“Ketika kau 'jatuh' cinta padaku, bukan gravitasi yang bertanggung jawab, tapi aku.”
LEE FLORA Pernahkah kau menyukai seseorang hingga melupakannya akan menjadi hal yang mustahil? Ya, itu yang terjadi padaku. Sekalipun kubilang kehadiran Seiji tidak berarti apa pun untukku, pada akhirnya aku hanya akan membohongi diri sendiri. Dan sekalipun aku berusaha berjalan menjauhinya, pada akhirnya aku justru akan berlari kembali mendekatinya. Dia gravitasiku. Medan magnetnya membuatku tidak bisa menyerah untuk membuktikan bahwa: mencintai tidak sesulit caranya membedakan merah dan hijau; atau jika dia ingin melihat warna di luar dunianya selama ini, aku ada di sini untuk menunjukkannya.
PARK SEIJI Kau bertanya apa arti kehadiran pasangan dalam hidupku? Aku tidak tahu kenapa aku harus menyempatkan waktu untuk menjawab pertanyaan semacam ini di sela kesibukanku bekerja. Jika yang kau maksud adalah Flora, dia pasienku—dengan diagnosis ankle sprain. Bukan masalah besar, kalau saja dia tidak mendapat cedera itu karena tersandung gaunnya sendiri di hari pernikahan kami. Dan arti dia untukku? Bisa kujawab nanti saja? Tunggu sampai aku yakin bahwa Flo tidak akan lari dariku lagi. Tunggu sampai Flo berhasil menunjukkan warna-warna yang dia janjikan padaku waktu itu.
FLAZIA, nama pena yang diambil dari akronim nama lengkapnya sendiri--Fildzah Izzazi Achmadi. Sangat mencintai nama pemberian orangtuanya, tapi akhirnya memutuskan untuk membuat nama pena sendiri karena nama lahirnya sedikit sulit untuk dibaca dan diingat. Memilih menulis sebagai kesenangan pertama sekaligus kewajiban kedua. Paling menyukai perpaduan antara Yogyakarta, buku, hujan, dan hari libur.
If you like comedy-romance or you like her novels before (terutama si Insomnia), trust me, you're gonna LOVE this one!
Masih tetap dengan sudut pandang pertama pada setiap tokoh utamanya dan setting di korea. Dan masih dengan gaya bahasa yang nggak terkesan kaku. Yang saya apresiasi terutama kedetailan yang jauh lebih dibanding novel" sebelumnya (lets give *prokprok* 'bout this one). Komedinya? Tetep! Really comedy-romance-and-lil-'hot' metropop if you ask. Ya, di sini penulisnya cukup berhasil menambahkan kesan 'dewasa' dibanding novel sebelumnya, walau masih sedikit terlihat belum berani ke arah yang lebih 'sensitif'. Plotnya juga bisa dibilang lebih bagus, beda dari insomnia yang terkesan flat di awalnya, kalau ini hampir sepanjang cerita pasti ada masalah. Setiap kejadian juga berkaitan satu sama lain, ngga hanya sekedar cerita sambil lalu. Mungkin yang kurang hanya ada beberapa bahasa medis yang mengurangi makna kalimat bagi pembaca yang awam, tapi penjelasan di footnote sudah cukup membantu.
And c'mon, tambahan beberapa gambar ilustrasi (yang ngebuat bayangan di kepala makin WAH) manakah yang kau dustakan? Make me wanna hug the illustrator!
And about the climax, believe me, it's not as classic as that!!
When you love reading novels, there must be at least 1 book you feel like "Damn, It so freaking waste time!" "Give my hours back, $?#%!" etc. And this novel, absolutely truly deeply NOT that kind! :)
Kalo kata Sei-kun, "Hanya ada 1 syarat sebenernya....dan semua orang tau hanya kau yang bisa" Dan ya, cuma flazia yang bisa buat novel 'korea' looks so freakin' good in my eyes! ❤️
"Lalu kenapa kau bilang Seiji hampir mati, hah?" pekikku panik. "Kemarin aku bertanya apakah kalian akan bercerai atau tidak, kemudian Hyung malah mengaku kalau dia tidak bisa hidup tanpamu. Nuna akan bercerai 'kan? Karena itu Hyung tidak akan bertahan lebih lama lagi," jawab Farel asal. heuwkwkwk
Novel ini bikin ngakak! Novel romance-comedy yang lucu banget. (tapi tetap ada manisnya) Sanggup deh kalau baca ini berulang kali wkwkw (nungguin Farel dan Shi Ho jadi tokoh utama. Mereka berdua bikin gagal fokus wkwkwk)
Pertama-tama, ini novel pertama yang covernya bikin gue baper. OMG, tatapan Park Seiji itu loh bikin meleleh banget. Tiap kali novelnya digeletakin, pasti langsung dibalik. Biar ga gagal fokus saya hahaha.
