakan seseorang yang kita cintai untuk meraih kebahagiaannya sendiri.
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
March 29, 2017
Suka suka suka <3

Suka sama karakter-karakternya, suka dengan plotnya, suka juga sama perpindahan kameranya yang pas, manis, sekaligus bikin penasaran :)

Mengingat kemampuan saya baca buku lebih dari 250 halaman sedang diuji, rasanya baca ini kurang dari 3 hari adalah rekor tersendiri. Dan nggak pakai skimming =))

Ulasan lengkap segera.
Profile Image for R. Wahyu.
Author 8 books14 followers
June 2, 2016
Judul Buku : Remember Amsterdam
Penulis : Vira Safitri
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 368 hal, 20 cm
Tahun : 2015
ISBN : 978-602-03-2336-7

Amy Maycott seorang gadis yang bercita-cita menjadi pelukis namun terdampar menjadi kurator karena pengaruh ibunya. Ibunya jugalah yang menjodohkannya dengan Ton van der Deen. Karena tidak ingin mengecewakan ibunya, Amy terpaksa menerima perjodohan itu meskipun sebenarnya dia tidak mencintai Ton. Amy berharap rasa cinta akan datang nanti. Namun setelah dua tahun bersama pria itu, Amy sadar dia hanya memaksakan diri untuk terus bersama dengan Ton. Amy lantas terbang dari London ke Amsterdam untuk menyampaikan pembatalan pernikahannya pada ibunya.
Perjalanannya ke Amsterdam mempertemukan Amy dengan Liam Sparks, musisi muda yang sedang naik daun. Beberapa kejadian unik akhirnya membuat mereka menjadi deka hingga menumbuhkan benih-benih cinta di hati keduanya. Namun Amy sadar bahwa Liam memiliki tujuan lain untuk mendekati dirinya, dan itu bukan cinta.
Sudah lama sekali sejak saya memenangkan give away buku ini di blognya Kak Anastasia Cynthia T (@frostbitiggy). Maaf banget kak baru sekarang sempat menulis reviewnya. Terima kasih banyak sudah memilih saya menjadi pemenang.
Jujur saja... saya ini kurang menyukai novel dengan latar luar negeri karena keterbatasan daya imajinasi saya hehe. Namun Novel Kak Vira yang satu ini cukup menarik untuk di baca. Membaca kisah tentang Amy membuat saya teringat akan diri saya sendiri. Saya menjalani profesi yang sebenarnya tidak pernah saya cintai karena anjuran orang tua. Sungguh sulit untuk memaksakan diri mencintai apa yang sebenarnya tidak kita cintai.
Hubungan Antara Amy dan Liam berjalan pelan namun sangat manis. Beberapa kecerobohan Amy membuat Liam sial. Penggambaran karakter dari novel ini cukup dalam. Deskripsi tempatnya jelas. Meski didominasi dialog namun tidak membuat pace cerita terasa cepat. Sudut pandang orang ketiga yang digunakan Kak Vira sangat menarik dan membuat saya keki sendiri dengan kesalahpahaman antar tokoh yang terjadi dalam novel ini.
Ada satu tokoh yang sangat amat tidak saya sukai yaitu Irina yang sikapnya sangat kekanak-kanakan. Berbeda dengan Ton yang pada awalnya memang menyebalkan namun berubah seiring dengan cerita.
Dua tokoh yang sangat saya sukai adalah Karen, sahabat Amy yang selalu memberikan dorongan pada Amy. serta Arthur, Ayah Amy yang sangat bijaksana. Satu kutipan kata-kata yang paling saya sukai dari Arthur adalah :
"Cinta itu tak selama adil.... (hal 296)
"Terkadang dia membuat kita berjuang melawan sesuatu yang sudah jelas tidak bisa kita menangkan. Lebih parah lagi, mampu membuat kita bahagia dan menderita pada waktu yang sama, bukan begitu?" (hal 296)
Kisah cinta orang tua Amy juga menjadi bumbu yang manis dalam kisah ini. Saya merekomendasikan cerita ini bagi siapa saja yang menginginkan kisah cinta yang sederhana namun manis.


Profile Image for Nurina Widiani.
Author 2 books15 followers
June 20, 2016

Remember Amsterdam menjadi pengalaman pertama saya mencicipi karya Vira Safitri. Pengalaman yang meninggalkan kesan manis di benak saya.

Dengan menggunakan POV orang ketiga serba tahu, saya bukan saja diajak menyelami pikiran dan perasaan sang tokoh utama, tapi juga tokoh sampingannya. Alurnya maju dan temponya sangaaaat lambat. Vira Safitri menggambarkan dengan detail adegan-adegan selama Liam dan Amy bersama di Amsterdam. Baru di akhir seusai puncak masalah, tempo menjadi lebih cepat.

Setting Amsterdam-nya terasa kuat dan saya suka dengan detail penyebutan lokasi yang dituju. Suasananya cukup kental saat Liam dan Amy bersepeda bersama.

