Jump to ratings and reviews
Rate this book

Young Adult GPU

The Stardust Catcher

Rate this book
“Apa harapanmu tahun ini?”

Joe: Punya alternatif lain untuk berbahagia selain dengan mencari pasangan.

Mela: Mendapat tambahan umur setidaknya empat tahun lagi, yah.... biar bisa main remi lebih lama lagi sih.

Bermula dari secarik kertas dalam jaket di commuter line, Joe dan Mela bercengkerama lewat ask.fm. Selama setahun, hanya lewat media sosial itulah mereka berhubungan. Hingga Joe tertinggal rombongan saat liburan bersama teman-teman kuliahnya. Ia tersesat di Bali. Sendirian.

Saat itulah Sally Cinnamon muncul dan mengaku sebagai peri yang akan mempertemukan Joe dengan jodohnya. Wait, peri jodoh? Yang benar saja? Ditemani Sally, Joe berusaha mencari rombongannya. Petualangan yang mempertemukannya dengan Mela, si spa therapist yang sekarat.

Apakah Mela jodoh yang dimaksud Sally? Apakah Joe benar-benar tersesat dan bukannya sengaja menghilang karena protes akan perceraian orangtuanya?

184 pages, Paperback

First published March 31, 2016

6 people are currently reading
88 people want to read

About the author

Suarcani

9 books35 followers
Dulu suka peri. Sekarang pun masih.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (8%)
4 stars
27 (21%)
3 stars
76 (60%)
2 stars
10 (8%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 55 reviews
Profile Image for mollusskka.
250 reviews158 followers
May 16, 2016
Bagian awal dari buku ini benar-benar menarik perhatian. Terlihat dari gaya penulisannya yang enak dibaca dan terbilang beda dari novel-novel lokal remaja yang pernah aku baca. Belum lagi kisah Joe yang harus menghadapi orangtuanya yang akan bercerai dan Mela yang mengidap penyakit lupus. Betapa novel ini begitu menjanjikan. Di otakku sudah terbayang akan seperti apa jalan ceritanya.

Sayangnya, harapanku itu tidak bersambut. Jangankan itu, kenikmatan gaya penulisan dan jalan cerita itu nggak terjadi hingga aku menutup buku. Aku cuma terhanyut dari mulai prolog sampai adegan di mana Mela diboyong oleh para penculik. Dari sana, jalan cerita benar-benar melenceng jauh dari yang aku duga. Iya, sepertinya penulis berhasil mengecohku. Tapi jujur aku kurang suka.

Mela adalah karekter yang paling aku suka di sini. Dia benar-benar bikin aku penasaran seperti apa kelanjutannya. Dia penggemar berat remi, humoris dan joke-joke yang disampaikannya baru kali ini aku dengar. Jadi terasa segar dan nggak garing. Dan aku udah siap-siap untuk bersedih karena mengingat kehidupan Mela yang memilukan. Sayang, itu nggak terjadi sama sekali. Ekspektasiku hancur berantakan. Kisah penyakit lupusnya cuman di awal aja.

Lalu Sally. Aku nggak begitu tertarik sama Sally. Meski dia peri, aku nggak terpesona pada kisahnya. Satu-satunya cerita fantasi yang kunikmati dan kuidolakan adalah Harry Potter. Jadi begitu disodorkan soal Dewi Iddun, Ragnarok dan Sol, HAH?! Siapa pula mereka? Dan penjelasan penulis terlalu sedikit untuk menyajikan kisah fantasi yang bisa mengikat dan membekas di hati pembaca. Pastilah karena bukunya yang tipis juga. Jadinya aku nggak bisa jatuh cinta sama asal-muasal Sally Cinnamon ini. Tapi aku cukup menghargai niat penulis dalam menghadirkan kisah yang berbeda dalam genre YA.

Bagian yang paling aku benci adalah cerita Joe yang tersesat karena terlalu panjang dan lama. Hingga aku berpikir kapan dia akhirnya akan bertemu Mela. Padahal kan dari blurbnya itu aku udah memperkirakan kalau kisah Joe dan Mela akan menjadi titik fokus novel ini. Ternyata yang lebih banyak menjadi fokus ya petualangan Joe ini dan ceritanya bersama Si Peri Jodoh bernama Sally Cinnamon.

Lalu endingnya? Wow! Di luar dugaan banget! Tapi aku nggak suka dan sebel! Selain itu, ini kan novel YA, terus dikasih ending yang seperti itu, jadi berasa novel NA. Dan sekali lagi, aku benar-benar hilang ikatan sama jalan ceritanya. Sekali lagi, aku cuman menikmati prolog sampai Mela diboyong penculik. Udah, itu aja.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
April 7, 2016
Resensi + #KuisBuku di http://www.kubikelromance.com/2016/04...


Demi menghindari sidang perceraian orangtuanya, Joe memilih melakukan Darmawisata ke Bali bersama teman-teman Fakultas Teknik Mesin yang lain. Joe butuh pelarian, dia merasa kedua orangtuanya sudah tidak memikirkan kebahagiaan anak tunggal mereka. Dari sang ibu dia akan mendapatkan saudara kembar yang sering kali lebih diperhatikan daripada dirinya, dari sang ayah yang juga sudah menemukan pasangan baru, Joe akan mendapatkan saudara lelaki yang umurnya tidak terpaut jauh darinya, saudara yang tidak bersahabat dan menjadikan Joe sebagai ancaman yang berbahaya. Joe ingin lari dari keegoisan kedua orangtuanya, dia ingin bahagia, dan mungkin kesendiriannya adalah jalan menuju apa yang diharapkan Joe untuk hidup kedepannya.

Nahasnya, ketika bus yang dia tumpangi berhenti di pompa bensin dan Joe turun untuk ke toilet, sekembalinya bus tersebut sudah tidak ada. Joe ditinggal rombongan! Tidak ada dompet dan ponsel, Joe merasa hidupnya benar-benar sudah hancur kali ini. Di saat itu juga dia melihat seorang gadis yang sebelumnya dia lihat di pesawat tapi teman-temannya yang lain tidak melihat. Gadis tersebut sangat senang ketika Joe bisa melihat dirinya, bahkan dia bisa menyentuh Joe, itu tandanya Joe akan segera bertemu dengan jodohnya. Gadis tersebut bernama Sally Cinnamon, dia adalah peri jodoh Joe. Tentu saja Joe tidak langsung percaya, awalnya dia menganggap Sally adalah hantu dan berusaha kabur darinya, tapi lama-lama Sally mengisi kesendirian yang Joe rasakan.

Kalau benar Sally Cinnamon akan segera mempertemukannya dengan jodoh dan memberikan kebahagiaan, kenapa penderitaan tak pernah usai sejak mereka bertemu? Kenapa Joe selalu terlilit kesialan dan puncaknya dia harus menyabotase angkutan bus dan menolong seorang perempuan yang disekap?

