Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Sejak tahu dirinya adalah seorang Victer, keturunan Dewa Dionysus yang mampu membangkitkan jiwa-jiwa dari kematian, Arlesta menutup pintu hatinya dari dunia luar. Tetapi, keadaan berubah ketika dia bertemu Nick, pianis tampan bersifat dingin yang familier baginya. Dunianya yang tak berwarna seketika jungkir-balik dan dipenuhi banyak rasa.

Namun, kebahagiaan itu berhenti ketika Arlesta tahu sahabat baiknya juga menyukai Nick. Juga saat dia menemukan kenyataan kekuatannya tak dapat menyelamatkan nyawa Nick yang terancam. Akankan jiwa mereka menemukan jalan untuk bersama? Atau rahasia masa lalu justru memisahkan keduanya?

“Saya memang suka genre yang tidak biasa. Cerita fantasi ini punya makna mendalam tentang pengorbanan, persahabatan, dan kasih sayang.”
––Charon, Penulis 3600 Detik dan 7 Hari Menembus Waktu

"Bagaimana Arlesta memaknai keluarga dan persahabatan di novel ini, membuat saya ikut terbawa. Dengan bahasa yang sederhana, Elvira mampu menyajikan cerita dengan cerdas."
––Livi Zheng, Produser, Sutradara Hollywood Brush With Danger

224 pages, Paperback

First published April 7, 2016

3 people are currently reading
43 people want to read

About the author

Elvira Natali

6 books36 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (12%)
4 stars
5 (12%)
3 stars
26 (63%)
2 stars
1 (2%)
1 star
4 (9%)
Displaying 1 - 18 of 18 reviews
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
May 1, 2016
'Two Souls' bercerita tentang Arlesta, seorang Victer, sebutan bagi keturunan Dewa Dionysius yang mampu membangkitkan jiwa dari kematian, yang menjalani hari-harinya sebagai seorang gadis pada umumnya.

Setelah lulus kuliah, Arlesta membantu usaha kafe ibunya. Di kafe itu jugalah dia bertemu kembali dengan Sandra, teman masa SD-nya, yang menawarinya untuk mengajari bahasa Inggris bagi para pegawai di sekolah musik tempatnya bekerja. Di sekolah musik itu, dia bertemu dengan Nick, seorang cowok yang menimbulkan banyak kegelisahan dalam diri Arlesta. Ada perasaan familier yang cowok itu bawa ke dalam hati Arlesta.

Hmm... kita mulai dari blurb buku ini dulu kali, ya. Saya tidak tahu siapa yang membuat blurb itu, tapi saya mau tanya. Kenapa seluruh ceritanya disimpulkan di situ? Kalau kamu baca blurb buku itu, lebih kurang berarti kamu sudah akan mendapatkan jalan cerita novel ini dari awal sampai akhir.

Untuk cerita, saya cukup suka. Saya suka dengan rentetan peristiwa yang terjadi, serta usaha penulis untuk memancing rasa penasaran pembacanya tentang apa yang akan terjadi, serta hubungan antar karakternya. Kisah asmara antara Arlesta dan Nick juga terjalin dengan rapi dan menarik.

Arlesta seolah tenggelam pada arus aneh. Genggaman tangan Nick menguat. Kehangatan menyapa hatinya. Kehangatan itu... rumit. Membuatnya tidak mengerti apa yang sedang ia pikirkan, namun mengerti apa yang ia butuhkan.

Kehangatan yang membisikkan keberanian dan kekuatan, yang menyuruhnya berdiri di atas semua ketakutan yang selama ini memenjaranya. (hal. 138)


Buku ini juga punya unsur fantasi yang menjadi plot bagi cerita. Eksekusinya cukup baik buat saya. Walau saya bingung kenapa penulisnya mengambil Dionysus sebagai tokoh dewanya. Soalnya dalam mitologi Yunani, Dionysus itu dewa anggur, kegilaan, dan kesuburan kandungan. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan penyembuhan/kebangkitan. Awalnya saya pikir, bisa jadi memang begitulah kisah Victer, yang belum pernah saya dengar sebelumnya, dalam mitologi, tapi setelah saya coba cari, saya tidak bisa menemukan soal Victer. Jadi, kemungkinan 'mitologi' Victer adalah buatan penulis novel ini. Cmiiw, ya.