Karakter dalam novel ini cukup banyak dan rupanya peran mereka bukan hanya sekedar penambah bumbu cerita, tapi sebagai pelengkap puzzle. Setiap tokoh sampingan, uniknya saling berhubungan. Hanya saja beberapa hubungan saya rasa cenderung dipaksakan sehingga kurang natural. Seperti misal ternyata Sebastian—adik sahabat Amy—yang membantu Christian membawa Irina ke kamar hotel Liam. Saya sadar adegan ini nantinya digunakan untuk membantu meyakinkan Amy, namun menurut saya kebetulannya terlalu dipaksakan.

Saya sangat menyukai karakter Amy yang misterius dan membumi. Apalagi saya memang mengagumi profesi kurator, dan Amy bukan hanya sekedar kurator tapi juga pelukis. Pelukis yang jeniusnya kebangetan.
Liam juga karakter yang menyenangkan, sedikit keras kepala jika menginginkan sesuatu, tapi sayangnya kurang tegas terhadap Irina. Sikap iya-enggak-iya-enggak Liam terhadap Irina benar-benar bikin geregetan karena memberi celah bagi Irina untuk berbuat seenaknya.
Tapi yang menarik justru karakter ayah Amy, Arthur Maycott. Tipe ayah apalagibketika ketika sedang berusaha mengintimidasi orang yang menyakiti putrinya.
Chemistry antar tokohnya cukup cair dan konsisten.

Overall saya menikmati membaca Remember Amsterdam. Saya bukan hanya menemukan kisah Liam dan Amy yang manis tapi juga kisah cinta orangtua Amy yang walau berpisah namun tetap bertahan.
Profile Image for Joy Agustian.
Author 3 books3 followers
August 9, 2018
what can I say? gue sendiri bingung mesti mulai dari mana.

to make it clear, gue uraikan alasan kenapa gue kasih tiga bintang untuk Remember Amsterdam-nya Vira Safitri.

1. sampulnya yang ciamik, kalem dan sendu banget. ditambah lagi ada gambar biola merahnya yang seketika mengingatkan gue sama film Red Violin. Plus, gue saat itu sedang mengerjakan naskah novel fiksi yang ada kaitannya sama alat musik viola. apparently, this book didn't help me that much. my mistake i put expectation too high. hehe

2. deskripsi karakter dan setting-nya yang benar2 rapi. gue kagum sama cara penyampaian penulis ketika dia menggambarkan sebuah bangunan, kanal2 di Belanda dengan sangat imajinatif. ketahuan banget kalau Vira Safitri sangat sering menulis dan membaca. terlebih, kepiawaian Vira dalam menjelaskan seperti apa sosok Liam yang (probably) over-rated, almost perfect, yet absolutely boring after all.

3. side-story yang dimiliki tiap tokohnya sangat kompleks tapi terpetakan dengan rapi. gue sih menduga baik penulis maupun editornya sangat bekerja keras dalam menyulap buku ini.

terlepas dari tiga poin di atas, ada beberapa hal yang bikin gue — terus terang aja — nggak terlalu menikmati ceritanya.
1. karakternya yang terlalu sempurna; Liam Sparks yang terlalu hollywood, watak Amy yang nggak konsisten — kadang keras kepala, kadang bego banget.
2. terlalu banyak kebetulan. okay, gue tahu ini adalah cerita fiksi. akan tetapi, ketika si A punya hubungan dengan B, dan B ternyata kenal C, begitu seterusnya, itu tuh kayak setting-an banget. Kayak film2 Indonesia yang bener2 maksa jalan ceritanya.
3. penuh akan keajaiban yang terkadang nggak masuk akal. kita semua tahu bahwa Karen ini adalah seorang perawat rumah sakit. anehnya, dia bisa dengan bebas keluar masuk pesta kenamaan dan nggak masuk kerja di hari berikutnya as if dia yang punya rumah sakit. seriously, are you joking? ditambah lagi dengan emaknya Amy yang tiba2 ketemu Liam di butik dan minta doi buat cariin gaun untuk putrinya. Belanda tuh sekecil apaan sih emang?

secara keseluruhan, buku ini nggak buruk kok. sangat dianjurkan dibaca bagi kalian penyuka cerita manis yang banyak lika-likunya. meskipun pada awalnya, gue berekspektasi bahwa buku tema Amore selalu berisi cerita tentang kehidupan percintaan yang sedikit pelik dan rumit. xx
Profile Image for Yumiko Alida.
5 reviews
October 1, 2018
Satu hal yang saya suka dari novel-novel kak Vira, cara penggambaran latar tempatnya bukan sekedar tempelan, tidak seperti yang saya baca di beberapa novel karangan author lain. Suasananya bisa dirasakan sendiri di sini.

Karakter-karakternya cukup bagus, dan bagaimana Kak Vira bisa menghubungkan satu novel dengan novel sebelumnya, bisa dibilang unik.