"Tapi cahaya itu tidak akan pernah mati, Joe. Sekalipun sinarnya meredup, tapi hangatnya akan tetap terasa di dalam sini." Dia menyentuh dada Joe, memberi penekanan lembut. "Akan terasa kok. Percaya deh!"

"Tidak selamanya hidup akan berlaku adil, Joe. Tidak selamanya pula satu keluarga utuh itu isinya ayah, ibu, dan anak. Banyak kasus anak-anak broken home yang masih mendapat kasih sayang penuh dari orangtuanya sekalipun tinggal terpisah. Asalkan tujuan mereka sama, untuk saling membahagiakan."

"Kamu tahu bagaimana komposisi keluarga yang seimbang dan baik itu? Antara orangtua dan anak tidak ada yang saling memaksa kehendak. Tidak orangtua, tidak pula anak. Mereka punya hak yang sama untuk memiliki kebahagiaan masing-masing, asalkan masing-masing pihak tetap kompromi akan satu hal. Komitmen."

Dari beberapa buku lini Young Adult terbitan Gramedia yang sudah saya baca, The Stardust Catcher memberi napas baru, masih dengan konflik yang khas dan lebih kompleks tentang kehidupan remaja, kali ini ada sisipan fantasi dan humor di dalamnya, membuat The Catcher menarik. Dari segi tulisan walaupun tidak detail dan lebih menunjukkan teknik tell saya tetap bisa menikmati dan terhibur, sama sekali jauh dari kata membosankan. Kesialan Joe ternyata memberi kebahagiaan kepada pembaca :D

Sebenarnya ada dua konflik utama dalam buku ini, pertama tentang Joe yang belum siap menghadapi perceraian kedua orangtuanya dan tentang Mela, seorang spa therapist dan Odapus. Joe mewakili suara anak-anak yang merasa orangtua mereka egois karena memutuskan berpisah, menganggap mereka merenggut kebahagiaan dengan menjadikan anak harus memilih salah satu, menganggap anak adalah beban. Joe berharap dengan pelarian slash wisata bersama teman-temannya akan membantu mengatasi masalah, tapi siapa menyangka dia malah mengalami petualangan yang tak terbayangkan.

Tentang Mela sendiri, kondisi yang serba kekurangan, menjadi pengganti orangtua untuk membiayai adiknya kuliah, serta penyakit dia alami tidak lantas membuat dia patah semangat, dia tetap tersenyum dan melayani pelanggan dengan memuaskan, melalui permainan kartu remi. Salah satunya adalah Oscar yang sangat perhatian padanya karena meninggatkan akan adiknya yang memiliki kondisi sama dengan Mela. Kedua kondisi yang bertolak belakang inilah yang membuat Joe dan Mela akan saling melengkapi. Joe harusnya bersyukur karena masih memiliki orangtua yang lengkap, hidup berkecukupan. Bersyukur adalah salah satu bentuk kebahagiaan yang kerap dilupakan orang.

Pace-nya cukup cepat karena mengejar waktu, sehingga bisa dipahami kenapa penulis lebih memilih teknik tell daripada menjabarkan semuanya secara detail, ada beberapa bagian yang kurang digali penulis, misalkan saja tentang karakter Mela dan penyakit Lupus yang dia derita. Namun demikian, bagian yang terpenting tidak dilupakan begitu saja, kedua konflik disajikan dengan baik, humor yang ditampilkan ketika Joe mendapat kesialan beruntun menjadi hiburan tersendiri. Kadang kesialan bisa berujung pada kebahagiaan.

Saya rekomendasikan bagi yang ingin bertemu dengan peri jodoh, Sally Cinnamon. Siapa tahu setelah ini adalah giliran kalian :p
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 22, 2016
Ada 1 eks The Stardust Catcher gratis dan tas joger kece buat kamu yang beruntung http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/... DL 30 April 2016

"Kamu tahu bagaimana komposisi keluarga yang seimbang dan baik itu? Antara orang tua dan anak tidak ada yang saling memaksa kehendak. Tidak orang tua, tidak pula anak. Mereka punya hak yang sama untuk memiliki kebahagiaan masing-masing, asalkan masing-masing pihak tetap kompromi akan satu hal. KOMITMEN."

Hidup Joe dulunya bahagia, terlahir sebagai anak tunggal membuat dirinya merasa bahagia sekali. Namun, semua berbeda ketika kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai. Hanya tinggal menunggu palu diketuk saja, orang tuanya akan berpisah. Tidak hanya itu, ternyata kedua orang tuanya telah menemukan pasangan baru, bahkan pasangan barunya membawa saudara tiri baginya. Joe merasa tersisih, bagi Joe kedua orang tuanya hanya memikirkan hidup mereka sendiri, bukan kebahagiaan Joe.

Hingga Joe pun nekat mengikuti darmawisata ke Bali. Namun, tak disangka Joe pun ketinggalan bus yang akhirnya mempertemukannya dengan sosok Sally Cinnamon. Awalnya Joe mengira dirinya bertemu dengan hantu bahkan dirinya sangat ketakutan, namun perlahan-lahan Sally yang mengaku sebagai "Peri Jodoh" itu mengubah hidup Joe sedemikian rupa.

Di lain sisi, ada sosok Mela, sang spa therapist. Mela selama ini berjuang menghidupi dirinya dan adiknya, Ratih. Mela merupakan pribadi yang hangat dan kadang-kadang konyol, membuat Oscar, kliennya dengan gencar mendekatinya. Namun Mela tidak ingin merusak hubungan profesionalnya. Suatu hari, penyakit yang diderita Mela kambuh lagi sedangkan Ratih butuh biaya, membuat Mela akhirnya menerima uluran tangan Oscar. Namun, tanpa diduga sebuah aksi perampokan rumah Oscar membuat Mela menjadi korban penculikan dan nyawanya di ujung tanduk.

Bagaimana akhir kisah Joe dan Mela? Benarkah Sally memang seorang Peri Jodoh?

Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama, cukup beberapa jam saja aku dibuat larut dengan kisah Joe-Mela-Sally. Idenya unik sekali tentang peri jodoh. Awalnya aku pikir aku akan dibawa ke sebuah kisah romansa yang cukup serius atau sedikit berbau dongeng, karena kehadiran sang peri jodoh, namun ternyata suasana yang dibangun sungguh menyenangkan. Ada kalanya aku dibuat gregetan dan terharu, kadang pula aku dibuat senyum-senyum sendiri bahkan ngakak melihat kesialan demi kesialan yang dihadapi oleh Joe.