Kalau untuk kekuatannya Arlesta, saya rasa akan lebih kena kalau dibilang dia ini keturunan Dewa Asclepius, dewa obat-obatan yang punya kemampuan untuk menyembuhkan bahkan membangkitkan seseorang. Kalau Dionysus, rasanya kurang nyambung, gitu.

Secara keseluruhan, 'Two Souls' ini novel yang menarik untuk diikuti. Penulisannya mengalir dan enak dibaca. Ceritanya juga bagus, walau saya kurang yakin dengan mitologi yang dimasukkan. Semoga kelanjutannya akan segera terbit. Saya penasaran juga bagaimana ceritanya akan berkembang.
Profile Image for Dian Putu.
232 reviews9 followers
April 25, 2016
Two Souls, sebuah novel romance yang beraroma fantasi. Bercerita tentang Arlesta yang harus hidup sendiri tanpa kedua orang tuanya. Namun, dia bisa tegar menerima takdirnya. Arlesta yang kuat dan punya hati yang lembut memang pantas mendapatkan kekuatan sebagai victer.
Sosok Nick diciptakan sebagai cowok yang asyik, dengan kemampuan bermain piano di atas rata-rata. Konfliknya dengan keluarga membuat jati dirinya yang mandiri tereksplor keluar. Cowok kayak Nick begini memang pantas untuk merebut banyak hati di sekitarnya.
Di novel ini juga berbau friendzone. Namun, penulis tidak membuatnya rumit. Friendzone yang sederhana ini malah menjadikan ceritanya terasa soft dan nggak maksa. Cara masing-masing tokohnya – Nick, Arlesta dan Sandra – menghadapi problem ini juga perlu dicontoh jika kamu punya masalah serupa. Jangan menjauh saat cinta itu tidak bertaut, jangan egois meskipun kamu tahu hati itu untukmu jika harus mengorbankan persahabatan, dan terima apa yang akan terjadi jika Tuhan memang menakdirkan cinta itu untuk orang lain.

Baca selengkapnya, dan ikuti GA berhadiah novel TWO SOULS di link berikut ini >> http://dianputu26.blogspot.co.id/2016...
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews300 followers
May 23, 2016
Review + Giveaway http://www.kubikelromance.com/2016/05...

Awalnya kehidupan Arlesta seperti kebanyakan orang pada umumnya, sangat normal, sangat biasa. Dia memiliki sahabat, tante yang dianggap seperti ibunya sendiri, baru lulus kuliah dari jurusan Sastra Inggris dan berencana merombak toko kue milik tantenya, Heavenly Cakes, menjadi lebih besar lagi, menjadi tempat yang tidak hanya berisi kue tapi juga makanan dan minuman yang disukai anak muda jaman sekarang, mengubah namanya menjadi A Sweet Treats. Namun, kehidupan Arlesta yang ternyata tidak biasa terkuak ketika dia harus menyelamatkan salah satu sahabatnya dari kematian.

Ternyata Arlesta adalah seorang Victer, Pembangkit Jiwa. Air mata yang menetes ketika dia kehilangan orang yang disayanginya akan mengembalikan jiwa, mengembalikan nyawa orang yang telah mati satu kali. Kekuatan tersebut disebut Anima Vilissimus, hanya dimiliki oleh satu orang dari kelipatan generasi ketiga puluh keturunan langsung Dionysus, Dewa Anggur dalam mitologi Yunani. Namun, kekuatan tersebut memiliki konsekuensi, setiap kali membangkitkan jiwa, maka umurnya akan berkurang empat tahun dan kekuatan ini tidak bisa digunakan untuk nyawa orang-orang yang memiliki hubungan darah dengannya.

Lalu, kenapa kekuatannya tidak berfungsi kepada Nick? Orang yang sangat menarik dan sanggup membuat Arlesta beralih dari cinta pertamanya. Seorang pianis hebat yang disukai oleh sahabatnya dan rela meninggalkan keluarga demi mengikuti passionnya. Orang yang terasa familier walau mereka baru saja mengenalnya. Kehidupan Arlesta ternyata jauh dari kata biasa.