Ide ceritanya bisa dibilang sudah sedikit mainstream (you know lah, dijodohin terus kabur gitu:v), makanya pas di awal baca blurb novel ini agak ragu untuk beli. Tapi karena sudah terpikat sama novel sebelumnya, jadi saya yakini diri saya, novel ini pasti bagus. And finally... kak Vira mengeksekusi idenya dengan baik dan tepat.

Secara keseluruhan penulisan di Remember Amsterdam lebih tertata dan terkesan tidak sekaku novel Kak Vira sebelumnya. Awalnya, saya sempat lebih menyukai ini daripada novel sebelumnya. Tapi setelah dibaca berulang, menurut saya emosinya lebih mendalam di novel sebelumnya. Meskipun yang di sini juga lumayan.

Dan karena saya lebih mementingkan emosi di atas segalanya--yang dimana jadi faktor penunjang banget karena ini genrenya kan romance, jadi saya kasih 3 bintang deh, yang sebenarnya termasuk kategori bagus.

Btw, novel kak Vira recommended banget kok:)
Profile Image for Rifani Magrissa.
129 reviews6 followers
August 24, 2020
Novel kedua dari Vira Safitri yang saya baca.
Sebenarnya alur cerita yang disajikan penulis cukup menarik. Penulis mampu membuat saya bertahan untuk menyelesaikannya. Hubungan antara Liam dan Amy cukup membuat saya tertawa geli. Inti cerita yang disajikan penulis pun cukup kompleks antara pernikahan, keluarga, dan perasaan yang sesungguhnya dimiliki oleh Amy dan Liam. Sosok Amy menurut saya terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan terlebih dengan latar belakang keluarga yang bisa dikatakan 'waw'. Lalu Liam dengan segala ketenarannya membuat saya berpikir, barangkali memang seperti itulah jodoh. Setara. Walaupun pertemuan antara 'bintang' dengan seseorang kalangan bawah seringkali muncul di drama televisi, sehingga terkesan ya seperti itu.

Namun, terlepas dari semua itu saya suka sisi-sisi keluarga yang muncul dari cerita ini.
Ending cerita? Hmm yaa seperti itu. Sungguh berakhir bahagia. Tapi yaa hanya seperti itu, setelah berkali-kali tarik ulur yang sangat drama :D
Setidaknya novel ini bisa menemani waktu luangmu terutama saya yang berada di Pulau tanpa akses internet yang stabil, wkwk :D :D
Profile Image for Gistii Adistie.
19 reviews2 followers
May 27, 2017
Awalnya saya penasaran membaca Remember Amsterdam ini karena membaca buku New York After The Rain. Menurut saya gaya bahasanya cukup ringan dengan akur yang dikemas sangat bagus. Saya berharap Remember Amsterdam jg memiliki feel yang sama saat saya membaca NYATR.

Ternyata setelah saya selesai membaca buku ini saya jatuh cinta. Penggambaran tokoh dibuku sangat bagus, penulis mengemas emosi, alur dan permasalahan ceritanya jg sangat bagus. Terutama penggambaran Amsterdamnya yang cukup bagus. Karena itu saya memberi 4 bintang untuk buku ini.

Remember Amsterdam ini membuat saya ingin membaca buku" Vira Safitri yang lain. Ada saran?
Profile Image for Windy Puteri.
9 reviews
October 28, 2020
Ternyata Remember Amsterdam (yang menjadi judul buku ini) adalah ....
Okay, kamu harus baca.

Liam Sparks adalah seorang musisi asal Amerika yang sedang berlibur di Amsterdam, sebenarnya tujuannya adalah Tilburg sampai ia bertemu dengan Amy Maycott di bandara yang membuatnya takkan pernah melupakan Amsterdam.

Buku ini bergenre romance.
Walaupun alur di awal buku terkesan lambat tapi alur akhirnya bikin greget.
Cocok buat kamu yang kepengen baca yang ringan².
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
November 23, 2018
Waww nggak nyangka alurnya bakal gini. Awal-awalnya mungkin bakal ngerasain jenuh dan bosan karena panjabaran yg lambat. Namun makin ke halaman selanjutnya alur ceritanya semakin asyik dan terus dibuat penasaran. Apalagi romance nya yang lucu dan seru dan siap-siap aja dibuat meleleh, hahahah..

Dengan karakter Amy yang kelewat polos, huftt, Pembaca ikutan jadi gregetan dengan tingkahnya itu :D
Profile Image for Vania.
3 reviews
March 5, 2016
Well, ini novel pertama Vira Safitri yang saya baca. Awalnya pengen banget baca novel ini karena latar tempatnya di Belanda (satu-satunya negara yang sangat ingin saya kunjungi tapi hingga saat ini belum tercapai).

