Berlian, seorang gadis penyandang disabilitas tunanetra, begitu tersakiti hatinya oleh seorang teman masa kecil, yang bernama Jonathan. Luka yang membuatnya mampu untuk tidak mengacuhkan pria itu seumur hidupnya.
Seorang pria lainnya bernama Ethan hadir saat dia berusia dewasa, seorang pria yang begitu sempurna baginya. Sosok pria yang mampu membuatnya seolah menjadi seorang putri cantik jelita yang bertemu dengan pangeran tampan dari negeri seberang dan berakhir dengan adegan romantis : happily ever after.
Namun kenyataan demi kenyataan menerpa tanpa dia duga sebelumnya. Akhir kisahnya tidak seperti yang dia harapkan.
Ethan mengaku kepada Berlian bahwa dia memiliki kelainan yang tak termaafkan.
Benarkah Ethan memiliki kelainan itu? Ataukah ada alasan tersendiri baginya untuk berkata demikian?
Selalu ada cerita yang tak terungkap, ketika seorang pria jatuh cinta kepada seorang gadis.
Di sini cerita itu tersibak. Terkuak lebar, mengungkapkan rasa di balik hati seorang pria yang memiliki cinta tanpa syarat.
Untuk seorang gadis yang membuat kata cahaya menjadi tak bermakna.
Jujur, ini buku karya penulis Indonesia yang pertama kali gw baca - lagi! - setelah hampir 4 tahun lebih gw gak nyentuh lagi buku2 penulis lokal karena genre dan selera bacaan gw sudah jauh berubah ato lebih tepatnya 'melenceng jauh dari jalur aman' ;)
Tapi menurut gw, itu justru jadi satu keuntungan buat gw karena gw jadi seakan memulai kembali dari awal lagi dan belajar 'menyesuaikan' diri dengan gaya tulisan dan gaya bahasa penulis Indonesia dan belajar mengikuti ritmenya.
Meski masih ada beberapa hal yang agak mengganjal dan bikin kening berkerut, tapi harus gw akui kalau gw cukup menikmati kisah si Berlian ini.
Gw baca buku ini dengan sekali libas, seharian full dan selesai tepat tengah malam dengan mata berkaca-kaca.
Pada titik tertentu, memang ada beberapa moment yang mampu bikin gw 'terhura jaya' dan bikin dada 'kemrenyes' (maaf kalau rada 'roaming' yaaa, cuz pas nulis asli, bingung nyari padanan bahasa Indonesia bakunya hehehe)
Secara keseluruhan, cerita ini ditulis dengan cukup menarik dan enak dibaca. Tapi gw pikir ada baiknya gw sertakan juga poin2 yang sudah gw catet sesuai dengan taburan sticky note yang menghiasi bukunya...
Pertama-tama, gw akan bahas dari covernya dulu. Sebagai 'banci cover' aka 'coverslut', cover sebuah buku menjadi bagian pertama yang akan gw nilai.
Mampukah si cover mencuri perhatian gw dan bikin gw keponisasi lalu tergerak untuk membacanya?
Lantas? Bagaimana dengan cover TUS ini?
Jujur, waktu pertama kali ditawari penulisnya untuk kesediaan membaca & menuliskan review buku TUS, gw sudah berusaha 'menolaknya' dengan halus... Tapiiiiiii.... begitu gw ditunjukin covernya...
JENGJREEEEEEENGGG!!!
Komen gw saat itu cuma satu....
WHOOOAAAA!!!!!
Maka kejadian selanjutnya sudah bisa ditebak... Mata banci cover gw rupanya berhasil menggulung akal sehat gw dan mengambil alih kinerja otak gw dan langsung mengatakan "YA!" kepada penulisnya tanpa melalui prosedur & mekanisme sidang paripurna terlebih dahulu!
Cover TUS jelas telah memenuhi standart coverslut eyes gw dan layak mendapatkan 5 bintang sendiri!
Kedua, menurut gw...awal cerita agak kurang 'ngangkat' sih sebenernya... Tapi....kemudian di bab-bab selanjutnya, ceritanya mulai terasa menarik dan bikin gw susah untuk berhenti.
Ketiga, gw suka banget dengan dialog-dialog disepanjang cerita ini. 'Tik-tok'nya dapet banget dan enak dibaca.
Keempat, si penulis tampak amat sangat berusaha untuk membuat pembacanya terbelit dalam teka-teki dan serangkaian misteri yang coba dibangun dengan menampilkan sederet tokoh-tokoh misterius sebagai pengalih atau pemecah perhatian. Tapi sayangnya...itu semua gak berhasil mengaburkan gw, karena - thanks berkat tahun2 bercengkrama mesrah dengan dik Conan Edogawa - gw sudah bisa menebak ini cerita mau 'dibawa lari' kemana ;P
Tapi, meskipun sudah bisa 'kebaca' & 'ketebak', jujur gw akui kalau gw tetep amat sangat menikmati jalan ceritanya dan menanti-nantikan kapan "GOTCHA momentnya" bakal terjadi! Dan ketika saat itu - AKHIRNYA - tiba, gw cuma teriak dengan girangnya "HA!!! GOTCHA!!!" Wkkkkkwkkkkk...
Kelima, heronya agak 'creepy-creepy-menggemaskan'! Bikin minta ditabok beberapa kali. Tapi meski rada creepy, gw masih bisa memahami 'kenapa' dia melakukan itu semua...
Keenam, ada beberapa part yang sempat bikin gw berkaca-kaca meski gak sampe nangis sih... tapi cukuplah...