Omnisciens Angelus
Kali pertama membaca tulisan Elvira Natali, kesan yang saya dapat sangat remaja sekali, menggunakan bahasa sehari-hari yang dengan mudah dipahami pembaca, khususnya para remaja dan tema cerita pasaran yang dikemas dengan cukup baik. Mungkin hal ini juga yang membuat karya-karyanya laris di pasaran, melihat buku debutnya, Janji Hati, sangat sukses bahkan sudah diadaptasi ke layar lebar. Di karya ketiga ini penulis mencoba sesuatu yang berbeda, bisa dibilang Two Souls cukup lain dari lini Young Adult terbitan Gramedia, walau ada beberapa buku pernah menampilkan unsur fantasi, tapi buku ini kadarnya cukup kental, fantasinya sangat terasa. Lihat saja dari kemasan, cover yang sangat menarik perhatian, pun di dalamnya, penuh dengan ilustrasi cantik.

Dalam Two Souls, penulis mengambil salah satu Dewa dalam mitologi Yunani sebagai inspirasi, saya jarang membaca buku tentang mitologi tapi ada beberapa yang saya tahu seperti Poseidon, Athena, Aphrodite, dan Dionysus terdengar tidak familier bagi saya, jadi sangat menarik mengetahui informasi tentangnya di buku ini. Penulis juga cukup bagus melebur kisah mitologi tersebut ke kehidupan Arlesta, ceritanya terjalin cukup rapi. Alurnya maju, tapi ada bagian flashback ketika Arlesta menceritakan awal mula dia mendapati kekuatannya. Tidak terlalu detail, tapi hal yang penting tersampaikan dengan baik. Misalkan tentang kekuatan dan tentang leluhurnya.

Mungkin karena buku ini berseri, saya merasakan banyak hal yang belum ditunjukkan penulis, misalkan saja pendalaman karakter dan konfliknya sendiri. Tentang Nick yang bagi saya karakternya cukup menarik tapi dia juga misterius, juga tentang keluarga Arlesta, tentang konfliknya yang saya menduga tidak hanya sebatas nyawa Arlesta yang selalu berkurang ketika dia membangkitkan jiwa. Saya masih menunggu apakah nanti bakalan ada si jahat dan cinta terlarang? Hahahaha, saya sangat menantikan lanjutan buku ini karena endingnya sangat bikin penasaran dan nanggung banget.

Buku ini recommended bagi pembaca yang ingin menikmati cerita fantasi young adult dalam negeri, yang akhir-akhir ini sangat jarang ditemukan. Bukunya ringan kok, walau dengan unsur mitologi yang disisipkan penulis terlihat berat, semua disajikan dengan asik, ditambah kemasannya kece. Semoga nanti di buku lanjutannya lebih baik lagi dan plotnya lebih berkembang lagi, saya berharap kisah cintanya juga ditampilkan lebih banyak lagi, hehehe.
Profile Image for Caren Gultom.
90 reviews1 follower
June 1, 2025
I'm sorry ini plotnya uda ngalir enak dibaca trus bersambung 🥲 Kak Elvira i need sequelnya sihh, dan aku yakin dg world building yg msh nanggung ini pasti bakal gong klo ada buku 2 dan 3 gakk siihh... iya kan ya iya kan yaaa.. ini buku emg cocok buat remaja dan young adult yak.. ak jarang baca romance fantasy atau bhkn gak pernah? yg ini bikin aku percaya the best is yet to come🤞🏼🤞🏼🤞🏼
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Tessa Monica.
11 reviews2 followers
November 4, 2020
Intinya saya salah baca novel, mungkin kalau saya baca saat masih remaja mungkin saya akan menyukai karya Elvira Natali ini.

Namun, di umur 20+ saya merasa bacaan ini tidak cocok dengan saya. Saya tidak mempermasalahkan genre nya yang fantasy karena saya suka genre fantasy. Seringnya hal-hal tidak masuk akal menarik meskipun tidak masuk nalar.