*
Amy Maycott dan Liam Sparks, sama-sama mencoba melarikan diri dari pasangannya masing - masing. Amy, yang telah dijodohkan oleh ibunya dengan seorang model bernama Ton van der Deen, berangkat ke Amsterdam untuk menemui ibunya agar membatalkan pernikahannya dengan Ton. Dalam perjalanannya menuju Amsterdam, ia bertemu Liam Sparks, seorang musisi yang sedang digandrungi pada saat itu. Amy yang tidak mengenali Liam sebagai seorang idola masakini ditambah sifat Amy yang pendiam, kikuk, membuat Liam penasaran. Kejadian diawali dari pertemuan Amy dan Liam di Bandara Heathrow, dimana Liam menemukan Amy dengan tingkah laku anehnya mulai dari mengorek tong sampah (tanpa disadari ia membuang handphone miliknya ke tong sampah dan setelah menyadari perbuatannya, ia berusaha menemukan handphonenya kembali) hingga tragedi terkuncinya Amy di toilet bandara akibat ulah bocah iseng.
Tidak sampai disitu, setelah berada di dalam pesawat, Amy pingsan sehingga Liam merasa terus direpotkan olehnya.
Tingkah laku Amy yang 'tidak biasa' membuat Liam semakin ingin mengenalnya lebih jauh. Hingga setibanya di Amsterdam, Liam berusaha berada sedekat mungkin dengan Amy. Mulai dari mencari penginapan di dekat rumah sahabat Amy (Karen Mulder) *tempat Amy menginap*, hingga menemui Amy setiap hari dengan modus sekedar ngajak jalan atau nongkrong.

*
Liam Sparks berusaha menghapus bayang-bayang mantan kekasihnya, Irina Everhart, dari dalam dirinya. Kepergiannya ke Belanda dengan tujuan menghadiri konser salah satu musisi ternama tanpa ingin mengusik kehidupan Irina yang tinggal disana. Liam jelas tidak ingin mengganggu hubungan Irina dengan sahabatnya, Taylor. Namun, Irina yang masih sangat mencintai Liam, mengetahui keberadaan Liam di Amsterdam dengan seorang gadis (Amy), membuatnya berang. Momen ini dimanfaatkan oleh Liam untuk menghindari Irina selama-lamanya. Setidaknya dalam satu hari Liam pernah menghabiskan waktunya bersama Amy. Rasa penasaran media dan Irina akan sosok Amy semakin menjadi. Hingga pada suatu hari, Irina, yang dalam keadaan mabuk ditemani oleh Christian O'Hara (manager Liam), dengan bantuan dari Sebastiaan Mulder (adik kandung Karen Mulder) yang bertemu di tengah jalan, diantar menuju hotel tempat Liam menginap dikarenakan Christian tidak mengetahui tempat tinggal Irina. Liam semakin geram dan mengutuk managernya karena telah membawa Irina ke hotel tempatnya menginap. Keesokan harinya, Amy ingin mengembalikan violin milik Liam yang tertinggal di rumah Karen dan saat pintu kamar Liam dibuka, kehadiran Amy membuat Irina semakin nyata melihat sosok gadis yang dekat dengan Liam, yang selama ini ramai dibicarakan publik. Amy semakin gugup dan berusaha pergi dari tempat itu secepatnya.

Page 215
"Kau mencari seseorang?" tanya Irina.
"Ya, aku mencari kamar John. John Lennon. Kau tahu kamarnya dimana?"
"Bukankah musisi itu sudah meninggal puluhan tahun lalu?"
"Bukan, bukan John Lennon yang itu. John Lennon yang satu lagi."
"Maaf, tapi aku tidak tahu siapa pun yang bernama John Lennon selain musisi itu."
"Baiklah, aku harus pergi sekarang. Lupakan saja yang barusan."

Kepada managernya, Liam telah mengakui bahwa ia hanya memanfaatkan Amy sebagai tameng dari gosip media yang menerpa. Gosip yang mencecar hubungan Liam dan Irina. Setelah usahanya berhasil, ibarat pepatah senjata makan tuan, Liam malah semakin mencintai Amy sungguh-sungguh.............

*sekian dulu, review lengkap ditambahin di blogku* :)



Gaya penulisan mbak Vira di novel ini bagus, mengalir, simple. Saya suka konfliknya, ikatan hubungan antar tokoh (saling terkait, serasa dunia selebar daun kelor :D), dan kejadian-kejadian di dalamnya yang tidak terlalu membosankan atau bertele-tele. Ada unsur-unsur seni juga di dalamnya, baik seni lukis maupun seni musik. Satu lagi, saya suka penulisan mengenai latar tempat dan suasananya meski tidak terlalu detail, serta beberapa kosa kata Belanda yang ditambahkan dalam cerita ini. Namun, tidak terlepas dari kekurangan, salah satunya yaitu typo. Saya menemukan sedikit saja kesalahan penulisan kalimat atau kata serta tanda baca, yang (menurut saya) tidak terlalu mengganggu sih.