Ketujuh, "Tetek ngaso!" - Sumpah! Gw antara ilfil dan keki mampus sama kata-kata ini! Dua kata ini benar-benar sukses 'menghantui' gw disepanjang gw baca ini buku! Thanks to Jonathan & Dito gelo!!
Kedelapan, gw benernya rada ngarep bisa nemuin yah sesuatu lah yang bisa gw jadi'in bahan buat 'nyambel', tapi sayangnya gw gak nemuin sesuatu hal yang cukup berarti dan layak gw 'sambel'. Adalah nemuin satu-dua paragraf yang tulisannya loncat, selebihnya soal tata bahasa dll gw gak gitu ambil pushing karena itu toh bukan bidang gw yang cuma sekedar seorang pembaca amatiran yang apa lah apa lah ini...
Well? Karena lo udah minta pendapat terjujur gw atas buku lo, so....inilah pendapat gw...
You really did a good job, Kris! Gak sia2 gw dulu pernah 'nyambel' salah 1 buku lo!
Saya sudah sering dengar nama seorang Kristina Yovita dan beberapa karya yg sudah beliau tuliskan. The Untold Story ini jujur saja adalah karya pertama beliau yang saya baca.
Pertama, covernya bagus. Pas dengan tema dan inti cerita. Jadi saya bisa langsung memvisualisasikan dalam kepala saya seperti apa kira-kira sosok seorang Berlian, heroine cerita ini.
Awalnya, saya menebak ini adalah cerita yang hanya dipenuhi pesan moral tentang bagaimana berdamai dengan kekurangan kita. Malah ketika di sepertiga bagian, saya sudah memperkirakan ini nantinya akan jadi semacam cinta bersegi ala drama korea yah hehee. Tapi ternyata, di pertengahan cerita, WOW!!!
Plot twistnya bikin saya ketawa sendiri sambil geleng-geleng kepala. Bisa banget ya penulisnya nipu pembaca yang suka nebak-nebak dan sok tau macem saya. Bener-bener nggak terduga. Two thumbs up buat mbak Kaye!
Saya suka cerita dimana heroinnya adalah sosok yang tangguh, mandiri, dan ehemm... sedikit keras kepala. Dan Berlian disini cukup memenuhi ekspektasi saya. Kemandirian dan ketangguhannya saya acungi jempol, bisa dijadikan contoh dan pelajaran. Biarpun, alih-alih keras kepala dia justru sosok yang lembut hati dan penyayang.
Tentang sosok Jonathan dan Ethan, ahahaa, saya masih geleng-geleng kepala di akhir cerita karena sudah ditipu mentah-mentah sama Mbak Kaye hahaa. Saya juga sempat bertanya-tanya, kira-kira maksudnya dikasih judul The Untold Story itu apa? Oh, saya baru bisa narik kesimpulan di akhir cerita ternyata.
Dan kalau ditanya adegan yang paling memorable di benak saya, adalah saat dimana Ethan membawa Berlian ke pantai, dan bagaimana dia mengenalkan segala hal tentang laut yang sudah tentu nggak akan bisa dilihat Berlian. Itu luar biasa menurut saya.
Terus juga, celetukan-celetukan konyol meski kadang garing ala-ala penyiar radio juga sukses bikin saya senyum sampe ketawa-tawa nggak jelas.
Cerita ini recommended, karena menurut saya paket lengkap. Angstnya ada. Humornya dapet. Plotnya oke. Dan pesan moralnya, banyak yang bisa diambil. Good job Mbak Kaye!!!
Betapa adilnya Langit menata bumi. Di saat banyak orang bisa melihat, tapi hatinya buta. Tapi begitu banyak orang yang tidak bisa melihat dunia tapi memiliki hati seterang matahari.
Berlian, gadis yang buta sejak lahir. Terbiasa dengan hinaan dan cemoohan. Saking terbiasanya, dia tidak lagi menganggap itu sebuah masalah. Dia bisa tetap tersenyum ketika orang mengina cacatnya.
Tapi, siapa yang bilang Bee buta? Bee bisa melihat. Dia bisa melihat dengan jemarinya. Bee bisa melihat dengan telinganya. Hal yang orang lain, yang merasa normal, tidak bisa lakukan. Bahkan orang normal menjadi lebih rendah daripada Bee.
Selama ini, kita disuguhkan cerita putri-putri dengan kesempurnaan yang material. Tapi tidak dengan The Untokd Story. Sebuah novel yang bahkan ketika belum ditulis sudah membuat beta readersnya payah menahan kepo.
Ciri khas KY itu di twist yang sulit ditebak. Kita akan sering tersandung-sandung ketika membaca karyanya. Dengan alur yang pas, dan setting yang jelas, pembaca akan mudah masuk ke cerita. Membayangkan bagaimana Bee berjalan, mencocokkan warna baju dengan roknya. Memilih mie instan di minimarket, membayar, termasuk mengenali tetangganya.
Lalu kehadiran dua pria dalam hidup Bee. Jo, teman masa kecilnya yang selalu menjadi sandarannya. Yang menghilang ketika satu kejadian yang membuat Bee marah besar. Dan Ethan. dubber yang tiba-tiba hadir dengan sejuta pesona. Ketika Ethan sudah masuk begitu dalam ke kehidupan Bee, kenapa pula Joe pun kembali datang.
Pria-pria yang membuat Bee gila. Dan tentu membuat readers akan mendengus jengkel sambil mendesah lega.
