Dengan bingkai perkembangan ekonomi Indonesia dan dunia, mulai dari zaman pendudukan Belanda, penjajahan Jepang, masa awal kemerdekaan, masa pembangunan Indonesia, hingga saat ini, Mochtar menceritakan lima episode perjuangan hidupnya. Tiap babak perkembangan ekonomi memiliki tantangan sekaligus peluang, yang dengan jeli ditangkap dan diperjuangkan sehingga terwujud dalam pertumbuhan Lippo Group.
Di dalamnya, Mochtar juga menceritakan perjuangannya memulai sebuah usaha dari nol. Ketekunannya memperjuangkan mimpi membuatnya menjadi seorang living legend di dunia perbankan yang diakui di tingkat dunia. Di masa keemasannya menjadi bankir, ia berani berpindah bidang usaha, memperbesar usaha dengan gigih sampai mancanegara. Dan yang paling penting, dalam proses mengembangkan usaha, ia tak lupa melestarikan usaha hingga generasi berikutnya.
Diceritakan pula bakti kepada orang tua, kisah cinta, dukungan keluarga, serta cara membina keluarga agar tetap rukun dalam derap langkah membangun perusahaan bersama. Kisah-kisah tersebut direfleksikan dengan nilai-nilai falsafah Timur yang telah diyakini dan menyemangati hidup Mochtar.
Buku ini ditulis agar generasi penerus dan masyarakat dapat menghadapi krisis dalam hidupnya dan membaliknya menjadi peluang menuju keberhasilan.
Pak Mochtar Riady sosok yang sangat luar biasa :) Buku ini bukan hanya bercerita tentang sepak terjang-nya di dunia perbankan, tapi pedoman hidup, pemikiran dan semangat Beliau yg begitu besar bagi dunia pendidikan dan kesejahteraan hidup masyarakat sekitar.
Membaca otobiografi Beliau sangat menyenangkan. Beliau membagikan banyak hal yg bisa menjadi panutan dan motivasi untuk kita. Perjuangan-nya membangun usaha dari nol sampai sekarang berskala internasional sangat inspiratif.
Sebuah pribahasa Cina kuno yang maknanya dipegang erat oleh Pak Mochtar.
Saya belajar banyak tentang kepiawain Pak Mochtar mencari orang yang tepat di setiap lini bisnisnya. Mulai dari pimpinan bank yang dipilih beliau agar dapat melobi para pelaku bisnis sampai cara beliau meyakinkan para investor luar negeri untuk mau menanamkan saham di Indonesia.
Sungguh nikmat rasanya bisa belajar dari salah satu Konglomerat tersukses di Indonesia yang sangat 'Ahead of time' di masanya
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku ini cukup menginspirasi. Menceritakan pengalaman hidup Pak Mochtar Riady yang mengalami hidup susah pada 20 tahun pertama hidupnya.
Dari buku ini saya baru menyadari seorang Mochtar Riady lah yang mengembangkan sistem perbankan indonesia, mulai dari Panin Bank lalu BCA (bersama om liem). Saya melihat beliau benar2 visioner dengan melihat bisnis secara jauh kedepan dan menetapkan langkah strategis. Bisnis yang dikembangkannya dari tidak ada menjadi ada.
Mochtar Riady merupakan the living legend bankers dan businessman terkemuka di Indonesia. Ia lahir di Malang pada 12 Mei 1929 dan memulai petualangan bisnisnya di Indonesia pada tahun 1950’an.
Sejak kecil ia telah bermimpi untuk menjadi seorang bankir terkemuka, karena terlihat berkelas dan elegan dipikirnya. Meski demikian, profesi bankir bukanlah bisnis pertama yang ia lakoni.
Bermula dari membantu usaha milik mertua, Mochtar Riady terus mengasah kemampuan bisnisnya. Mencoba berbagai macam hal, mulai dari berdagang sepeda di Ibu Kota, menjadi importir barang di Singapura hingga berbisnis angkutan kapal.
Pada tahun 1959, menjadi awal bagi Mochtar Riady terjun dalam bisnis perbankan, tepatnya melalui Bank Kemakmuran milik Andi Gappa.
Dilanjut dengan mengembangkan Bank Buana, Panin Bank, Bank Central Asia, hingga Bank Perniagaan Indonesia yang kemudian menjadi Lippo Bank.
Tak hanya jago kandang, Mochtar Riady juga turut mengembangkan beberapa bank mancanegara, antara lain Union Planters Bank dan Worthen Bank di Amerika Serikat serta Chen Xing Bank dan Chinese Bank di Tiongkok.
Kiprah cemerlang dalam dunia perbankan turut membuatnya termotivasi untuk memperluas ranah bisnis yang ia geluti.