Quotes on this novel :
"Cinta itu abadi, tapi bisa berpindah. Berpindah ke hati yang lebih menghargainya." (p.78)
"Sebesar apapun cinta yang kau miliki untuk seseorang yang tidak mencintaimu, segalanya akan sia-sia pada akhirnya." (p.291)
"Terkadang di saat kita mencintai orang lain dan berusaha menjadi yang terbaik untuknya, kita tidak menyadari ada orang lain yang mencintai kita tanpa perlu berusaha." (p.334)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
February 9, 2017
Amy Maycott sudah tiba di bandara Heathrow. Dia sekali lagi menguatkan niatnya untuk berangkat ke Amsterdam. Jalan ini harus ditempuhnya untuk masa depannya. Ketakutan untuk naik pesawat terbang diabaikannya demi kebahagiannya.

Di bandara yang sama, dia bertemu dengan Liam Spark, seorang penyanyi Amerika yang terkenal. Liam juga hendak terbang ke Belanda untuk menyaksikan konser Yann Tiersen, salah satu musisi panutannya. Ada rumor yang mengatakan bahwa Liam hendak menemui Irina, mantan kekasihnya. Tentu saja itu tidak benar. Sejak Irina memutuskan memilih Taylor, sahabatnya, Liam sudah tidak ingin lagi bertemu dengan gadis itu. Pertemuan antara Liam dan Amy sebenarnya cukup unik. Liam menolong Amy yang terjebak di dalam toilet. Pertemuan mereka berlanjut di atas pesawat karena ternyata mereka duduk di deretan bangku yang sama. Sekali lagi Liam menolong Amy yang sempat pingsan karena ketakutannya.

Percakapan antara Liam dan Amy di pesawat meninggalkan kesan bagi Liam. Liam pun berencana memanfaatkan Amy sebagai tameng dirinya menghadapi media massa. Jika ada seorang gadis yang terlihat bersama dirinya, tentu rumor bahwa dia akan bertemu dengan Irina bisa ditepis. Amy sendiri entah mengapa tidak bisa menghindari Liam. Sebelum mengantarkan Liam ke hotel, mereka berdua sempat menghabiskan waktu bersama mengunjungi beberapa tempat di sudut kota Amsterdam.

Cerita pertemuan antara dua orang asing di sebuah kota asing di dalam novel ini sekilas mengingatkan saya akan kisah Allyson dan Willem di Just One Day-nya Gayle Forman. Namun tentu saja kisah mereka berbeda. Amy punya urusan sendiri untuk datang ke Amsterdam. Dia ingin mengabarkan pada ibunya tentang keputusannya untuk tidak menikahi tunangannya yang posesif dan abusif, Amy sebenarnya ingin bertemu kembali dengan ibunya. Sayangnya, pertemuannya dengan ibunya tidak berlangsung mulus. Ada masalah yang sudah sejak lama hadir di antara mereka, yang tanpa mereka sadari membuat jarak diantara mereka semakin lebar.

Satu poin menarik di dalam novel ini adalah perjalanan Amy dan Liam bersama mengunjungi tempat-tempat tertentu di Amsterdam, membuat pembaca juga ikut berjalan-jalan bersama mereka. Saya pribadi yang sudah lama kepengin ke Belanda jadi semakin penasaran dengan keindahan kota itu. Bukan hanya itu, pembaca juga diajak untuk menyelami saat-saat Amy melakukan keahliannya sebagai pelukis kontemporer, atau saat Liam berusaha membuat sebuah lagu baru. Dan…oh..saya baru tahu ada alat musik berbentuk gitar yang bernama resonator.

Selain kisah Amy dan Liam, kisah Angelien Lanning dan Arthur Maycott juga menarik perhatian saya. Ya…mereka adalah orang tua Amy, yang memutuskan untuk berpisah ketika Amy masih kecil. Perpisahan yang terjadi karena Angelien dipenuhi oleh rasa takut yang besar, sementara Arthur memiliki cinta yang amat besar. Lha…kok berpisah? Silahkan membacanya sendiri ya… yang pasti Arthur Maycott adalah tokoh favorit saya di dalam novel ini.

Kalau ada kelemahan dalam novel ini adalah alurnya yang lambat. Tapi mendekati bagian akhir, pace-nya bertambah dan penuh kejutan. Untuk kamu yang menyukai interaksi antara dua orang asing yang perlahan-lahan menemukan ada cinta yang berpindah hati, saya merekomendasikan novel ini untuk menemani harimu.
Profile Image for Juzma Fia.
35 reviews1 follower
July 5, 2016
"Cinta itu abadi, tapi bisa berpindah ke hati yang lebih mengharginya."

Demi menghentikan rencana pernikahan dengan orang yang tidak dicintainya, Ami Maycott memutuskan untuk pergi ke Amsterdam. Ia ingin menemui sang ibu untuk meluruskan niatnya tersebut. Di bandara Heathrow, Amy bertemu dengan seorang pria yang begitu menarik perhatian banyak orang. Ia baru tahu bahwa pria tersebut adalah Liam Sparks, seorang musisi muda populer. Takdir membuat pria itu membantunya ketika ia sedang terjebak di toilet bandara. Takdir pula yang menuntun mereka untuk duduk berdampingan selama perjalanan ke Amsterdam.

