Hadi memiliki hidup yang normal dan bahagia, sebentar lagi dia menikah dengan Shinta. Namun saat berwisata ke Cina, Hadi terus-menerus mendapat bayangan dirinya berada di masa lalu, mengekan jubah merah-ungu dengan sulaman naga dan burung hong. Jane lauw, gadis pemandu turnya, memang pernah berkata gaya Hadi mirip kaisar-kaisar dinasti Ming.
Hadi bertambah bingung ketika bayangan gadis cantik berwajah klasik dan berpakaian ala dayang istana terus mengusiknya. Dayang itu begitu mirip dengan Jane Lauw. Mereka sama-sama memiliki senyum manis, sorot mata kelam, suara merdu, dan gerakan gemulai...
Jika benar Hadi reinkarnasi pangeran Dinasti Ming, apakah Jane Lauw reinkarnasi A Mey? Kalau begitu, seharusnya dia bersatu dengan Jane Lauw untuk mengabulkan cinta A Mey yang kandas ditengah jalan. Namun bagaimana dengan Shinta yang menunggunya di tanah air?
Lan Fang adalah seorang penulis kelahiran Banjarmasin. Alumni Fakultas Hukum Univ. Surabaya ini menulis sejak 1986. Karya-karyanya menjuarai lomba di tabloid Nyata dan novelette Femina 1998, 1999, 2003 dan 2005.
Lan Fang telah menerbitkan: Reinkarnasi (2003), Pai Yin (2004), Kembang Gunung Purei (2005), Laki-laki yang Salah (2006), Yang Liu (2006), Perempuan Kembang Jepun (2006), Kota Tanpa Kelamin (2007), Lelakon, Ciuman di Bawah Hujan (2010). Di tahun 2009 ia juga menerbitkan buku cerita anak: Kisah-kisah si Kembar Tiga (2009). Dan akan menerbitkan kumpulan puisi Ghirah Gatha.
Ini buku kedua yang saya baca di bulan ini. Ceritanya menarik, bahasanya tidak terlalu susah seperti buku keduanya "Pai Yin". Reinkarnasi bercerita tentang legenda seorang pangeran dari Dinasti Ming yang jatuh cinta pada seorang dayang bernama A mey. Namun, mereka tidak dapat bersatu karena sang Kaisar menunjuk A mey untuk menjadi selirnya. Pada akhirnya A mey bersumpah akan terlahir kembali dan mencari sang pangeran walau harus menunggu ribuan tahun. Akhirnya mereka kembali dipertemukan dalam wujud yang berbeda tapi dengan jiwa dan rasa cinta yang sama, mereka bertemu, cinta mereka abadi walaupun mereka bereinkarnasi.
Hadi dan adik tunangannya,Rizal berangkat meninggalkan Indonesia menuju Beijing. Perjalanan selama dua minggu itu seharusnya bisa ia nikmati bersama tunangannya,Shinta. Tapi karena satu dan lain hal, Rizal-lah yang ikut pergi bersama Hadi. Mengikuti tur bersama rombongan lainnya, Hadi pun mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di Cina. Tour guide mereka, Jane Lauw dengan cermatnya mengatur ke-40 peserta tur agar tidak terpisah dan tetap on time sampai tujuan. Tanpa diduga-duga, hal itu menarik perhatian Hadi.
Hadi tak pernah ingin mengkhianati Shinta. Mereka akan segera menikah tahun depan dan celakanya sekarang ia memiliki perasaan lain pada Jane Lauw! Bagaimana ia harus menjelaskan hal ini pada Shinta sepulangnya ia dari Beijing??
Selama Hadi di Beijing, ia terus bermimpi hal yang sama. Bahwa pada kehidupan dulu di dinasti Ming dia adalah seorang pangeran dan ia jatuh cinta kepada kepada dayang bernama A Mey yang akan dijadikan selir oleh ayahandanya. Sungguh aneh bahwa wajah dayang tersebut sangatlah mirip dengan wajah tour guidenya,Jane Lauw. Apa ini yang disebut reinkarnasi? Semakin sering ia mendapat penglihatan pada keadaan di zaman dahulu, semakin sering pula ia merasa bahwa Jane Lauw adalah takdirnya.
Lalu bagaimana dengan pertunangannya dengan Shinta? Apakah hal yang dinamakan reinkarnasi benar-benar ada? Bisakah Hadi membuktikan semua itu kepada Jane Lauw?
Ini pertama kalinya saya membaca karya mendiang Lan Fang. Ceritanya mengalir bagaikan air, sederhana, bahkan mungkin terlalu sederhana, karena nyaris tidak ada konflik yang menonjol. Konflik batin yang dialami Hadi, sebagai tokoh utama pria pun, tak terlalu mendayu-dayu. Sebagai informasi, cerita dalam buku ini merupakan Pemenang Penghargaan Lomba Cerber (Cerita Bersambung) Femina 1997 dan dimuat sebagai sebagai cerita bersambung dalam majalah tersebut.
Mungkin itu alasan yang tepat mengapa buku ini nyaris terlalu datar emosi maupun konfliknya. Bukankah setiap perlombaan menulis cerita pendek maupun cerita bersambung sudah ditentukan jumlah maksimal kata atau karakter yang dipakai. Jadi tak terlalu banyak pengembangan karakter dan emosi tokohnya karena keterbatasan jumlah karakter. Ketika dijadikan cerita bersambung, apalagi yang terbit setiap minggu atau setiap bulaan, penggalan-penggalan cerita ini saya yakin cukup mampu membuat para pembacanya menanti-nanti lanjutan kisahnya setiap minggu atau setiap bulan. Namun ketika dibukukan menjadi sebuah novel, kesan yang muncul menjadi terlalu datar.
Penasaran sama Lan Fang dan mencoba buku yang dulu merupakan cerpen dia, di Anita Cemerlang. Buku ini berkisah mengenai Hadi seorang turis dari Surabaya, Indonesia yang menemukan reinkarnasi seorang pangeran dari Kekaisaran Ming pada dirinya, yang jatuh cinta pada seorang dayang bernama A Mey yang bereinkarnasi pada 2 orang wanita yang sedang dekat dengan Hadi yaitu Jane Lauw pemandu turnya dan Shinta tunangannya di Surabaya.
Ceritanya standart banget, belum cukup memuaskan rasa penasaranku pada karya-karya Lan Fang yang lain. Mau coba yang lain...apa yah..."Lelakon"...kayaknya boleh juga.