Membaca novel ini membuatku kembali teringat kenangan akan perpisahan kedua orang tuaku. Aku pernah berada di posisi Joe, dimana orang tua yang dulunya aku tahu saling mencintai dan menyayangi memutuskan untuk berpisah. Berpisah yang sudah menjadi langkah terakhir yang bisa dipilih untuk kebahagiaan dan kebaikan bersama. Aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Joe, sungguh tidak mudah menerima semua kenyataan pahit itu, katakanlah egois tapi memang manusiawi sekali jika kita takut kehilangan, kehilangan kasih sayang yang selama ini kita dapatkan. Itu yang dulu juga pernah kurasakan.

"Tidak selamanya hidup akan berlaku adil, Joe. Tidak selamanya pula satu keluarga utuh itu isinya ayah, ibu, dan anak. Banyak kasus anak-anak broken home yang masih mendapat kasih sayang penuh dari orang tuanya sekalipun tinggal terpisa. Asalkan tujuan mereka sama, untuk saling membahagiakan."

Namun, setiap orang punya mekanisme penerimaan sendiri, seperti juga Joe. Untungnya dia bertemu dengan sosok Sally, yang akhirnya membuat Joe bisa menerima kenyataan yang dihadapi. Aku suka bagaimana Joe bermetamorfosis, berubah menjadi pribadi yang lebih baik sejak pertemuannya dengan Sally. Walau kadang-kadang kasihan juga karena harus melalui kesialan demi kesialan dulu untuk membuat Joe sadar.

Mela pun punya hidup yang tidak mudah, harus hidup sebagai yatim-piatu, menderita penyakit yang cukup serius, harus membanting tulang untuk kehidupannya sendiri dan adiknya. Salut dengan Mela yang punya prinsip yang kuat dan malah seringnya bisa menghibur orang lain dengan akun ask.fmnya yang secara tidak langsung mempertemukannya dengan Joe.

Ketiga tokoh dalam novel ini punya karakter yang kuat sekali, namun jika disuruh memilih aku akan memilih Sally Cinnamon. Sally ini peri jodoh yang unik dan menyenangkan sekali. Rasanya seru juga ya jika setiap orang didampingi oleh peri jodoh kayak Sally ini. Hidup pasti jadi lebih semarak lagi.

Diceritakan dari sudut pandang Joe dan Mela, kita bisa meresapi apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh keduanya mengenai kisah kehidupannya, membuatku merasa begitu dekat dengan keduanya. Tidak hanya Mela dan Joe yang akan bercerita, ada juga Sally sekaligus Oscar, walau memang porsi terbanyak milik Joe.

Menuju ending, jujur aku dibuat penasaran kisah ini akan dibawa kemana. Benarkah Sally Cinnamon ini peri jodoh Mela dan Joe? Sayangnya, dugaanku salah besar, apa yang kubayangkan tidak semua menjadi nyata, namun aku suka bagaimana Suarcani mengeksekusi akhir dari kisah perjalanan Joe-Mela-Sally.

Membaca novel ini membuat perasaanku naik turun dan campur aduk. Kamu akan dibuat terharu, tersenyum bahkan gregetan dengan kisah ini. Sebuah novel yang tidak hanya mengangkat isu tentang cinta, tetapi juga keluarga dan juga penerimaan akan takdir yang bermuara pada satu kata, KEBAHAGIAAN.

Overall, kamu mau mencoba novel semi-fantasy yang bisa menghibur sekaligus menghangatkan hatimu, aku rekomendasikan novel ini untukmu.^^
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
June 19, 2016
Waktu saya tahu info tentang cerita ini beberapa bulan lalu, saya langsung cek dua bab pertamanya di GWP. Ternyata menarik dan seru. Saya langsung memekik dalam hati, 'Akhirnya YA magical realism karangan penulis lokal!'. Namun memang baru sekarang saya kesampaian baca versi lengkap bukunya.

Kesan saya? Kurang panjang. Banyak hal yang seharusnya bisa dikuatkan lagi, terutama bonding antar-karakternya. Rasanya sayang kalau hanya diceritakan dalam satu timeline yang linear... padahal bisa saja jika ditambahkan cerita kilas-balik akan lebih greget dan terasa hubungan para karakternya.

Lalu... soal legendanya. Yap, Sally Cinnamon ternyata diambil dari legenda Nordik sana, terutama tentang peri cahaya. Tapi penjelasannya kurang terlihat kalau menurut saya. Saya memang belum mengecek asal-usul lagu Sally Cinnamon yang jadi inspirasi kisah ini, jadi saya juga takut salah kalau mau membedah mitos perinya. Dan karena masuknya magical realism (bukan sepenuhnya fantasi) ada baiknya jika memiliki keterkaitan latar dan plot kontemporernya, karena Bali rasanya begitu jauh hubungannya dengan Skandinavia.

UPDATE: Lirik lagu Sally Cinnamon sudah dibaca. Ternyata memang ada yang diadaptasi ke cerita, seperti adegan dari lirik 'Then I put the letter back in/The place where it was found/It's a pocket in a jacket/On a train in town' dan cherryade. Tampaknya lebih baik mendengarkan lagunya dulu sebelum membaca, ya. Biar lebih terasa feel dari interaksi Sally dan Joe.

Soal Sally Cinnamon: di bagian awal disebutkan kalau ada penumpang Swedia yang meninggal di pesawat.Saya berasumsi dialah Sally. Lalu ternyata adiknya Oscar yang orang Australia bernama Sally dan meninggal karena Lupus. Hm, mungkin meninggalnya di pesawat, sesak napas. Tapi mengapa jadi orang Aussie? Dan terakhir, Sally C. Dunne yang bertemu Joe di Belanda. Jadi saya simpulkan--Sally bukanlah peri dari jiwa yang sudah tiada, melainkan entitas sendiri. Mungkin?

Ini pengalaman pertama saya membaca karya Suarcani, dan saya langsung dapat ciri khasnya--personifikasi. Gaya menulisnya halus dan bagus, kocak pula. Saya sempat dibuat ngakak dengan tingkah Joe dan adegan komikal lainnya. Jika lebih panjang lagi, bisa jadi karakterisasinya bakal lebih terbangun. Joe bakal lebih nelangsa dan Mela bakal lebih konyol dari ini.

Dan yang juara... latar Bali dan pesan moralnya. Saya suka ketika ada penulis yang mampu membingkai peristiwa perceraian dengan realistis tanpa memihak pada satu pendapat. Itu keren banget. Dan betul, apa pun yang terjadi, orangtua tetap nomor satu, dan jodoh bukan berarti harus menikah dengannya. Pokoknya sepaham dengan saya, haha. Jadi senang membacanya.

Saya menunggu karya penulis selanjutnya-terutama yang YA--dengan gaya bertutur sopan tapi kocak dan punya elemen unik di dalamnya. Oh, omong-omong,
Profile Image for Fitriscia.
15 reviews2 followers
May 21, 2016
Jujur aja awalnya sempat bosan juga baca buku ini. Bukan karena ceritanya yang membosankan, tapi karena kasihan lihat si Joe yang begitu sial. Hampir setengahnya membahas kesialan Joe. Tapi, semuanya terbayar ketika Joe bertemu dengan Mela. Darisinilah aku kembali semangat membacanya sampai habis. Awal pertemuan Joe dengan Mela, sampai buku tamat sangat menarik. Banyak pesan-pesan moral yang disampaikan, diselipkan dengan humor ala Mela, sehingga kesannya jadi tidak berat.