KY menyelipkan banyak clue dan jebakan di sepanjang cerita. Sekali lagi, clue dan jebakan yang akan membuat readers mendengus jengkel sambil mendesah lega. Dan sekali lagi, inilah kekuatan novel ini. Sangat sayang untuk dilewatkan.
Maka bersyukurlah kita yang memiliki indra yang lengkap. Tapi, sudahkah kita menyempurnakan indra itu sendiri?
Saya termasuk beruntung karena mendapatkan kesempatan membaca naskah ini sebelum naik cetak. Btw, thanks Mbak KY :)
Ternyata membaca ulang cerita ini masih memberikan gereget yang sama ketika saya pertama kali membacanya. Plot yang terjalin rapi serta twist yang mengejutkan masih membuat saya hanyut dalam kisah Berlian. Yang saya suka dari novel ini adalah Berlian dengan segala kekurangannya, dia berani menunjukkan pada orang-orang bagaimana caranya dia melihat dunia ini. Si Berlian yang kuat dan mandiri, justru membuat saya sebagai pembaca justru merasa teriris2 karena gak tega,hahaha.
Semangatttt untuk karya-karya selanjutnya ya Mbak KY :D
Oke, saya bikin review di tengah rapat. Semoga gak ngaco-ngaco amat.
Ini buku Mbak KY ke sekian yang saya baca. Seperti biasa, kekuatan Mbak KY yang saya kagumi adalah di bagian risetnya. Beliau nggak main-main dalam membangun nyawa sebuah cerita melalui detailnya. Saya terpesona bagaimana seorang Berlian membedakan warna baju dari jumlah benang yang disematkan di saku (meski saya yakin Berlian bahkan takkan pernah tau warna cokelat itu seperti apa *lol), tapi yang beginian hanya bakal bisa diketahui setelah kita bertanya langsung pada orang yang memang mengalami kondisi 'ketika cahaya tak lagi berarti'.
Awalnya saya bener-bener khawatir bahwa isi buku ini adalah tentang motivasi dan penerimaan kondisi endebra-endebre yang sudah menjadi takdirnya Berlian dan kemudian menyentil kita yang sempurna di kondisi 'cahaya adalah salah satu karunia tak terkira' ini menjadi bersyukur.
No! KY tidak menuturkan cerita ala motivasi dan penerimaan kondisi, tapi KY menyeret kita dengan lembut bahwa seorang yang 'selalu merasa gelap' pun bisa melihat cahaya dengan caranya sendiri. Dan yang jelas, saya tertampar kenyataan: bahwa Berlian pun bisa beraktivitas sama normalnya dengan kita yang bisa melihat. Apa lagi yang bisa katakan kecuali betapa hebatnya Emaknya Berlian. Woaaah ... Beliau bukan hanya membuat anaknya mandiri dan tidak meratapi kekurangan yang ada, tapi juga berprestasi dan membuat anaknya berguna bagi orang lain. Silakan merenungi sepak terjang Berlian sebagai guru-guru anak berkebutuhan khusus, dan kita akan terpesona.
Poin selanjutnya yang saya suka adalah persahabatan Berlian dengan Anggit. Tidak banyak orang yang bisa mengerti makna persahabatan, apalagi berhadapan dengan sahabat yang memiliki kekurangan. Wong sahabatan sama yang normal aja kadang kita bisa emosi atau merasa direpotkan. Lah ...Anggit? Bisa ikhlas gitu. Love Anggit.
Untuk Jo, Ethan, dan Saka. Ahelah ... kamu kok pengen dikarungin banget sih, Jo. Untuk Aboy, lo kok beruntung banget, Boy. wkwkwkwk... kalau sama Bapak saya kamu udah ditujes pake pedang bintang ampe penggal kepala loh. Hahaha...
Untuk masalah penulisan, masih ada beberapa typo dan kalimat yang mungkin ke-enter sebelum masuk ke percetakan. Penulisan angka duabelas, tigapuluh, dll yang disambung mungkin perlu dicek lagi ke EBI (setahu saya penulisannya dua belas, tiga puluh). Untuk bahasa daerah yang digunakan sebaiknya ada footnote-nya. Saya bukan orang Jawa, jadi ada beberapa dialog yang tidak saya ngerti. Hehehe.... Layout cetakan terlalu ramai. Terutama bagian bawah, sudah ada nomor halaman, huruf braille, sketsa wajah dll. Tapi ini soal selera saja sih. Hihihi.
Saya hanya sedikit menyayangkan bagian Berlian yang akhirnya bertemu Ayah Kandungnya, kurang digali dan terkesan buru-buru. Hanya lewat gitu aja tanpa ada adegan berarti yang bisa bikin saya menitikkan air mata. Sebagai orang yang baru aja ketipu, seharusnya sikap Berlian lebih waspada. Mungkin bs meyakinkan diri dengan meraba tangan ayahnya dan menemukan bekas luka *lol. Sebagai orang yang cukup sukses, saya merasa si Ayah kurang usaha untuk menemukan anaknya yang padahal nangkring di kota yang sama. Tapi, mungkin kembali lagi kepada takdir yang disulamkan penulis cerita.
Overall, saya sangat menikmati karya ini. Jauh lebih menikmatinya dibanding karya-karya terdahulu, bahwa seorang KY tanpa bumbu erotika yang biasanya menjadi bagian tak terpisahkan dari ceritanya ternyata malah lebih menakjubkan hasilnya. Tanpa perlu konten dewasa eksplisit pun, kualitas takkan bisa didustai. Hehe....
