Julia dan Arkan kebingungan. Bude Tami hilang setelah mereka memintanya menerjemahkan buku harian kuno yang mereka dapatkan di Kampung Hitam.
Misteri ini aneh sekali.
Semua berawal dari Tamu Misterius berpenampilan aneh yang memaksa masuk ke rumah Julia. Lalu, gudang rumah Julia dibongkar. Petunjuk di dalam gudang membawa mereka ke Kampung Hitam. Di sana, mereka malah bertemu Wanita Seram yang bermaksud menjambret gelang manik yang ditemukan Julia di gudang.
Sepertinya banyak sekali yang berminat pada gelang manik itu. Situasi semakin berbahaya saat mereka melacak sampai ke kerkhoff, makam Belanda. Di sana mereka bertemu Hantu Hitam yang bermaksud mencelakakan mereka!
Apa sebetulnya yang terjadi? Apa rahasia Kampung Hitam? Kenapa banyak sekali yang menginginkan gelang Julia? Lalu, bagaimana dengan nasib Bude Tami?
Misteri Kampung Hitam adalah sebuah novel anak yang mengusung tema misteri dan detektif. Kisahnya sendiri bercerita mengenai Julia yang kedatangan tamu misterius seorang pria paruh baya nyentrik yang belakangan Julia ketahui datang dari Belanda, anehnya orang tersebut tampak seperti orang Afrika. Julia tidak bisa ramah pada orang tersebut sehingga ia mengusirnya. Untung saja saat itu ada tetangga Julia bernama Ranto yang mencoba meladeni orang itu. Julia terselamatkan.
Misteri datang pada Julia dan Arkan seorang sepupu Julia yang tengah berlibur. Saat Julia dan Arkan mencoba menggeledah gudang di belakang rumah Julia, mereka menemukan foto tiga anak kecil serta gelang manik-manik. Foto tersebut membawa Julia pada perkampungan Afrika di pinggir alun-alun kotanya, Purworejo. Di sana Julia dan Arkan bertemu Mbah Lin dan seorang anak perempuan kecil yang memberikan petunjuk kedua, sebuah buku harian tua berbahasa Belanda.
Lewat buku itulah investigasi semakin menegangkan. Saat Julia dan Arkan menyerahkan buku tersebut kepada Bude Tami, seorang dosen dan peneliti, banyak kejadian-kejadian berbahaya menghampiri Julia dan Arkan, bahkan Bude Tami pun disekap oleh orang-orang misterius. Sebenarnya ke mana arah investigasi Julia dan Arkan? Apakah harta karun yang akan mereka temukan? Selamatkah Bude Tami dari cengkraman penjahat? Siapakah wanita gemuk hitam yang ditemui Arkan dan Julia di perkampungan Afrika?
Mengambil lokasi cerita di Kota Purworejo, novel misteri keempat karangan Yovita Siswati tampil berbeda. Karena setting yang jarang diangkat itulah membuat Misteri Kampung Hitam kaya akan pengetahuan yang termuat di dalamnya meskipun ia hadir sebagai cerita fiktif. Novel ini menyuguhkan cerita yang luwes dengan teka-teki yang mampu membuat pembaca penasaran, terutama pembaca anak-anak. Plotnya bisa dibilang rumit, tetapi memberikan potensi cerita yang digali menjadi lebih seru.
Sebenarnya inti cerita di Misteri Kampung Hitam ini adalah investigasi Julia dan Arkan disebabkan penemuan mereka terhadap foto tua di gudang. Foto itu mengantarkan pada pencarian misteri tiga gelang misterius yang disinyalir harta karun berharga. Tiga gelang merepresentasikan benda-benda yang dimiliki tiga bocah dalam foto, ternyata tiga benda itu ditemukan di lokasi-lokasi yang membuat Julia dan Arkan terkejut. Gelang pertama di gudang yang tersimpan beserta foto, gelang kedua di tangan tamu misterius, dan gelang ketiga ditemukan di kerkhoff atau makam Belanda di Purworejo. Yang akan membuat penasaran pembaca adalah hubungan gelang-gelang tersebut dengan buku harian buyut Julia, juga dengan identitas si tamu misterius, dan hal-hal lainnya yang mengundang kejahatan banyak orang.
Kelebihan novel ini selain ceritanya yang sangat mengundang rasa penasaran, juga banyaknya ilustrasi yang mendukung jalan cerita. Di buku ini terdapat beragam ilustrasi yang menyokong deskripsi tempat, semua disisipkan pula dengan penjelasan singkat yang informatif. Pembaca selain bisa mendapatkan hiburan, mereka pun bisa mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan ketika membaca buku ini. Sebut saja beberapa tempat yang diilustrasikan di dalam buku ini yaitu Kampung Afrika Purworejo, Kota Purworejo, Kawasan Kedungkebo Purworejo, Gua Jepang Kalimaro Purworejo, dll.
Sedangkan kekurangan buku ini sepertinya tidak ada. Mungkin hanya kekurangan penggambaran di bagian klimaks saja yang kurang mengena, karena adegan tersebut kurang dramatis sehingga entah kenapa jatuhnya jadi seperti antiklimaks. Adegan itu diceritakan singkat oleh salah satu karakter.
Novel ini seperti novel-novel lainnya dalam seri Misteri Favorit, benar-benar sangat direkomendasikan untuk dibaca. Setelah membaca novel ini entah kenapa saya menemukan secercah pola Yovita dalam merangkai cerita misteri, pasti di sana akan ada sandi-sandi yang harus dipecahkan, juga ada adegan di makam, itu saja sih selain karakter utamnya yang terdiri dari perempuan dan laki-laki.[]
Menceritakan tentang Julia dan sepupunya bernama Arkan mencari kebenaran dibalik penculikan Bude Tami, petualangan mereka ternyata membawa kepada sesuatu yang berhubungan dengan persahabatan Mbah Ton—Kakek Buyut Julia.
Lagi-lagi aku dibikin senang dan ketagihan sama Seri Misteri Favorit. Kali ini aku dibawa berpetualang ke Purworejo, tetangganya Yogyakarta. Alurnya seperti biasa, sangat runut dan bisa dicerna dengan baik. Bahkan penjelasannya pakai ilustrasi biar nggak bosen. Maklum, namanya juga buku anak-anak. Dari sini pula aku paham ternyata KNIL tuh personilnya ga hanya dari Belanda saja, dan mereka sampek bikin kampung afrika sampai era bersiap. Terus tentang bangunan” kuno di Purworejo yang masih terawat.
Walau begitu, karakterisasinya nggak hambar. Dinamika Julia sama Arkan ini lucu banget, khas bocil-bocil polos nan cerdas. Arkan yang ngledek Julia aja punya kelemahannya sendiri, sedangkan Julia mampu bertahan dan punya ide-ide cemerlang pas mereka diculik juga. Apalagi pas mereka ngide petualangan di makam, serem tapi jatuhnya kocak.
Pokoknya ini novel investigasi dan petualangan anak-anak Indonesia paling seru yang pernah kubaca. Pengen juga ada sedikit harapan untuk diadaptasi jadi series gitu hehe.