Kemudian, dengan bermodal ratusan hektar lahan kosong yang beberapa di antaranya ia dapat dari jaminan nasabahnya yang gagal melunasi pinjaman, MR menetapkan real estate sebagai core business dari Lippo Group.
Gurita bisnis Lippo Group terus membentang luas hingga meliputi berbagai sektor kebutuhan khalayak. Mulai dari bidang kesehatan (Siloam Hospitals), retail (Matahari, Books & Beyond), pendidikan (Universitas Pelita Harapan), media (Cinepolis), dan lainnya.
Selain mengisahkan semangat MR dalam menggapai asa, buku ini juga banyak memaparkan pandangan beliau mengenai pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional.
MR juga kerap mengandalkan networking-nya yang luas (guanxi) untuk memuluskan kegiatan bisnisnya melalui berbagai tokoh terkemuka. Seperti Liem Siong Liong (Sudono Salim), Li Ka Shing, Xi Jinping (Presiden Tiongkok), hingga Bill Clinton (Mantan Presiden Amerika Serikat).
Bukan tanpa cela, buku ini juga terasa begitu subjektif sehingga mendeskripsikan MR sebagai sosok yang terlalu 'putih'. Walau demikian, ide dan semangat berbisnis MR tetap patut menjadi teladan bagi kita sekalian.
“Cinta kasih, toleransi, dan komunikasi adalah dasar untuk mencapai kedamaian, keberhasilan, dan kebahagiaan.” —Mochtar Riady.
Kehidupan Mochtar Riady sangat menginspirasi bagi saya. Konglomerat Indonesia saat ini didominasi oleh orang-orang seperti Mochtar Riady, yang berjuang dari kecil jadi besar, dari tiada menjadi ada. Saat itu keadaan politik dan ekonomi Indonesia lebih tidak menentu dari sekarang, yang menyebabkan krisis terjadi di mana-mana. Namun karena krisis inilah, timbul peluang-peluang yang belum tentu akan muncul untuk kedua kalinya apabila tidak dimanfaatkan, seperti contohnya Pakto 88, di mana Mochtar Riady mengetahui kekurangan dalam Paket Kebijaksanaan itu dan berhasil memanfaatkannya untuk membangun lebih dari 100 cabang BCA di berbagai wilayah di Indonesia.
Salah satu sosok senior yang turut serta membangun bangsa Indonesia lewat gagasan-gagasan nya.
Membaca buku ini membuka wawasan saya tentang apa yang terjadi pada negeri kepulauan ini di era pra dan paska kemerdekaan. Bagaimana perjuangan mereka di masa-masa sulit Indonesia dahulu, dan cara mereka menanganinya.
Sebagai generasi muda, buku ini memacu semangat saya untuk turut serta mengembangkan diri saya lewat semangat yang sudah diwariskan beliau, tanpa lupa untuk tetap mengabdi pada bangsa dan negara.
"Jangan serakah dan jangan pernah merugikan orang lain.'' Hlm. 55
Mochtar Riady pemilik Lippo Grup yang lebih lama berkecimpung di dunia perbankan sebelum akhirnya beralih haluan ke bisnis properti. Mochtar Riady mampu bertahan walau krisis ekonomi melanda saat itu hingga mendapat seangan rush. Namun, perjuangannya patut diacungi jempol. Mochtar Riady sangat menjunjung tinggi sebuah "Kepercayaan". Dalam bukunya ini beliau berbai ilmu tentang bisnisnya dan cocok buat kamu yang pengin memulai bisnis
Buku yang sangat inspiratif bagi para entrepreneur dan calon entrepreneur. Pak Mochtar Riady mengajarkan nilai-nilai kunci keberhasilan seorang entrepreneur. Nilai yang sangat menonjol dari beliau adalah ketekunan dan kejelian melihat peluang. Ada satu pelajaran yang saya sangat ingat dan saya praktikan: Untuk mengejar kuda, kita harus menunggang kuda!
Buku ini cukup menginspirasi, jadi banyak belajar melalui autobiografinya Mochtar Riady. Buku ini menceritakan lima episode perjuangan hidupnya. Tiap babak perkembangan ekonomi memiliki tantangan sekaligus peluang, yang dengan jeli ditangkap dan diperjuangkan sehingga terwujud dalam pertumbuhan Lippo Group. Membaca autobiografinya sangat membangunkan. Beliau membagikan banyak hal yang bisa menjadi panutan dan motivasi untuk kita. Perjuangan yang sangat inspiratif dalam membangun dan mempertahankan perusahaan yang dimilikinya.
In awe and truly inspired with Mr Mochtar humbleness and generosity to share.. He crafted a mark in his life and live in abundance of wisdom and honor to his generation to come..