Hmm, tadinya sempat kecewa juga, aku lebih setuju Joe dengan Sally, daripada Mela. Eh tapi ternyata endingnya...... XD Ohya, agak ngegantung juga deh cerita tentang Oscar dan adiknya Sally. Hmm, mungkin cuma sebagai penjelas identitas Sally? Hmm....

Tapi diluar itu, semuanya indah! Konsep peri jodoh ini lucu dan manis sekali. Apa lagi sifat sifat si Sally ini bener-bener lucu! Khas peri cilik banget hehehe.....

3 bintang untuk Sally Cinnamon! ♡
Profile Image for Sinta Nisfuanna.
1,030 reviews64 followers
July 27, 2018
"Saya Alva jodoh kamu, Sally, Sally Cinnamon" .... " ... dalam bahasa kamu mungkin artinya peri. Jadi saya peri jodoh kamu." ~ Sally h.40

Joe dikejutkan dengan penampakan perempuan bergaun kuno dan berambut putih panjang yang periang dan mengaku sebagai peri jodohnya, bernama Sally. Tapi, sepanjang perjalanannya ke Bali, Joe merasa Sally adalah pembawa sial, mulai dari ketinggalan bus, hampir tertabrak truk, ban kempes, sampai terjatuh ke jurang. Sungguh 'petualangan' yang mati-matian. (istilah apa ini?). Sempat mikir kenapa saat Joe ketinggalan di pom bensin gak milih nunggu kendaraan yang mampir pom supaya bisa numpang, padahal kalau dari ceritanya, sepanjang Joe jalan ada kendaraan yang lewat.

Kemelut hati dan pikiran Joe tidak hanya berkutat dengan tersesatnya dia di Bali, tapi juga kesedihannya karena perceraian orangtuanya. Pergulatan ini agak kurang terasa di setengah awal buku, tapi begitu keluar teriakan amarah dan luapan emosi Joe saat di dasar jurang, penulis berhasil mengeluarkan kesedihan si tokoh. . "... kamu akan lebih mensyukuri hidup walaupun tahu hidup kamu juga tidak adil?" ~ Sally h.142

Selain Joe, ada sudut pandang Mela. Tokoh yang dikabarkan Sally sebagai jodoh Joe, perempuan yang ceritanya mengidap lupus dan berjuang mencari nafkah di Bali untuk adiknya setelah orangtuanya meninggal. Jatuh bangunnya Joe tersesat nantinya akan berujung dengan pertemuan Mela yang menjadi korban penculikan.

Novel ini sarat hmm... bencana. Selalu ada musibah yang menimpa Joe dan Mela, setiap kali selesai, ada lagi, selesai, ada lagi... Tapi, sepanjang cerita, saya suka dialog-dialog dan humor antar tokoh yang terasa natural; dan penulis juga cukup berhasil menggambarkan deskripsi tempat dan suasana, terutama mendekati akhir cerita. Proses pencarian makna hidup Joe juga berjalan mengalir.

Sedikit hal-hal yang mengganjal, adalah tentang adik Oscar bernama Sally yang sempat disinggung ternyata gak ada kaitan, mengingat ada kesamaan nama dengan si Peri; para perampok yang punya logat jawa, tapi sepanjang obrolan gak memperlihatkan gaya tutur jawa. Akhir ceritanya juga kurang cocok, lebih suka kalau tetap menjadi kenangan untuk Joe tanpa perlu ada wujud. Tapi, balik ke selera yak ...
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews93 followers
August 1, 2021
Yaampun ini novel absurd parah, tapi ngakak. Enggak absurd2 banget, sih. Wkwk

Jadi awalnya kupikir ni buku sedih, kan, kalau diliat dari judul, sinopsis, dan cover. Tahunya, ni buku komedi parah. Awalnya emang kek sedih gtu vibe-nya bab 1 doang, bab selanjutnya kocak parah. Ngakak aja bacanya.

Beberapa soooo telling, makanya aku sbnernya nangkep gak nangkep ama asal usul Selly. Intinya doang yg kutangkep.

Aku tuh pen ngomongin kemistri, tapi gk ada yg kemistrinya aku dapet, sih. Aku malah kek sakit hati banget kalau udah bahas ortunya, sakit tenggorokan aku tuh pas baca bagian itu krena pingin nangis tapi gk bisa. 😂

Aku juga gak terlalu suka sama perbandingan derita, sih. Kek kamu lbih bruntung dari dia, kmu lbih beruntung dari aku. I mean, everyone has thier own limit. Cuman emang bingung juga ya nyadarin orang lain lbih bruntung ketimbang yg lainnya tanpa banding2in (?) Well, still believe there is a way, sih.
Profile Image for Jurnal Si Bugot.
225 reviews7 followers
April 15, 2018
"Kebahagiaan kamu itu letaknya bukan di tangan mereka, tapi di tangan kamu sendiri." ~~ (hal.170)
----
I felt guilty coz i've underestimated to this book at first. Out of my expectations, it was a good story.
----
Joe is an ordinary youngman at early 20th. His life was changed when a female spirit -which only could seen by him- named Sally was following him. She said that she was a fairy. And she has a task to unite Joe with hissoulmate, Mela. A girl which Joe never met before. Now, Mela is in danger and Joe is the only one who could save her.
----
I love how this book growth from a typical young adult drama to an interesting fantasy romance. I just need one hour to finish this book and i enjoy it. The ending was sweet and unpredictable. Recommended.
---
Bookstagram : @harovansi
Profile Image for yanti.
117 reviews2 followers
May 28, 2016
istilah "Don't judge book by its cover" kayanya kurang tepat untuk buku ini. Karena aku sukaaa covernya dan setelah baca bukunya tambah sukaaaaa...:)
Kenapa aku suka??
Review lengkapnya nyusul yaa...:)
Mau ketemu peri jodoh dulu #eh

Nah ini review nya :
Novel The Stardust Catcher ini merupakan salah satu novel yang kuincer begitu penerbitnya mempromosikan buku ini, saat melihat covernya, ungu dan ada gambar telapak tangan, diatasnya percikan-percikan seperti cahaya, ini membuatku langsung berbinar. Oke..kita tidak dapat melihat buku dari covernya seperti pepatah bilang “don’t Judge book by its cover” tetapi sepertinya kata-kata ini tidak berlaku untuk novel ini. Setelah membacanya saya langsung jatuh cinta seperti saat melihat covernya.