Untuk isinya, ada yang ga tertebak sedikit sih. Overall cerita yang cukup manis. Konfliknya blm terlalu mengaduk-aduk emosi saya, sayangnya.
Setelah sekian lama tidak membaca fanfic atau cerita latar Korea saya kaku juga baca ini. Pindah POV kayak ff dulu yang sering ku baca XD Berniat baca mau liat gaya cerita penulis sebelum baca novel barunya. Dan saya suka. Ada banyak adat Korea yang dijelaskan di sini. Tapi untuk ceritanya nothing special menurutku. Cerita tentang tokoh medis yang dibuat oleh penulis latar belakang medis. Suka ada Epipen disebut di sini wkwk Cuman untuk kekurangannya Seiji kurang klik aja gitu. Nggak tau kalau di Korea mungkin bisa partialcolor blind masuk FK kali ya.
Baca novel ini dalam sekali duduk. Buku ini bercerita tentang pasangan yang sama-sama memiliki golongan darah A. Btw, saya juga A :'D Kisahnya menarik dan maniiis banget. Setelah baca buku ini, saya jadi makin tertarik untuk baca novel-novel lainnya yang berhubungan dengan dunia medis. Review lengkap menyusuuul :)
Sebentar... sebentar... Kok si flora isa hamil yes? Kan kontrak mereka...
Gegara cuman liak cover tanpa baca sinopsis di bavk covernya, udah suudzon aja kalo kala novel ini genrenya teen-lit wqwq. But well terlepas dari itu semua mayan seru sih ceritanya, sekalipun konfliknya nggak ciamik-ciamik amat. Tapi emang reality banget, cemburu sama mantan pasangan misalnya, hehe.
Baca sampe abs deh biar bener-bener paham kenapa cinta itu kaya gravitasi *smirk* Bocoran dikit deh...
Gravitasi dan cinta, Jatuh cinta itu seperti cara hujan jatuh ke bumi, Iya... sealami itu...
Berasa nonton drakor 😂😂 chemistry 2 tokoh utamanya menurutku masih kurang ya, tapi karena gaya penulisannya Kak Flazia ini memang seleraku, jadinya ya nyaman2 aja dibaca sampe selesai 🫰🏼
Oke, little aya update: aku baca buku ini karena butuh cheesy romance. Sekarang ini.. entahlah hati saya lagi melunak dan meninggalkan bacaan-bacaan tebal sementara waktu. Skripsi. Kasian otak kalo ditubruk bacaan berat terus ): Dan di sisi lain, aku lagi mulai... kena Hallyu. Tapi ga parah kok, chill :p
Nah, berhubung lagi sedikit mengidap Hallyu, pas lagi di toko buku dan lagi mencari buku yang nggak tebel banget... buku ini dengan santainya manggil-manggil aku sambil duduk-duduk manis di rak buku; bersebelahan dengan edisi Bloodtype Series. Hal pertama yang bikin jatuh cinta adalah kavernya. Jadi sederet buku-buku Bloodtype Series ini pada punya wajah-wajah Korea yang bikin hati deg-degan. Sumpah, itu cowok-cowok di kaver adalah idaman saya T.T. Dari sekian edisi, punya Flazia yang aku pilih karena aku bergolongan darah A.
Baiklah, maafkan kalau sedikit curcol di atas, kita langsung mulai saja reviewnya dundundun:
what's good : Flazia, dengan nerd power-nya, berhasil ia tularkan di dalam buku. Ia menjelaskan gravitasi dengan runtut dan understandable; istilah-istilah kedokteran.. Flazia pintar untuk membuat para pembaca jadi melebur dengan ceritanya. Tulisan Flazia juga runtut dan rapi.
Sifat-sifat mereka yang bergolongan darah A juga ada beberapa yang aku banget (kecuali "komitmen" nGHAHAHA *yek curhat*).
Flazia juga ngerti banyak tentang Korea. Jadi, cerita bisa nyambung dan "korea" banget. Jalan ceritanya juga ala ala K-drama gitu.
Satu lagi, Flazia pinter naruh klimaks. Dia tahu kapan pembaca diberi sedikit "thrill" dan kapan buat chill.
what's not : sebenarnya, buku ini bukanlah genre buku yang aku biasa baca sih. Aku nggak terlalu ngena sama drama Korea (ada sih beberapa yang suka cuma yaaa ga bisa aja sama jalan ceritanya). Idenya bagus, cuma jalan ceritanya... Not so me. Penggambaran karakter cewek dan cowoknya juga Korea banget ala-ala K-drama which is not so me. Oh ya, beberapa kalimat yang menggunakan bahasa Inggris juga aku lihat ada beberapa grammar error, but that's fine. Dan..... kurang hot :D plak
Overall, buku ini bagus sih. Bagus. Feel-nya dapet, kok. Hanya saja, this book is just so not my type - but somehow, I like it.