Jujur saja, saya bukan pencinta teenlit, cheeklit dan semacamnya, saya tidak menyukai novel dengan minim deskripsi dan hanya mengedepankan dialog-dialog, apalagi dialog gaya anak kekinian “lo-gue” yang menurut saya mengurangi esensi sebuah cerita. Ini murni menurut pendapat saya, karena toh diluar sana banyak yang menyukai, selera kan boleh berbeda.

Sekali lagi ini soal selera, padahal saya sudah menaruh ekspektasi yang tinggi karena covernya dan blurb nya menarik sekali; namun sayang isinya seperti itu. Tema nya bagus namun eksekusinya bukan yang saya harapkan. Sepertinya saya memang tidak berjodoh dengan gaya penulisan Elvira Natali.

Saya menghabiskan novel ini dengan susah payah karena memang tidak bisa menikmati gaya penulisannya, tapi untuk plot twist nya menurut saya bagus sekali. Saya tidak menyangka dengan endingnya.

Jadi, saya hanya bisa memberi 1 bintang, dan novel ini tentu tidak akan masuk antrean novel untuk dibaca ulang karena memang bukan selera saya.
Profile Image for Maggie Chen.
145 reviews85 followers
July 11, 2017
Review juga dapat dibaca di >> http://iamnumberthirteen.blogspot.co....

Ada beberapa alasan yang membuatku segera membeli buku ini ketika tidak sengaja melihatnya di Gramedia (dan ternyata kebetulan bukunya memang baru terbit hari itu). Pertama, aku memang sudah penasaran dengan buku ini sejak melihat sinopsisnya di goodreads. Ketika membaca sinopsis, aku langsung berpikiran bahwa buku ini bergenre fantasi. Buku Young Adult bergenre fantasi karya penulis Indonesia? Wow! Tentu penasaran bukan main rasanya. Kedua, aku penasaran dengan perkembangan Elvira Natali. Jika dulu aku tidak menyukai Janji Hati (karya debut Elvira), mungkin sekarang aku akan menyukai karyanya. Jadi, tanpa pikir panjang, aku langsung beli dan membacanya dalam waktu satu hari. Bukunya tipis sih, jadi bacanya cepat.

Pertama kali membuka bagian dalam buku, pembaca akan langsung disambut dengan ilustrasi dedaunan yang membingkai halaman, serta sosok menyerupai peri di bagian bawah halaman. Cantik sih, walau jujur aku tidak suka ilustrasi peri-nya. Aku baru tahu kalau sosok peri di bagian bawah halaman itu ternyata Omnisciens Angelus dan Animae Angelus setelah selesai membaca buku. Karena ilustrasi tersebut dilampirkan di akhir buku dan diberi keterangan.

Two Souls bercerita mengenai seorang gadis bernama Arlesta yang merupakan Victer. Victer adalah keturunan dewa Dionysus yang hanya muncul di setiap kelipatan generasi ke-30. Dan Arlesta, adalah generasi ke-30 yang terpilih untuk mewarisi kekuatan Dewa Dionysus, yaitu kemampuan untuk membangkitkan orang yang sudah meninggal. Namun, tidak semua orang mampu ia bangkitkan. Ada beberapa batasan yang dimiliki oleh kekuatannya. Apa saja batasannya? Silakan baca sendiri. Sedikit spoiler sebenarnya jika kujabarkan di sini. Karena jika kalian cermat dalam membaca sinopsis, dan membaca penjabaran kekuatan Arlesta (jika kujabarkan) kalian seharusnya mampu menebak plot twist dari kisah ini. Jadi, lebih baik tidak kujabarkan. :D Sudah mulai penasaran?

Terlepas dari sinopsis yang terlihat seperti kisah fantasi, buku ini sebenarnya lebih menitikberatkan romance dan keluarga. Aku rasa buku ini bisa dibilang romance dengan sedikit genre fantasi dan bukan sebaliknya. Sehingga jujur saja, aku sedikit kecewa ketika selesai membaca. Karena awalnya aku mengira buku ini akan fantasi 'banget'.