Saya menyukai tema-tema seperti fantasy, keluarga dan persahabatan. Dan ini semua ada dalam novel ini, apalagi dikemas dalam kehidupan modern,semakin membuatku menarik, tidak banyak novel Indonesia yang bergenre seperti ini

Kisah Joe yang sedang gelisah melihat kehidupan rumah tangga orangtuanya yang diambang kehancuran. Orangtuanya sepakat akan bercerai, dan Joe menganggap mereka egois hanya memikirkan kebahagiaan mereka tanpa memikirkan anak semata wayangnya.Setelah bercerai mereka akan menikah dengan calon pasangan masing-masing yang sudah mempunyai anak

Di sisi lain Mela, sedang berjuang melawan penyakit Lupus nya. Dengan bekerja sebagai spa therapist di Bali, berupaya membiayai pengobatannya sekaligus membiayai kuliah adiknya. Sejak orangtuanya meninggal Mela hanya hidup berdua dengan adiknya. Mela seorang pekerja keras dan mandiri, selalu berusaha menyembunyikan penyakit yang di deritanya. Meskipun ada Oscar, langganan spa nya yang selalu berusaha membantunya, tetapi Mela menolak belas kasihan orang lain. Pembawaan Mela yang ceria, membuat orang tidak menyangka kalau sebenarnya ia sedang sekarat,ditambah dengan kepiawaiannya bermain kartu remi

Joe dan Mela tanpa sadar sudah saling berhubungan melalui ask.fm, dengan akun “Mela Mela Mela (stardustcatcher) ” dan “Bukan Joe Taslim”. Ketika Joe berdarmawisata dengan teman-teman kuliahnya ke Bali, Joe terpisah dengan rombongannya. Dan dari sinilah kisah Joe, Sally Cinnamon dan Mela di mulai

Joe awalnya ketakutan saat pertama kali melihat Sally, karena hanya dia sendiri yang melihat gadis kecil itu sedangkan teman-teman lainnya tidak melihatnya. Ketakutan Joe berubah menjadi kekesalan karena menganggap kehadiran Sally membawa sial baginya. Tetapi Sally selalu mengikuti dan mencoba membantu Joe, saat ia terpisah dengan rombongannya. Hingga akhirnya Joe dapat menerima kehadiran Sally

Sementara itu Mela, diculik dan kondisinya mengkhawatirkan. Ia di masukkan ke dalam bagasi mobil dengan tubuhnya yang tersimpan dalam karung. Sally yang menyadari bahwa Mela dalam bahaya, segera menyelamatkannya dengan mengajak Joe. Apakah mereka dapat menyelamatkan Mela?? Apakah mereka berjodoh??

Buku ini membuatku kembali ke masa kecil, cerita dongeng fairytopia adalah salah satu kegemaranku. Dan ketika digabungkan dengan kehidupan modern, dongeng ini menjadi sungguh berarti dan sarat makna. Saya suka dengan tokoh Mela, yang mempunyai karakter kuat, dan mempunyai sense of humor yang bikin ngakak saat membaca dialog-dialog Mela. Jadi novel ini memang komplit, ada cerita inspiratif, drama, komedi dan romance juga

Penulis juga sangat bagus mengeksekusi cerita ini, saya tidak menyangka akhir cerita ini begitu berbeda dari perkiraanku. Meskipun cerita ini tergolong ringan, tetapi banyak mengandung pesan moral di dalamnya. Saya juga tidak banyak menemukan kekurangan dalam buku ini, hanya ada kesalahan typo atau pengulangan kata pada halaman 123 paragraf ketiga pada kalimat “…akhirnya menjelma menjelma sakit ketika kehilangan.” ini terjadi pengulangan kata “menjelma’ . Tetapi tidak mengurangi keindahan cerita ini.
Author 3 books7 followers
April 4, 2016
Halo! Saya datang untuk me-review!


Nice novel! Saya begitu terbawa suasana saat membaca novel ini. Dibuka dengan adegan yang bagus dan diakhiri dengan bagus. Saya sangat menyukai karakter Joe di sini. Bener-bener tipe gue banget gitu deh :p
Jalan ceritanya pas, meski porsinya lebih ke hubungan Joe sama Sally bukan Joe sama Mela. Tapi gak masalah sih :p
Tema keluarga yang diangkat juga baguuuuss baguuuusss! Apa pun yang bertema keluarga selalu berhasil menohok jantung saya. Makjleb gitu deh :*

Saya suka Joe. Dalam kepala saya, saya membayangkan kalo si Joe ini ganteng, dingin, lumayan sinis, agak galak. Pengin gue pelukin sampai semaput! Ah, tipe gue banget dah!
Tambahan: Saya selalu suka novel yang karakter utamanya cowok ^^

Jujur, biasanya saya gak suka sama karakter utama cewek di novel dan film, tapi di sini saya suka Mela! Dia humoris, ceria, tegar. Beda deh sama tokoh cewek lainnya ^^ Sally juga. Sifatnya Sally memang kekanakan, tapi juga rada mirip sama tokoh film kartun, ya. Yang bisa muncul di berbagai tempat dengan pose macam-macam ^^ Tapi saya tetep suka! Dia nggak nyebelin. Malahan loveable <3

Latarnya juga kerasa banget soalnya familier sih. Saya tahu rasanya terlunta-lunta di jalan berkelok Denpasar-Singaraja (bukan berarti saya pernah ngalamin kesialannya si Joe, lho! Hehehe). Udah dingin, capek, mual, yang ada cuma hutan sama jurang aja lagi. Aduh >.<" Yah, maklum saya masih lumayan inget masa-masa menggenaskan tiap kali ngelewatin jalan itu (baca: mabuk perjalanan). Terus ada minibus merah jurusan Singaraja-Denpasar. Danau Buyan, Danau Beratan, Danau Tamblingan disebut gak ya? Kok hilang ingatan nih saya :P

Eh, tapi ya, saya sempat berharap kalo saya bakal diajak jalan-jalan keliling Bali sama Joe dan Sally. Maklum, saya senengnya jalan-jalan lewat baca buku. Meskipun tercatat sebagai penduduk Bali, saya tetep aja seneng baca-baca hal berbau Bali, apalagi soal tempat JJ (jalan-jalan), makanannya, tempat JJ, makanannya *eh*
Oya, Kak Ari! Kok gak diisi selipan bahasa Bali-nya? Kan seru! Hihihii ^_^
Tapi dari dialek bicara tokoh-tokoh lokalnya, bisa terasa betapa kental dialek Bali mereka.
Lagi satu, saya suka dengan porsi aksi yang ada di novel ini! Aksi inilah yang selalu saya harap-harapkan dari sebuah novel! ^^


However...
Ada beberapa kata yang rasanya terlalu 'wah' gitu. Juga beberapa kata yang betul-betul baru pertama kali saya dengar. Hmm harus update lagi nih. Itu ajah sih ^^


Ahahaa! Segitu sajalah dulu review dari saya. Nanti saya tunggu novel berikutnya ya, Kak Ari!