Buku otobiografi yg inspiratif. Buku ini menceritakan perjalanan hidup seorang 'magnate' Indonesia yaitu Bapak Mochtar Riady dalam kehidupan pribadi dan profesional dari mata seorang Mochtar Riady sendiri.
Inspirasi, etos kerja, falsafah kehidupan, dan semangat pantang menyerah seorang Mochtar Riady akhirnya tersaji dengan baik pada buku ini.
Buku ini juga dapat menjadi pedoman bagi para profesional dan pengusaha di bidang perbankan, properti dan teknologi informasi, sebagai bidang yg digeluti beliau.
Buku biografi ini dibagi dalam beberapa periode, dimulai dari masa muda Mochtar Riady hingga buku ini selesai ditulis. Buat saya pribadi, bagian awal yang menceritakan masa-masa perjuangan terasa lebih menarik (tahukah kalian bahwa orang yang identik dengan Bank -dan simbol kapitalis lainnya- sewaktu muda adalah penggemar filsafat Karl Marx dan juga aktivis kampus?). Bagian belakang saat beliau sudah mengembangkan banyak bisnisnya terasa kurang 'hidup'... tapi mungkin itu cukup pas dengan gelar beliau sebagai "Bankir Bertangan Dingin".
Dalam banyak bagian sangat terasa bahwa narasi yang disampaikan sudah sangat diatur dengan 'halus'... banyak sekali proses pelaksanaan bisnis yang dijelaskan hanya dengan 'kami saling menghormati, respek, sepemahaman, dst'.... padahal semua orang tahu dalam bisnis tentu ada aspek-aspek yang dianggap kotor oleh sebagian orang. Justru bagian ini yang masih terasa kurang dalam biografi ini karena menggambarkan beliau sebagai orang yang terlalu 'putih', sehingga bacaannya masih terasa kurang seru. Meskipun demikian, hal tersebut masih cukup wajar mengingat ini adalah buku biografi. Buku ini masih cukup dapat direkomendasikan bagi mereka yang ingin lebih mengenali sosok yang namanya hampir selalu muncul sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.
As it has been written in Bahasa Indonesia, it was almost impossible to find Mochtar Riady's autobiography, titled 'Manusia Ide' (man of ideas), in a local bookstore where I live. I made it a point to look out for this elusive title, written by Indonesia's sixth richest person according to Forbes, when I was in Surabaya, in March 2016.
'Manusia Ide' did not disappoint one bit throughout the 300+ pages of stories and personal anecdotes. While it was helplessly self-indulgent at certain points (it is after all, an autobiography), Riady is generous in giving the reader an insight into the principles behind his life and business, principles that he has carried throughout his adult life from the days of being a left-wing activist in Indonesia in the late 1940s all the way to leading the Lippo Kawaraci and OUE Limited conglomerates in the early 2000s.
Riady is retired from business now but, as he self described it, on a mission to impart the lessons he learnt in business onto the younger generation of future corporate leaders. If you believe that greatness can be learnt from those who have walked the path before you, then 'Manusia Ide' is a definite must-read.
Sebuah buku yang sangat menginsipirasi...menceritakan bagaimana kehidupan awal yang susah hingga akhirnya sukses menjadi bankir dan sukses mengembangkan usaha! gaya penuturan yang menarik dengan beberapa quotes membuat saya hanya dalam hitungan jam bisa langsung selesai membaca buku ini. yang paling saya suka adalah buku ini sangat menginsiprasi saya secara pribadi! bahwa hidup harus berjuang tanpa kenal lelah... that's the poin i caugt...
Pak Mochtar sudah dikenal di Indonesia sebagai seorang konglomerat ternama. Melalui biography ini saya dibuat untuk mengenal sosok Mochtar Riady yang lebih dalam. Berbagai tanggapan dari kerabat, partner business, serta keluarga diolah menjadi satu buku yang enjoyable untuk dibaca. Pak Mochtar jelas mempunyai visi ke depan sebagai pengusaha dan manusia yang sukses.
I dont like this autobiography, given that I've read the book on Oom William Soeryadjaya's . horrible writing style... It focused too much on Mochtar's banking businesses and he is very pro-Chinese. more like stroking his own ego.
menurut saya buku ini sangat bagus, sangat menginspirasi dengan gaya penuturan yang menarik! hanya dalam hitungan jam saya telah selesai membaca nya..setelah selesai membaca autobiografi ini tiba-tiba semangat juang menjadi naik! interesting...
This book is not only easy and nice to read but also contains many big ideas of Mochtar Riady, one of the most influential bankers in Indonesia. He put his name in the history of Panin Bank, BCA, Lippo and some other private banks in Indonesia and abroad. Recommended book for everyone.