Tapi kekecewaanku untungnya berhasil dibayar dengan kehadiran Nick. Nick adalah karakter yang menurutku cukup menyenangkan dan berpotensi menjadi a 'killer' fictional boyfriend. Namun sayangnya, ritme hubungan Nick dan Arlesta yang terlalu cepat membuatku merasa tidak terhubung dengan Nick. Aku ingin mencintainya, malah sudah nyaris jatuh cinta. Tapi, baru saja tertarik dengan Nick, tahu-tahu cerita sudah mau selesai saja...

Hubungan Nick dan Arlesta terasa terlalu instant. Padahal ritme ceritanya dari awal hingga pertemuan mereka menurutku bagus sekali. Pas, tidak terlalu cepat, tapi juga tidak terasa lama dan membosankan. Tapi ketika Nick dan Arlesta sudah bertemu, tiba-tiba saja penulis seperti terburu-buru ingin menghadirkan 'konflik utama' saja. Sayang sekali...

Nick adalah karakter favoritku dari Two Souls. Walau awalnya ia digambarkan cukup 'cool' atau galak, tapi ternyata ia sangat ramah dan juga ceplas-ceplos, tidak ribet. Ia tidak suka bertele-tele.

Sedangkan heroine kita, Arlesta, menurutku malah 'melempem'. Ia tidak memiliki kelebihan apa-apa. Oke, kelebihannya mungkin kekuatannya. Tapi itu kan karena dipengaruhi oleh cerita. Bagaimana dengan karakternya sendiri? sifatnya? Menurutku Arlesta standar-standar saja dan sebagai tokoh utama tidak memiliki sifat yang menarik. Lalu karakterisasinya sendiri menurutku terasa sedikit tidak konsisten. Di awal disebutkan bahwa Arlesta pendiam dan sulit berteman, intinya introvert. Tapi ia terlihat sangat cerewet ketika bertemu dengan Sandra yang merupakan teman SD-nya, sama seperti pertama kali bertemu dengan Nick. Ia terlihat sama sekali tidak kerepotan ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Nick.

Perlu kuakui bahwa ada perkembangan dari Janji Hati. Tulisannya sangat rapi dan mengalir, enak untuk dibaca. Ceritanya juga tidak se-cheesy Janji Hati. Elvira berusaha untuk memasukkan unsur-unsur baru ke dalam cerita untuk menjadikan ceritanya lebih stand out. Dan kurasa, hal itu patut dihargai.

Sayangnya, sama seperti tidak konsistennya karakter Arlesta, ada beberapa hal lain yang juga mengganguku. Seperti ruang piano tempat Nick mengajar. Di dalam cerita dikisahkan bahwa Nick mengajar di dalam sebuah ruangan besar berisi enam Grand Piano yang dipisahkan satu sama lain dengan sekat kaca tipis. Yang benar saja? Suara Grand Piano itu besar loh... Upright piano yang diletakkan di dalam ruangan berdinding kedap suara saja suaranya masih bocor kemana-mana. Grand piano pula? Sepertinya Adagio Music School tempat Nick bekerja harus mendesain ulang ruangan kelasnya (bercanda). Aku tidak dapat membayangkan lima orang murid yang berlatih dalam waktu bersamaan di dalam sana. Mungkin kepalaku akan meledak mendengar permainan mereka yang saling tumpang tindih satu sama lain.

Selain itu, Nick yang di dalam cerita dikisahkan telah kabur dari rumah orangtuanya di Bandung terlihat sangat 'terjaga' untuk ukuran seseorang yang kabur. Ia dapat menyewa kos ber-AC, dengan CD musik klasik yang memenuhi rak-nya, beserta playstation... (kabur bawa playstation, bang?). Plus, ia bahkan sepertinya surplus uang walau uang jajannya di-stop oleh ayahnya. Ia berniat untuk mengontrak sebuah rumah bahkan sebelum mendapatkan pekerjaan dari Adagio Music School. Bagian itu sedikit terasa aneh bagiku...

Selain hal-hal yang kuungkapkan di atas, sebenarnya ceritanya cukup oke. Dan lagi, seperti yang kukatakan sebelumnya, aku merasakan perkembangan dari tulisan Elvira Natali.