Penulis Kritina Yovita merupakan salah satu penulis favoritku. Begitu launching buku ini, dengan segala upaya aku berhasil mendownloadnya. Cerita yang menarik, mengangkat kehidupan gadis buta bernama Berlian Tirta. Dari awal cerita kita seakan masuk ke dalam imajinasi sang penulis yang begitu detail dalam menggambarkan sosok Berlian yang buta. Ditemani Jonathan teman masa kecilnya, yang membuat romansa percintaan sudah terasa di awal. Namun karena kesalahpahaman masa lalu membuat Berlian menjadi begitu membenci Jonathan dan menjauhinya bak penyakit menular. Ya, Berlian sakit hati terhadap Jonathan.
Ke masa dewasa, seseorang pria yang ia kenal saat bersama menunggu bis di sebuah halte. Tiba-tiba masuk kedalam kehidupannya. Membuat hatinya kembali merasakan gelora yang lama sudah ia lupakan. Ethan, nama pria yang kembali mengusik hatinya. Membuat dirinya bak seorang cinderella yang bertemu pangeran berkuda putih. Segala perhatian dari pria itu membuat Berlian melayang. Perlakuan romantis yang Ethan lakukan membuat Berlian – Jatuh Cinta. Namun apa daya saat kenyataan hadir di depan matanya, ia kembali tersakiti. Ethan tidak bisa menjadi seperti yang ia harapkan? Ethan mempunyai kelainan? Ethan tidak mencintai Berlian?
Apakah semua yang terjadi sedemikian rupa. Ataukah ada rahasia dibalik rahasia yang tersembunyi. Menuju pertengahan cerita kita seakan-akan diberikan sebuah clue teka – teki. Satu persatu rahasia terungkap. Membuat kita ingin terus dan terus lagi membaca. Dan segala seuatu berujung pada sebuah kata, yaitu CINTA.
“ Need some effort to love “ ( The Untold Story, 314)
Dari cerita ini kita akan belajar bahwa hidup itu penuh perjuangan dan pengorbanan. Perjuangan seorang penyandang cacat seperti Berlian Tirta yang mampu menjadi mandiri ditengah segala kekurangannya. Perjuangan seorang pria akan mampu melakukan hal terkonyol sekalipun atas nama cinta.
“ Menjadi pria bukan tentang apa yang kita dapatkan dari wanita, tetapi tentang apa yang bisa kita berikan kepada mereka.” ( The Untold Story, 311)
Dan over all semua karakter tokoh di cerita ini membuat emosiku bercmpur aduk. Berlian dengan kepolosan dan kemandiriannya. Jonathan yang awalnya membuat aku bilang ni cowo Br*ng*ek, tapi di akhir cerita bikin aku bernafas lega. Ethan yang bikin melting dengan segala keromantisannya. Membuat aku bimbang memilih diantara dua pilihan(wkwkwkwkw dijitak mak KY). Dan beberapa tokoh lainnya yang bikin aku sempet kena zonk. Satu lagi melalui novel ini saya tau bagaimana seluk beluk penyandang tunanetra. Bagaimana kehidupan keseharian mereka dan barang-barang khusus untuk mereka. Footnote-nya keren mak KY, aku jadi banyak menambah pengetahuan. Good job mak Kristina Yovita, luph u banget deh!.#Cahayamenjaditakbermakna
Di awal cerita yang menggunakan bahasa Jawa aku sempet bingung. Hehehe maafkan mak aku soalnya ga bisa bahasa Jawa. Klo boleh nanti dipake footnote artinya gtu. Xixixixi . Dan yang terakhir , mak kok romantisme Berlian sama Jonathan dikit banget. Pengennya ada 1 part khusus buat mereka berdua romantisan gtu. Buatin ya mak khusus buat aku. Hehehehehe. Pokoknya buat Mak KY ditunggu karya-karya selanjutnya. Muaacchhh!!
Kristina Yovita adalah seorang pengarang berbakat yang suka mengeksplorasi tema-tema unik. Sebuah novel yang berbicara dari sudut pandang seorang gadis buta? Ya ampun, topik ini saja sudah membuatku penasaran setengah mati.
Bagaimana rasanya terlahir dalam kegelapan dan menjalani hidup selayaknya orang normal? Bagaimana rasanya menjadi orang seperti itu? Bagaimana? Bagaimana?
Mbak Kristina Yovita dengan piawai memainkan diksi yang kaya untuk memperkenalkan kepada kita seperti apakah dunia dari sudut pandang seorang tunanetra, seolah-olah interaksi dengan empat indra itu bisa kita rasakan sendiri. Ketika Berlian, sang tokoh utama, meraba-raba seluruh perabotan di ruangan yang dihampirinya, rasanya seolah-olah seperti aku sendiri yang meraba-raba perabotan itu. Banyak detail yang cukup menggodaku untuk berkhayal menjadi seorang Bee setiap kali mau ke tempat tidur (sambil mematikan lampu). Kadang aku memejamkan mata hanya untuk membayangkan seperti apa rasanya jatuh cinta pada seseorang tanpa melihat wajahnya sama sekali...? Bagaimana? Bagaimana "melihat" dunia tanpa indra penglihatan? Bagaimana caranya Berlian bisa menjalani hidup normal dengan mandiri seperti orang-orang pada umumnya? Memasak.. membersihkan rumah.. menggunakan hiasan wajah.. memilih pakaian.. pergi ke minimarket.. naik bus.. mengajar.. bahkan menulis novel. Banyak wawasan baru di novel The Untold Story ini yang membuatku terkagum-kagum, khususnya tentang dunia tunanetra dan seperti apa keseharian mereka, karena setahuku Mbak Kristina Yovita sendiri memang banyak melakukan riset sebelum menulis novel ini. Jadi kalau soal konten, T.O.P!