Liam pergi ke Amsterdam karena ingin menonton konser Yann Tiersen. Namun, banyak orang yang menyangka ia pergi kesana untuk menemui Irina, mantan kekasihnya. Liam butuh seseorang untuk mengalihkan berita yang tak benar tersebut dan pilihannya jatuh kepada Amy.

Liam melakukan segala cara untuk mendekati Amy walaupun gadis itu menolaknya dengan sinis. Namun, siapa sangka kedekatan Liam dan Amy di Amsterdam menimbulkan perasaan asing di hati mereka. Amy bahkan tak pernah merasakan perasaan itu pada Tom, tunangannya sendiri.

---xx---

Remember Amsterdam adalah karya kedua Kak Vira yang aku baca dan sejujurnya aku lebih menyukai ini daripada New York After Rain. Remember Amsterdam menggunakan sudut pandang orang ketiga sehingga pembaca bisa mengetahui dan memahami pikiran juga perasaan karakter-karakternya.

Alurnya berjalan lambat tetapi itu digunakan untuk membangun chemistry antara kedua karater utamanya yaitu Amy dan Liam. Karakter-karakter pendamping dibuku ini tidak hanya muncul untuk mewarnai kisah yang ada tetapi mempunyai peran tersendiri untuk menghalangi ataupun menyatukan hubungan Amy dan Liam. Mereka adalah Tom-tunangan Amy, Irina-mantan kekasih Liam, kedua orang tua Amy, Karen-sahabat Amy, dan Christian-manager Liam.

Kak Vira juga dengan sangat baik menggambarkan dan mendeskripsikan kota Amsterdam sehingga membuat pembaca seperti diajak berjalan-jalan kesana. Tidak hanya itu, bangunan-bangunan ikonis pun diceritakan sejarahnya sehingga menambah pula pengetahuan si pembaca. Overall, empat bintang untuk kisah sang pelukis dan sang musisi.
Profile Image for Alya Nfz.
45 reviews
May 28, 2016
“Sebesar apa pun cinta yang kau miliki untuk seseorang yang tidak mencintaimu, segalanya akan sia-sia pada akhirnya.” -Halaman 291

Kepergian Liam Sparks ke Belanda untuk menonton idolanya, mempertemukannya dengan seorang gadis sinis, Amy Maycott. Pertemuan mereka yang aneh—Liam membantu Amy yang terjebak di kamar mandi—membuat Liam tertarik dengan gadis tersebut. Siapa sangka mereka kembali dipertemukan di pesawat yang akan membawa mereka ke Belanda.

Kejadian-kejadian unik bersama Amy, membuat Liam memutuskan untuk mengikuti gadis itu selama di Belanda dan menjadikan Amy sebagai tameng dari serbuan gosip media. Tanpa tahu bahwa Amy adalah anak tunggal dari seorang pengusaha terkenal di dunia.

Kedekatan mereka selama di Belanda menimbulkan perasaan asing dalam hati mereka. Perasaan yang selama ini tak pernah Amy temukan untuk Ton Van der Deen, tunangannya. Namun, sebuah masalah harus menguji ketulusan cinta mereka dengan mendatangkan gadis dari masa lalu Liam, Irina Everhart. Mampukah Amy dan Liam mempertahankan hubungan mereka? Dan, bagaimana akhir dari kisah cinta perjalanan mereka di Belanda?

****

Remember Amsterdam adalah novel Amore yang pertama kali saya baca. Novel ini mengingatkan saya dengan novel-novel terjemahan. Apa semua novel Amore memang ditulis seperti novel terjemahan?

Remember Amsterdam memiliki kisah yang sederhana, namun penulis mampu menyulapnya menjadi lebih menarik dengan menjadikan Amsterdam sebagai latar cerita cinta Amy Maycott dan Liam Sparks. saya menyukai deskripsi penulis yang tidak terkesan berlebihan maupun kurang. Pas dengan porsinya sehingga saya tidak merasa jenuh atau pun bingung. Selain itu, ada satu adegan yang membuat saya tertawa: ketika Liam menceburkan diri ke danau untuk menyelamatkan dayung. *mending nyelamatin saya aja deh*