Salam
Profile Image for raafi.
930 reviews452 followers
April 21, 2016
Peri. Entitas fantasi setelah naga yang aku gemari akhirnya hadir di buku remaja karya anak negeri. Aku antusias dengan kehadiran peri pada buku ini. Peri bernama Sally di dalamnya mengingatkanku pada Joy di "Inside Out". Ceria, aktif, penuh semangat. Juga pada Kapten Holly Short pada serial "Artemis Fowl" yang gigih dan berani. Yah, walaupun sedikit sedih karena pada awalnya Sally dianggap seperti itu oleh Joe, sangat Indonesia. *If you know what I mean*

Selain peri, hal yang membuatku suka dengan buku ini adalah gaya ceritanya. Diangkat dengan sudut pandang orang ketiga--yang tidak banyak penulis lokal gunakan--tiap karakternya pas dengan bagiannya masing-masing; tidak melenceng.

Hal yang kusukai lainnya: (1) percakapan antara Joe dan Mela di rumah sakit, (2) hubungan Joe dengan kedua orangtuanya, dan (3) sifat (atau sikap ya?) Joe sebelum dan setelah berinteraksi dengan Sally. Semuanya cocok menjadi pelajaran bagi pembaca remaja--yah, tidak hanya remaja sih.

Ulasan lengkap: http://bibliough.blogspot.co.id/2016/...
Profile Image for Ezr Dif.
25 reviews
March 31, 2019
Ide cerita peri-peri gini lucu lho, apalagi berdasar pada mitologi nordik, walaupun nggak paham pas Sally njelasin pohon kehidupan 😂

Oh iya Joe adalah tokoh tersial yang pernah kubaca ceritanya dalam novel wkwk. Sial pingin ngetawain tapi inget gimana kehidupannya doi jadi melas.

Awal2 nggak bisa nebak jalan ceritanya, karena aku nggak punya ekspektasi apa2 ke buku ini. Maksudnya kukira Bali di sini adalah bagian Bali yg hype yang jadi tujuan wisata utama di kota besar, ternyata penulis bawa aku ke hutan-hutan. Tapi seru sih, tiap ketiban sial pembaca juga ikut takut (dan ngakak)

Ada fase di tengah2 buku yg kuanggap alurnya kelamaan, jadi makin bertanya2 kapan ketemu Mela gitu. Satu lagi, why aku gagal membentuk gambaran mengenai Mela. Cuman tentang Mela yang humoris yang bisa aku bangun, selain itu, aku gagal, bahkan mengenai penyakitnya. i dont know why 🤔

Oke segitu aja reviewku, sekali duduk aja buat baca buku ini, so fast 🤗
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Wardah.
954 reviews172 followers
October 6, 2016
The Stardust Catcher ini tidak disangka-sangka ternyata sebuah buku berisi petualangan Joe yang penuh aksi dan heroik. Siapa yang tahu bahwa novel setebal 184 halaman ini akan penuh dengan kejadian-kejadian menegangkan?

Ditulis dengan gaya bahasa yang supel dan asik, The Stardust Catcher menjelma menjadi novel yang menyenangkan untuk diikuti. Penggunaan sudut pandang orang ke-3 juga membuat novel ini terasa punya porsi yang pas antara tiap karakter. Sebab narasinya dituturkan bergantian antara dua karakter paling utama, Joe dan Mela. Gaya bahasa dan penggunaan sudut pandang ini berhasil membuat pembaca merasakan perkembangan karakter-karakter dalam The Stardust Catcher.

Ulasan lengkap bisa dibaca di sini.
Profile Image for Lively.
7 reviews
January 23, 2023
Actual rating: 2.5 ⭐

Premis dan genre novel ini unik. Premisnya tentang peri jodoh yang dibungkus dengan genre fantasi memberi kesan yang segar saat awal-awal saya membacanya. Sayangnya, premis dan genre unik ini belum dilengkapi dengan eksekusi yang rapi. Masih ada celah di sana-sini yang menurut saya janggal-meski bergenre fantasi, tapi irisan dengan dunia nyata menurut saya tak seharusnya dikesampingkan. Perubahan sikap Joe yang merupakan tokoh utama dalam novel ini tak jarang membuat kening saya mengernyit, lebih ke arah gemas yang sesekali pengin nimpuk. Pesan moral di novel ini disampaikan secara gamblang yang sesungguhnya saya harapkan bisa diperhalus. Overall, kudos for the author to come up with this genre.
Profile Image for Vanessa Pricillia.
49 reviews11 followers
August 7, 2019
"Cinta sangat universal, bukan?" -Joe


The plot twist was really great! Aku suka plot twist nya.. kaget berkali-kali! But thats okay. Ngga sampai bikin jalan ceritanya aneh. Buku ini ngga terlalu tebal, walaupun begitu ternyata penulis mampu membuat plot yang cukup kompleks. Pesan moralnya dapat, pandangan mengenai cinta yang anti mainstream juga dapat.
Setiap tokohnya juga memiliki karakteristik yang menyegarkan. Terutama Sally dan Mela. How positive they are make me jealous. Perilaku mereka juga yang membuat Joe mengalami perubahan.. menjadi pria dewasa yang memahami apa kebahagiaan yang bisa diraihnya.
Profile Image for Marina Lee.
65 reviews26 followers
June 26, 2016
Baru sempet reviu sekarang. Padahal bacanya uda rada lama hehehe.

Sebetulnya sih gaya ceritanya enak, cuma menurut gue kayak nanggung gitu. Udahlah ada adegan penculikan, sakit2an.... terus soal si Sally Cinnamon banyak yang penjelasannya nanggung. Aku serasa nonton sinetron, bang.
Mungkin karena bukunya rada tipis kali ye, jadi terasa agak gimana githuw.

Eniwei, dua bintang artinya it's okay with me sesuai setandar gutrits :3
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Yusda Annie.
221 reviews32 followers
November 24, 2016
Selain karakter yang kurang membuatku terkesan, kesialan yang menimpa Joe secara bertubi-tubi membuatku diantara merasa kasian dan tampak berlebihan. Tetapi, untuk fantasy lokal, ini cukup oke. 2.5 bintang.
Profile Image for Asmira Fhea.
Author 7 books31 followers
September 5, 2017
Romance semi surealis yg manis, sayangnya bukan kind of my tea. Entahlah, ngerasa nggak cocok aja sama gaya berceritanya yg terasa nanggung, dialognya yg sinetronis, lompatan emosinya yang terburu-buru, jd eksekusinya terasa kurang halus. :') padahal dari segi ide, lumayan cukup unik.