Dari sisi romance, mba Kristina Yovita emang dari dulu paling jago bikin adegan-adegan yang bikin klepek-klepek. Hahaha. Ini gak diragukan lagi deh. Paling bisa banget emang bikin adegan yang bikin cewe jadi kegeeran setengah mati, dan beragam serangan melting lainnya yang siap2 bikin kamu jadi baper saat & abis baca novel ini. Wkwkwk. Dari sisi gaya menulis, aku tahu kalau cowok cool cuek bad ass yang diam-diam so sweet adalah tipe favoritnya mbak Key... dan ini walaupun udah ketebak tapi dijamin selalu bikin melting. Wkwkwk.. :))
Btw.. I honestly feel honored that my name is attached as one of the character's name.. pretty girl and smart..... sampe sekarang aku masih geer sih haha.. tapi bikin shock bener itu kelakuannya hahaha xD xD I'm having a nice laugh anyway tiap kali baca partnya dia wahahahaaaa
Oh iya.. Satu kekurangan buku ini: - Sebagai penggemar Naruto, aku mau kritik soal botol minuman bergambar Naruto milik Jonathan di adegan flashback 2003. Tahun 2003 belum ada Naruto.
PS: Naruto itu baru muncul di TV di tahun 2004. Hahaha.
Pertama cc KY 'launching' judul ini, aku langsung tertarik. Dari judulnya aja udah kelihatan ada 'sesuatu' yang berbeda. Dan terus terang ini novel paling rapi yang cc KY tulis, hehe.... (soalnya aku udah baca semua karyanya yang di publish)
Sebenernya udah kelar baca dari beberapa minggu yang lalu, tapi baru sempat bikin reviewnya.
Bee-Jo-Ethan.
Satu cewek dan dua cowok. Aku mikir, pasti cinta segitiga. Tapi rupanya 'cinta segitiga' itu cuman jebakan batman!
Twist yang disuguhkan bener-bener bikin geleng-geleng. Porsi antara humor dan dramanya juga pas.
Terus terang dari awal aku paling suka sama sosok Jonathan a.k.a Jo. Dia memang pernah nyakitin Bee dengan kata-katanya, tapi aku malah ngerasa dia itu jujur. Perasaan Jo buat Bee itu tulus. Nyatanya Jo ngelakuin segala cara buat jadi 'guardian angel-nya' Bee, meski pada akhirnya ketahuan Bee dan bikin Bee marah. *Sabar ya, Jo....*
Sedangkan Ethan, aku malah nggak begitu 'klik' sama dia. Memang sih, dia baik sama Bee, bahkan terlalu baik. Kebaikan itu malah bikin aku curiga, sampai pada akhirnya dia ngaku kalau dia punya kelainan. Hah?!
Sosok Bee.... Salut! Dia nggak pernah protes dengan kekurangannya dan nggak menjadikan kekurangannya itu sebagai alasan untuk bergantung pada orang lain. Bee itu kuat dan mandiri.
Pernah suatu malam, pas aku matiin lampu kamar, aku keinget sama sosok Bee. Gelap, dia cuman bisa ngelihat gelap. Dia nggak tau warna langit, dia nggak tau warna laut. Tapi dia nggak pernah protes. Dari situ aku nemuin poin penting buat aku sendiri. Apa pun keadaan kita, kita harus tetep bersyukur.
Qoutes favoritku: "Tersenyumlah, maka dunia akan terlihat lebih indah."
Walau Bee tidak bisa melihat, dia bisa membuat orang lain tersenyum. So, harusnya kita yang nggak memiliki kekurangan itu bisa membuat orang-orang di sekitar kita tersenyum juga, kan?
After all, buku ini very recomended! Nggak cuman menghibur, buku ini BANYAK pesan moralnya.
Buat cc KY terus semangat nulis ya. Kutunggu anak-anak barumu :)
NB: Nemu beberapa typo, tapi lupa halaman berapa aja, cuman aku lingkari pakai pulpen merah. hehe....
TUS ini adalah buku dari rekomendasi seseorang yang mengatakan buku ini bagus dan wajib baca. Saya pun penasaran dibuatnya.
Dengan membaca sinopsis buku, saya menebak bahwa buku ini bercerita ttg gadis yang berjuang di tengah ketidakmampuan dan mendapatkan cinta tanpa syarat, seperti cerita biasa-biasanya. Yang menjadi tali permasalahan adalah kenapa beliau tersebut mewajibkan saya membaca novel ini. Setelah datangnya buku dan seharian penuh membaca hasilnya sungguh luar biasa. Ceritanya di luar ekspektasi saya.
Di bagian awal dikejutkan Bee, si gadis penyandang tuna netra, bisa melakukan aktivitas normal. Orang saya yang normal aja belum bisa masak, kok ini bisa? Sungguh hebat ibunya mendidik Berlian.
Dengan guyonan dari Jo sebagai penyiar memberi warna di buku ini. Terdapat sisi humor yang membuat saya senyum dan ketawa gak jelas. Dan dengan teka-tekinya yang membuat saya berpikir dan penasaran.
Adanya penambahan tokoh, saya berpikir terdapat cinta segitiga atau cinta yang rumit. Dan saya tertipu mentah-mentah. Di cerita ini mengungkapkan siapa sosok sang pahlawan sebenarnya dan sosok yang mencintai tanpa syarat.
Di akhir cerita dimana Bee yang bertemu sang bapak. Yang seakan mengatakan bahwa dunia ini ternyata sempit ya.