Aku biasa memberi rating imajiner(?) selagi membaca. Jadi rating tersebut tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Jika ending dari sebuah buku benar-benar 'ngena', bisa saja rating-ku langsung melonjak naik dan akhirnya berakhir dengan rating tinggi. Walau sepanjang awal sampai pertengahan cerita rating imajiner-ku hanya 3 bintang (misalnya).

Dan, yang terjadi dengan Two Souls adalah... rating imajiner yang sangat dinamis. Naik menuju 3.5, lalu jatuh menuju 2 bintang. Pokoknya nyaris setiap bab rating imajiner-ku dapat berubah. Jujur saja saat-saat dimana rating imajiner-ku mencapai 3.5 adalah ketika membaca interaksi antara Nick dan Arlesta, cukup menyenangkan! Walaupun lagi, terlalu instant. Panjangin dikit, dong. :(

3 bintang untuk Two Souls karya Elvira Natali.

Aku sempat sebal ketika tahu bahwa buku ini bersambung. Please, tidak ada yang mengatakan bahwa buku ini dwilogi atau trilogi. Aku mau tahu darimana, dong? Jadi, pre-caution untuk kalian semua. Buku ini bersambung, ya.

Aku merekomendasikan buku ini untuk kalian yang menyukai cerita romance dengan sedikit sentuhan fantasi serta cerita ringan yang menyenangkan untuk dibaca.
Profile Image for Gita Karmani.
433 reviews15 followers
September 29, 2023
Hmm.. Bingung mau ngerate brp 😅

Ceritanya ttg Arlesta, seorang Victer. Dia bisa bangkitin orang yg pernah mati tp bersyarat: hanya sekali dan org itu bukan keluarganya. Dan cerita ini adalah keseharian dia hidup sbg manusia tp punya kekuatan ajaib karena dia adalah generasi dari dewa Dionysius, anak tiri Hades.

Utk cerita sebetulnya bagus tp alurnya jujur menurutku agak kurang. Karena gak ada batas yg jelas antara plot masa lalu dan masa kini dan menurutku agak berpotensi plot hole tp ya gitu deh. Terus utk cerita fantasinya.. Bagus juga sih pakai dewa mitologi Yunani yg namanya gak familier. Utk writing style, menurutku lumayan. World buildingnya bagus walaupun fantasy nya terkesan kayak tempelan.

Dan untuk ilustrasinya, jujur bagus bgt. Aku dari dulu penasaran pgn baca buku ini karena covernya cantik.

Tapi pinter juga ya ini penulisnya ngasih plot twist di belakang, mana pas yang di bersambung lagi 😂
Terus terang masih gak yakin mau lanjut baca sequelnya ini atau enggak, walaupun di belakang itu bagus juga plot twist nya.
Kayaknya sampai skrg sequelnya blm ada kan ya?
Profile Image for Chacha.
90 reviews6 followers
January 29, 2019
Merupakan novel genre fantasi, menceritakan tentang Arlesta yang memiliki kekuatan membangkitkan jiwa yang mati, namun dengan risiko umur hidupnya yang mengurang. Membuatnya menjadi sosok tertutup, sampai akhirnya ia bertemu dengan Nick, cowok yang membuatnya jatuh cinta. Namun, perjalanan cinta mereka tidak mulus, karena sahabat Arlesta juga menyukai Nick. Sementara itu Arlesta juga gagal menyelamatkan nyawa Nick, karena Nick adalah saudara kembarnya. Novel ini punya jalan cerita yang bagus. Dari dulu emang suka dengan gaya tulisan Kak Elvira. Dan kejutan di endingnya, bikin nilai plus lagi di novel ini.
Profile Image for naga.
450 reviews96 followers
September 10, 2020
Menarik. Jarang-jarang ada yang ambil Dionysus buat kekuatan hidup-mati, biasanya kan yang sudah familier macam Hades atau mungkin Hecate. Ceritanya simpel sih sebenernya, tapi menarik. Dan seru. Tapi tolong ya itu endingnya yang bener aja. : )
Profile Image for Meilany.
85 reviews3 followers
September 6, 2021
Fantasinya agak nanggung ya bos, kurang daper gitu. Jadi kayak cerita romance biasanya. Tapi plot twistnya lumayaaaaannn heuheu 💙
Profile Image for Ratnani El Ratna Mida).
Author 11 books14 followers
August 24, 2016
Memiliki sebuah kelebihan yang bisa digunakan untuk menyelamatkan orang lain memang sebuah anugerah. Namun siapa sangka ternyata jika kelebihan yang digunakan terus menerus, lambat laun bisa saja mencelakakan diri sendiri. Lalu haruskah kelebihan itu tetap digunakan untuk menolong orang lain?

