Jump to ratings and reviews
Rate this book

Catatan dari Balik Jendela Sekolah

Rate this book
Apa jadinya pemuda yang mendaftar tentara justru diterima kerja sebagai guru? Bagaimana tantangan menjadi guru di sekolah swasta dengan orang tua siswa yang banyak maunya dan gemar menuntut karena merasa diri sudah membayar? Seperti apa pergulatan seorang guru pemula dalam menghadapi siswa-siswa manja, badung, suka menyepelekan, bahkan disleksia? Lalu bagaimana cara guru laki-laki menghadapi siswa yang baru pertama kali menstruasi? Bagaimana pula cara menghadapi orang tua siswa yang suka curhat soal rumah tangga saat mengambil rapor?

Dituturkan dari sudut pandang laki-laki yang tidak pernah bercita-cita jadi guru, buku ini merekam jejak seorang guru muda dalam menarik simpati siswa dan usaha melawan kemalasan diri menempa kesabaran agar dapat jadi guru profesional yang kehadirannya layak ditunggu.

Dipaparkan apa adanya tanpa tendensi mengunggulkan diri sendiri, buku ini ibarat cermin terbuka yang menyadarkan betapa guru adalah manusia biasa, yang dapat berlaku keliru dan karenanya tak perlu jemu untuk terus menuntut ilmu.

Keterampilan penulisnya dalam mencatat hal-hal kecil namun penting kemudian meramunya dalam rangkaian narasi yang menarik merupakan salah satu keunggulan buku ini, di samping perspektif perenungannya yang unik, tidak seperti laki-laki pada “biasanya”.

Baca buku ini dan pahami betapa pentingnya peran guru bagi perubahan bangsa ke arah kemajuan.

245 pages, Paperback

First published October 1, 2015

3 people want to read

About the author

Thomas Utomo

7 books5 followers
Sejak kecil, Totok—panggilan karib Thomas Utomo—menganyam cita-cita menjadi pengarang cerita. Mula-mula suka mengarang di halaman belakang buku tulis atau buku bekas. Kemudian, coba-coba membuat majalah sederhana dengan rubrik yang dikarang sendiri dari lembaran kertas gambar yang disteples tepiannya.

Saat remaja, mulai menulis cerpen, resensi, artikel, dan flash fiction yang dikirim ke media lokal dan nasional. Alhamdulillah, sebagian di antaranya berhasil dimuat.

Selepas kuliah, mencoba menulis naskah buku. Sementara ini, buku yang telah terbit yaitu Petualangan ke Tiga Negara (Indiva Media Kreasi, 2018), Cerita dari Asrama Tentara (Bitread, 2017), Lepas Rasa (Lokamedia, 2017), Aku Bukan Gay (Lokamedia, 2016), Misteri Nenek Pemuntah Darah (Pro U Media, 2016), Catatan dari Balik Jendela Sekolah (Elex Media Komputindo, 2015), dan Hikayat Tanah Beraroma Rempah (Pustaka Puitika, 2015).

Adapun buku antologi bersama penulis lain yang sudah terbit adalah Kembang Glepang (Dinporabudpar Pemkab Banyumas, 2018), Bunga Rampai Pemenang Lomba Karya Tulis Fiksi dalam Rangka Peringatan Hardiknas (Dindik Pemkab Banyumas, 2017), Creative Writing (STAIN Press, 2013).

Beberapa prestasi yang pernah diperoleh Juara Lomba Foto dan Testimoni Buku Tingkat Nasional (2018), Juara I Lomba Cerpen Islamic Fair Tingkat Karesidenan Banyumas (2018), Juara I Lomba Karya Tulis Fiksi Tingkat Kabupaten Banyumas (2017), Pemenang Hiburan Lomba Resensi Buku Tingkat Nasional (2013).

Penyuka wayang kulit dan komik ini, bisa dihubungi lewat surat elektronik dengan alamat utomothomas@gmail.com atau via telepon dan SMS dengan nomor 085 802 460 851.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (66%)
4 stars
1 (33%)
3 stars
0 (0%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Lambertus Hermawan.
Author 3 books
June 23, 2019
Saya sangat senang dengan bacaan ringan satu ini. Catatan dari Balik Jendela Sekolah adalah kumpulan catatan harian penulis yang juga seorang pengajar di SD Islam di daerah Karangbanjar, Purbalingga, Jawa Tengah.

Thomas Utomo atau Pak Totok, sudah menunjukkan dengan jujur apa yang dilihat, dipikirkan, dan dirasakan seorang guru akan siswa dan lingkungan sekolahnya. Ada rasa bahagia, kagum, sedih, kecewa, takjub, jengkel, entah ditujukan kepada siswa, wali murid, sesama guru, atau dirinya sendiri.

Jika mengetahui pribadi Pak Totok melalui tulisannya tersebut, saya jadi ingat kakak kandung dan teman saya yang juga seorang pengajar. Mereka tidak hanya seorang pengajar, tetapi juga pendidik yang melakukan semuanya dari hati. Ketulusannya tampak dari caranya menghadapi siswa dan segala keunikannya.

Tidak dibuat-buat. Tanpa harus melucu, beberapa bagian memang sangat lucu karena keluguan dan keajaiban siswa di SD Karangbanjar. Salah satunya kalimat kreatif ABC: Assalamualaikum bapak-bapak cabe-cabean. 😂

Nyata. Tokoh yang dijelaskan di buku ini adalah sungguh ada, meskipun beberapa nama disamarkan. Penulis menunjukkan foto atau beberapa hasil karya siswa kepada pembaca, secara tegas menampilkan bahwa keajaiban bisa dimunculkan oleh siswa-siswi yang hatinya lebih murni daripada kita yang sudah dewasa ini.

Pada salah satu tulisan, penulis memberikan link youtube agar pembaca bisa menonton film karya kelas mereka. Saya pribadi merasa WOW. Interaktif. Saya jelajahi link tersebut dan menonton film amatir mereka.

Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Totok sudah berbagi pengalaman melalui bukunya. Sukses selalu dan semoga siswa-siswinya kelak menjadi orang yang berhasil dan cemerlang masa depannya.

Oh ya. Saya menemukan beberapa kalimat yang mungkin luput saat proses editing. Jadinya tidak pas dibaca. Namun, hal tersebut tidak terlalu mengganggu keseluruhan tulisan.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.