Review selengkapnya di http://vancapella.tumblr.com/post/142...
1 review
March 23, 2016
udah lama banget g pernah baca novel lagi sejak jaman kuliah 3 tahun yang lalu. selain karna kesibukan, novel novel yang ada di rak-rak toko buku juga tidak banyak yang menarik hati. pun isinya kebanyakan sama,ya itu itu saja. saya percaya beli novel itu sama seperti milih baju. begitu sreg langsung ambil!g tau kenapa saya tertarik dengan remember amsterdam. yup saya sempat mengoleksi 2 novelnya terdahulu (secret admirer dan satsujin). klo di ingat dulu novelnya vira safitri masih "mentah" banget. mungkin karna novel pertama (secret admirer) dan dulu penulis novel tidak seabrek seperti sekarang, yang tentunya punya referensi yang seabrek pula. well, saya melewatkan new york after the rain. lagi lagi karna membeli novel itu seperti memilih baju,belum ada fell nya waktu itu.
awalnya melihat remember amsterdam, agak sangsi bisa menyelesaikan membaca novel ini dalam waktu sehari. nyatanya?cukup setengah hari saja!hahaha...vira safitri berhasil membuat saya penasaran setiap membalikkan lembar demi lembar novelnya, bahkan novel ini tidak lepas dari genggaman saya kemana pun saya pergi (serius!). ceritanya fresh!menghibur,tidak membosankan. malah saya lupa pengarangnya berasal dari Indonesia. saya seperti membaca novel luar terjemahan, dan gaya bahasanya jauuuuuuh lebih matang dari novel pertama dulu (mungkin saya yang tidak update!haha..).sedikit masukan mungkin penggambaran detail tokoh utama amy maycott kurang kuat di novel ini. entahlah saya masih awang membayangkan sosok amy dibanding tokoh lain. mungkin imajinasi saya kurang diasah :))
well, saya bukan editor jadi tidak begitu paham dengan istilah penulisan. review saya murni sebagai pembaca awam.good job,vira!dan liam sparks?OMG saya jatuh cinta!dia benar-benar idola!
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
August 2, 2016
Dengarkan kata hatimu. Lakukan apa yang menurutmu tepat. Kau lebih tahu tentang hidupmu dibandingkan ibumu, bukan begitu?

Pertemuan antara Amy Maycott dan Liam Sparks benar-benar mainstream sebenarnya. Hanya saja kesan pertama yang diberikan oleh masing-masing pihak benar-benar berbeda. Amy yang sudah ilfeel duluan dengan ketenaran dan kenarsisan Liam. Kemudian Liam yang merasa jika Amy itu adalah wanita yang sedikit aneh karena mengobrak-abrik tempat sampah entah untuk apa.

Amy benar-benar ketakutan saat sudah tiba di bandara dan saat pesawat sudah siap terbang. Namun, mau tak mau itu semua harus dihadapinya demi bertemu dengan ibunya di Amsterdam dan meyakinkan ibunya untuk membatalkan pernikahannya dengan Ton van der Deen. Ada sesuatu yang membuatnya tak yakin dengan rencana pernikahannya itu.

Gregetan deh kalau lihat cowok sukanya main kasar sama cewek. Udah tau cewek itu sukanya dimanja, bukan dikasarin. Masih aja, main kasar *ambil parut, biar kerasa kasarnya*.

Remember Amsterdam ini memang tak hanya menyoroti kisah Amy dan Liam dalam hitungan waktu berjalan, namun juga kisah di antara pasangan dan tujuan mereka masing-masing di Amsterdam. Omong-omong soal Amsterdam, setting tempatnya benar-benar detail penggambarannya. Kita seperti diajak traveling ke Amsterdam. Ahh, jadi pingin kesana nonton bola *ehh*.

Review lengkapnya ada di http://peekthebook.blogspot.co.id/201...
Profile Image for Zulqa'ida Rizha Rizha Vahlevi.
88 reviews
July 4, 2016
Buku ini sangat manis. Saya merasa dibawa ke Amsterdam langsung saat membaca buku ini meskipun segala setting yang diambil Liam Sparks dan Amy Maycott kurang detail penjabarannya.

Saya lebih membenci Irina dibanding Ton van der Deen yang kasar. Irina benar-benar menjadi sosok jalang yang menyebalkan.

Sangat tersentuh dengan apa yang menimla Arthur Maycott dan Angelein Lanning, dan saya penasaran banget apa yang selanjutnya terjadi setelah pertemuan di lobby. Apakah mereka memutuskan untuk rujuk (?) Saya harap iya.

Daaan.... untuk terakhir, saya benar-benar ingin berada di posisi Amy saat sorot lampu konser mengarah pada dirinya. Itu adalah hal paling manis dan paling menyentuh serta paling greget yang pernah ada. Saat pengakuan Liam Sparks di atas panggung mengenai perasaannya dan saat Liam mengatakan "Oh, sial, dia ada di sini." Saya tahu bahwa saya sudah terperosok pada pesona Liam Sparks.
Profile Image for Amelia Aura.
100 reviews11 followers
July 19, 2016
First of all, thankyou so much to my bestfriend who gave me this book as a birthday present. Tbh kaget sih dikasihnya novel berlabel Amore wkwkwk because personally i dont really like it tho hehe but however aku belom pernah nyoba baca Amore sih, so, why don't give it a try?

Well, its not that bad, at least. Not too good that i like it so much tho. But Liam Sparks had successfully made me swoon and drool lol because he reminds me of my idol, so practically this novel seems like a fanfiction to me. Its a really light reads.