-AF:)
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
November 16, 2018
Novel ini termasyk istimewa karena memasukkan peri sebagai salah satu tokohnya. Peri yang membuat Joe, tokoh utama mengalami berbagai peristiwa untuk menyadarkannya akan makna keluarga. Saya suka dengan ide perluasan makna dari kata jodoh.
Profile Image for Aya Aruki.
44 reviews4 followers
April 25, 2016
3.5 dibulatkan kebawah. 0.5 for the unexpected ending. review lengkap menyusul :))
Profile Image for ima.
102 reviews3 followers
January 17, 2018
Review :
"Namanya Mela. Kalian berjodoh dan akan saling membahagiakan satu sama lain." (hal. 97)


Perceraian orang tuanya tinggal menunggu sidang putusan dan itu makin memperparah perasaan terluka yang dimiliki Joe. Keberangkatannya untuk liburan ke Bali meninggalkan perasaan sedih pada hati orang tua Joe. Joe bersikap begitu dingin pada mereka.

Di Bali, Joe malah tertinggal dari rombongannya. Tidak cuma itu, kehadiran sesosok yang bercahaya terang membuat Joe makin kalut. Sosok itu menamakan diri Sally Cinnamon dan dia seorang peri jodoh, katanya. Sally ingin mempertemukan Joe dengan jodohnya. Itu berarti mau tidak mau Joe harus rela ditemani sesosok bercahaya tersebut selama malam panjang hingga dia bertemu rombongannya kembali.

Malam itu Joe benar-benar diuji untuk bertahan hidup di tengah hutan dan dinginnya cuaca sekitar. Benar-benar sepi hingga dia berharap Sally tidak pergi agar dia tidak merasa terlalu sendiri.

Di lain sisi, penyakit parah Mela kambuh sedangkan adiknya yang sedang kuliah membutuhkan dana. Uangnya pas-pasan untuk membeli obat. Dia harus memutar otak untuk mendapatkan tambahan dana. Terbersitlah seseorang yang sangat baik kepadanya. Mela berniat menemui Oscar, pelanggan setianya di tempat kerjanya. Tapi ternyata malam itu mereka harus menemui takdir lain.

Berhasilkah Sally melaksanakan tugasnya sebagai peri jodoh? Bagaimana Joe dan Mela akan bertemu?
Rasa memiliki itu ternyata menyesatkan, hanya membuai sejenak sebelum akhirnya menjelma sakit ketika kehilangan. (hal. 123)

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Jujur saja, aku sempat kesal dengan ceritanya. Aku tidak berekspektasi apa-apa memang, hanya berdasarkan sinopsis di belakang buku saja. Dan aku pikir ceritanya kayak perjodohan lainnya. Ya, peri jodoh kan bermaksud untuk menjodohkan, kan? Nah, kukira bakalan kayak gitu, pertemuan ala-ala drama untuk dua tokoh utamanya. Ternyata, tidak. Yang bikin aku kesal bukan karena perbedaan itu, hanya saja ceritanya fokus sekali ke perjalanan Joe di tempat antah berantah itu. Kayak membaca perjuangan hidup, buku nonfiksi gitulah.

Kisahnya benar-benar terfokus akan Joe yang tersesat. Jadi tokoh lainnya, apalagi tokoh Mela tidak terlalu dieksplor dengan baik. Aku sempat kesulitan saat mendeskripsikan Mela dan Oscar.

Tapi yang bikin aku lega adalah, endingnya. Syukurlah sesuai dengan yang aku mau, haha. Karena aku sudah terlanjur suka dengan jawaban Joe ketika ditanyai mengenai harapannya. Aku bersyukur penulis masih tetap pada jawaban itu.

Aku malah menyukai interaksi Joe dengan Sally. Ya, karena porsi Sally juga lebih besar dibanding interaksi Mela dengan Joe. Aku akan sangat senang kalau Joe dan Sally ada kisahnya tersendiri, haha.
"Kamu tahu, pertemuan karena insiden itu bisa jadi awal dari pertemuan-pertemuan kita yang tidak terduga selanjutnya. Percaya saja!" (hal. 182)

Oh, iya, aku banyak sekali menemukan kesalahan penulisan nih. Cukup mengganggu sih.

_Pink's Review - https://pinksreview.wordpress.com/_
Profile Image for Lila Cyclist.
856 reviews71 followers
September 4, 2017
Bermula dari mencari alternatif bacaan karena membaca Kronik penjual Darah ngga kelar2 :D, jadinya tiap mau tidur, ngeloni tablet sambil membaca novel tipis ini. Eh, ternyata berlanjut. Baiklah, mari tulis review pendeknya.

Lah, saya lupa nama karakter utamanya... Enggg...bentar, nengok contekan dulu...

sesaat kemudian...

Joe Taslim adalah tipikal anak manis hingga suatu saat menjadi tak lagi manis begitu kedua orangtuanya berniat bercerai. Dia kabur dari persidangan orangtuanya, ikut bersama teman2nya ke Bali, perjalanan yang nanti akan menentukan masa depan jodohnya. Cieeee.... Jodoh, ngga S2 dulu, Joe? (inget iklan di tipi :D)

Mela Ayu, mengidap lupus selama beberapa tahun. Pekerjaannya sebagai terapis di spa di Bali mempertemukannya dengan Oscar, bule Australia yang tergila-gila dengan permainan kartu remi. Mungkin dia juga tergila-gila dengan Mela.

Sally Cinnamon, gadis malang yang meninggal di usia muda, menjelma menjadi peri cahaya, yang mengaku menjadi peri jodoh bagi Joe dan Mela. Ketika nanti mereka bertemu, dan berjodoh, maka Sally akan terbebas dari 'kelayapan' di dunia, dan kembali ke sisi-Nya dengan tenang.

Tapi apa iya, Joe dan Mela berjodoh? segala kejadian dan kesialan yang menimpa Joe dan Mela, serta Oscar menentukan masa depan perjodohan mereka, bukan Sally.

Lumayan seru, lebih seru lagi kalo ada sad ending disini hahahaha... Padahal saya sudah bahagia loh, ketika satu tokoh dimatikan, tapi melihat sisa halaman yang masih mungkin membuat cerita ini happy ending, saya jadi ngga bahagia hehehe... Akhirnya memang saya ngga gitu bahagia. Happy ending sodara-sodara. Sepertinya saya sudah kena cekok dorama dan movie2 Jepang yang sad ending, dan pait2, jadi semacam masokis ngoahahaha...

Lebih detilnya, nanti lah, nunggu mood bagus dulu, nulis review lebih panjang.

Eh, mau dong ketemu peri jodohku.... dimana yaaaa...
Profile Image for Joy Agustian.
Author 3 books3 followers
May 1, 2018
Tadi malam, baru saja menuntaskan buku ini dan langsung memberi tahu ke penulisnya via Twitter bahwa review akan segera diunggah ke Goodreads. Maka, saya menunaikan ucapan saya tersebut.