Novel ini banyak mengandung pesan moral yang bisa kita ambil. Seperti persahabatan Bee dan Anggit, kasus Sonya, dan banyak lagi. Silahkan baca dan cari sendiri.
Buku ini sangat direkomendasikan. Dan wajib baca buat pembaca yang sok tahu, suka berspekulasi, dan menebak-nebak jalan cerita seperti saya, agar insaf dan tidak menilai dari sinopsis dan cover. jika pepatah ada "Don't judge by the cover". Bagi saya, "Don't judge an end of book by the synopsis"
"Mata boleh tak bisa melihat, tapi hati tak pernah buta." Quote mba KY yang keren.
Berlian -Bee- seorang penyandang disabilitas. Sejak kecil, ditinggal Ayahnya. Bee dan Ibu nya pindah ke Jakarta. Disana dia berteman dengan Jonathan. Kejadian kecil yang membuat retak pertemanan Bee dan Jo sampai mereka dewasa. Membuat Jo merasa bersalah, tetapi permintamaafan Jo selalu Bee abaikan. Disaat kesendirian, Bee bertemu sosok Ethan. Lelaki yg baik dan membuat Bee jatuh cinta. Tapi ada Sesuatu yg Ethan sembunyikan. Meskipun Bee juga merasakan sesuatu, tapi dia abaikan. Sampe ada satu kejadian yg melibatkan Jo dan Ethan. Apakah cinta segitiga atau ada yg lain?? Penasaran? Baca aja yuk :D
Overall novel ini keren, banyak sentilan kalimat dan pesan moral nya. Apalagi kekurangan Bee, tapi dia masih bisa survive. Dan menjalani seperti orang normal lainnya. Kekurangan itu bukan alasan untuk kita tidak bisa berbuat apa-apa... Bagi yang mau baca siapkan hati yah, mbak KY bikin clue yg bikin penasaran... dan ingin melanjutkan baca halaman selanjutnya. Cuman eksekusi akhir nya kurang nendang mbak, pertemuan kembali dengan Ayah asli nya kurang detail. Terkesan buru buru gitu... Padahal kayanya seru, klo di ceritain detail. Pokonya rekomen deh bagi yg mau baca novel ini.
Btw mbak KY, minta stok laki kaya Jo ini dongsssssss ^_____^
TUS,novel cetak pertama karya mak KY yang ku punya pertama karna tertarik dengan covernya yang klasik dan unik,dan kisahnya tentng penyandang tuna netra, halaman pertama di suguhi tentang perjuangan hidup berlian dengan segala keterbatasannya,disisi lain ada jonathan seorang penyiar radio,teman masa kecil berlian tapi karna suatu masalah hubungan mereka renggang padahal mereka tetanggaan,lalu ada saka seorang penulis novel dan ada ethan seorang dubber yang telah membuat berlian jatuh cinta. tadinya aku menebak berlian akan memilih salah satu pria diantara mereka,tapi ternyata tebakanku melenceng,penulisnya benar-benar membuat ending yang tidak bisa di tebak,aku sampai greget pengen uyel-uyel orang... aku suka scene waktu jonathan sama dito siaran berasa lagi nonton siaran radio secara langsung,fellnya dapat banget..aku sampe senyum-senyum gaje plus cekikikan...
keren ceritanya, perjuangan seorang penyandang tunanetra yang mandiri, dan di bumbui dengan kisah cinta yang wooww, Jonathan dan Ethan, dua orang yang hadir di hidup Berlian dengan cara yang berbeda. Jonathan yang meninggalkan luka di hati Berlian, tapi berusaha dengan berbagai cara untuk melunakkan hati Berlian kembali. Hingga suara saat Berlian di pertemukan Ethan, sosok yang begitu perhatian dan menyayangi Berlian, dan berlian pun jatuh cinta pada sosok Ethan. lalu bagaimana nasib si abang Jonathan? hmm bisa di lihat di novel ini. apakah berlian akan bersatu sama Jonathan. banyak kejadian yang akan bikin kita berkata ooo,,, dengan kepala manggut2, hahaha. dan emosi kita sebagai pembacapun akan naik turut, kadang kesel, gemes pengen jedotin seseorang ke tembok, ahai dan bisa senyum2 sendiri, wes dari pada banyak omong, mending cussssss baca deh. hahaha
Bahasanya sangat ringan, banyak teka-teki yang membuat saya harus memutar otak menebak apa yang akan terjadi kedepannya. Hanya saja, ada beberapa adegan yang kurang detail menurut saya, seperti halnya sosok penjabaran tokoh jonathan dan Ethan. atau tokoh Aboy. Dan pertemuan antara Bee dengan Awan tergolong singkat, bahkan pertemuan dengan ayah tirinya yang tertuliskan panjang kali lebar lol padahal ekspektasi saya berharap Bee memastikan sendiri apakah Awan benar ayahnya atau hanya pura-pura lagi, berharap juga Bee meraba lengan ayahnya yang luka saat ketemu setyawan yang asli. Dan saya bete, kenapa saat Setyawan tidak menemukan istri dan anaknya dia justru menikah dengan yang lain sampai punya anak? Dan saya masih belum nemu alasan kenapa Setyawan meninggalkan rumah alias minggat saat Bee berumur lima tahun.