Tapi saat membaca bagian dimana konflik sedang 'dimainkan' oleh penulis, aku mulai ngeskip-skip sampai bagian antiklimaks. Why? Karena aku rada ilfeel sama cara konfliknya diracik apalagi sama penokohan antagonisnya yaitu Irina, dia digambarkan seperti vicious b*tch di sinetron2. But fortunately the ending save the whole sinetron thingy. Its really swoon-worthy and literally every single fangirl's dream-come-true!
Profile Image for Putu Winda.
305 reviews2 followers
May 28, 2016
It was Ok, but I would prefer New York After the Rain.

Sebenarnya kisahnya cukup manis, hanya saja saya merasa terlalu banyak drama dan konflik yang terkesan dipaksakan dalam kisah ini. Agak berasa sinetron.

But still it was sweet.
Profile Image for Prahestiayu Ratna.
2 reviews
March 19, 2016
buku amore pertama yang saya baca dan langsung bikin baper.. haha~ liam nya manisss.. *apa pula.. apa pula..
5 reviews
June 9, 2017
Saya sangat suka dengan buku ini. Konflik yang dihadirkan tidak berbelit dan pelik. Tanpa luka masa lalu, dan tanpa teka-teki yang harus dipecahkan pembaca. Tapi justru itu yang menarik. Pembaca dibawa menyelami setiap tokoh dan konflik. Cerita pendekatan Liam dan Amy pun menarik. Manis. Bahkan terlalu manis untuk dilupakan.

Hal yang paling membuat saya menyukai novel ini adalah gaya penulisannya. Penulis menyusun kata-kata sedemikian rupa hingga cerita mengalir dengan indah. Penokohannya pun kokoh. Setiap tokoh yang dihadirkan punya karakter yang kuat. Hanya saja, sebagai orang yang pendiam, saya merasa penjelasan sifat Amy yang disebut-disebut pendiam kurang terpapar. Karena dari awal Amy bertemu dengan Liam dan mereka mengobrol cukup banyak untuk porsi orang pendiam (ini pendapat saya 😝). Dan yang terkadang membuat bingung adalah istilah-istilah yang ada di dalamnya. Menggunakan bahasa belanda dan ada istilah musik juga lukis yang terkadang tidak dijelaskan. Hal seperti itu sebenarnya bagus, bisa menambah pengetahuan pembaca (yang rajin mencari tahu 😝).

Tapi terlepas dari itu semua, novel ini berani saya beri bintang 5. Karena tokoh-tokohnya begitu nyata, karakternya kuat, ceritanya manis, dan konfliknya jelas. Saya selalu menahan tangis di beberapa bagian, bahkan di bagian pernyataan cinta Liam pada Amy. Di mana biasanya saya hanya akan menangis bila ada tokoh yang meninggal.

Dan yang paling penting, penulis membuat saya sangat jatuh cinta pada tokoh Liam Sparks. Ah Liam... siapa yang tidak akan mencintai tokoh jenaka namun manis itu 😝. Dan ada perasaan nyata yang ditinggalkan. Setelah bangun tidur besoknya, saya berpikir keras film apa yang sedang saya tonton dan belum terselesaikan. Ah ternyata itu novel, bukan film. Dan itu lah novel karya Vira Safitri.
Remember Amsterdam.
Profile Image for Heni Susanti.
28 reviews
April 28, 2018
#HeniBacaBuku

Judul : Remember Amsterdam
Penulis : Vira Safitri
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2015
Finished : 28.03.2018

Liam itu licik. Secara halus dia memanfaatkan Amy yang tidak mengenal penyanyi setenar dia demi menghentikan gosip tentang dia dan Irina, mantan gebetan yang jadi tunangan sahabatnya.

Tapi Amy yang menurut Karen, sahabatnya, adalah tertutup dan pendiam justru tidak bisa menolak semua bujuk rayu Liam yang selalu menempel padanya. Bahkan menceritakan tentang ibu dan Ton, sang tunangan. Jadi terkesan Amy memang dari awal susah menolak pesona Liam. Padahal awal pertemuan mereka cukup memalukan dan di blurb digambarkan Amy bersikap sinis pada Liam. Tapi setelah membaca aku malah merasa Amy tidak cukup sinis. Hanya ketus dalam beberapa dialog saja. Sikapnya juga gampang banget mengalah pada Liam yang super duper cuek dengan usaha penolakannya.

Tapi setelah baca kisah ini malah jadi penasaran dengan kisah ibu-bapaknya Amy deh. Pengen gitu ada part tambahan buat mengisahkan momen mereka balikan setelah 8 apa berapa tahun pisah. Kayanya si bapak bakalan manis banget.

Dan, penasaran dengan nasib lukisan Amy yang mau diberikan ke Liam tapi oleh Irina justru menyerahkan pada asistennya untuk dibakar. Kalau benar dibakar, kan eman banget.

Btw, suka banget dengan penggambaran detail tiap lokasi ikonik yang dimunculkan.
Displaying 1 - 24 of 24 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.