Membaca novel ini penulis mengajak pembaca untuk belajar arti pengorbanan, persahabatan dan kasih sayang. Mengambil genre fantasi, membuat novel ini menarik. Mengingat untuk penulis Indonesia sendiri masih jarang mengambil tema ini. Kelebihan lainnya adalah selain memasukkan bumbu fantasi, penulis tetap memberikan porsi genre lain seperti romance, persahabatan, musik dan keluarga dengan pas.

Novel ini berkisah tentang Arlesta yang ternyata memiliki kekuatan luar biasa—dia adalah seorang Victer—keturunan Dewa Dionyus yang mampu membangkitkan jiwa-jiwa dari kematian. Hanya saja setiap dia menyelamatkan orang dari kematian, maka usianya Arlesta akan berkurang empat tahun.

http://tulisanelratnakazuhana.blogspo...
Profile Image for Fetreiscia Frida.
10 reviews183 followers
April 12, 2016
Novel pertama Elvira yang saya baca. Ga punya ekspektasi tinggi ketika memutuskan buat beli buku ini. Cuma berbekal suka ama covefnya yang unik plus karakternya yang seorang victer. Selesai baca dalam semalam. Menurutku ceritanya bagus, unik, dan karakter yang ga biasa. Tapi karakter utama nya kurang kuat, cerita romance nya antata Nick dan Arlesta juga terlalu cepat. Mungkin faktor halaman yang cukup tipis. Coba halaman nya ditambah sedikit lagi dan cerita romance nya diperpanjang sedikit mungkin akan lebih baik. Lalu karakter victer nya kurang kuat ya, selain membangunka orang meninggal ga ada lagi yang lainnya. But overall aku suka baca buku ini. Ceritanya mengalir dengan baik dan banyak twist nya yang dihadirkan. Waktu membaca halaman2 pertama saja langsung dibuat terkaget2 dengan Tante Teresa.
Dan saya ga sabar untuk menunggu dan membaca buku keduanya untuk segera terbit.
Profile Image for Felicia.
159 reviews
August 25, 2020
Dapet buku ini dari GWP3 tahun lalu, baru sempat baca sekarang.

Overall, flownya bagus sih. Sudah lama ga baca novel YA/Teenlit, tp YA ini lebih 'mending' karena konfliknya ga kayak konflik anak SMA yang kadang2 bacanya sekarang itu kayak.... kurang penting ya =')) Light read yang menyenangkan. Cuma ya, sayang aja, plotnya sudah ditulis di belakang novel. Expected banget, cuma kecewa sama endingnya sih 'kok gini' oke gantung, tapi gak bikin penasaran? tapi ya masih masuk akal kok! So overall quite okay.
Profile Image for Ima Aisyah Rahma.
5 reviews
August 18, 2017
Semula baca sinopsis aku pikir akan banyak berkisah tentang kehidupan dewa-dewa dan turunannya serta membutuhkan imajinasi yang tinggi. Rupanya perkiraanku sedikit melenceng.

Novel ini ringan dan cocok untuk remaja maupun dewasa muda. Gaya bercerita sederhana, dialog nggak monoton dan setting lokal membuat ceritanya lebih hidup.

Aku akui sewaktu membaca bab-bab awal terkesan membosankan. Namun, sewaktu mencapai puncak cerita. Benar-benar unpredictable. Bikin betah baca sampai habis.

Tapi sayang,
bersambung :(
Displaying 1 - 18 of 18 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.