Ini adalah karya kedua mbak Kaye yang aku baca... -Cover: Pas, dan mencerminkan isi ceritanya banget. (Betewe aku sukaaaaa banget sama bookmark dan pinnya) -Karena aku bacanya udah lama, jadi lupa. Tapi ada beberapa typo, seharusnya berada dalam satu paragraf malah jadi kepisah paragrafnya. Maafkan aku Mbak Kaye, aku lupa halaman berapa. -Plot-twistnya ajib! Bener-bener cerdas emang, tetapi seajib apa pun itu, fakta yang disuguhkan Mbak Kaye masuk akal dan konkret. Selain itu juga, Mbak Kaye benar-benar riset total, ketahuan banget dengan kelogisan dan kekonsisten-an alur serta twistnya tadi. -Gak ada yang lebih keren dari Jo! I love JO!!!! -Hikmahnya banyak, gak bisa disebutin satu-satu. Yang jelas novel ini KAYA. -Terakhir, novel ini harus dibaca banget!!!
Buku ini tentang perempuan yang buta, tidak bisa melihat sama sekali sejak lahir. Di buku ini dijelaskan bagaimana kehidupan mereka. Selama ini tidak terpikirkan bagaimana mereka menjalani hidup ini, seperti hal kecil, bagaimana mereka memilih baju. Hal simple namun cukup membuat saya terkagum-kagum. Good job untuk penulisnya, yang sanggup menceritakan dengan asyik dan kisah cintanya begitu sederhana tapi menyentuh. Saya rekomendasikan buku ini. Sangat menghibur.
nyesel baru baca buku ini! ga nyangka ini novel wp tadinya. penulisnya bner bner niat ngebangun karakter berlian ga asal-asalan.
plot twistnya bikin geleng kepala kena jebakan berapa kali mana dikasih teka-teki yang bikin pusing. good job lah!
aku tadinya ga tertarik sama novel ini aku kira novel terjemahan taunya bukan dan buku ini habis aku lahap dalam 2 hari, bagian pertengahan hatiku dibuat deg degan karena ethan dan aku kagum bagaimana cara jonathan mencintai berlian.
ada yang kurang sih konflik berlian sama ayahnya cuman dikemas begitu aja itupun hampir mencapai ending ga dijelasin dengan jelas jadi feel ayah-anaknya kurang dapat.
"Mata boleh tidak bisa melihat, tapi hati tidak pernah buta" Semoga aku tidak memiliki hati yang buta.
Novel yang sangat menginspirasi tak hanya bagiku, tapi juga buat orang-orang yang tidak memiliki kemampuan seperti Bee (ikutan panggil Bee seperti Jo) dan juga orang-orang yang tak sempurna lainnya. Bahkan mungkin bagus juga dibaca oleh orang yang tak punya hati.
Ada beberapa paragaraf yang terpisah menjadi 2 paragraf. Untuk kesalahan penulisan, hanya menemukan satu, itupun sdh lupa dihalaman berapa karena keasyikan membaca. Satu hal yang membuatku tertawa. Saat Jo (ish sok akrab akunya) nguping Bee dari sebelah rumahnya. Dua kali nemu kalimat ini: "Jo mengangkat telinga....". Jo, kamu itu Inu ya, bisa mengangkat kuping (ahh... tak apalah Inuyasha kan keren, punya tiga karakter, satu setengah iblis-manusia, satu lagi iblis, dan satunya manusia seutuhnya saat bulan baru. Eh... apa hubungannya aku ceritain si Inu disini ya? Gak penting banget.
Kembali fokus.
Secara keseluruhan aku tetep suka gaya bercerita pengarangnya. Suka sekali saat dia kasih kejutan-kejutan yang tak terduga (tapi mba, kali ini tebakanku keknya tepat... haha). Banyak sekali clue yang diberikan pengarang bila dicermati.
Bee (Berlian). Sosok yang mampu bertahan hidup dengan keterbatasannya ditengah-tengah manusia yang moralnya sudah tergerus zaman. Bee mampu beraktifitas dan berkarya layaknya manusia normal. Bee pun memiliki hati dan bisa terluka hatinya. Bee pernah terluka dengan satu kalimat yang dia dengar di masa kecilnya dulu, sehingga menjauhkan dirinya dari sahabat sekaligus orang yang sangat memperhatikannya. Namun Bee tidak menyimpan kecurigaan akan niat orang-orang disekitarnya. Bee, kau polos sekali. Mungkin karena matanya tak pernah melihat kejahatan.
Jo (Jonathan). Keseriusannya untuk kembali mendekati Bee, sosok gadis yang dia cintai yang ingin dia jaga dan lindungi, membuatnya melakukan sesuatu yang hebat menurutku. Tapi di mata Bee, dia melakukan suatu kesalahan dan kembali menyakiti hati Bee. Puk puk... kasihan kau Jo. Semangatmu itu patut dicontoh oleh para pria lainnya untuk memenangkan cinta seorang gadis.
Ethan dan Saka. Duo ini cukup membantu Jo dalam mendekati Bee. Bee jatuh cinta pada Ethan dan ingin selalu bersamanya walau Ethan mengaku seorang gay. Hah??? Sosok saka sangat menyebalkan. Berani sekali mengganggu Bee. Tapi... ada alasan sempurna dibalik tindakannya itu.
Permata Sonya dan Aboy. Cukup terkejut dengan karakter gadis yang satu ini. Sedangkan pria satu ini termasuk yang jarang ya, mau mengakui kesalahan dan memperbaiki kesalahan yang telah dia lakukan.