The Stardust Catcher, pada awal memegangnya, saya pikir hanya berisi cerita cinta sepele yang tak jauh dari fangirling-kPop idol-korean drama-dsb. Namun ekspektasi saya salah. Ini tak hanya bercerita tentang short-escape Joe ke Bali karena orangtuanya, tapi ada banyak aspek yang bisa ditemui seperti kemunculan sosok Sally si peri jodoh, petualangan tersesat di hutan Bali dan bertahan sebatang kara, dan sebuah fakta bahwa jodoh tak selamanya melulu tentang hubungan yang harus berakhir di pelaminan.

Suarcani menyihir saya lewat kalimat-kalimat magisnya yang sederhana, mudah dimengerti, luwes, dan sangat manis. Hampir tidak ada saltik, yang ada malah kata ganda (entah di halaman berapa lupa lagi) yang ditulis meyakini meyakini. Namun itu bukan masalah yang besar. Selebihnya saya cukup terhanyut dengan fakta bahwa Joe sebagai tokoh utama bisa sedikit lebih dewasa di akhir cerita.

Naskah ini benar-benar matang dan berhasil dieksekusi dengan baik dari penulis maupun penyuntingnya. Salut! Setelah membacanya, saya jadi heran apakah akan ada kisah tentang Oscar dan Sally di buku Suarcani yang lain? Apabila ada, tentu saya akan tertarik membacanya.
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
September 21, 2024
Tertinggal rombongan saat liburan bersama teman kuliahnya di Bali sepertinya tidak cukup menambah problematika hidup hidup Joe. Pertemuannya dengan Sally yang mengaku sebagai peri jodoh membawa petualangan menemukan rombongannya Joe kembali.
Bagaimana kemudian Joe menemukan jodoh, rombongan, dan jawaban dari kejadian tersesat ini?
.

✨️ Mengulas novel ini rasanya jadi rindu ingin re-read sekaligus ingin mengingat lagi bagaimana kisah dalam novel TSC ini menjadi salah satu novel dgn ide yg berkesan tuk saya pribadi yg padahal jarang membaca kisah yg memunculkan tokoh seperti bidadari atau semacam itu. Kata beberapa yg sudah membaca, kisah ini dapat dikategorikan sebagai tipe cerita semi surealis.

✨️ Bumbu komedi dan romantis dalam novel ini cukup terasa. Selain itu, terdapat kisah dari salah satu tokoh yg mungkin mengundang simpati meskipun di beberapa bagian mungkin timbul juga keinginan untuk menyentilnya sedikit dgn bahasa cinta "tobat elu"😅

✨️ Saya pribadi setuju dengan ulasan kak Lively (goodreads) tentang bagaimana kisah peri jodoh berbalut genre fantasi ini dapat dikatakan unik, kendati demikian masih menyisahkan celah yg mungkin perlu mendapatkan perhatian dari penulis.

✨️ Akhirnya, dengan celah dan beberapa perubahan yg membutuhkan pendeskripsian yg lebih mendetail, kisah ini menghadirkan tokoh seorang manusia dan peri yg memiliki keterikatan sebagai elemen kejutannya. Akhir yg penulis pilihkan untuk tokoh dalam novel ini membuat saya terkesan dan rasanya mungkin akhir seperti itu memanglah sudah sesuai takarannya.
Profile Image for Nadytia KS.
68 reviews6 followers
July 5, 2018
Ini kali kedua saya membaca karya Kak Suarcani (kali pertama, saya membaca Rule of Thirds). Saya tertarik saat membaca ringkasan di sampul belakang. Kisah antara Joe, Mela, dan Sally Cinnamon, sang peri jodoh yang berasal dari cahaya.

Bahasanya enak banget, mengalir aja gitu rasanya, bikin betah dan penasaran. Sampai pertengahan cerita, saya belum bisa menebak, ini mau dibawa ke mana kisah Joe dan Mela. Latar belakang kisah mereka berdua juga dijelaskan dengan padat (tapi tidak bertele-tele. Pas!) Penyelesaiannya pun apik! Tidak menyangka kisah akhirnya akan dieksekusi seperti itu.

Namun, meski bikin betah dan penasaran, ada beberapa bagian cerita yang membuat saya berhenti membaca untuk waktu yang lumayan lama, sebelum akhirnya mulai membaca lagi. Entah karena sifat salah satu tokoh, atau mungkin karena dialognya, saya juga kurang tahu, seperti ada yang mengganjal. Terlepas dari itu, buku ini ringan dan asyik untuk dibaca.
Profile Image for Launa.
241 reviews51 followers
October 31, 2020
"Kamu tahu bagaimana komposisi keluarga yang seimbang dan baik itu? Antara orang tua dan anak tidak ada yang saling memaksakan kehendak. Tidak orang tua, tidak pula anak. Mereka punya hak yang sama untuk memiliki kebahagiaan masing-masing, asalkan masing-masing pihak tetap kompromi akan satu hal. Komitmen." (Hlm. 169)

Novel yang cukup menarik ini menggambarkan tentang keretakan sebuah keluarga, penerimaan kehilangan, seorang anak menyikapi keputusan orang tua yang memilih berpisah, keajaiban di luar nalar—yang kalau dipikir-pikir bisa saja terjadi atas kehendak Tuhan, dan perluasan makna jodoh. Bagian paling menarik dan saya suka saat Joe bersama Sally dan Mela.
Profile Image for naga.
450 reviews96 followers
September 13, 2020
Hhh premisnya menarik banget sih, tapi... eksekusinya kurang memuaskan.

Enggak dijelasin kenapa Oscar bisa punya adik yang namanya sama kayak si peri jodoh, dan kenapa cewek di akhir cerita juga punya nama sama, apa mereka bertiga ini satu orang yang hidup di tiga ruang dan waktu berbeda? Dan enggak ada kelanjutan hubungan antara Mela dan Joe; padahal mereka menjadi internet friends for a year.

Buku ini terlalu fokus sama kisah hidupnya Joe, padahal tokoh yang utama di sini ada dua. Bukan cuma Joe juga yang punya masalah, I think Mela's life problems should be talked more too.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Kadita.
9 reviews2 followers
March 30, 2022
kisah yang sederhana menurutku, masalah hidup yang sering dihadapi seperti masalah kehidupan, lingkup keluarga, bahkan percintaan termasuk di dalam buku ini. si Joe ini menurutku sial banget ya ampun hidupnya, tapi ditemani dengan peri jodoh - yang ternyata jodohnya sendiri- ini ngebuat buku nya terisi sedikit komedi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lita Lestianti.
38 reviews
May 9, 2017
Ide sederhana tapi menarik.
Penulis bisa menghidupkan suasana.
Sempet serem dengan kemunculan si hantu Sally.
Kirain cerita horor, soalnya ngga begitu suka horor. Eh, ternyata hanya peri yang berwajah seram hehe.
Displaying 1 - 30 of 55 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.