Dito. Pasangan "gila" Jo di stasiun radio tempat Jo bekerja. Jo dan Dito mengingatkan aku pada masa lalu ketika diajak kakak untuk mengunjungi sebuah stasiun radio lokal hanya untuk menemui penyiar idola kakakku itu. Penyiar itu sempat jadi temen kakakku dan tentunya aku juga donk. Nah dari temen kakakku ini aku tahu talenta seorang penyiar yang memiliki suara bagus sekaligus postur tubuh dan wajah yang bisa dijual (ish, kenapa lagi aku cerita gak jelas disini). Btw, kuis tetek ngaso itu kuis yang cukup menantang. Aku ikutan nebak dan hasilnya salah besar. Jawabannya sungguh diluar pemikiranku.
Karakter ayah Bee. Sedari awal sudah curiga dengan lelaki kumuh yang mengaku sebagai ayah Bee. Dasarnya Bee yang polos sih, menerima kenyataan hanya karena kenangan gelang ibunya. Terkejut juga dengan hasil kepercayaan yang diberikan oleh Bee kepada lelaki itu. Benerkah lelaki kumuh itu ayah Bee? Ataukah ada sosok lainnya? Bagian mengenai ayah Bee, mengingatkan aku akan gaya penulisan sosok pengarang idolaku, Maria A Sardjono.
Satu karakter yang jangan dilupakan walaupun disinggung dalam porsi yang sedikit. Sosok anak kecil yang memiliki talenta walau dia penyandang autis sekaligus tuna netra. Aku dibuat terharu dan bangga pada sosok Ferdi ini.
Terakhir, khusus halaman 336 s/d 345, beberapa halaman inilah sebenarnya inti kisah ini, yang layak disebut The Untold Story. Dan please yah, jangan baca yang ini dulu sebelum baca dari halaman pertama hingga selesai.
After All, buku ini sangat aku rekomendasikan. Happy reading ;)
Judul : The Untold Story; Ketika Kata Cahaya Menjadi Tak Bermakna. Penulis : Kristina Yovita Tahun terbit : Maret, 2016 Tebal buku : 345 halaman Penerbit : Buku Oryzaee
Setiap buku akan memiliki caranya tersendiri untuk memikat hati pembacanya. Novel inipun demikian, sejak release ternyata sudah ada beberapa yang mereviewnya. Dan review yang diberikan untuk novel ini jempolan.
Karir Kristina Yovita tidak bisa dibilang baru sebagai penulis. Karena Beliau telah banyak melahirkan anak-anaknya (baca: karyanya) baik dalam bentuk e-book atau cetak. Seperti; Meong, Apa Itu Cinta?, Kim In Love, Eternal Flame. Dan novel yang berjudul "The Untold Story" ini merupakan novel terbaru dari Beliau. Selain hobi menulis, ternyata Beliau juga memiliki hobi mengacaukan dapur (baca; memasak) dan cemilan andalannya adalah risoles mayonise (Maaakk aku mau risolesnya, hehehe). Ternyata beliau lebih suka disapa KY (baca; Ka Ye).
Novel The Untold Story ini merupakan novel terbaru yang dikeluarkan oleh bukuoryzaee dalam bentuk e-book. Novel e-book ini masuk dalam kategori premium gold untuk versi yang berbayar. Dan sambutan terhadap novel ini sangat luar biasa, terbukti sejak peluncurannya diplaystore banyak dari pembaca setianya yang tak sungkan mungeluarkan uang demi mendownload versi berbayar atau versi lengkapnya dan selang beberapa waktu, novel ini pun langsung naik cetak, novel cetaknyapun masuk kategori premium gold. Weehhh kereeen, i'm proud of you mak Kaye
3* karena saya terpukau pada Berlian. Sosok Berlian seakan menampar saya karena kadang saya lebih sering memandang kasihan pada orang dg kebutuhan khusus. Tidaaakk, mereka tidak butuh rasa kasihan itu. Yang mereka butuhkan adalah kesetaraan kita dalam memperlakukan mereka. Rasa kasihan qt bisa jadi membuat mereka malah menjauh karena siapapun manusianya, pasti muak dikasihani. Jujur, saya baru bisa menikmati novel ini setelah hal 90an. Setelah satu demi satu teka-teki bermunculan dan membuat saya penasaran. Tapi saat saya sudah tau jawabannya, blassss rasa penasaran hilang, lalu saya membaca dg cara kilat(lompat2 kalimat dan paragraf). Entahlah kenapa, tapi feel saya gk ikut bermain saat di novel ini. Saya gak dapet feel saat Berlian tau Jo menipunya. Yang man mgk harusnya lebih digali, krn kebohongan Jo juga fatal loh menurut saya. mau itu white lie atau bukan. Datar. itu yg saya rasa. Tapi terima kasih mami KY, terima kasih Berlian krn memberikan saya sudut pandang baru cara menyayangi orang2 disabelitas. Sukses selalu mami #ketchup brutal
Ini bukan review, cuman pengen cerita sedikit, bahwa tanpa narasumberku yang namanya Tantri Enggar, nggak akan buku ini punya jiwa. Dialah sosok Berlian yang tegar, pintar dan mandiri. Dari dia aku tahu bagaimana rasanya seorang tunanetra menjalani kehidupan sehari-harinya. Terima kasih Tantri! GBU!
suka banget cerita ini. awalnya bingung sama kisah ethan & ternyata oh ternyata wow... keren... hanya semalam aku baca saking penasaran hihihi.. novel kim in love & novel ini yang jadi tambahan list novel favorit
Asli ini buku kereeenn bangeett...The Untold Story karangan mba Kristina Yovita..bikin sy jdi ikut ngerasain gimana keseharian berlian yg tuna netra...walaupun dgn segala keterbatasannya dy tetap hidup normal dan..Oh My...Jonanthan..